
"Kau tidur lah dulu nenek tau kau pasti lelah" ujar ayu yang masih mengusap kepala Risa.
"Tidak Nek Risa masih mau menemani nenek" ujar Risa yang berusaha membuka lebar matanya agar rasa kantuknya hilang.
Beberapa menit kemudian ayu yang melihat Risa sudah tertidur pulas karna sentuhan tangan nya hanya tersenyum dan ikut bergabung dialam mimpi Risa.
--------------------------------------------------
Disisi lain ferdo yang berada di markas nya untuk menyelesaikan masalah nya ditemani oleh Hans dan anak buahnya yang sedang berjaga diluar.
Setelah beberapa hari Bram yang tak mau membuka suara tentang siapa yang sudah menyuruh nya membuat ferdo semakin naik pitam.
Siksaan demi siksaan sudah didapatkan oleh Bram namun ia tetap masih kekeh dengan ucapannya.
"Sampai aku mati pun kau tak akan tau siapa yang menyuruh ku" teriak Bram yang sudah diambang kematiannya.
Semua anak buah yang dikerahkan nya untuk mencari bukti-bukti tentang siapa yang menyuruh Bram namun hasilnya nihil bahkan ferdo sudah turun tangan langsung untuk mencari informasi nya namun tetap saja tidak mendapatkan kan satu informasi.
Kali ini rival yang mengincar nya cukup licin karna dapat menyembunyikan semua barang bukti Hingga tak terlihat satu pun oleh ferdo.
"gantung tubuh itu untuk dijadikan umpan makan malam buaya-buaya ku!" titah ferdo yang sudah malas untuk berurusan dengan Bram percuma saja menyekapnya lebih lama lagi jika akhirnya ia akan mati tanpa penjelasan dari dirinya.
Mendapatkan perintah dari atasannya empat anak buahnya segera membawa tubuh Bram yang sudah penuh dengan darah untuk menggantung tubuh Bram diatas perkarangan buaya.
Sedangkan Bram merinding jika ia tak pernah membayangkan harus mati ditikam oleh buaya-buaya yang dipelihara oleh ferdo. Karna ia kira ferdo akan membolong kepalanya dengan timah panas milik ferdo.
Bram yang sudah digantung tepat diatas buaya-buaya yang berada dibawah nya hanya memejamkan matanya dan mengompol karna rasa takutnya. ia tak mau melihat buaya-buaya yang dibawahnya karna semua buaya sudah mengangkat kepalanya untuk bersiap memangsa tubuhnya.
Tubuh Bram yang terus turun kebawah hingga terdengar sekali jeritan Bram yang kesakitan Hingga akhirnya tubuh Bram hancur di rebutkan oleh buaya peliharaan ferdo.
__ADS_1
Melihat tubuh Bram yang sudah habis disantap oleh buayanya ferdo segera keluar dari markas untuk menuju mansionnya tanpa di temani oleh Hans karna Hans yang disuruh oleh ferdo untuk segera kembali kemansion nya sendiri.
Sedangkan musuh ferdo yang tersenyum licik Karna rencana nya kali ini akan berhasil untuk menghabisi ferdo. Siapa sangka jika ferdo yang sudah di incar selama dalam markas.
Diperjalanan musuh ferdo yang membuntuti mobil ferdo mulai bingung karna jalan yang ia lewati bukan jalan menuju mansion ferdo. Sebenarnya ferdo tidak ingin pulang ke mansion nya karna ia ingin menemui sahabatnya di pabrik pembuatan senjata yang di dirikan nya di tengah hutan Dengan sahabatnya itu.
Ferdo yang merasa diikuti hanya diam saja karna ia sudah biasa dihadang oleh para orang bayaran musuhnya untuk menghabisi nya.
Tanpa diduga seseorang yang sudah mengikuti ferdo dari belakang mulai menembakan pelurunya ke arah mobil ferdo saat mulai masuk kearah hutan, namun mobil ferdo karna ferdo menggunakan mobil Anti peluru nya hanya tersenyum kecil melihat aksi dari musuhnya.
Tangan ferdo yang sudah mengambil pistol dari saku celana segera membuka jendela mobilnya untuk menembak mobil yang berada di belakangnya.
Dor Dorr Dorrr.....
Terdengar tiga kali tembakan yang diarahkan ferdo tepat di ban depan dan sopir yang menyetir mobil belakangnya itu. Mendapatkan tembakan dari Ferdo membuat mobil yang ditumpangi musuhnya hilang kendali apa lagi dengan sopir nya yang sudah tewas akibat peluru yang sudah membolong kepalanya. Hingga terdengar suara ledakan yang disebabkan karna mobil musuhnya masuk kedalam jurang.
Ferdo yang menghentikan mobilnya segera turun untuk melihat mobil yang sudah menabrak bangunan besar hanya tersenyum sinis.
"Cihh dasar sampah yang membuat ku susah saja" geram ferdo yang masih menatap kondisi mobil yang sudah ringsek dan terbakar dibawah jurang.
"Hans segera kejalan arah tempat pembuatan persenjataan, bawa beberapa anak buah untuk mengurusi kuman-kuman yang menghadangiku jalanku!" perintah ferdo yang melakukan sambungan telefon kenapa asistennya.
"Kelar satu tumbuh lagi, dasar orang bodoh yang memberikan nyawanya cuma-cuma pada master" batin Hans yang mendapatkan perintah dari atasannya.
Beberapa menit kemudian Hans yang datang di ikuti dengan anak buah ferdo. Melihat atasanya sendiri saja di jalan merasa bingung, dimana kuman-kuman yang dimaksud atasanya itu.
"Master" ujar Hans yang berdiri dibelakang ferdo.
"Segera angkat mayat-mayat yang ada didalam mobil itu" tanahnya yang menunjuk kebawah tepat dimana mobil musuhnya tadi jatuh kedalam jurang. Buang bekas dari mobilnya jangan sampai ada sisa sedikit pun disini" ujar ferdo.
__ADS_1
'Baik master" ujar Hans yang segera memerintahkan bawahannya untuk memadamkan api yang membakar mobil musuh atasannya.
Setelah semua diangkat keatas untuk dibawa pergi oleh anak buahnya ferdo kembali melakukan perjalanan nya yang tertunda akibat perbuatan dari musuhnya itu, namun karna Hans yang masih khawatir jika ferdo akan mendapatkan serangan kembali memutuskan untuk mengikuti ferdo dari belakang agar dapat berjaga-jaga jika kejadian tadi tidak terulang lagi.
Sebenarnya Hans juga takut jika mendapatkan semprotan dari momy Helena dan Dady Felix karna jika mereka tahu kalau ferdo diserang musuhnya dan sampai terluka apalagi dia yang tidak ada disamping atasannya.
Sampainya ferdo dan Hans di depan gerbang tempat pembuatan persenjataan nya penjaga segera membukakan gerbang untuk atasanya itu.
Mereka berdua melangkah masuk kedalam mansion yang dijadikan tempat untuk singgah sahabat ferdo. Mereka berdua segera duduk di sofa sambil menunggu kedatangan sahabat Ferdo.
Tok Tok Tok
Mendapatkan ketukan pintu seorang pria segera membukakan pintunya.
"Maaf tuan, Master dan asistennya sudah menunggu Anda di bawah" ucap salah satu penjaga yang berada di mansion nya.
mengetahui kedatangan sahabatnya ia segera turun untuk menemui sahabat karib nya itu. Sudah cukup lama ia tak saling sapa karna dirinya yang pergi keluar negeri untuk mengurus penjualan senjata yang ia rancang sendiri namun tetap ada campur tangannya Ferdo.
Melihat sahabatnya dudum disofa ia segera menghampiri nya dan ikut duduk di sofa sampingnya.
"Kenapa lama sekali kau tidak biasanya seperti ini" tanya pria tersebut kepada ferdo yang sudah hampir 2jam membuat ia menunggu.
"Ada kuman yang harus aku basmi dulu" jawab Ferdo.
"Cihh ternyata masih banyak yang ingin menyingkirkan mu hanya untuk menguasai kekuasanmu saja" ujar pria tersebut.
"Sudahlah biarkan saja" ujar ferdo dengan nada santai nya.
"Asisten Hans apa kabar lama tak bertemu denganmu" ujar pria tersebut...
__ADS_1