Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia

Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia
Episode 20


__ADS_3

"Ahh sudahlah terserah kau saja" ucap Risa. Mereka berdua berjalan menuju kelas dengan Helen yang masih merajuk kepada Risa.


"Risss maafin Napa orang cuma bercanda juga" mohon Helen.


"Jangan ngambek gitu ntar muka mu tambah jelekk" ucap Helen. Risa yang mendengar kan Ucap Risa membuat nya melotot kan matanya kepada Helen. Mana ada orang yang minta maaf malah mengejeknya...


--------------------------------------------------


"Kau itu sebenarnya ingin minta maaf atau malah mau mengejku saja!" ucap Risa dengan nada yang sedikit keras.


"Minta maaf lah tapi karna kamu tak mau memaafkan ku jadi aku ejek saja hahaha" tawa Helen yang masih menggoda sahabatnya.


"Huh sabar risss sabarrr" tangan Risa yang mengelus dadanya.


"Sudah ya maaf" ucap Helen dengan mengatupkan kedua tangannya.


"Sudahlah kenapa lebay banget kamu" tangan Risa yang memukul kecil bahu Helen.


Mereka berdua segera duduk di bangku nya masing-masing karna dosen nya sudah hampir masuk.


Saat di kantin kampus Risa yang sedang memakan makanan nya di kagetkan dengan sebuah pertanyaan dari Helen.


"Ris bagaimana kabar kekasih kontrakmu itu? apa sudah menghubungi mu?" tanya Helen, Risa memang sudah menceritakan semua nya kepada Helen.


"Sudah malah kemarin dia makan siang dirumah ku" jawab Risa sambil melahap makanan nya.


"Apa kau tak ada perasaan sama dia bagaimana jika kau dan dia menjalin hubungan tanpa surat kontrak?" tanya Helen.


"Yah sebenarnya sih kalau dia terus bersikap lembut dan perhatian denganku juga dengan nenek ku aku bisa punya rasa padanya tapi aku tidak mau berharap lebih padanya bisa saja dia menjadikan ku kekasih karna ingin balas dendam gara-gara kejadian dicafe dulu" ucap Risa, sebenarnya Risa juga berharap bisa menjadi kekasih ferdo tanpa adanya surat kontrak.


"Hei jangan berfikir seperti itu bisa saja dia tertarik padamu karna sikap mu yang pemberani dan mandiri itu makanya dia mau menjadikan mu sebagai kekasih" ucap Helen yang berusaha membuang fikirkan kotor Risa.


"Mana ada sultan tertarik denganku yang hanya orang biasa dan tidak punya siapa-siapa selain nenekku saja" ucap Risa.


"Risss semua orang itu sebenarnya sama saja mau dia sultan dan kamu orang biasa semua itu tidaklah berarti Dimata tuhan, kamu jangan terus berfikir yang tidak-tidak takutnya membuat mu salah faham terhadap seseorang" penjelasan Helen yang entah kenapa yang di fikirkan sahabat nya.

__ADS_1


"Sudahlah biarkan semua berjalan semestinya" ucap Risa.


"Apa kau hari ini tidak bekerja?" tanya Helen.


"Ini sebentar lagi aku mau menuju cafe tempat ku bekerja" jawab Risa.


"Aku antar yah lagi pula aku juga bosan jika di apartemen terus" tawar Helen yang ingin mengantar Risa.


"Hmm terserah kamu saja jika tidak merepotkan mu" ucap Risa.


Mereka berdua akhirnya keluar dari kampus untuk menuju parkiran. Didalam mobil Helen yang melirik sekilas ke arah Risa hanya tersenyum, ia membayangkan jika Risa menjadi kakak ipar nya pasti akan merasa senang.


Sedangkan pengawal Risa yang di perintahkan ferdo hanya saling pandang didalam mobil karna mereka sendiri heran kenapa nona nya bisa bersama dengan kekasih atasannya itu.


"Apa master sudah mempertemukan nona Risa kepada keluarganya?" tanya salah satu anak buah tersebut.


"Seperti nya belum kita yang mengikuti nona Risa tak pernah melihat nona Risa masuk kedalam mansion" jawab pria yang berada disampingnya.


Tapi mereka berfikir jika atasannya sudah memberi tahu kepada Helen jika kekasihnya satu kampus dengannya maka dari itu mereka bisa bersamaan.


Ferdo yang berada didalam ruang kerjanya segera keluar karna Hans yang sudah menunggu nya untuk menepati janji nya kepada tuan Hendra yang mengajak nya untuk makan siang bersama.


Didalam mobil ferdo yang hanya mengingat Risa segera mengirimkan pesan. Entah mengapa baru kali ini ia terus mengingat wajah Risa yang terbayang bayang didalam kepalanya padahal dulu banyak sekali wanita yang mendekati nya namun tak ada satu pun yang ia lirik.


Setibanydi restoran Hans dan ferdo segera menuju meja yang sudah dipesan oleh tuan Hendra. Melihat kedatangan ferdo dan asistennya tuan Hendra segera berdiri di ikuti dengan seorang wanita muda yang berada disampingnya.


"maaf membuat mu menunggu tuan" tangan ferdo yang menjabat tangan tuan Hendra.


"Tidak masalah kami juga baru saja sampai" jawab Hendra sambil mendudukkan kembali bokongnya dikursi.


"Silahkan pesan makanan terlebih dulu tuan" ucap Hendra.


"Master ingin memesan makanan apa?" tanya Hans kepada ferdo.


"Seperti biasa nya saja" jawab ferdo.

__ADS_1


Setelah pelayan yang mencatat pesanan ferdo dan Hans pergi tuan Hendra akhirnya membuka suara.


"Oh iya tuan perkenalkan ini putri saya Meisya" ucap Hendra yang memperkenalkan putri nya kepada Ferdo.


Ferdo yang tau akan rencana tuan Hendra hanya tersenyum menanggapi ucapan tuan Hendra. Ia tau jika rekan bisnis nya ini mencoba untuk membuatnya tertarik kepada putrinya dengan maksud tertentu.


Melihat sifat dingin ferdo Meisya hanya tersenyum. Ia baru kali ini bertemu dengan pria yang menurut nya menarik untuk ia miliki. Ia berusaha bersikap lembut dan anggun agar terlihat menarik Dimata ferdo.


Sedangkan ferdo yang melihat tingkah Meisya yang dibuat-buat hanya merasa jijik, ingin sekali dirinya menendang wanita itu dari hadapannya namun itu tak mungkin ia lakukan karna ia putri dari rekan bisnis nya.


"Cihh dasar wanita tak tau malu" batin Hans yang juga merasa jijik dengan sikap Meisya.


Setelah beberapa saat kemudian pesanan yang di tunggu Hans dan ferdo datang. Ferdo yang tak sabar untuk segera pergi dari situ segera menghabisi kan makannya.


"Maaf saya tidak bisa berlama-lama lagi disini karna masih ada pekerjaan lain yang harus saya selesaikan" pamit ferdo kepada tuan Hendra.


"Tidakpapa tuan saya mengerti kesibukan anda, dengan anda menerima ajakan makan siang saya sudah merasa terhormat" ucap Hendra yang mendapat anggukan dari ferdo.


"Kami permisi dulu" pamit Hans yang segera mengekori ferdo untuk segera keluar dari restoran tersebut.


"Hans tetap awasi si tua itu aku yakin jika dia tak pernah berhenti sebelum anaknya bisa bersama ku" printah ferdo kepada Hans.


"Baik master. Saya akan utuskan anak buah anda untuk mengawasi nya" jawab Hans. Mereka berdua segera kembali ke perusahaan. Ferdo yang mendapat kan panggilan dari momy nya segera mengangkat nya.


Drt Drtt Drttt


"Halo mom ada apa?" tanya ferdo yang membuka suara terlebih dulu.


"Jangan lupa nanti malam untuk membawa Kekasih mu, momy menunggunya" ucap momy Helena.


"Iya mom, momy tunggu saja nanti akan ferdo bawa kekasih ferdo untuk menemui momy" ucap ferdo sambil mematikan sambungan telefon dengan Momy nya.


Sebenarnya ia menyewakan baby sister kepada Risa agar Risa dapat ikut dengannya malam ini untuk makan malam bersama keluarganya. Tapi Helen tak mau ikut makan malam itu karna jika dirinya ikut makan Risa akan tau jika dia adik dari ferdo dia berharap semoga saja momy tidak memberi tau kepada Risa jika ferdo memiliki adik perempuan.


Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komennya 🙏

__ADS_1


__ADS_2