
"Bagaimana uangnya apa kau dapat menggantinya sekarang?" tanya ferdo terus terang.
"Maaf tuan saya belum mempunyai uang segitu" jawab Risa yang menundukkan kepalanya.
"Jadi kamu siap jika harus menjadi kekasih saya?" tanya ferdo...
--------------------------------------------------
"Iy...iya tuan" ucap Risa gugup entah apa keputusan yang sudah Risa ambil tepat atau tidak.
Ferdo yang mendengar jawaban dari Risa hanya tersenyum kecil karna akhirnya wanita yang didepannya mau untuk dijadikan nya kekasih.
Sedangkan Helen yang melihat interaksi kakak dan sahabat nya merasa puas karna akhirnya kakak nya dan sahabat nya menjalin hubungan meski sahabat nya dalam tekanan.
"Aku harus segera pergi dari sini sebelum kakak dan si tua asisten nya mengetahui ku" batin Helen yang sudah meninggalkan cafe.
"Jika begitu kau harus tanda tangani surat ini!" tangan ferdo menyerahkan map yang berisi surat perjanjian antara dirinya dengan Risa jika saat menjadi sepasang Kekasih.
"Boleh beri saya waktu untuk membacanya tuan?" tanya Risa sopan kepada ferdo.
"5 detik dari sekarang" jawab ferdo singkat.
"Hah gila ini orang waktu 5 detik cuma buat baca judulnya aja udah abis tu waktu" batin Risa yang heran kenapa harus berhadapan dengan laki-laki seperti ferdo.
"Lima"
"Empat"
"Tiga"
"Dua"
"Satu"
"Bagaimana sudah kau tanda tangani surat ini?" tanya ferdo yang sudah menerima surat itu kembali dari Risa.
"Sudah tuan" jawab Risa.
__ADS_1
"Baiklah kau tidak boleh membantah ataupun menolak perintahku karna didalam surat ini kau harus selalu menuruti kemauan ku" ucap ferdo yang membuat Risa melongo kenapa di tidak membacanya dengan cepat tadi jika ada kalimat itu.
"Dasarrr bodoh kamu risss sudah dikadali oleh laki-laki es batu ini" batin Risa yang mengkrututuki dirinya sendiri.
"Dengan surat ini kau tidak bisa kabur dari ku begitu saja karna jika kau kabur untuk berusaha meninggalkan ku kau harus membayar denda 10X lipat dari hutangmu" ucap ferdo yang kembali membuat Risa melongo dibuatnya.
"Sa.. yaaa pastikan saya tidak akan kabur untuk meninggalkan anda tuan" ucap Risa yang sudah bingung dengan setiap isi surat yang sudah ia tanda tangani.
"Simpan nomor ponselmu di dalam kontaku!" tangan ferdo yang menyodorkan ponselnya kepada Risa.
Setelah memasukan nomor ponselnya mereka berdua hanya diam saja tanpa sepatah katapun. Sudah cukup lama mereka bertemu akhirnya memutuskan untuk segera kembali. Risa yang diantar pulang ferdo tidak bisa menolaknya karna sudah termasuk perintah dari ferdo.
Didalam mobil hanya ada keheningan. Risa yang memilih membuang wajahnya kejendela mobil sedangkan ferdo yang terus bermain ponselnya untuk memantau perkembangan bisnis serta dunia bawahnya.
Hans yang sesekali melirik atasanya dan nonanya dari spion mobil hany tersenyum karna tak menyangka jika atasannya memiliki kekasih dengan cara yang tidak wajar.
"Aku lihat kau hanya tinggal bersama dengan nenekmu" ucap ferdo yang menatap Risa.
"Iya tuan karna orang tua saya sudah tiada jadi saya hanya tinggal berdua dengan nenek saya" ucap Risa yang masih tak mau menatap Ferdo.
Ingin rasanya ferdo bicara jika Risa juga harus siap saat ferdo menjadikan istrinya tapi ferdo urungkan karna ferdo harus tau perasaannya dulu apakah ia merasa jatuh cinta kepada Risa atau hanya sekedar rasa tertarik.
"Nak kau sudah pulang, mari tuan masuk kedalam" ucap ayu mempersilahkan ferdo dan Hans untuk masuk ke dalam.
"Silahkan duduk saya buatkan minuman dulu" ayu yang meninggalkan mereka bertiga untuk menuju dapur.
"Maaf tuan jika sofa saya mungkin tidak senyaman sofa Dirumah anda" ucap Risa.
"Berhenti memanggilku dengan sebutan tuan, panggil aku dengan mamaku saja" perintah ferdo.
"Baik tu.. eh ferdo" ucap Risa yang belum terbiasa untuk memanggil ferdo dengan sebutan namanya saja.
Sedangkan ayu yang berada di dalam dapur hanya berharap cucunya benar-benar mendapatkan seorang laki-laki yang bertanggung jawab dan sayang kepada cucunya.
Ayu yang sudah lansia ingin segera melihat cucunya menikah dan mendapatkan Kebahagiaan baru yang di berikan kepada keluarga barunya. Ayu yang membawa nampan berisi air dan makan ringan segera menuju ruang tamu.
"Ini tuan silahkan diminum maaf cuma seadanya" ucap ayu.
__ADS_1
"Jangan terlalu formal Nek panggil saja seperti nenek memanggil cucu nenek ini" tangan ferdo yang mengelus pucuk kepala Risa. Risa yang mendapat sentuhan dikepalanya hanya mematung baru pertama kalinya ia diperlakukan seperti ini kepada seorang laki-laki.
"Baiklah Nek saya harus segera pergi karna masih ada urusan yang saya harus kerjakan" pamit ferdo kepada ayu.
"Iya nak hati-hati dijalan" ucap ayu yang mengantarkan ferdo dan Hans kedepan rumahnya.
Melihat mobil yang ditumpangi ferdo dan Hans susah melaju pergi Risa dan ayu segera masuk membersihkan sisa gelas yang ada di meja.
Ferdo didalam mobil hanya memeriksa informasi di email ponselnya mengenai grup mafia yang ia pimpin.
"Master semua data yang saya dapat sudah saya kirimkan kedalam email anda" ucap Hans yang masih mengemudikan mobilnya.
"Tahan orang itu jangan biarkan dia bisa keluar dari markas" perintah ferdo.
"Dia sudah diamankan dalam ruangan khusus master" ucap Hans.
"Siapapun yang mau mencoba bermain dengan ku akan kubuat dia sebagai bahan permainan ku" ucap ferdo yang terdengar biasa namun bagi Hans itu adalah sebuah ancaman untuk para nyamuk-nyamuk yang ingin mencari masalah dengan atasannya.
Sedangkan didalam markas terdengar teriakan laki-laki yang terus menerus meminta untuk di keluarkan dari ruangannya.
"Keluarkan aku dari tempat busukkkk iniiiii!"
"Heii apa kau tuli cepattt buka pintu iniiiii! atau aku akan mengadukan mu kepada atasanku!" ancam laki-laki tersebut.
"Adukan saja pada atasanmu kalau kau bisa keluar dari situ hahahaha" gelak tawa para anak buah ferdo yang menunggu ruangan itu.
"Dasar kaparat, baj****nnnn!" bentak laki-laki tersebut yang sudah tak mungkin bisa keluar dari sana.
"Hahahaha nikmati saja akhir hidupmu disitu" ucap anak buah ferdo yang meninggalkan ruangan.
"Jika aku keluar dari sini akan aku habisi semua keluarga Ferdo Alexander tanpa sisa" batin laki-laki itu dengan mengepalkan kedua tangannya.
Memang menjadi pemimpin mafia tak mudah bagi ferdo ia harus menerima resiko nya dan nyawa sebagai taruhannya.
Banyak rival yang mengincar nyawanya bahkan ada yang ingin untuk mengambil alih kekuasaan ferdo dengan cara liciknya.
Penasaran dengan kelanjutan nya?
__ADS_1
Ikuti terus alur cerita dari novel ini.
Jangan lupa tinggalkan Jejak like dan komennya 🙏