Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia

Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia
Episode 36


__ADS_3

"Dengar dulu ucapan ku jangan asal main potong aja!" ujar Dion yang kesal dengan wanita itu.


"Jika saja Risa tidak meminta ingin melihat siapa pelakunya akan aku habisi kau dan laki-laki tua Bangka mu itu sekarang juga dan menjadikan kalian sebagai santapan buaya milik ferdo!" batin Dion dengan melirik sekilas ke arah wanita itu.


"Yayayaya, yasudah cepat katakan! aku ingin segera istirahat" ujar wanita itu.


--------------------------------------------------


"Aku akan lakukan sesuai rencana mu kemarin yang kau bilang. Aku akan mengajak wanitaku bertemu dan membawanya dihotel setelah itu kita jalankan rencana lainnya kau bisa memanggil laki-laki mu untuk datang di hotel agar dapat menyaksikan aku dan wanita ku menghabiskan waktu berdua. Bagaimana apa kau setuju?" tanya Dion kepada wanita itu.


"Haha seperti umpanku kali ini memang benar, lihat sjaa dia begitu tidak sabaran sekali" batin wanita itu yang merasa jika Dio. benar-benar ingin bertindak secepatnya.


"Oke baiklah besok kita jalankan rencana yang kau bilang tadi, sekarang kau tinggal hubungi wanitamu untuk bertemu dengan mu besok" ujar wanita itu.


"Aku akan segera menghubungi nya" ujar Dion.


"Baiklah besok aku akan siapkan hotel untuk mu" ujar wanita tersebut.


"Tidak usah karna aku sudah menyewa kamar hotel, lebih bak kau istirahat saja agar besok kita dapat bekerja sama dengan sempurna" ujar Dion.


"Oke. Aku kembali ke kamar dulu, aku juga sudah tidak sabar menyambut hari esok dengan penuh kebahagiaan" ujar wanita tersebut dengan melangkah keluar dari kamar Dion.


"Buka kebahagiaan yang kau dapatkan tapi sebuah balasan atas apa yang kau lakukan!" batin Dion yang melihat wanita itu keluar dari kamar nya.


Sedangkan ferdo yang masih berada di markas dengan Hans sudah menyiapkan tempat yang akan dijadikan Dion untuk bertemu dengan Risa dan hotel yang dipesan Dion bukanlah hotel sungguhan namun hotel tersebut adalah hotel buatan anak buah ferdo.


"Apa semua sudah selesai?" tanya ferdo kepada Hans.


"Sudah master, saya juga sudah memasang cctv pada tempat tersebut" jawab Hans.


"Apa kau bawa barang pesanan ku?" tanya ferdo lagi.


"Ini master, sesuai dengan keinginan mu" tangan hans yang menyerahkan sebuah kotak berisi cincin yang sudah dirancang khusus.


"Pantau semuanya ingat jangan sampai tua Bangka itu tau jika kita sudah masuk kedalam permainan nya!" perintah ferdo.


"Baik master" ujar Hans yang memberikan bow kepada ferdo yang berjalan meninggalkan nya.

__ADS_1


"Siapapun yang menggangu keluarga Dady Felix dan momy Helena akan habis dalam waktu sekejap" batin Hans.


Diperjalanan ferdo mendapatkan pesan dari Dion bahwa ia sudah berhasil membuat wanita itu masuk kedalam jebakan nya.


Sesampainya dimansion ferdo segera masuk kedalam kamar karna sudah larut malam apalagi dia juga harus beristirahat agar besok dapat menjalankan rencananya.


******


Tok Tok Tok


"Nona, apa nona ingin membangunkan tuan Ferdo?" tanya salah satu maid yang sedang lewat didepan kamar ferdo.


"Iya apa kau bisa membukanya dari tadi aku ketuk namun ferdo tak kunjung membuka pintunya" ujar Risa.


"Nona tunggu dulu akan saya ambilkan kunci cadangan nya" Pamit maid tersebut.


"Dasar laki-laki kalau tidur suka tidak ingat waktu katanya ingin aku membantu nya malah tidur tidak bangun-bangun lagi" kesal risa, karna sedari tadi Dion sudah menelfon nya jika satu jam lagi mereka akan menjalankan rencananya.


"Ini nona kuncinya" memberikan kunci cadangan kepada Risa.


"Terimakasih bi" ujar Risa.


Membuka pintu dan berjalan masuk kedalam kamar ferdo.


"Aaaaaaaaa!" teriak Risa yang melihat ferdo tidur tanpa bajunya.


Mendengar teriakkan seorang wanita ferdo segera membuka matanya untuk melihat siapa yang sudah mengganggu waktu tidurnya.


"Kau kenapa berteriak seperti itu? memang kau lihat hantu apa?" tanya ferdo yang tau jika suara itu berasal dari Risa.


"Kau pakai baju duluu sana!" teriak Risa yang masih menutup matanya dengan kedua tangannya.


"Matamu kenapa kau tutup i dengan tangan bukalah aku sudah pakai baju ini" ujar ferdo sambil memakai bajunya.


"Hah kau itu tidur kenapa tidak pakai baju sih!" ujar Risa dengan suara yang sedikit keras.


"Suka-suka aku lah lagian kenapa juga pagi-pagi ke kamar ku" ujar ferdo yang tak tau jika hari sudah menjelang siang.

__ADS_1


"Pagi? apa kau bilang! liat itu jam! jam berapa sekarang" ujar Risa yang mendudukan bokongnya di sofa samping ranjang.


"What! jam 12, kenapa kau tidak membangunkan ku" tanya Ferdo.


"Dasarnya aja kau itu memang kebo pemalas!" ujar Risa dengan entengnya.


"Kebo? aku ini manusia heii!" ujar ferdo yang tak terima di sebut dengan kebo.


"Sudahlah aku malas berdebat dengan mu! Kau cepatlah mandi dan makan satu jam lagi Dion akan menjemputku" ujar Risa.


"Kau tunggu diluar saja, oh ya bentar ada sesuatu yang akan aku berikan padamu" ferdo berjalan kearah laci mejanya untuk mengambil kotak yang kemarin diberikan oleh Hans.


"Ini pakailah cincin ini, jangan pernah melepasnya saat kita melakukan rencana ini!" tangan ferdo yang menyodorkan kotak tersebut kepada Risa.


"Aku tidak butuh cincin dooo!" ujar Risa dengan nada tinggi.


"Pelankan suaramu itu! bisa sakit telinga aku nanti!" ujar ferdo yang merasakan telinga nya berdenyut.


"Berisik kau itu cepatlah mandi!" ujar Risa.


"Pakailah cincin ini saa, jika terjadi sesuatu padamu aku bisa mengetahui mu nanti kalau kau memakai cincin ini" ujar ferdo yang memohon agar risa mau memakai cincin tersebut.


"Yayaya baiklah" mengambil cincin dari tangan ferdo kemudian memasukkan nya disela-sela jarinya.


"Aku tunggu dibawah cepatlah mandi! ingat jangan lama!" ujar Risa yang berjalan keluar dari kamar ferdo.


"Ternyata dia sangatlah perduli kepada ku, semoga saja rasaku terhadap nya akan terbalas kan" batin Risa yang melihat cicin disela-sela jarinya.


Selama berhari-hari menjalani hubungan dengan ferdo, Risa juga memiliki sebuah rasa sayang yang baru pertama kali ini ia rasakan, dirinya berharap jika ferdo akan membalas cintanya karna ferdo adalah laki-laki kedua yang masuk kedalam hatinya setelah ayahnya.


Sedangkan didalam kamar mandi ferdo membayangkan jika dirinya sudah menikah dengan risa dan dapat menyatakan perasaannya kepada Risa.


"Rasa sayang dan nyaman ku sudah membuat ku semakin gila jika tidak segera menikahi mu saa" ujar ferdo sambil mengguyurkan badannya dibawah shower.


Karna teringat jika Dion akan segera menjemput Risa, ferdo segera menyelesaikan mandinya agar tidak membuang waktu dengan merenung didalam kamar mandi.


"Nikmati hari terakhir mu wanita ular" ujar ferdo dengan menatap foto yang baru saja dikirimkan oleh Hans.

__ADS_1


Memang Hans yang di tugaskan untuk mengawasi wanita itu sudah standby di sekitar rumah wanita itu untuk mengamati gerak geriknya agar saat Dion berangkat dia bisa mengetahui akal busuk yang akan direncanakan, seorang ferdo tidak mudah percaya jika wanita itu dapat percaya dengan mudahnya dengan itu ferdo menyuruh Hans dan beberapa anak buahnya mengawasi gerak-gerik ayah dan anak itu.


__ADS_2