Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia

Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia
Episode 29


__ADS_3

"Master apa master mencurigai seseorang?" tanya Hans.


"Aku hanya curiga kepada Meisya karna hanya dia wanita anak rekan bisnis ku yang kenal kepada ku" ujar ferdo.


"Pemikiran kita sama master. Pengawal sudah memberikan ciri-ciri orang itu...." ujar Hans.


--------------------------------------------------


"Bagaimana ciri-ciri orang itu?" tanya ferdo dan Dion secara bersamaan.


"Orang yang mengikuti master dan nona saat dari toko perhiasan menggunakan mobil sport warna kuning dan orang yang mengirim paket itu seorang laki-laki berpakaian seperti kuris pengantar paket namun anehnya laki-laki itu hanya meletakkan kotak itu didepan pintu rumah Risa kemudian pergi" jelas Hans yang mendapat kan informasi dari bawahan nya.


"Mobil sport warna kuning" batin ferdo.


"Benar dugaan ku jika pasti ini semua ulah Meisya" ujar ferdo.


"Apa perlu saya seret dia di markas master?" tanya Hans.


"Jangan Ki lihat dulu bagaimana cara bermainnya dan sejauh apa tingkat keberanian nya mengganggu apa yang aku miliki" ujar ferdo.


"Baik master" ujar Hans.


"Kau terus pantau ayah dan anak itu jangan sampai mereka berdua" perintah ferdo.


"Doo aku punya ide bagaimana menggunakan ide ku ini?" ujar Dion.


"Apa? cepat katakan!" ujar ferdo.


"Begini aku akan menyamar sebagai musuh mu dan bergabung dengan si tua Bangka itu dan anaknya untuk mencari informasi tentang mereka dan untuk mengetahui akal busuk mereka berdua" jelas Dion.


"Ide Dion sedikit membantu master karna selama ini Dion jarang terlihat di keluarga mu makan tidak akan bisa ada yang mengenalinya" ujar Hans.


"Idemu aku serahkan kepada mu aku akan membantu mu untuk memancing Meisya akan bertemu dengan mu" ujar ferdo.


Mereka bertiga segera menyusun rencana untuk menjebak tuan Hendra dan putrinya itu. Bagaimana pun jika mereka berdua bertindak diluar batas akan mati sia-sia ditangan ferdo.


Sedangkan momy Helena dan Helen masuk kedalam kamar Risa untuk berusaha menenangkan nya agar dia tidak termakan oleh ancam orang itu. Melihat Risa melamun didekat jendela momy helena segera menghampiri nya.


"Nak, apa yang kau lamunkan?" tanya momy Helena.


"Ahh mom, tidak aku tidak melamunkan apa-apa" bohong Risa.

__ADS_1


"Risss duduk sini aja kita ngobrol sama momy" tangan Helen menepuk sisi ranjang yang ia duduki.


Risa segera duduk di sisi ranjangnya sedangkan momy Helena duduk sofa tepat didepan ranjang.


"Ris apa yang kau pikirkan?" tanya Helen.


"Aku tidak memikirkan apa-apa Len" bohong Risa.


"Kamu tidak bisa bohong denganku Risss. Kita itu udah sahabat an lama jadi aku tau apa yang kamu pikirkan saat ini" ujar Helen.


"Sebenarnya siapa yang mengirim kotak surat itu kepada ku? Aku memang salah apa padanya?" tanya Risa kepada Helen dan momy Helena.


"Kamu ngga salah risss emang dasarnya aja orang itu mau cari gara-gara sama kita" ujar Helen.


"Benar yang dikatakan Helen nak jadi, jangan fikirkan masalah itu. Momy yakin ferdo pasti akan mencari dan memberikan peringatan kepada orang itu" ujar momy Helena.


"Tapi mom, aku takut jika nanti diluar rumah orang itu melukai ku. Apa aku batalkan saja pernikahan ini mom?" ujar Risa yang membuat momy Helena dan Helen kaget.


"Apa kau tak mencintai putraku?" tanya momy Helena.


"Aku sebenarnya memiliki sedikit rasa pada ferdo mom tapi jika ada orang lain yang tidak menginginkan aku dan ferdo menikahi aku bisa saja menghilangkan cintaku ini" ujar Risa.


"Nak dengarkan momy! Jangan pernah kau mau diperbudak oleh orang itu, ingat jika kau mempunyai rasa cinta kepada ferdo ya pertahankan jangan kau lepas begitu saja" ujar momy Helena.


"Hei jika ferdo juga mencintai mu bagaimana risss?" ujar Helen.


"Itu tidak mungkin" ujar Risa.


"Apanya yang tidak mungkin? Kau orang baik pasti kakak ku akan jatuh cinta padamu jadi jangan berfikir yang tidak-tidak dulu" ujar Helen.


"Benar nak, Intinya jangan kau melakukan apa yang di perintahkan orang itu padamu. Jika melihat mu berpisah dengan ferdo makan orang itu akan merasa menang dan berhasil membuat mu sengsara toh jika orang itu akan melepasmu begitu saja, bagaimana jika orang itu malah mencelakai mu?" ujar momy Helena.


"Yasudah mom aku akan lanjutkan pernikahan ini dan tidak akan menuruti perintah orang itu" ujar Risa.


"Good itu baru mantu momy" ujar momy Helena.


"Ohh ya kau bisa tinggal disini sampai hari pernikahan mu" ujar momy Helena.


"Iya ris nanti kita bisa pilih gaun pengantin dari sini saja tidak usah keluar masalah kampus sama kerjaan kamu biar diatur kak ferdo oke" ujar Helen.


Mereka bertiga berbincang dan bercanda hingga gelak tawa mereka bisa didengar di luar kamar Risa. Ferdo yang mendengar tawaan Risa tersenyum kecil karna baru kali ini dia mendengar kan Risa. tertawa bahagia karna biasanya Risa hanya tersenyum saja.

__ADS_1


Akhirnya momy helena dan Helen keluar dari kamar Risa untuk membersihkan badan mereka Karna hari sudah menjelang sore.


Risa yang baru saja selesai mandi dikagetkan dengan adanya ferdo yang sedang duduk di sofa kamar Risa.


"Kaa... kau sejak kapan ada disitu" tanya Risa.


"Sejak kau ada didalam kamar mandi" jawab ferdo.


"Untuk apa kau kesini?" tanya Risa.


"Apa menemui calon istri ku tidak boleh?" tanya ferdo.


"Bukan begitu pasti kau kesini ada tujuannya kan?" tanya Risa.


"Tujuanku ingin menemui mu!" ujar ferdo.


"Sudahlah terserah kau saja pusing aku" ujar Risa yang lebih memilih mengalah.


"Kau tidak usah keluar dari sini dulu untuk urusan kampus dan pekerjaan mu sudah aku urus kau cukup disini saja temani nenek mu" ujar ferdo.


"Iya aku juga sudah diberi tau Helen" ujar Risa.


"Kau cepatlah keluar momy ingin bicara denganmu" ujar ferdo.


"Bicara apa lagi tadi kan momy sudah bicara denganku" ujar Risa.


"Hei calon mertua mu ingin selalu bicara dengan mu apa tidak boleh?" tanya ferdo.


"Aishh, bukan begitu! sudahlah kau keluar sana aku akan segera turun" ujar Risa.


Setelah ferdo keluar dari kamarnya Risa segera memoleskan sedikit make up diwajahnya agar tidak terlalu terlihat monoton😂


Sebelum turun menemui momy Helena, Risa menjenguk neneknya sebentar untuk melihat keadaan neneknya itu.


"Nenek" ujar Risa.


Mendengar panggilan dari cucunya ayu segera menoleh kearah suara itu dan tersenyum karna ia ingin sekali bicara namun tenaga nya tak cukup.


"Nenek cepat sehat ya supaya bisa liat Risa menikah, itukan keinginan nenek jadi nenek cepat sembuh oke" ujar Risa yang mendapat anggukan dari nenek ayu.


"Nek aku keluar dulu momy helena sedang menunggu ku, nenek dengan bi Ina dulu ya" pamit Risa.

__ADS_1


Menuruni anak tangga satu persatu, berjalan menuju ruang tengah keluarga Ferdo. Di ruangan itu sudah berkumpul semua keluarga Ferdo, termasuk Dion dan Hans ya karna mereka berdua masih disitu untuk melancarkan rencana yang mereka buat.


Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komennya terimakasih 🙏


__ADS_2