
"Ponsel ku kemana ini" ferdo celingukan mencari ponselnya karna dia rasa tadi ponselnya dia taruh di atas ranjang kenapa sekarang tidak ada.
"Jangan jangan!" ferdo langsung duduk di atas ranjang dengan mengkrututuki kebodohan nya karna sudah melawan istri nya.
--------------------------------------------------
Ferdo yang masih di dalam kamar segera berjalan ke arah balkon untuk meminta bantuan kepada penjaga yang menjaga di taman ( kebetulan kamar ferdo tepat di atas taman jadi dengan mudah ferdo mencari pengawal untuk membantu nya ).
"Heii!!!!" teriak ferdo Kepada pengawal yang berada tepat di bawah nya.
"Siapa yang berteriak kepada ku?" tanya pengawal tersebut kepada dirinya sendiri karna dirinya belum tau jika yang berteriak adalah atasanya yang berada di atas nya.
"Heii!! di sini, di atas mu!!!" teriak ferdo lagi dengan suara yang lebih kencang.
"Ahh maaf master" ujar pengawal tersebut yang mengetahui asal teriakan itu.
"Ambilkan aku tangga!" perintah Ferdo yang membuat pengawal itu mengerutkan keningnya karna untuk apa atasannya meminta tangga, jika ingin keluar dari kamar kan tinggal keluar lewat pintu saja.
"Untuk apa master?" tanya pengawal tersebut dengan kepala yang masih mendongak ke atas.
"Kau itu banyak tanya! cepat bawakan saja tangga nya dan letakan di sini!" ujar ferdo yang langsung di angguk i oleh pengawal itu.
"Baa.. baik master" pengawal tersebut segera mencari tangga namun saat dirinya baru berjalan beberapa langkah dirinya sudah di hentikan lagi dengan perintah atasannya itu.
"Heii!! satu lagi! ajak teman mu yang lainnya untuk memegangi tangga nya nanti!" ujar ferdo yang juga langsung di laksanakan oleh pengawal tersebut.
"Baik master" pengawal tersebut segera berlari untuk menemui rekan nya dan membawa tangga untuk atasannya itu.
Sedangkan ferdo yang melihat pengawal nya pergi dirinya segera duduk di atas balkon sambil menunggu tangga yang di pesan nya datang.
Beberapa menit kemudian ada empat pengawal yang datang dengan membawa tangga dan segera menempatkan ke arah ferdo.
"Sini! letakan tepat di sini!" ujar ferdo dengan tangan yang menujuk tempat nya.
"Baik master" ujar ke empat pengawal tersebut.
"Pegang yang benar tangganya! aku akan turun dari sini!" ujar ferdo yang langsung membuat pengawal tersebut melongo.
"Kepada master tidak keluar saja lewat pintu?" tanya salah satu pengawal tersebut.
"Aku di kunci dari luar tolol! lagian apa kalian mau ku suruh mencari kunci ku di sekitar rumput rumput di situ!" ujar Ferdo yang langsung di jawab dengan gelengan kepala oleh ke empat pengawal tersebut.
Flashback on
__ADS_1
Saat ferdo mendapatkan ide licik nya dia segera mengunci pintu kamar nya dan membuang kunci kamar nya itu keluar dari balkon.
"Dengan begini dia tidak akan bisa keluar tanpaku" ujar ferdo dengan senyum kemenangan nya.
"Sekarang kita lihat saja permainan yang akan terjadi" ujar ferdo dengan merebahkan tubuhnya di atas ranjang kembali.
"Aku ingin melihat seperti apa wajah mu saat memohon kepada ku" ferdo membayangkan bagaimana bentuk wajah istri nya ketika memohon untuk keluar dari kamar itu.
Flashback off
Yah karna ide licik yang di fikirkan ferdo adalah dirinya akan mengurung Risa di dalam kamar, dan agar Risa tidak dapat menemukan kunci nya dia memilih untuk membuang kunci tersebut.
Dan di saat Risa sudah memohon mohon untuk keluar dari kamar baru lah dia akan meminta tolong kepada adik nya atau pelayan yang ada di sana untuk membukakan pintu kamar nya dari luar.
Namun siapa sangka jika kepintaran nya kalah banyak oleh kecerdasan Risa dan malah sekarang dirinya lah yang memakan batu nya dari perbuatannya sendiri.
Ferdo berhati hati saat menurun i satu demi satu tangga yang ia injak karna Melihat ketinggian yang sangat lumayan para pengawal disana khawatir jika atasanya akan terjatuh.
"Master hati hati!!"
"Iya master! hati hatilah! jangan salah injak!" ujar ke empat pengawal yang memegangi tangga bawah.
"Kalian itu berisik sekali!!! diam lah agar aku tidak jatuh!" teriak ferdo dari atas.
"Apa jangan jangan ferdo?" batin Risa yang bertanya apakah yang di maksud adalah ferdo suami nya itu.
Dengan segera Risa meminta pelayan tersebut melanjutkan masakan nya dan dia segera menghampiri Helen yang duduk sendirian di depan tv.
"Len!!" panggil Risa Kepada Helen.
"Ada apa?" tanya Helen dengan mata yang masih fokus di depan majalah nya.
"Seperti nya kakak mu turun dari balkon" ujar Risa yang membuat Helen tertawa terbahak bahak.
"Hahahaha, kakak? kakak turun dari balkon?" ujar Helen di sela sela tawa nya.
"Seperti nya iya! aku tadi dengar dari pelayan yang dari taman belakang" ujar Risa yang masih berdiri di depan Helen.
"Ayo ke atas!" ajak Helen dengan meletakkan majalah nya di atas meja.
"Mau ngapain Len!" tanya Risa yang berjalan mengekori Helen.
"Kita buat pertunjukan!" jawab Helen yang membuat Risa Mengerutkan keningnya karna tak tau akal apa lagi yang akan di lakukan oleh Helen.
__ADS_1
Helen berjalan duluan untuk menuju kamar ferdo dengan diikuti Risa yang berada di belakangnya. Sesampainya mereka berdua di depan kamar ferdo, Helen segera membuka pintu kamar ferdo yang dia kunci dari luar.
Ceklek
"Isisis! kasihan penuh perjuangan" ujar Helen yang berjalan masuk ke dalam kamar ferdo.
"Ngapain kesini Len! kita kan bisa nunggu ferdo turun dari sini" ujar Risa.
"Apa ponsel kakak masih kau bawa?" tanya Helen dengan menadahkan tangan nya kepada Risa.
"Ini" tangan risa mengeluarkan ponsel dari saku nya dan langsung memberikan ke pada Helen.
"Bagus, kau keluar lah! biarkan aku yang menjalankan ide ku, kau cukup berada di dapur saja oke" ujar Helen sambil mendorong tubuh Risa untuk keluar dari kamar.
"Jangan aneh aneh yah!" tegas Risa yang sudah berada di luar kamar.
"Tenang saja! aku hanya ingin menjahili kakak ku saja karna dia sudah berani mau mengurung mu" jawab Helen dengan tersenyum ke arah Risa dan tangan yang menutup pintu kamar tersebut.
Setelah Helen menutup pintu dia segera berjalan menuju balkon, dan benar saja jika kakak nya menuruni tangga dan sekarang sudah hampir selesai.
"Haloo kakak! kau kenapa turun dari situ?" tanya Helen sambil membungkuk kan kepalanya agar dapat melihat kakak nya.
"Dasar!!! ini semua juga gara gara dirimu!" teriak ferdo dengan melirik sekilas ke arah Helen.
"Naik lah kak! jangan sampai orang orang tau jika seorang Ferdo Alexander keluar dari kamar nya sendiri harus menggunakan tangga dari balkon haha" ejek Helen dengan tertawa.
"Cerewet sekali kau itu! Apa kau tidak lihat jika aku sudah akan sampai di bawah dan malah kau suruh untuk naik ke atas lagi!" Ujar ferdo dengan nada yang sedikit keras.
Ferdo dengan hati hati dia menuruni tangga itu, namun baru saja dirinya menuruni dua tangga tiba tiba saja tangganya terhuyung hingga membuat nya terjatuh.
"Aaa!! Tangkap aku cepat!!!" Teriak ferdo yang memerintahkan pengawalnya untuk menangkap tubuhnya yang akan jatuh itu.
"Ta... Tapi master" baru saja pengawal itu ingin menolaknya tapi.....
*
*
*
Udah yeee
Selamat istirahat semuanya 😘
__ADS_1