
Saat Ferdo masuk dia sudah di sambut oleh Hans dan beberapa karyawan nya serta klien yang akan meeting bersama dengan nya.
"Maaf membuat kalian menunggu" ferdo segera duduk di tempatnya dan memulai meeting.
--------------------------------------------------
Dan hari ini adalah hari yang sudah di tunggu tunggu olehh banyak orang, hari ini adalah hari pernikahan Ferdo dan Risa.
Mereka ferdo tampak begitu tampan dengan balutan jas nya dan Risa yang tampak anggun dengan balutan gaun pernikahan yang sudah dia pilih bersama Helen dan momy Helena.
Banyak tamu yang menghadiri acara pernikahan Ferdo dan Risa, apalagi para wartawan yang menanti kedatangan pengantin.
Di tempat lain Risa sedang di rias oleh perias pengantin selalu memancarkan senyuman kebahagiaan nya yang tak pernah pudar dari wajahnya.
Bagaimana dia tidak merasakan kebahagiaan karna hari ini adalah hari pernikahan nya, hari dimana janji nya dengan laki laki yang akan menjadi suaminya akan di saksikan banyak orang.
Pernikahan yang tak pernah dia bayangkan dan bahkan akan secepat ini dan semewah ini terjadi begitu saja dalam hidupnya.
"Sudah nona, saya permisi dulu" pamit perias wajah itu dan langsung berjalan keluar.
"Apa ini aku?" tanya Risa yang memandang wajahnya seperti seorang ratu.
"Itu kau nak" sahut momy Helena yang masuk kedalam ruangan nya.
"Hahaha sudah jelas jelas itu kamu masih aja tanya dengan kaca di depan mu" sambung Helen yang juga muncul dari belakang momy nya.
"Hehe maaf, aku hanya sedikit berbeda saja jika di rias seperti ini" ujar Risa sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Sudahlah kamu bersiap saja sebentar lagi Dady dan Dion akan kesini untuk mengantar kan mu menuju altar" ujar momy Dian sambil mengusap ujung kepala Risa.
"Iya mom" sahut Risa sambil tersenyum ke arah momy Helena.
"Ya sudah aku keluar dulu ya! aku ingin menemui kakak" pamit Helen yang berjalan keluar.
"Nak momy ingin bicara sebentar dengan mu!" ujar momy Helena sambil menatap wajah Risa.
"Apa mom?" tanya Risa yang juga menatap ke arah momy Helena.
"Pernikahan ini adalah pernikahan yang sangat sakral! Momy hanya menginginkan ferdo menikah satu kali seumur hidup nya karna momy benci dengan sebuah perceraian atau perpisahan! Momy hanya ingin bicara dengan mu jika kau melakukan pernikahan ini hanya karna sebuah surat kontrak dan ancaman dari ferdo lebih baik kita batalkan saja pernikahan ini karna momy tidak mau merusak kebahagiaan dan masa depan mu! Apa lagi jika kamu menikah dengan ferdo tanpa sebuah perasaan itu akan sulit untuk menjalankan rumah tangga!" jelas momy Helena sambil menatap lekat wajah Risa.
"Mom! Risa tau jika pernikahan ini memang sangat lah sakral, Risa juga hanya ingin menikah satu kali seumur hidup! Momy tenang saja jika pernikahan ku dengan ferdo adalah takdir dari Tuhan, pernikahan ada bukan karna surat kontrak dan ancaman" ujar Risa.
"Apa momy boleh tau perasaan mu dengan ferdo itu seperti apa?" tanya momy Helena.
"emm, sebenarnya karna sudah sering bertemu dan menghabiskan waktu berdua dengan ferdo aku mulai memiliki rasa Dengan nya mom, namun untuk ferdo sendiri aku belum tau bagaimana perasaan nya kepada ku tapi momy tenang saja Risa akan berusaha membuat pernikahan kami ini berjalan seperti pernikahan momy dan Dady, momy doakan saja jika pernikahan ku dan ferdo akan mendapatkan berkah dari Tuhan dan kebahagiaan yang akan menyelimuti di dalam rumah tangga kami" jelas Risa sambil tersenyum ke arah momy Helena.
"Mom, sudahlah! untuk urusan cinta ferdo hanya ferdo yang berhak atas hal itu karna kita tidak bisa memaksa kan kehendak orang lain dan takdir dari tuhan, kita sebagai manusia hanya bisa berdoa dan berjalan sesuai arah yang tuhan berikan. Jadi momy cukup doakan pernikahan kami bahagia saja" ujar Risa.
"Kau salah nak Ferdo sudah menyukai mu sejak dulu nak, memang yah cinta itu tidak perlu di paksakan karna jika sudah waktunya pasti akan tumbuh dengan sendirinya rasa cinta itu" batin momy Helena yang hanya membalas ucapan Risa dengan senyuman saja.
"Ehem" deheman Dady Felix yang membuat Risa dan momy Helena menoleh ke arah suara itu.
"Dady!" ujar Risa dengan senyum yang ada di wajahnya.
"Ngga terasa juga anak laki laki Dady akan menikah dengan mu, dulu dady pernah berfikir jika Ferdo tidak akan menikah namun itu semua ternyata salah karna setelah bertemunya dengan mu dia memilih untuk menikahi mu" uajr Dady Felix sambil memeluk Risa yang sebentar lagi menjadi menantu nya.
__ADS_1
"Makasih dad, mom sudah mau menerima Risa masuk ke dalam keluarga kalian" ujar Risa yang melepaskan pelukan dari Dady Felix dengan mata yang bekaca kaca.
"Sudahlah! hari ini hari bahagia jadi kamu jangan bicara seperti itu yang akan mengakibatkan mu menangis" ujar momy Helena.
Mereka berdua melanjutkan obrolan nya hingga Dion datang untuk menjemput Risa turun menemui ferdo yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.
"Apa sudah siap?" tanya Dion sambil menatap ketiga orang yang ada di dalam ruangan itu.
"Sudah" sahut momy Helena dan Risa secara bersamaan.
"Momy turunlah terlebih dulu untuk menemani nenek, aku dan Dady sebentar lagi akan membawa Risa turun" ujar Dion sambil berjalan mendekati ke arah Risa, Dady Felix dan momy Helena.
"Baiklah, nak mom turun dulu ya, kamu jangan gugup oke!" pesan momy Helena sambil berjalan keluar dari ruangan itu.
Sekarang tinggal Dion, Risa dan Dady Felix saja yang di dalam ruangan itu. Setelah beberapa menit akhirnya Risa turun di dampingi oleh Dion dan day Felix yang ada di sampingnya.
Sebelum dia menemui ferdo untuk mengucap janji sucinya dia bertemu dengan nenek nya dan dia berbicara sebentar untuk meminta restu kepada nenek ayu.
"Dad sebentar aku ingin bicara dengan nenek" ujar Risa sambil berjongkok untuk dapat menyeimbangi nenek ayu yang duduk di kursi roda.
"Nenek!" ujar Risa sambil menatap wajah nenek ayu.
"Nenek wajah mu pucat sekali! apa nenek baik baik saja?" tanya Risa yang melihat jelas wajah pucat neneknya.
"Nenek tidakpapa nak!" ujar nenek ayu sambil tersenyum kepada Risa agar Risa dapat percaya kepada nya.
"Jika nenek sakit nenek istirahat lah" ujar Risa yang takut akan keadaan neneknya.
__ADS_1
"Sudah lah nak! cepatlah menemui ferdo dia sudah menunggu mu lama! jangan buat calon suami itu marah karna calon mempelai wanita tak kunjung datang" ujar nenek ayu.
"Baiklah Nek! nenek doakan untuk pernikahan ku yah! Risa sayang nenek, emuachhhhhh" Risa mengecup wajah nenek ayu sebentar sebelum dirinya menemui ferdo yang sudah di atas altar.