Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia

Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia
Episode 56


__ADS_3

"Sudah lah nak! cepatlah menemui ferdo dia sudah menunggu mu lama! jangan buat calon suami itu marah karna calon mempelai wanita tak kunjung datang" ujar nenek ayu.


"Baiklah Nek! nenek doakan untuk pernikahan ku yah! Risa sayang nenek, emuachhhhhh" Risa mengecup wajah nenek ayu sebentar sebelum dirinya menemui ferdo yang sudah di atas altar.


 


Risa yang sudah puas bertemu dengan neneknya dia segera berjalan kembali menuju altar dengan di dampingi oleh Dion dan Dady Felix di sampingnya.


Dirinya benar benar merasakan gugup saat berjalan karna banyak pasang matanya yang memandangnya dari tua maupun yang masih muda. Bahkan ada yang membicarakan dirinya dan ferdo.


Tampilan Ferdo




Tampilan Risa



"Lihat pengantin wanita nya, dia sangat beruntung sekali mendapatkan ferdo"


"Sungguh wanita yang sempurna"


"Pasangan yang sangat serasi"


"Keberuntungan berpihak pada pihak wanita"


Semua ucapan itu di keluarkan oleh setiap orang yang ada di sana bahkan mereka dengan santainya mengucapkan kalimat itu di saat Dady Felix dan Dion berjalan di samping mereka.


"Dengar kakak ipar! jangan pernah gugup oke! rileks saja" ujar Dion yang menggandeng tangan Risa.


Sampai di depan altar ferdo segera mengulurkan tangannya kepada Risa dan menuntut nya naik ke altar bersama nya.


Sekarang mereka berdua sudah berada di atas altar dan berhadapan dengan pendeta yang akan menikah kan mereka berdua.

__ADS_1


Ferdo dan Risa mengucap janji pernikahan di hadapan pendeta dengan di saksikan oleh banyak orang dari keluarga Ferdo dan beberapa tamu yang sudah di undang oleh Dady Felix dan momy Helena.


*Ucapan janji pernikahan*


"Di hadapan Tuhan, hamba nya, dan jemaat nya yang Kudus, saya Ferdo Alexander menerima engkau Clarisa Nathania sebagai istri satu satunya dan sah di dalam Tuhan. Saya berjanji akan selalu mengasihi mu, baik dalam keadaan suka maupun duka, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan kita atau Yesus datang untuk kedua kalinya. Saya berjanji bahwa segala milik ku adalah milik mu juga" kalimat janji pernikahan yang di ucapkan oleh ferdo.


"Di hadapan Tuhan, hamba nya, dan jemaat nya yang Kudus, saya Clarissa Nathania menerima engkau Ferdo Alexander sebagai suami satu satunya dan sah di dalam Tuhan. Saya berjanji akan selalu tunduk dan melayani mu, baik dalam keadaan suka maupun duka, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan kita atau Yesus datang untuk kedua kalinya. Saya berjanji bahwa segala milik ku adalah milik mu juga" Kalimat janji pernikahan yang di ucapkan oleh Risa.


Setelah mereka berdua mengucapkan janji pernikahan, pendeta pun mengucapkan jika ferdo dan Risa sekarang sudah sah menjadi suami istri.


Mereka berdua segera menyematkan cincin di jari tangan nya masing masing, dengan di dulu oleh ferdo yang menyempatkan cincin di jari Carol.


"Terima kasih" ucapan yang muncul dari bibir Risa dan membuat ferdo menautkan kedua alisnya.


"Untuk apa berterima kasih kepada ku? seharusnya aku yang berterima kasih kepada mu karna sudah mau menikah dengan ku" ujar ferdo.


Setelah acara pemberkatan selesai semua orang mulai kembali karna hari sudah semakin siang apalagi nanti malam masih ada acara resepsi pernikahan.


Kebetulan acara resepsi di pilih ferdo di mansion nya sendiri karna menghindari hal hal yang tidak terjadi sesuai dugaan nya.


Sedangkan di mobil lain momy Helena, Helen dan Dady Felix mulai khawatir saat melihat wajah nenek ayu mulai memucat.


"Bu, ibu tidakpapa kan?" tanya momy Helena yang duduk di samping nenek ayu.


Nenek ayu yang mendengar pertanyaan dari Helena hanya mengangguk kecil karna dirinya sebenarnya sudah tidak tahan dengan sakit di badannya.


"Sebaiknya kita ke rumah sakit saja dad! coba hubungi kakak" ujar Helen yang berada di kursi depan dengan Dady Felix.


"Tidak nak" sahut singkat nenek ayu dengan nada lemahnya.


"Aku memiliki firasat yang kurang baik, semoga saja tidak terjadi apa-apa" batin momy Helena yang masih memandang wajah pucat nenek ayu.


Setibanya di mansion mereka segera keluar mobil dan Risa pun segera menghampiri mobil yang di tumpangi nenek nya.


"Nek? nenek kenapa tambah pucat? apa nenek sakit?" tanya Risa yang menatap intens wajah nenek nya.

__ADS_1


Seperti saat menjawab pertanyaan dari momy Helena, nenek ayu hanya menjawab pertanyaan dari Risa dengan gelengan kepala nya saja tidak seperti saat menyahuti ucapan Helen yang mengajak nya untuk ke rumah sakit.


"Masuklah aku akan membawa nenek ke dalam" ujar ferdo yang mengambil alih kursi roda nenek ayu.


"Aku saja!" ujar Risa dengan tangan nya yang menyingkirkan tangan ferdo dari pegangan kursi roda.


Ferdo hanya menurut saja karna dia tau betapa sayangnya Risa dengan neneknya maka dari itu dia ingin sekali mengurus nenek nya sendiri.


Dia mengekori Risa sampai masuk ke dalam kamar nenek ayu dan ferdo membantu untuk membaringkan tubuh nenek ayu di atas ranjang.


"Gantilah gaunmu terlebih dahulu! aku akan menjaga nenek di sini" perintah ferdo dengan menatap ke arah Risa.


"Baiklah, Nek aku tinggal dulu yah" pamit Risa Kepada nenek nya.


Setelah melihat Risa keluar dari kamar nenek ayu ferdo mulai berbicara dengan nenek ayu tentang masalah nya.


"Apa nenek sudah merasakan kesakitan?" tanya ferdo sambil menatap tubuh nenek ayu dari bawah hingga atas.


"Iya, tapi kamu tenang saja nak! yang penting sekarang Risa sudah ada yang menjaga jika nenek pergi" ujar nenek ayu dengan suara yang lemah dan bergetar.


"Bertahanlah Nek sampai kau punya cicit" ujar ferdo sambil memegang tangan nenek ayu.


"Doakan saja nak, semoga saja umur nenek bisa di berikan tuhan lebih panjang lagi" jawab nenek ayu dengan senyum di wajahnya.


"Jika begitu aku akan bawa nenek berobat di luar negeri agar dapat sembuh total" ujar ferdo yang langsung di tolak oleh nenek ayu.


"Tidak usah! karna sakit dan umur itu sudah di atur oleh tuhan, hidup dan mati pun juga begitu jadi walaupun kita paksakan tapi takdir berkehendak lain ya sudah kita tidak bisa apa-apa" penolakan nenek ayu yang membuat ferdo tak dapat bicara.


Saat mereka masih berbincang momy Helena masuk ke dalam dan membuat ferdo sedikit kaget.


"Mom.." ujar ferdo yang melihat momy nya berjalan menuju ke arahnya.


"Sebenarnya apa yang kau sembunyikan dari momy boy?" ujar momy helena.


"Tidak ada mom! aku hanya menyarankan nenek untuk di rawat di rumah sakit luar negeri saja agar dapat sembuh namun nenek menolaknya" bohong ferdo yang tak mau membuat momy nya khawatir.

__ADS_1


__ADS_2