
"Nenek harus kuat, nenek pasti sembuh, Risa akan terus sama nenek hiks hiks hiks" ujar Risa kemudian memberikan ciuman kepada nenek ayu dan segera berjalan keluar agar neneknya dapat beristirahat.
"Maafkan nenek nak, jika nanti nenek tidak bisa menemani mu disaat kamu menikah" batin nenek ayu yang menatap punggung Risa.
Flashback off
--------------------------------------------------
Ferdo menatap Risa yang masih saja menangis, ia bingung entah harus bagaimana. Apa harus menikah sebelum masalah ini semua selesai?. Ia sebenarnya ingin sekali mengabulkan permintaan nenek ayu tapi ia juga tak mau membuat Maslah ini semakin besar.
"Aku janji secepatnya kita akan menikah" ujar ferdo yang menarik Risa didalam pelukan nya.
"Bagaimana kita menikah dimansion saja tidak usah di gereja cukup keluarga kita saja yang menyaksikan nya?" ujar Risa.
"Akan aku fikirkan lagi, sekarang kau istirahat saja jangan menangis terus!" ujar ferdo yang melepaskan pelukannya dan segera beranjak pergi dari kamar Risa.
"Entah perasaan apa yang aku rasakan saat ini yang pasti kau orang yang begitu baik dan penuh kasih sayang, semoga saja surat kontrak yang kau buat sudah tak berlaku lagi setelah kita menikah" batin Risa yang menatap kepergian ferdo.
Merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan berdoa masalah yang dihadapi nya sekarang bisa segera selesai.
Sedangkan ferdo yang masuk kedalam kamar mulai memikirkan tawaran Risa yang mengajak nya menikah di mansion tanpa mengadakan pesta.
"Hasss kenapa rumit begini" ujar ferdo yang menyandarkan kepalanya di ujung ranjangnya. Ferdo mulai memejamkan matanya berharap agar cepat bisa menyelesaikan masalahnya.
******
Pagi harinya Risa hendak sarapan dengan yang lainnya dibuat berhenti karna teriakan dari BI Ina.
"Buuu, Ibuuuu!!!! Bangunnn buuuuu!!!" teriak bi Ina.
"Non risaaa!!!!!!!!" teriak bi Ina yang mencoba memanggil Risa.
Mendengar teriakan itu membuat Risa dan lainnya berlari kearah kamar nenek ayu. Smeua masuk kedalam dengan ferdo yang sudah menelfon dokter pribadi nya.
"Cepat kemansion ku!!!" bentak ferdo didalam sambungan telefon nya.
Risa berlari kearah neneknya yang tidak sadar kan diri dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya.
"Nenek, nenek bangunnn! Nekk Risa sayang sama nenek! nenek bangun ya! hiks hiks hiks" tangan Risa yang memegang punggung tangan neneknya.
"Nak tenang lah nenekmu pasti tidak apa-apa" ujar momy Helena yang berusaha menenangkan Risa.
"Kalian keluar saja biar aku Risa dan momy yang disini! Jika dokter bams sudah datang suruh masuk!" perintah ferdo.
"Boy tenangkan Risa, jika terjadi sesuatu katakan pada Dady" ujar Dady Felix yang diangguki oleh ferdo.
__ADS_1
Sekarang tinggal ada ferdo, Risa dan momy Helena yang berada didalam kamar nenek ayu.
"Mom, aku takut nenek kenapa Napa" ujar Risa disela tangisannya.
Momy helena yang ingin memeluk Risa segera dihentikan oleh ferdo. Ferdo memeluk Risa dengan tangan yang mengusap punggung Risa.
"Tenanglah, nenek tidak apa-apa! jangan menangis! berdoa lah agar nenek baik-baik saja" ujar ferdo.
"Hiks hiks hiks jika nenek pergi aku tidak punya siapa-siapa lagi" ujar Risa.
"Hei! Ingat kau Masih punya aku! punya keluarga ku! sudah diam jangan menangis terus sebentar lagi dokter akan segera sampai" ujar ferdo yang melepaskan pelukannya.
Selang beberapa menit kemudian dokter bams sudah datang dimansion ferdo dan segera menuju kamar nenek ayu dengan diantara oleh Helen.
"Kakak dokter bams sudah datang" ujar helen yang membuka pintu kamar nenek ayu.
"Cepat masuk!" perintah ferdo.
Bams masuk kedalam kamar dan segera memeriksa keadaan nenek ayu.
"Bagaimana dok? apa nenek saya baik-baik saja?" tanya Risa kepada dokter bams.
"Maaf nona, nenek Anda sekarang kritis. Sebaiknya segera di bawa kerumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Saya khawatir jika nenek mu tidak bisa tertolong jika tidak mendapatkan perawatan lebih lanjut" jelas dokter bams.
Ya sebenarnya nenek ayu Dirumah sudah mendapatkan perawatan dari seorang dokter namun hanya memakai infus saja karna nenek ayu yang selalu menolak untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih lengkap.
"Boy kita bawa saja kerumah sakit" ujar momy Helena.
"Tidak mom! Aku ingin nenek dirawat Dirumah saja!" ujar ferdo.
"Tuan jika dirawat di rumah anda harus membeli peralatan yang diperlukan karna pihak rumah sakit tidak akan meminjamkan nya untuk Dirumah, dan untuk alat itu memiliki harga yang sangat mahal" jelas dokter bams.
"Berapapun harganya akan aku bayar!" ujar ferdo.
"Baik tuan, saya permisi dulu. Dalam waktu setengah jam nanti saya dan rekan saya akan membawakan peralatan yang akan dibutuhkan" pamit dokter bams yang kemudian pergi keluar dari kamar nenek ayu.
Melihat ferdo yang ingin keluar dari kamar segera dihentikan oleh momy Helena.
"Boy tunggu!" ujar momy Helena.
"Apa mom?" tanya ferdo yang membalikkan badannya untuk menghadap momy nya.
"Kenapa kau tak mau nenek dirawat Dirumah sakit?" tanya momy Helena.
"Mom, Ferdo hanya tidak ingin nenek terjadi apa-apa. Apalagi Risa dan neneknya masih dalam ancam orang itu" jelas ferdo yang merasa khawatir jika orang yang meneror Risa bertindak melewati batas hingga harus mencelakai nenek ayu.
__ADS_1
"Yasudah kau mau kemana?" tanya momy Helena.
"Ferdo harus segera menyelesaikan masalah ini mom agar nenek tidak menunggu lebih lama lagi" ujar ferdo yang memberikan penjelasan kepada momy nya.
"Hati-hati lah jika ada apa-apa kabari momy dan Dady" ujar momy Helena yang diangguki oleh ferdo.
"Aku pergi dulu kau dirumah saja temani nenek! dan ingat jika ada seseorang yang mengirimkan sesuatu padamu segera beritahu aku!" ujar ferdo yang berpamitan kepada Risa.
"Iya, hati-hatilah" ujar Risa dengan menatap Ferdo yang berjalan menjauhinya.
"Nak, kamu belum jadi sarapan tadi! Apa kau mau makan disini saja?" tanya momy Helena.
"Tidak mom! nanti Risa akan makan setelah dokter itu kembali" ujar Risa.
"Huftt, yasudah momy tinggal dulu. Jika dokter bams sudah datang momy akan segera kemari" Pamit momy Helena yang diangguki Risa.
Risa yang berada didalam kamar nenek ayu sendiri hanya menatap wajah neneknya yang terlihat begitu pucat, ingin rasa nya ia berteriak kepada Tuhan untuk menyembuhkan neneknya namun itu tidak mungkin ia lakukan bagaimana pun ia haru kuat dengan cobaan ini.
Sedangkan momy Helena yang baru turun dari kamar nenek ayu segera menghampiri keluarga nya yang ikut merencanakan jebakan putranya.
"Boy kau belum berangkat?" tanya momy Helena yang masih melihat ferdo di ruang tengah nya.
"Ferdo menunggu Hans mom" ujar ferdo.
"Lah ini Dion kemana?" tanya momy Helena yang tidak melihat anak angkatnya itu.
"Sudah pergi duluan mom karna semua rencana ini dipegang penuh oleh Dion" ujar ferdo.
"Boy! Kau hati-hati ingat kan dengan orang yang menyelundup masuk kedalam markasmu dan menghadang mu dipertengahan jalan? Bisa jadi ini semua ada kaitannya dengan semua itu" ujar Dady Felix.
Yah kejadian semua itu sudah diketahui keluarga Ferdo dan juga Risa karna Hans yang selalu menceritakan masalah ferdo kepada Dady Felix. Ferdo pun tak pernah marah jika Hans memberi tau masalah nya kepada keluarga nya karna memang Dady dan momy nya tak mau jika anaknya menutup semua yang terjadi.
"Benar yang dikatakan Dady boy! Kau hati-hati lah" sambung Momy helena.
"Momy dan Dady tenang saja aku akan baik-baik saja" jawab ferdo.
"Kak apa Risa sudah tau tentang siapa kakak Sebenarnya?" tanya Helen.
"Belum, tapi seiring berjalannya waktu aku akan memberi tau kepada nya. Sudah aku harus pergi Hans sudah didepan jangan sampai dia masih dan mendapat Ejekan dari kamu" tangan ferdo yang menunjukkan kearah adiknya Helen.
"Biarkan dia masuk saja kak aku ingin mengerjai nya dulu" ujar Helen sambil menatap Ferdo yang berjalan keluar dari mansion nya.
"Helennnn!!!!!" teriak Dady dan momy nya secara bersamaan.
"Aduh, Mom dad kalian itu kenapa aku disini jadi jangan teriak-teriak begitu" Helen menutup kedua telinganya karna mendapatkan teriakan dari Dady dan momy nya.
__ADS_1
"Kamu itu jangan bersikap kurang ajar dengan Hans bagaimana pun dia lebih tua darimu jadi jangan terus mengejeknya!" perintah Dady Felix
"Sudah! kamu keatas sana temani Risa momy dan dady menunggu dokter bams" ujar momy Helena.