Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia

Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia
Episode 7


__ADS_3

Entah apa yang terjadi jika cucu satu-satunya mengetahui apa yang ia perbuat di masa lalu, apa cucunya bisa memaafkannya atau malah meninggalkannya sendiri disini, tapi yang pasti ayu tetap berusaha menyembunyikan semua fakta yang telah terjadi di masa lalu agar cucunya tetap bersamanya.


Ayu yang sudah merasa tenang karna melihat Risa kembali terlelap dari tidur nya segera keluar dari kamarnya untuk kembali kedalam kamarnya sendiri untuk melanjutkan tidurnya.


--------------------------------------------------


Pagi hari menyambut keluarga Alexander yang sedang berada dimeja makan untuk sarapan bersama.


Hari ini digunakan ferdo untuk istirahat Dirumah dengan keluarganya apalagi adiknya yang datang sejak kemarin membuatnya semakin bersemangat Dirumah untuk menjaili adiknya itu.


Setelah selesai sarapan ferdo dan Felix segera menuju ruang tamu sedangkan Helena dan Helen membereskan meja makan dibantu oleh pelayan rumah.


Felix yang melihat ferdo sedari tadi tersenyum bertanya kepada putranya.


"Boy ada apa kau senyum-senyum sendiri apa kau kena gangguan jiwa atau ditolak oleh calon kekasihmu?" goda Felix terhadap anaknya.


"Dad aku tak pernah ditolak oleh wanita manapun semua wanita tergila-gila padaku" ujar ferdo yang menyombongkan dirinya didepan Dady nya.


"Ohh ya lalu bagaimana dengan calon pacarmu kemarin apa kau diterima atau malah ditolak?" Felix yang masih menggoda ferdo.


"Dady tau dari mana semua itu" tanya ferdo.


"Kepoo ya sudahlah bagaimana apa kau ditolak?" Ujar Dady Felix.


"Tentu ditrima dad siapa dulu putramu ini" ujar bohong ferdo. Ia pun hanya bisa mengumpat didalam hati.


"*** dasar wanita itu kenapa tidak bisa ku miliki dengan mudah" Batin ferdo yang geram karna Risa yang tak mau menjadi kekasih nya.


Setelah Helen selesai membantu momy nya ia menyusul Dady dan kakaknya di ruang tamu dengan membawakan minuman dan cemilan. Helen duduk disamping ferdo dengan cemilan yang di tangannya dan melihat wajah murung kakaknya.


"Hei kak kenapa wajahmu kau tekuk begitu? Seorang ketua mafia dengan wajah ditekuk ahh sepertinya harus ku sebarkan berita ini" goda Helen yang ingin menjaili kakaknya yang tak kunjung menikah.

__ADS_1


"Kakakmu sepertinya ditolak oleh wanita" tambah Felix yang ingin membuat ferdo semakin emosi.


Sedangkan ferdo yang mendapat ejekan dari Dady dan adiknya langsung memasang wajah datarnya dan melotot kan matanya tepat didepan Helen.


Helen yang belum puas menggoda kakaknya semakin semangat untuk menggodanya lagi.


"Kak memang wanita mana yang mau dengan dia? Laki-laki seperti kulkas mana ada yang mau hahaha" ejek Helen kepada ferdo.


"Dady mu juga seperti kulkas tapi bisa mendapatkan momy" ujar Helena dari arah belakang.


"Pasti Dady pakai guna-guna ya kan dad?" tanya Helen yang mendapatkan pukulan dibahu nya dari momy helena.


"Dady mu walaupun seperti kulkas tapi dia membuktikan jika dadymu benar-benar tulus pada momy makanya momy mau sama Dady mu" jawab Helena yang duduk disamping Felix.


sedangkan ferdo yang mendengar ucapan momy nya memikirkan apakah dia harus membuktikan jika dia benar-benar ingin memiliki Risa? tapi ferdo sendiri bingung entah perasaan apa yang ia miliki untuk Risa.


"Boy kapan kekasihmu kesini" ujar Helena yang membuyarkan lamunan ferdo.


"Kekasih kakak siapa namanya? Sudah bekerja atau masih kuliah?" kepo Helen yang ingin tahu siapa kekasih kakaknya.


"Namanya Risa dia kuliah sambil bekerja, Mom kekasihku bukan seperti keluarga kita dia hanya orang biasa apa momy dan Dady mau menerima dia sebagai menantu jika aku dan dia menikah?" tanya ferdo yang ingin mendapatkan ijin dari orang tuanya.


"Boy momy dan Dady mu tak pernah mempermasalahkan hal itu karna menurut momy semua manusia itu derajatnya sama walaupun kita kaya tapi dia orang biasa momy dan Dady tidak pernah mempermasalahkan nya" jawab Helena yang menatap Ferdo.


Ferdo yang mendapatkan jawaban dari momynya begitu puas karna sudah diberi lampu hijau oleh momy dan Dady nya sekarang tinggal bagaimana caranya untuk memiliki Risa seutuhnya.


Sedangkan Helen yang tidak asing dengan nama tersebut hanya berfikir apakah Risa yang dimaksud kakaknya sahabatnya atau bukan, baru saja helen ingin mengirim pesan ke Risa tapi ia urungkan karna Risa lebih dulu mengirimkan pesan kepadanya.


Drt Drtt Drttt


*Len bisa kita bertemu di cafe tempatku bekerja dijam 1siang? aku ingin bicara sesuatu*

__ADS_1


*Tentu, Sampai bertemu nanti*


Setelah membalas pesan dari Risa, Helen pun kembali berbincang kepada keluarganya, Helen yang pulang di mansion ketika weekend atau hari libur saja tidak menyia-nyiakan waktunya untuk keluarganya.


Ditempat lain Risa yang sudah mengirim pesan dan mendapatkan jawaban dari Helen merasa lega karna sahabatnya mau untuk bertemu dihari weekend.


Karna besok hari terakhir ia mengumpulkan uang untuk menggantikan uang ferdo ia terpaksa untuk mencoba meminjam uang kepada Helen, hanya Helen yang menjadi penolongnya karna untuk meminjam uang di cafe tidak mungkin bisa karna sebanyak itu.


Risa hanya berdoa semoga Helen dapat meminjamkan uangnya jika sudah melunasi hutang ferdo ia bisa terbebas dari laki-laki dingin itu toh untuk mengganti uang Helen masih bisa dicicil diakan sahabat baiknya, ia juga tak mau jika memiliki kekasih yang dingin bagaimana jika dia sampai menikah entah apa yang terjadi jika memiliki suami yang berwajah datar dengan sifat yang dingin.


Setelah selesai bersiap-siap untuk berangkat bekerja Risa segera berpamitan kepada ayu neneknya.


Risa menggunakan bus untuk sampai di cafe hanya menikmati suasana dalam bus dengan mendengarkan lagu menggunakan earphone. Saat sudah sampai dicafe Risa segera mengganti pakaian agar dapat segera bekerja.


Sedangkan di mansion ferdo, Helen yang sudah bersiap-siap untuk menemui sahabatnya hanya duduk di sofa sambil menunggu jam yang ditetapkan Risa untuk bertemu.


Ferdo yang melihat Helen berpakaian rabi dan membawa tas mulai bertanya kepada adiknya.


"Kau mau kemana tumben weekend begini mau pergi?" tanya ferdo.


"Mau bertemu dengan sahabat ku sebentar saja di cafe" Jawab Helen sambil memainkan ponselnya.


Mendapatkan Jawaban dari adiknya ferdo hanya diam sambil memainkan ponselnya untuk mendapatkan kabar dari anak buahnya yang mengikuti Risa. Beberapa sat kemudian Helen sudah berangkat untuk menuju cafe tempat sahabat nya bekerja dengan mengendarai mobilnya sendiri.


Di cafe Risa yang sedang menunggu sahabat nya tak henti-hentinya melihat pintu masuk cafe untuk memastikan sahabat nya sudah sampai atau belum.


Selang beberapa menit kemudian Helen muncul dari pintu masuk, Risa yang melihatnya segera menghampiri dan mengajaknya duduk.


"Maaf mengganggu mu di waktu weekend seperti ini" ujar Risa yang merasa tidak enak dengan Helen.


"Ahh tidakpapa kebetulan aku juga ingin keluar rumah" elak Helen pasalnya dia juga ingin bertemu sahabat untuk menanyakan apakah dia kekasih kakaknya atau bukan.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komennya terimakasih 🙏


__ADS_2