
Melihat Risa menangis membuat Ferdo merasakan sesak di hatinya hingga di menarik Risa ke dalam pelukannya, dia tau walaupun Risa sudah di tinggalkan oleh orang tua nya sudah lama namun Risa pasti memiliki rasa rindu kepada orang tuanya.
--------------------------------------------------
Setelah mereka bertiga selesai berziarah mereka segera menemui Siska di cafe yang sudah di tentukan oleh ferdo.
Di dalam mobil Risa masih saja melamun, memang setiap Risa berziarah pasti dirinya akan mengingat kejadian dulu saat dimana momy dan Dady nya berpamitan dan pergi meninggalkan nya untuk selamanya.
Ferdo yang melihat Risa melamun hanya diam saja karna untuk mengajaknya bicara pun sia sia jika ujung ujungnya pasti akan kembali melamun.
Setibanya di cafe mereka bertiga segera masuk ke dalam untuk menunggu Siska yang sedang di perjalanan.
"Maaf permisi tuan, ini menunya silahkan di pilih terlebih dahulu" tangan pelayan menyodorkan buku menu kepada Dion.
"Aku pesan orange juice saja" ujar Risa sambil menatap Dion.
"Oke, mba orange juice saa..."
"Dua" ujar ferdo yang memotong ucapan Dion.
"Aisss, dasar kau itu!" ujar Dion yang kesal karna ferdo.
"Aku capuccino saja satu" ujar Dion dengan tangan nya mengembalikan buku menu kepada pelayan itu.
"Baik tuan! silahkan di tunggu Dulu" pelayan itu pun pergi dan memberikan bow terlebih dahulu.
"Jangan melamun!" ujar ferdo yang membuat Risa menengok ke arah nya.
"Iya" sahut Risa sambil menatap wajah ferdo.
"Aduh nasib jonesss ikut ngumpul" batin Dion yang melihat Risa beradu pandang dengan ferdo.
"Ehem! Apa teman mu itu masih lama?" tanya Dion yang berusaha menyadarkan Risa dan ferdo.
"Em sebentar lagi mungkin akan sampai" jawab Risa dengan kembali menatap ke depan.
"Huh lama sekali teman mu itu! apa tidak bisa cepat sedikit" keluh Dion.
"Berisik!" ujar ferdo dengan menatap tajam ke arah Dion.
"Iya iya iyaaaaa" Dion pun diam tak mau bicara lagi karna tatapan ferdo.
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Siska sampai di cafe dan menemui Risa.
"Maaf terrr..." Siska menghentikan ucapan nya ketika melihat pria yang duduk di samping Risa sahabat nya itu.
"Duduklah" ajak Risa kepada Siska yang malah diam di tempat.
"Iya! maaf membuat mu menunggu" ujar Siska dengan mata yang masih memandang ke arah ferdo.
"Ini kenapa tuan Ferdo disini? apa Risa punya masalah dengan nya? oh tidak aku harus bantu Risa jika dia ada masalah dengan tuan Ferdo" batin Siska sambil membayangkan hal yang buruk.
"Dasar lemot?" ketus Dion kepada Siska.
"Apa? kau mengatai ku apa tadi? lemot? hei yang benar saja! aku ke sini naik motor ya pasti sangat lama karna perjalanan ku dari rumah sangat jauh dan juga jalanan macet!" ketus Siska sambil melotot kan matanya ke arah Dion.
"Pakai melotot segala! ntar matamu keluar dari tempat nya baru tau rasa!" ujar Dion yang juga mendaratkan tatapan tajam ke arah Siska.
"Cihh biar in keluar!" ujar Siska sambil menatap sini Kepada Dion.
"Dasar perempuan bar bar!" ujar Dion yang langsung mendapat kan injakan kaki dari Siska.
"Sialan sakittt anjirr!!!" tangan Dion mengelus elus punggung kakinya yang di injak oleh Siska.
"Dasar laki-laki lemah!" ketus Siska sambil menahan tawanya.
"Cantik cantik galak! Awas aja kalau ketemu ku injak kau sampai jadi peyek!!!" batin Dion yang menatap tajam ke arah Siska.
"Sis kau mau pesan apa?" tanya Risa Kepada Siska.
"Aku sama dengan mu saja" jawab Siska.
Ferdo yang mendengar nya segera menyuruh Dion untuk menambah kan pesanan di meja nya.
"Sialan malah jadi babu!" batin Dion.
"Ris kamu pindah kemana sih?" Siska yang memberanikan dirinya untuk membuka suara.
"Dia tinggal di rumah ku!" jawab ferdo dengan entengnya.
"Kau tinggal dengan tuan Ferdo?" tanya Siska yang kaget jika temanya ternyata tinggal dengan seorang pengusaha terkenal di negara ini.
"Iya, maaf ya tidak memberi kabar" maaf Risa kepada Siska.
__ADS_1
"Tidakpapa, oh ya bagaimana ke adaan nenek ayu?" Siska memang kenal dekat dengan nenek ayu dan dulu dia belum sempat menjenguk nenek ayu saat sakit hingga Risa pindah dari rumah nya.
"Nenek biak baik saja, dia juga sempat menanyakan keadaan mu" ujar Risa sambil tersenyum ke arah Siska.
"Syukurlah jika nenek mu baik baik saja, oh ya kenapa kau tak bekerja lagi?" tanya Siska yang ingin tau alasan temannya berhenti bekerja.
"Dia tidak ku izinkan bekerja!" ketus ferdo.
"Maaf tuan" ujar Siska yang langsung menunduk kan kepalanya.
"Angkat wajah mu! jika sedang bicara jangan pernah menundukkan kepala" ujar ferdo dengan nada sedikit rendah.
"Maaf permisi ini pesanan nya tuan, nona" tangan pelayan itu meletakkan minuman yang sudah di pesan mereka.
"Datanglah di pernikahan ku dan Risa" tangan ferdo menyodorkan sebuah undangan pernikahan kepada Siska.
"Apa? mee... menikah? kalian menikah?" Siska tak percaya jika Risa akan menikah dengan laki-laki yang dulu pernah dia benci.
"Apa kau buta! sudah jelas jelas undangan pernikahan ya jelas menikah lah" ketus Dion yang langsung mendapat kan tatapan tajam dari Siska.
"Maaf sudah membuat mu kaget! aku besok akan menikah dengan ferdo laki-laki di samping ku ini, jadi kau harus datang oke" ujar Risa sambil tersenyum ke arah Siska.
"Iya pasti! pasti aku akan datang" sahut Siska dengan senyum terpaksa.
"Ini sungguhan kah? atau jangan-jangan tuan Ferdo hanya mempermainkan Risa saja gara-gara masalah nya dulu? aku harus bicara dengan Risa" batin Siska sambil menatap ke arah ferdo yang sedang fokus dengan ponselnya.
"Tuan Ferdo bolehkah aku bicara sebentar dengan Risa saja?" izin Siska yang langsung mendapat anggukan dari ferdo.
Siska segera menarik tangan Risa untuk sedikit menjauh dari tempat ferdo dan Dion.
"Ris hanya mimpikan? kalian tidak benar-benar menikah kan?" tanya Siska yang hanya bersama Risa.
"Ini sungguhan sis, semua nya nyata" ujar Risa dengan entengnya.
"Apa kau menikah dengan tuan Ferdo karna terpaksa? apa kau di ancam?" Siska yang berusaha mengorek informasi dari Risa.
"Aku tidak dipaksa dan diancam! aku menikah karna kesepakatan kami berdua, kau kan tau nenek ku selalu saja menyuruhku untuk menikah dan Ferdi juga di tekan terus menerus oleh momy nya untuk menikah dan oleh sebab itu dia dan aku memilih untuk menikah!" jelas Risa sambil memegang tangan Siska. Karna Siska belum tau masalah awal Risa dengan ferdo membuat Risa tak mau menceritakan nya karna bisa saja sahabat nya ini akan sangat marah.
"Apa kau yakin dengan keputusan ini? kau tidak menyembunyikan sesuatu dari ku kan?" Siska masih saja belum percaya dengan ucapan Risa.
"Aku yakin sis, doakan saja untuk pernikahan ku yah" ujar Risa dengan memeluk sejenak Siska.
__ADS_1
"Aku pasti akan mendoakan yang terbaik untuk mu" sahut Siska yang membalas pelukan dari Risa.
"Ayo kembali, aku takut jika ferdo akan marah jika kita disini terlalu lama" ajak Risa dengan menarik tangan Siska.