
Di saat perjalanan pulang Risa sudah sangat lelah hingga tertidur dipunggung Siska Untung saja badan Risa yang tidak terlalu besar jadi Siska yang menopang tubuh Risa tidak terlalu keberatan.
Melihat bagaimana sikap Risa dicafe tadi membuat Siska bingung entah apa yang sedang difikirkan oleh temannya itu. Percuma juga bertanya jika endingnya pasti tidak akan mau menjawabnya dengan jujur.
--------------------------------------------------
"Aku tau beban pikiran kamu berat ris, anda saja dapat dijual itu si beban pikiran mu pasti udah kaya kali ya" batin Siska sambil tersenyum sendiri.
"Semoga saja kamu dapat menemukan kebahagiaan yang selama ini kamu rindukan" ucap Siska yang menatap Risa kebetulan ia menghentikan motornya karna lampu merah.
Merasa motor yang ditumpangi Risa berhenti ia segera bangun ternyata ia masih berada dijalan ia kira jika sudah sampai dirumahnya.
"hoamm aku kira sudah sampai dirumah" ujar Risa dengan mulut yang terbuka lebar.
"ishh kamu itu ya ris ga bisa apa kebiasaan tu mulutmu kalau bangun tidur jangan dibuka lebar ntar ada kucing masuk baru tau rasa" ujar Siska sambil terkekeh melihat tingkah temanya.
"Ehh gila mana muat kucing masuk sini" ujar Risa sambil membungkam mulutnya namun hanya dijawab dengan tawaan Siska.
lampu merah yang sudah berganti hijau pun membuat Siska segera menjalankan motornya kembali untuk menuju rumah Risa.
Siska yang melihat Risa melamun hanya melihatnya dari spion motornya ingin rasanya meminta temanya untuk berbagai masalah kepada nya tapi ia urungkan karna sudah berulang kali mencoba nya tapi tetap saja tidak ada Jawaban yang pasti.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup akhirnya mereka berdua sampai dirumah Risa, Risa pun segera turu dari motornya disusul dengan Siska yang berpamitan dan segera melajukan kembali motornya untuk menuju rumahnya sendiri.
Melihat cucunya pulang dari kerjanya ayu segera menghampiri nya.
"Nak kau sudah pulang? Cepat bersihkan badanmu nenek tunggu dimeja makan" ujar ayu yang melangkah menuju meja makannya.
"Baiklah Nek, tunggu sebentar Risa bersihkan badan Risa dulu jika nenek sudah lapar nenek makan lebih terlebih dahulu" ujar Risa sambil melangkah masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
Tak membutuhkan waktu lama untuk membersihkan badannya Risa segera menuju meja makan karna merasa kasihan pada neneknya jika harus menunggu lebih lama lagi.
"Ayo Nek kita makan aku sudah lapar banget ini" mengelus perutnya yang sejak tadi mulai keroncongan.
"Ini makanlah" meletakkan nasi diatas piring Risa.
"Nek aku udah besar harusnya aku yang merawat nenek bukan malah nenek yang merawat aku" ujar Risa yang merasa sedih karna ia belum bisa membahagiakan neneknya karna seharusnya neneknya sudah menikmati masa tuanya dengan beristirahat tapi malah digunakan untuk mengurus nya.
"Sudah cepatlah makan katanya laper" ayu yang berusaha mengalihkan pembicaraan agar tak membuat Risa sedih.
Mendengar ucapan neneknya Risa segera melahap makanan yang sudah ia ambil. Setelah selesai makan Risa membantu neneknya membersihkan sisan makanan yang ada kemudian mencuci piring kotor yang digunakannya tadi.
"Nek bagaimana jika Risa punya kekasih, apa nenek mengijinkan?" tanya Risa yang meminta ijin jika seandainya ia menjalin hubungan dengan seseorang.
"Kamu sudah dewasa nak memang seharusnya begitu kamu harus segera memiliki kekasih agar ada yang membantu nenek menjagamu saat kamu diluar rumah" jawab ayu yang masih sibuk dengan piring kotornya.
"Emm sebenarnya kemarin ada yang meminta Risa untuk dijadikan kekasih nya Nek" ucap Risa.
"Iya Nek, tapi Risa belum kenal betul seperti apa orang itu dan bagaimana keluarganya jika mengetahui Risa anak yatim piatu dan hanya orang biasa" ucap Risa dengan nada sedihnya.
"Berikan dia kesempatan dulu jika dia dan keluarganya memperlakukan mu dengan baik maka jangan diragukan lagi ketulusan cintanya" perintah ayu yang dijawab dengan anggukan oleh Risa.
"Sudahlah biarkan aku jadi kekasih nya dulu toh jika dia bosan atau sudah selesai membalas perbuatan ku akan pergi sendiri" batin Risa yang mengira jika ferdo hanya mempermainkan dirinya saja.
"Nek Risa ke kamar dulu mau menyelesaikan skripsi Risa dulu" pamit Risa yang diangguki oleh ayu.
Memang Risa sedang kuliah dan sudah semester akhir yang artinya dia sebentar lagi akan wisuda S1 nya, ia sangat bersyukur mendapatkan beasiswa sejak memasuki sekolah menengah atas.
Jika tidak mendapatkan beasiswa itu entah bagaimana ia membayar biaya sekolah dan kuliah yang mungkin cukup besar namun dengan mendapatkan beasiswa Risa hanya membayar apa yang menjadi kebutuhan pribadinya di sekolah saja.
__ADS_1
Ferdo yang masih didalam ruang kerjanya hanya mengecek pekerjaan nya saja yang sengaja ia bawa pulang ke rumah untuk dikerjakan dirumahnya.
"Lebih enak jadi ketua Mafia daripada harus bekerja sebagai CEO perusahaan yang membuat kepala ku pusing saja" gerut ferdo yang melihat berkas-berkas kantornya.
Tok Tok Tok
Suara ketukan pintu dari luar membuat ferdo yang masih fokus didepan komputer nya berhenti menghadap kearah pintu sejenak.
"Tuan sudah ditunggu oleh nyonya dibawah untuk makan malam". ujar Bi Marta yang menjadi pelayan pribadi ferdo serta menjadi kepala pelayan di mansion nya.
Mendengar ucapan bi Marta, ferdo segera keluar dari kamarnya untuk menuju meja makan jika ia tak kunjung datang bisa-bisa Dady tuanya berteriak hingga membuat telinganya sakit.
"Boy cepatlah sedikit dady mu sudah tak tahan karna rasa laparnya" goda Helena kepada Felix yang kesal menunggu ferdo.
"Cihh jika dia bukan anakku Takan ku perduli dia makan atau tidak" ketus Felix.
"Sudahlah dad, kakak cepat sedikittt jangan seperti perjaka yang tak laku dipasaran" goda Helen yang sudah mengerti akan suasana hati kakaknya saat ini.
Mendapat teriakan dari arah meja makan ferdo hanya mengumpat Momy, Dady dan adiknya karna yang tak puas untuk menggodanya.
"Kenapa lama sekali boy kau sedang bekerja atau tertidur di ruang kerja mu?" tanya momy Helena.
"Kerjaan ku banyak mom" jawab ferdo.
"hahaha kasihan kau kak, kau kan punya si tua asisten mu kenapa tak kau suruh saja dia yang mengerjakannya" ujar Helen.
"Baby jangan memanggil Hans dengan sebutan itu nanti kau lama-lama tergila-gila denganya baru tau rasa" goda momy Helena yang aneh saat melihat putri nya memanggil asisten putranya dengan sebutan si tua😂
"cih aku tak Sudi tergila-gila denganya, sudah tua begitu mana enak buat dijadikan suami" tolak Helen.
__ADS_1
"Hei Hans sangat pintar jika bermain diatas ranjangnya jika kamu mau merasakannya coba saja ntar juga merengek minta udahan" bela ferdo yang tak suka adiknya memandang rendah Hans.
"Dari mana kau tau jika Hans jago saat diatas ranjang boy?" tanya Dady Felix yang heran kenapa putranya bisa tau untuk urusan ranjang.