Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia

Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia
Episode 19


__ADS_3

"Mom aku susul ferdo dulu" pamit Dion yang menyusul ferdo naik keatas dengan diikuti oleh Hans.


"Pergilah bersihkan badanmu juga setelah jam makan malam segeralah turun kebawah untuk makan malam. ingat jangan membuat Dady mu marah karna menunggu kalian yang lama untuk turun kebawah" ujar Helena.


"Siap mom" ujar Dion dengan membentuk kan jari tangan nya membentuk huruf o.


--------------------------------------------------


Semua sudah berkumpul dimeja makan untuk segera makan malam. Hans yang tenang karna ia tak melihat Helen yang berada disana. Karna jika helen ada disana pasti akan mengejeknya habis-habisan.


Semua sudah mengambil makanan yang diletakkan diatas piring nya masing-masing segera melahap nya. Setelah semua selesai makan malam ketiga putranya segera menuju keatas untuk membahas sesuatu yang ingin diucapkan ferdo.


Melihat kepergian putra-putranya Helena hanya tersenyum karna tak terasa jika putranya sudah bertumbuh dewasa.


Setibanya didalam ruang kerja ferdo mereka bertiga segera mendudukkan bokongnya di sofa yang berada didalam ruangan itu.


"Hans bagaimana apa kau sudah dapat baby sister?" tanya ferdo kepada Hans.


"Sudah master ingin kita kirim kemana baby sister itu?" tanya Hans.


"Besok jemput baby sister itu dan kirimkan ke rumah Risa" ujar ferdo yang mendapat anggukan dari Hans.


"Sebenarnya siapa kekasih mu do?" tanya Dion kepada ferdo.


"Dia bukan siapa-siapa namun dia memiliki keistimewaan yang tidak dapat ditemukan di wanita lain" ujar ferdo yang membuat Dion mengerutkan keningnya.


"Aku ingin melihat seperti apa kekasih mu itu boleh aku melihat fotonya?" tanya Dion.


"Besok kau bisa lihat dia secara langsung" jawab ferdo dengan nada dinginnya.


"Master tadi tuan Hendra menelfon ku dan dia ingin mengajak mu makan siang besok dicafe xxx" ujar Hans yang memecahkan keheningan.


"Untuk apa dia mengajak ku makan siang? Proyek kita yang bekerja sama dengan perusahaan nya kan kau urus" tanya ferdo.


"Seperti dia ingin mengenalkan mu dengan putri nya master" ujar Hans yang sudah mencari tahu kenapa Rakan bisnis atasannya mengajak untuk makan siang bersama.


"Yasudah terima saja tapi setelah pertemuan itu kosongkan jadwalku karna aku ingin menemui Risa" printah Ferdi kepada Hans.

__ADS_1


"Baik master akan segera saya kabarkan kepada tuan Hendra" ujar Hans.


Setelah selesai berbincang ketika pria tersebut keluar dari ruang kerja ferdo untuk menuju kamarnya masing-masing.


Sedangkan Risa yang sudah bangun dari tidurnya dan sudah menyantap makan malamnya segera ia menggosok gigi untuk segera tidur karna Ayu yang sudah tertidur dari tadi karna obat yang diminumnya.


Risa yang naik keatas ranjangnya segera merebahkan badannya menatap langit-langit kamarnya. Ia merenungkan kembali Masalah yang ia alami saat ini.


"Ahh sudahlah besok kupikirkan lagi lebih baik sekarang aku tidur" ujar Risa kepada dirinya sendiri yang mulai memejamkan matanya.


Keesokan harinya Risa bangun dan segera melakukan aktivitas pagi harinya seperti biasa hingga ia memberhentikan pekerjaan nya karna mendengar suara ketukan pintu dari luar. Melihat pria yang pernah bersama Ferdo datang kerumahnya Risa segera membukakan pintu nya.


"Maaf apa ada urusan dengan saya hingga membuat anda datang kerumah saya pagi-pagi begini?" tanya Risa kepada Hans yang berada diambang pintu.


"Maaf mengganggu nona, saya kesini hanya mengantarkan baby sister yang dipesan oleh master untuk anda" tangan Hans yang menunjuk wanita paruh baya yang berada di belakangnya.


"Baby sister? tapi saya tidak pernah menyuruh ferdo untuk mencarikan baby sister" ujar Risa.


"Memang nona tidak menyuruh master tapi master sendiri yang memberikan baby sister ini untuk nona agar bisa membantu nona merawat nenek nona" ujar Hans.


"Apa aku terima saja ya pertolongan dari ferdo toh ini juga sangat membantu ku" batin Risa.


Risa pun menyuruh baby sister yang di pesankan ferdo masuk kedalam dan menyuruhnya untuk duduk sedangkan Risa menelfon ferdo untuk menanyakan ini semua.


Drt Drtt Drttt


"Ada apa" tanya ferdo yang menjawab panggilan dari Risa.


"Apa tujuanmu menyewakan baby sister untuk ku" tanya Risa.


"Sudah pakai saja baby sister yang aku sewakan" printah ferdo.


"Tapi kan..."


"Jangan membantahku, kau jangan terlalu lelah perhatian kesehatan mu juga jadi pakailah baby sister yang aku sewakan" ucap ferdo yang memotong ucapan Risa.


"Yasudah terimakasih" ucap Risa disusul dengan ferdo yang memutuskan sambungan telefon nya.

__ADS_1


Risa kembali berjalan menemui baby sister yang sudah menunggu nya di sofa. Melihat majikannya menuju nya Wanita paruh baya itu segera berdiri dan memperkenalkan dirinya.


"Maaf nona saya Ina baby sister yang disewa oleh tuan ferdo" ujar Ina sembari memberikan bow kepada Risa.


"Iya bi saya Risa, jangan memanggilku nona panggilan saja nama saya" ujar Risa.


"Tapi non..."


"Sudah turuti saja ucapan saya oh ya nanti saya titip nenek saya saat saya sudah berangkat kuliah dan bekerja ya" perintah Risa.


"Baik non... eh saa" ujar Ina.


Setelah Risa mengenalkan Ina kepada neneknya ia segera mandi karna hari ini ia harus berangkat ke kampus dan bekerja.


"Bi saya berangkat ke kampus dulu tolong jaga nenek saya" ujar Risa yng berpamitan kepada Ina.


"Sudah berangkat lah percaya kan pada saya soal nenek mu" ujar Ina.


Mendapat jawaban dari Ina, Risa segera berjalan keluar untuk berangkat ke kampus dengan menggunakan bus.


"Sebaik itu ferdo kepadaku padahal aku hanya kekasih kontrak nya saja, seandainya kami benar-benar sepasang kekasih pasti aku sangat bahagia memiliki ferdo yang begitu perhatian ya walaupun terkadang dingin" batin Risa tanpa sadar ia menginginkan jika dirinya dan ferdo Sebagai sepasang Kekasih sesungguhnya tanpa ada surat kontrak.


Ia sebenarnya sudah mulai mengerti akan permintaan neneknya yang selalu saja menyuruhnya untuk menyari seseorang yang dapat menjaganya dan membuat nya merasakan kebahagiaan yang lengkap.


"Ferdo sebenarnya tampan tapi kenapa wajah nya seperti tembok yang datarnya minta ampun andai saja dia selalu tersenyum pasti ketampanan nya akan bertambah" gumam Risa. Bus yang ditumpangi Risa akhirnya sampai didepan kampus. Baru berjalan beberapa langkah Risa sudah dikagetkan dengan kedatangan Helen sahabat nya.


"Dorrr" bentak Helen yang berada dibelakang Risa.


"Ehh pocong" Ucap Risa yang merasa kaget karna ulah sahabat nya itu.


"Pagi-pagi begini mana ada pocong risaaaa" Ucap Helen sambil terkekeh melihat ekspresi wajah sahabatnya.


"Kebiasaan ya kamu Len! mau bikin aku jantung apa!" bentak Risa yang kesal karna perbuatan sahabatnya.


"Hahaha maaf habis muka kamu kalau kaget lucu" tawa Helen.


"Ahh sudahlah terserah kau saja" ucap Risa. Mereka berdua berjalan menuju kelas dengan Helen yang masih merajuk kepada Risa.

__ADS_1


"Risss maafin Napa orang cuma bercanda juga" mohon Helen.


"Jangan ngambek gitu ntar muka mu tambah jelekk" ucap Helen. Risa yang mendengar kan Ucap Risa membuat nya melotot kan matanya kepada Helen. Mana ada orang yang minta maaf malah mengejeknya...


__ADS_2