Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia

Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia
Episode 69


__ADS_3

"Keluar bentar dad" ujar Helen sambil menengok ke arah Dady Felix.


"Biarin dad dia udah kencan dengan Hans" ledek Dion sambil berlari menuju tangga.


"Dionnnn!!!!!" teriak Helen yang tak suka jika Dion menyangkut pautkan dirinya dengan Hans pria yang tak dia sukai itu.


--------------------------------------------------


Hari terus berlalu hingga saat ini usia pernikahan Ferdo dan Risa sudah hampir satu bulan dan mereka belum sama sekali honeymoon jangankan honeymoon berhubungan layaknya seorang suami istri saja belum karna Risa yang belum siap.


Namun itu semua tak menjadi masalah untuk ferdo karna memang ferdo tidak mau memaksa istri nya untuk melakukan hal itu toh jika suatu hari nanti pasti Risa akan siap melakukan nya.


Hari ini adalah hari yang di tunggu tunggu oleh Risa dan Helen dimana hari ini adalah hari mereka berdua menyandang gelar sebagai sarjana.


Risa yang dikenal sebagai mahasiswa terbaik akhirnya lulus dengan predikat yang tinggi bahkan mengalahkan Helen dan mahasiswa lainnya.


"Selamat sayang" ujar ferdo sambil mengecup kening istri nya. Memang selama satu bulan ini hubungan ferdo dan Risa semakin baik bahkan ferdo tak segan segan untuk memanggil istri nya sayang di depan banyak orang.


"Selamat kakak ipar kau memang yang terbaik!" ujar Dion sambil mengacungkan kedua jempol tangan nya.


"Terima kasih" sahut Risa dengan senyum mengembang di wajah nya.


"Kakak aku tidak di beri ucapan ini?" ketus Helen dengan wajah cemberutnya.


"Selamat untuk adek kakak yang cantik ini, ngga kerasa aja udah makin dewasa" ujar ferdo sambil memeluk Helen.


"Iyalah emang Helen harus jadi anak kecil terus!" ketus Helen sambil tersenyum kecil.


"Sini sini peluk aku juga!" sahut Dion dengan merentangkan kedua tangannya.


"Idih najis!" sambung Helen dengan mata yang menatap sinis ke arah Dion.


"Ya sudah kalau ngga mau lumayan hadiah yang aku beli bisa ku jual lagi" ujar Dion dengan tangan yang mengeluarkan sesuatu dari saku jas nya.


"Apa itu?" tanya Risa dan ferdo secara bersamaan.


"Kunci mobil keluaran terbaru, sebenarnya mau ku kasi ke Helen tapi kayaknya dia ngga mau" jawab Dion sambil memainkan kunci mobil tersebut di tangan nya.


Greppp


Helen langsung memeluk erat tubuh Dion dan mencium i semua wajah Dion tanpa cela sedikit pun.


"Mana kuncinya!" ujar Helen dengan menodongkan tangan nya di depan Dion.


"Peluk lagi dong, kalau cuma sebentar mobilnya cuma aku pinjamkan bukan aku berikan" ujar Dion sambil menyembunyikan kunci tersebut.


"Huh! tapi bener yah itu buat aku?" tanya Helen.


"Pasti, sini peluk lagi!" ujar Dion dengan merentangkan kedua tangannya untuk menangkap Helen agar masuk ke dalam pelukannya.


"Selamat buat adek ku yang terbawel, tercrewet, tergila! Sukses selalu oke!" ujar Dion sambil memeluk erat Helen.


Walaupun Dion sering jahil dengan Helen namun sebenarnya dirinya sangat menyayangi helen sebagai adik kandung nya sendiri.


"Mana kuncinya aku udah ngga sabar pengen nyobain sekalian ngajak momy dan Risa jalan jalan" ujar Helen yang melepas pelukannya.

__ADS_1


"Ini, dirawat baik baik!" dengan tangan Dion yang menyodorkan kunci ke pada Helen.


"Pasti! thanks" ujar Helen dengan senyum mengembang di wajah nya.


Setelah drama drama tadi mereka segera kembali kemansion untuk menemui Dady dan juga Momy mereka. Yah yang berangkat untuk menghadiri acara wisuda hanya ferdo dan Dion karna Dady Felix yang sedang sedikit tidak enak badan.


"Ris besok jalan jalan yah dengan mobil baru ku ini" ajak Helen yang duduk bersampingan dengan Risa.


"Jangan besok!" sahut Dion dengan cepat sambil menengok ke belakang.


"Kenapa?" tanya Risa dan Helen secara bersamaan.


"Tidakpapa" ujar Dion yang mengembalikan posisinya seperti semula.


Mereka berempat segera melanjutkan perjalanan nya untuk menuju ke mansion. Setibanya di mansion mereka segera masuk ke dalam dan menemui Dady dan Momy yang sedang bersantai di ruang tv.


"Mom" sapa Helen dan juga Risa.


"Anak anak momy sudah kembali" jawab Momy Helena.


"Selamat yah untuk kalian berdua! momy bangga memiliki anak dan juga memantau sepandai kalian" sambung Momy Helena dengan Memeluk kedua putrinya itu.


"Terima kasih mom" jawab Helen dan Risa secara bersamaan.


"Dady di lupain nih" sahut Dady Felix yang duduk di sofa.


"Dady"Helen langsung memeluk Dady nya namun tidak dengan Risa yang saat ingin memeluk Dady Felix namun langsung di tarik oleh ferdo.


"Mau apa?" tanya ferdo dengan nada dingin nya.


"Jangan! kau ini istriku jadi jangan pernah Memeluk selain diriku!" ketus ferdo dengan tangan yang menarik Risa agar duduk di samping nya.


"Dasar posesif" sahut Dion yang duduk berhadapan dengan ferdo.


"Lihatlah anakmu seperti kau saat masih muda dulu" ujar momy Helena sambil menatap ke arah Ferdo.


"Itu tandanya jika dia benar benar anakku jika bukan anak ku maka sifatnya tidak akan meniruku" ujar Dady Felix dengan melepas pelukannya dengan Helen.


"Hahaha" tawa Dion yang mendengar ucapan Dady Felix.


"Pftttt. Dady bisa bercanda juga" ujar Helen dengan tertawa kecil.


Mereka kembali melanjutkan obrolan nya hingga Hans yang datang mengunjungi atasannya itu.


"Master, Mom, Dad" sapa Hans yang masuk ke dalam mansion dan langsung menuju ruang tv.


"Kenapa kau kesini? apa ada pekerjaan yang harus ku handle?" tanya ferdo dengan menatap intens wajah asisten nya itu.


"Paling juga ingin menemui Helen tersayang nya" sahut Dion sambil menahan tawanya.


"Tidak master, saya hanya ingin memberikan ucapan selamat kepada nona Risa dan Helen atas pencapaian nya yang mendapat kan nilai terbaik" ujar Hans yang masih berdiri.


"Hmm" sahut ferdo singkat padat dan jelas 😂.


"Duduklah nak" tawar momy Helena Kepada Hans yang langsung di angguki oleh Hans.

__ADS_1


"Selamat nona atas pencapaian anda sekarang dan selamat Len" ujar Hans dengan menatap Risa dan Helen secara bergantian.


"Iya terima kasih" ujar Risa sambil tersenyum ke arah Hans sedangkan Helen Jangan ditanya lagi dirinya hanya menjawab seperti ferdo.


"Oh ya master saya ada hadiah untuk master dan juga nona Risa" ujar Hans dengan tangan yang mengeluarkan selembar amplop coklat dan memberikan kepada Risa.


"Ini apa?" tanya Risa yang bingung saat menerima amplop dari Hans.


"Buka saja Kakak ipar" sahut Dion.


"Tiket honeymoon?" tanya Risa yang sudah mengetahui isi dari amplop yang di berikan oleh Hans.


"Iya nona, saya dan Dion sudah merencanakan ini jadi tolong master dan nona mau menerima nya" jelas Hans.


"Apa kau pikir aku tidak sanggup membeli tiket honeymoon sendiri?" tanya ferdo sambil menatap tak suka ke arah Hans dan Dion.


"Maaf master bukan saya lancang namun saya hanya ingin memberikan hadiah untuk master dan juga nona lagipula saya juga tidak pernah memberikan master apa-apa" jelas Hans dengan menundukkan kepalanya untuk meminta maaf kepada atasannya itu.


"Hmm baiklah" ujar ferdo yang mau menerima hadiah dari Hans dan juga Dion.


"Kalau begitu master bisa berangkat besok pagi" ujar Hans.


"Hmm" ujar ferdo.


"Baiklah, terima kasih yah" ujar Risa dengan senyum mengembang di wajah nya.


"Aku tidak dapat hadiah sendiri" ujar Helen dengan wajah cemberutnya.


"Udah dapet mobil dari ku juga masih bilang ngga dapet hadiah!" ketus Dion.


"Yayaya" ujar Helen dengan menghembuskan nafas panjang.


"Ini" tangan Hans menyodorkan sebuah amplop coklat juga kepada Helen.


"Apa ini?" tanya Helen yang menerima amplop dari Hans.


"Buka saja" ujar Hans sambil tersenyum ke arah Helen.


"Wow" ujar Helen saat mengetahui isi dari amplop tersebut yang juga berisi tiket liburan namun bukan satu tiket melainkan dua.


"Kenapa dua tiketnya?" tanya Helen dengan menatap ke arah Hans.


"Jika aku hanya membeli satu lalu kau berangkat dengan siapa? jadi aku belikan dua agar kau bisa mengajak teman mu" jelas Hans.


"Teman? aku tidak punya sahabat selain Risa karna semua teman kampus ku berteman dengan ku karna mereka suka dengan kakak" ujar Helen dengan wajah lesunya.


"Lalu kau berangkat dengan siapa?" tanya momy Helena dan Hans secara bersamaan.


"Emm ya terpaksa tidak berangkat kan tidak ada yang menemani ku" ujar Helen sambil meletakkan tiket nya di atas meja.


"Berangkat dengan Hans" ujar Dady Felix sambil menatap ke arah putrinya.


"Iya aku setuju itu nanti masalah pekerjaan mu biar aku yang urus dulu" sahut Dion.


"Hmm aku terserah dengan Helen saja dad" ujar Hans.

__ADS_1


"Hah ya sudahlah aku berangkat dengan mu juga tidakpapa" ujar Helen yang menerima usulan dari Dady nya.


__ADS_2