
"Dimana dagang an mu?" tanya Risa dengan menggandeng tangan anak itu.
"Di sana nona!" tangan anak kecil itu Menuju ke arah sepeda kecil dengan keranjang yang berisi beberapa tangkai bunga mawar.
"Ayo kakak temani kamu kesana" ajak Risa dengan berjalan menggandeng anak itu untuk Menuju sepeda tersebut.
--------------------------------------------------
Risa dan anak tersebut duduk di samping sepeda kecil yang di gunakan untuk anak kecil itu berjualan bunga.
Sedangkan ferdo yang selesai membeli bunga dirinya di buat bingung ketika tidak mendapati Risa di toko itu dan di dalam mobilnya.
"Arghhhhh" ferdo berlari menuju toko bunga tersebut dan menanyakan Risa Kepada karyawan bunga tersebut.
"Apa kau lihat istri ku?" tanya ferdo dengan menatap sekeliling toko bunga tersebut.
"Ahh istri bapak ikut dengan anak kecil di ujung sana" jawab karyawan tersebut dengan menunjuk ke arah Risa dan anak kecil itu berada.
Setelah mengetahui keberadaan istri nya ferdo segera berlari ke arah yang sudah di tunjukan oleh karyawan tersebut.
"Heii!!!" teriak ferdo ketika melihat Risa sedang berbincang Kepada anak kecil yang duduk di samping nya.
"Siapa dia nona?" tanya anak kecil yang melihat ferdo berlari ke arahnya.
"Itu suami kakak, dia orang nya baik kok jangan takut yah" jelas Risa sambil tersenyum ke arah anak itu.
"Kau itu membuat ku khawatir!" ketus ferdo yang sudah berada di depan Risa.
"Maaf membuat mu khawatir" ujar Risa dengan menundukkan kepalanya.
"Tuan jangan memarahi nona! dia tidak salah" ujar anak itu.
"Sudahlah ayo kembali!" ajak ferdo namun langsung di tolak oleh Risa.
"Sebentar! aku ingin pinjam uang mu, apa boleh?" tanya Risa dengan wajah penuh harapan agar ferdo dapat meminjamkan uang nya.
"Dasar bodoh! jika ingin uang minta saja tidak usah pinjam kau ini istri ku!" ketus ferdo dengan mengeluarkan uang dari dompet nya.
"Terima kasih" ujar Risa dengan tangan yang menerima uang dari ferdo.
"Kakak beli bunga kamu satu yah" ujar Risa dengan menyodorkan uang yang di berikan ferdo Kepada anak itu.
__ADS_1
"Uang nya besar sekali nona, aku tidak punya kembali nya" ujar anak itu.
"Ambil saja, Anggap saja ini rezeki dari tuhan! kalau begitu kakak pergi dulu ya takut suami kakak marah" pamit Risa dengan tersenyum ke arah anak itu.
"Baik nona! terima kasih!" ujar anak itu dengan senyum mengembang di wajah nya.
Melihat perbuatan Risa membuat hati ferdo tersentuh karna baru kali ini dirinya melihat Wanita yang mau membantu orang lain.
"Pilihanku memang lah tepat!" batin ferdo dengan tersenyum ke arah Risa.
"Kenapa aku tersenyum kepada ku?" tanya Risa yang berjalan di samping suami nya itu.
"Tidakpapa! ayo cepat masuk!" ajak ferdo Kepada Risa.
Mereka berdua segera masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan untuk menuju makam orang tua Risa.
Di dalam mobil hanya ada keheningan karna Risa memilih untuk memainkan ponselnya. Ferdo sebenarnya sedikit tidak suka ketika Risa fokus pada ponselnya dan tersenyum ke arah ponsel sejak tadi. Dirinya memiliki ide hingga untuk membuat istrinya berhenti bermain ponsel, yaitu dengan cara menambah kecepatan laju mobil nya.
"Ferdo!! pelankan sedikit kecepatan nya!!!" teriak Risa dengan raut wajah yang ketakutan.
"Ferdo!!!!" teriak Risa lagi karna ferdo tetap tidak mengurangi kecepatan lajunya.
Mendengar teriakkan Risa dan melihat wajah Risa yang ketakutan ferdo mulai mengurangi kecepatan lajunya.
"Tidak!" jawab ferdo singkat dengan pandangan yang masih fokus ke depan.
"Lalu kenapa kau melajukan mobil seperti ini haa!" ujar Risa dengan bibir yang bergetar.
Melihat seperti tidak ada yang beres dengan istri nya ferdo segera memalingkan wajahnya untuk melihat keadaan istri nya.
"Apa kau baik baik saja?" tanya ferdo yang melihat badan Risa gemetar karna takut, bukannya Risa menjawab pertanyaan dari suami nya dia malah meneteskan air matanya hingga membuat ferdo bingung.
Melihat itu ferdo langsung menepikan mobilnya dan menarik istri untuk masuk ke dalam pelukannya dengan meminta maaf karna sudah membuat istri nya ketakutan.
"Maaf!" ujar ferdo sambil mengusap pelan punggung Risa.
"Kenapa kau melajukan mobilmu seperti itu haa! apa kau ingin kita kecelakaan haa?" ujar Risa dengan tubuh yang masih berada di pelukan suami nya itu.
"Tidak! aku seperti ini hanya karna aku tidak suka jika dirimu bermain ponsel seperti tadi!" jawab ferdo sambil mendekap erat tubuh istri nya.
"Sungguh alasan yang tidak jelas!" ujar Risa sambil melepas pelukan dari suami nya itu.
__ADS_1
"Maaf!" ujar ferdo sambil mencium kening istrinya.
Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan menuju makam. Sejak kejadian tadi Risa hanya diam saja hingga saat ini mereka berdua berada di restoran untuk makan siang.
"Ingin makan apa?" tanya ferdo dengan memandang ke arah Risa.
"Samakan seperti mu saja" ujar Risa dengan wajah yang menatap jendela luar restoran.
Ferdo hanya merasa heran karna istri nya itu hanya diam bahkan saat diajak bicara saja hanya menjawab singkat dan tanpa memandang ke arahnya.
"Apa kau marah dengan ku?" tanya ferdo yang langsung mendapat tatapan dari Risa.
"Apa kau marah hanya karna aku menambah kecepatan mobil ku tadi?" tanya ferdo lagi dengan menatap lekat wajah Risa.
"Aku hanya tidak suka dengan caramu melajukan mobil seperti tadi" jawab Risa dengan wajah yang kembali menatap jendela luar restoran.
Karna Ferdo masih bingung kenapa hanya masalah sekecil itu istri nya marah akhirnya dia memutuskan untuk bertanya kepada asisten nya yaitu Hans ( maap ya ferdo Emang kadang suka pikun kalau udah bucin sama Risa ).
*Isi pesan antara si pikun ( ferdo ) dan hans😂*
"Apa kau tau penyebabnya Seorang perempuan marah ketika naik mobil namun dengan kecepatan tinggi?" pesan ferdo yang di kirimkan untuk Hans asisten nya.
"Seperti nya tidak ada penyebabnya master tetapi jika seseorang itu sangat lah marah pasti ada sesuatu dengan nya atau ada Taruma tersendiri" jawab Hans Kepada atasannya itu.
"Apa Risa punya trauma? karna saat aku melajukan mobil ku dengan kecepatan tinggi dia sangat marah dan bahkan tubuhnya bergetar hingga menangis" balas ferdo dengan melirik sekilas ke arah Risa.
"Apa master lupa jika kedua orang tua nona itu meninggal karna kecelakaan mobil? pasti itu penyebab dari nona Risa marah dengan master karna melajukan mobil dalam kecepatan tinggi" jelas Hans yang langsung membuat ferdo mengkrututuki dirinya sendiri.
"Bodoh kenapa aku bisa lupa!" batin ferdo sambil mengembalikan ponsel nya ke dalam saku nya dan langsung berpindah tempat duduk untuk di duduk di samping Risa.
"Maaf kan aku jika aku membuat trauma mu itu muncul lagi" ujar ferdo yang langsung membuat Risa melihat ke arah nya.
*
*
*
Maaf yah up nya telat Mulu karna othor baru sibuk🥺
Selamat berbuka puasa buat yang menjalankan puasa 😘
__ADS_1
Jan lupa like, komen dan vote yah🥰