Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia

Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia
Episode 41


__ADS_3

"Tuan Ferdo memang tidak salah dalam memilih pasangan, nona Risa sangat baik dan sopan semoga saja kebahagiaan akan selalu bersama kalian" batin pelayan itu.


"BI aku keatas dulu ya" Pamit Risa kepada pelayan.


"Iya non" jawab pelayan itu.


--------------------------------------------------


Risa segera masuk kedalam kamar nenek ayu untuk memberikan makanan kepada ferdo namun langkahnya terhenti karna melihat Ferdo yang tertidur diatas sofa.


Melihat ferdo yang tertidur membuat Risa tak tega untuk membangunkan nya namun ia juga khawatir jika ferdo tidur dalam keadaan perut kosong nya.


"Aku bangun saja ya, diakan belum makan dari tadi" ujar Risa kepada dirinya sendiri.


"Dooo! bangunlah!" ujar Risa yang mencoba membangunkan ferdo.


"Hmm" ferdo membuka kedua matanya dan menatap samar wajah Risa.


"Ada apa? apa sudah pagi hari?" tanya ferdo yang belum sadar sepenuhnya.


"Kau makanlah! tadi kau belum makan jadi aku bawakan makanan untuk sebagai rasa terima kasih ku krana kau sudah menolong ku" ujar Risa.


"Ohh, aku kira ini sudah lagi" ferdo beranjak dari sofa untuk menuju kamar mandi agar bisa membasuh muka nya.


Setelah mencuci mukanya ferdo kembali duduk disofa dan mulai memakan makanan yang sudah dibawa Risa dari bawah.


"Apa kau menambahkan sesuatu didalam makanan ini?" tanya ferdo.


"Tidak, memang kenapa? apa kamu tidak suka? atau masakan nya kurang enak?" tanya Risa.


"Tidak hanya saja makanan ini sungguh enak tidak seperti biasanya" ujar ferdo.


"Bedalah aku kan yang memasak nya" ujar Risa dengan suara yang sedikit rendah agar tidak bisa di dengar oleh ferdo.


"Barusan kamu bilang apa?" tanya ferdo yang sebenarnya mendengar kan ucapan Risa.


"Tidak! aku tidak bilang apa-apa" jawab Risa yang berbohong kepada ferdo.


"Jangan berbohong!" ujar ferdo yang menatap tajam ke arah Risa.


"Hmm iya, itu aku yang memasak jadi rasanya berbeda sedikit" ujar Risa dengan menghela nafas panjang nya.


"Ohh kau bisa memasak juga, mulai besok kau saja yang memasak makanan ku oke" ujar ferdo yang masih melahap makanan nya.


"Iya, sudah makan lah itu dulu. Aku keluar dulu, tolong jaga nenek sebentar" Pamit Risa.

__ADS_1


"Aku memang tidak salah pilih istri, sudah cantik, pandai memasak pula" batin ferdo yang melihat kepergian Risa.


"Nek cepat sadar lah aku sudah tak sabar ingin memiliki Risa seutuhnya" ujar ferdo kepada nenek ayu yang terbaring diatas tempat tidur.


Seperti mendengar kan ucapan ferdo nenek ayu mengeluarkan air mata nya.


Beberapa saat kemudian Risa sudah kembali kedalam kamar nenek ayu dengan ferdo yang pamit keluar karna ada urusan yang harus ia selesaikan.


"Jangan terlalu lelah!" ujar ferdo sambil menutup pintu kamar nenek ayu.


Ditempat lain Meisya yang baru sadar dari pingsan nya hanya terduduk lesu karna ternyata semua rencana yang ia bayangkan menjadi kan dirinya masuk kedalam kandang singa.


"Sialll! seharusnya aku dengar kan perkataan Dady" umpat Meisya.


Mendengar kan suara langkah kaki membuat Meisya mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang sudah datang.


"Hai wanita iblis" ujar Dion yang mendekat kearah Meisya.


"Dasar bre****k!!!!" teriak Meisya yang ingin sekali menghajar Dion namun itu tak akan pernah bisa karna tangan dan kakinya sudah diikat dengan besi.


"Jangan berteriak suaramu bikin telinga ku sakit!" bentak Dion.


"Awas saja jika Dady ku datang! kalian semua akan habis ditangan dady ku!" teriak Meisya dengan sangat keras.


"Dalam mimpi mu saja!" bentak Dion.


Setelah menempuh perjalanan untuk menuju markas akhirnya ferdo Sampai didepan markas dan langsung disambut para anak buahnya.


"Selama datang master" ujar salah satu anak buahnya dan memberikan bow kepada ferdo.


Dengan tatapan dingin ferdo hanya melangkah masuk kedalam markas, dirinya sudah tak sabar ingin menyiksa wanita yang sudah mengganggu kehidupan nya.


"Dimana wanita itu?" tanyanya kepada Dion.


"Ditempat biasa, Apa kau sudah tidak sabar ingin memberi pelajaran kepada nya?" tanya Dion sambil berjalan mengekori ferdo.


"Aku hanya akan bermain-main sebentar dengan nya dan ingin membuat si tua Bangka itu mengalami kehancuran di hidupnya" ujar Ferdo dengan senyum sinis nya.


"Sepertinya akan menyenangkan" ujar Dion yang masih mengekori Ferdo.


"Maaf master saya terlambat" ujar Hans yang tiba-tiba muncul dibelakang Dion.


"Dari mana saja kau itu!" ujar Dion yang menatap Hans.


"Nanti saja akan ku jelaskan" ujar Hans.

__ADS_1


Mereka bertiga masuk kedalam ruangan tempat dimana Meisya dijadikan sandaran. Hans segera mengambil kursi kesayangan master nya itu.


"Apa dia disini hanya menumpang tidur saja?" ujar Ferdo yang melihat Meisya tertidur dilantai dengan badan yang sudah sedikit kotor.


"Dia seperti nya baru saja tidur karna tadi dia terus saja berteriak dengan ku hingga kuping ku ini terasa sakit" sambung Dion.


"Hans! Apa ada stok air limbah yang belum dibuang?" tanya ferdo kepada Hans.


"Ada master, apa kau menginginkan nya?" tanya Hans.


"Bawa kesini satu ember dan guyurkan kepada wanita itu" titah ferdo yang langsung dilaksanakan oleh Hans.


Hans yang membawa satu ember air limbah segera mengguyur kan nya ketubuh Meisya, Karna tak tahan akan bau dari air limbah itu membuat Meisya bangun.


"Air apa ini kenapa bau sekali!" ujar Meisya yang belum sadar jika dihadapan nya sudah ada tiga laki-laki yang siap untuk memberikan pelajaran kepada nya.


"Air limbah!" ujar Ferdo yang langsung membuat Meisya melihat kearah suara itu.


"Kaa... kau... kau ada disini!" ujar Meisya.


"Kenapa! kau terkejut?" tanya ferdo.


"Tolong lepaskan aku, aku seperti ini karna aku sangat mencintai mu!" ujar Meisya dengan suara yang memohon.


"Aku akan melepaskan mu tapi tidak sekarang!" ujar ferdo dengan nada yang dingin.


"Kenapa tidak sekarang aku sudah tidak tahan disini dan Dady ku pasti akan mencari ku" ujar Meisya.


"Kau bisa menghubungi ayahmu tapi kau harus bilang jika kau baik-baik saja!" ujar Ferdo.


"Baiklah" ujar Meisya.


Hans yang mengerti isyarat dari Ferdo segera melakukan nya. Hans segera mengambil ponsel milik Meisya dan melakukan sambungan telefon kepada Dady Meisya.


"Nakkk! kau dimana apa kau baik-baik saja?" ujar tuan Hendra dari sebrang sana.


"Dad toooo...."


"Jangan sekali-kali kau berani memberi tau kepada Dady mu karna jika kau berani nyawamu akan hilang dalam hitungan detik" bisik Hans kepada Meisya.


Mendengar ucapan dari Hans membuat Meisya mengurungkan niatnya untuk memberi tau kepada Dady nya itu.


"Nakkk!" ujar tuan Hendra karna yang tak ada Jawaban dari putri nya.


"Ahhh Iya dad, aku baik-baik saja Dady tidak perlu khawatir aku sekarang sedang berada diluar kota. Sudah dulu ya dad" ujar Meisya yang mengakhiri panggilan nya karna sudah mendapatkan isyarat dari Ferdo.

__ADS_1


"Sudah puas?" tanya ferdo namun tak mendapat jawaban dari Meisya.


Karna hari sudah hampir pagi mereka bertiga memilih menyudahi urusan nya dan meninggalkan markas untuk segera kembali ke masion masing-masing.


__ADS_2