Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia

Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia
Episode 38


__ADS_3

Sedangkan di markas ferdo sedang memikirkan ucapan Risa saat menjawab pertanyaan dari Dion, yah tanpa disadari Risa bahwa mobil yang dinaiki dirinya dan Dion ada alat penyadap suara yang dipasang ferdo.


"Apa benar jika aku laki-laki pertama yang dekat dengan nya? dan apa dia juga mencintai ku?"


"Tunggu sampai semuanya selesai aku akan mengatakan semua perasaan ku padamu Ris" ujar ferdo.


 


"Kak ingat nanti kau setelah meminum air yang kau pesan kau pura-pura pingsan oke biar aku bisa melancarkan rencana kita" ujar Dion yang mendapat anggukan dari Risa.


Mereka berdua masuk kedalam cafe dan menuju meja yang sudah dipesan oleh Dion. Sedangkan pengawal yang diperintah oleh ferdo sudah berada didalam cafe tersebut dengan menyamar sebagai pelayan dan pengunjung cafe.


"Kau mau pesan apa?" tanya Dion yang memulai akting nya.


"Samakan padamu saja" jawab Risa. Dion pun segera memanggil pelayan dan memesan makanan.


"Apa kau akan menikah dengan ferdo?" tanya Dion yang sudah selesai memesan makanan.


"Iya, rencana bulan depan kita menikah. Kau datang ya nanti akan ku kirim undangan untuk mu" jawab Risa yang juga memulai akting nya.


"Ahh iya tenang saja aku pasti datang" ujar Dion.


Setelah menunggu beberapa menit makanan yang dipesan mereka berdua sudah siap diatas meja, mereka berdua segera melahap nya dan tak lupa risa yang akan memulai akting pingsan nya.


"Ahhh kepala ku pusing sekali" ujar Risa yang memegang kepalanya.


"Akting mu sungguh bagus kakak ipar" batin Dion.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Dion.


"Kee.. kepala ku.."


Brukkk


Kepala Risa terjatuh diatas meja dengan segera Dion mengangkat Risa untuk menuju mobil dan menjalankan rencana berikutnya.


Didalam mobil Dion menerima panggilan dari wanita yang sudah melihat aksinya didalam cafe.


Drt Drtt Drttt


"Bagus rencana kita berjalan dengan lancar, cepat bawa dia dihotel yang sudah kau pesan" ujar wanita itu yang melakukan sambungan telepon.


"Aku mengerti, sudah lah kau cepatlah menelfon laki-laki mu itu" ujar Dion yang mematikan sambungan telefon nya.


"Telfon lah malaikat pencabut nyawa mu" batin Dion yang tersenyum kecil.


Ditempat lain wanita itu sangat bersemangat menelfon laki-laki yang ingin di milikinya, laki-laki itu tak lain adalah ferdo.


"Hallo" ujar wanita itu yang sudah menyambung kan telfon dengan ferdo.

__ADS_1


"Ada apa kau menelfon ku?" tanya ferdo yang berpura-pura tidak tau.


"Aku saat ini melihat calon istri mu masuk kedalam hotel dengan seorang pria" ujar wanita itu.


"Apaaa! dimana cepat katakan!" bentak ferdo.


"Haha habislah kau jal4ng" batin wanita itu dengan senyum penuh kemenangan.


"Akan ku kirim alamat hotel itu" ujar wanita itu yang mematikan sambungan telefon nya.


Setelah mengirim kan alamat hotel kepada ferdo wanita itu segera menghubungi ayahnya jika rencananya berhasil 100% tanpa gangguan apapun.


Wanita itu segera masuk kedalam hotel untuk menuju kamar yang Dion dan Risa berada dan bersembunyi disana.


Dion yang baru saja sampai dilobi hotel segera menggendong Risa untuk masuk kedalam kamar yang sudah disiapkan.


"Tinggal beberapa menita kak, kau akan mengetahui siapa orang yang meneror mu" batin Dion dengan melihat sekilas wajah Risa.


Masuk kedalam kamar Dion yang membawa Risa sudah disambut oleh wanita itu dengan wajah yang dihiasi dengan senyuman.


"Cepatlah sedikit aku tidak sabar melihat laki-laki ku mengusir dia dari hidupnya" ujar wanita itu.


"Sabarlah sedikit kau kembali saja ketempat mu" perintah Dion sambil meletakkan Risa diatas ranjang.


"Tuhan lindungilah aku dalam segala bahaya" batin Risa yang merasa takut.


Dion yang belum merasa tanda-tanda datangnya ferdo mulai gelisah karna sudah hampir setengah jam ferdo tidak datang padahal dia sudah berada didekat hotel saat dirinya masih berada dicafe.


"Akan aku lakukan tapi kau jangan melihatnya!" ujar Dion.


Sedangkan ferdo yang baru saja datang untuk menuju kamar yang sudah diisi Dion dan Risa segera berjalan dengan cepat. Namun langkahnya terhenti karna mendengar suara des***n dari dalam kamar.


"Sial awas saja jika kau berani menyentuh milikku!" batin ferdo dengan mengepalkan kedua tangannya.


Brukkk


Suara pintu yang didobrak dari luar membuat Dion dan Risa berhenti melakukan nya karna kaget jika yang datang adalah ferdo.


"Kauuu berani sekali menyentuh tubuh wanitaku!" bentak ferdo yang melihat Dion hanya memakai celana saja dan melihat Risa tertutup selimut.


"Tubuh wanita itu sungguh nikmat" ujar Dion yang membuat ferdo semakin marah karna ini bukan dari rencana yang mereka buat.


Diluar kamar Hans yang baru saja datang juga terkejut atas apa yang sudah dilakukan oleh Dion kepada Risa.


Bhukkk


Satu pukulan mendarat di wajah Dion.


"Sial kenapa dia memukulku sungguhan" batin Dion sambil memegang sudut bibirnya yang berdarah.

__ADS_1


"Bre****k" bentak ferdo.


Mendengar keributan dari dalam kamar risa segera membuka matanya dan melihat keadaan didalam kamar itu.


"Dion ada apa?" tanya Risa kepada Dion.


"Tidak terjadi apa-apa, kau tidur saj..."


"Risaaaaaa!" teriak ferdo yang membuat Risa ketakutan.


"Kenapa dia kelihatan seperti marah sungguh an" batin Risa.


"Ferdo kau... kau disini" tanya Risa.


"Yah aku disini! kenapa kau tidak suka iya!" bentak ferdo yang masih marah.


"Kenapa dia seperti monster begini" batin Dion sedangkan Hans hanya melongo tidak percaya apa yang sudah dilakukan oleh Dion.


"Kenapa dia membentak ku" batin Risa dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ferdo kau membuat Risa menangis lihatlah" bisik Dion ditelinga ferdo.


"Bukan urusanku!" bentak Ferdo.


"Kenapa kau marah jadi marah sungguh dengan Risa!" bentak Dion yang kesal karna Ferdo.


"Karna kau sudah meniduri wanita ku! sekarang dia bukan wanita ku lagi! Pernikahan kita aku batalkan!" ujar ferdo dengan nada keras.


"Baaa... batal? kenapa kau begini?" tanya Risa dengan air mata yang mengalir di wajahnya.


Saat Ferdo sudah benar-benar marah wanita itu keluar dari belakang pintu dan membuat keributan semakin menjadi.


"Ferdo kau sudah datang" ujar wanita itu.


"Terimakasih karna kau aku bisa tau kelakuan dia dibelakng ku!" ujar Ferdo yang menatap tajam kearah Risa.


"Ah itu sudah kewajiban ku memberi tau kebusukan wanita itu" tangan wanita itu yang menujuk kearah Risa.


"Kenapa jadi begini, ini semua bukan dalam rencana yang dibuat" batin Hans.


"Kalian ikut aku sebentar!" tangan Hans yang menarik ferdo dan Dion untuk keluar dari kamar dan meninggalkan Risa dengan wanita itu.


"Nona tunggu sebentar disini" ujar Hans kepada Risa.


Saat melihat mereka bertiga keluar dari dalam kamar wanita itu mendekati kearah Risa dan tersenyum sinis karna rencana nya berhasil.


"Hai wanita murahan" ujar wanita itu.


"Aku bukan wanita murahan!" bentak Risa.

__ADS_1


"Hahaha tidak usah malu untuk mengakui nya" ujar wanita itu sambil tertawa.


"Sebenernya kau siapa! kenapa kau mengusik kehidupan ku!" tanya Risa dengan suara yang sedikit keras.


__ADS_2