
"Aku bukan wanita murahan!" bentak Risa.
"Hahaha tidak usah malu untuk mengakui nya" ujar wanita itu sambil tertawa.
"Sebenernya kau siapa! kenapa kau mengusik kehidupan ku!" tanya Risa dengan suara yang sedikit keras.
--------------------------------------------------
"Kau ingin tau aku siapa? kenalkan aku Meisya anak dari tuan Hendra rekan bisnis ferdo" ujar Meisya dengan mengulurkan tangannya.
"Oh ternyata anak rekan bisnis ferdo" batin Risa.
"Kenapa kau mengusik kehidupan ku! Aku tidak pernah membuat Masalah denganmu!" tanya Risa.
"Aku mengusik kehidupan mu karna kau beraninya ingin memiliki ferdo dari ku! Aku yang mencintai nya kenapa kau yang akan menikah dengan nya!" Bentak Meisya.
"Ohh jadi kau menyukai ferdo? Dan kau tidak bisa memiliki nya? hahaha kasihan sekali kau itu sudah jelas-jelas ferdo tidak melirikmu sedikit pun tapi masih saja ingin memiliki nya dengan akal busuk mu ini!" bentak Risa yang merasa kesal karna Meisya.
"Hahaha kau jangan menyombongkan dirimu dulu, ingat ferdo saat ini sangat benci denganmu karna kau sudah mau tidur dengan Dion!" ujar Meisya yang hanya mendapat kan tawaan dari Risa.
"Kenapa kau tertawa? apa kau sudah gila karna sebentar lagi ferdo akan menendang mu keluar dari kehidupan nya?" tanya Meisya dengan melirik ke arah Risa.
"Jangan bermimpi terlalu tinggi, ferdo tidak akan pernah meninggalkan ku!" ujar Risa.
"Apa kau yakin jika ferdo tidak akan meninggalkan mu?" ujar Meisya.
"Aku tidak akan pernah meninggalkan wanitaku dan aku juga akan segera menikah dengan nya!" ujar ferdo yang sudah kembali dengan Dion dan Hans.
"Kau... bagaimana mungkin kau tidak meninggalkan wanita ini? dia sudah tidur dengan laki-laki lain kau bisa lihat sendiri kan tadi?" tanya Meisya.
"Yah aku melihat nya semua dengan mata ku sendiri namun itu semua hanya bohongan!" ujar ferdo yang membuat Meisya bingung krna ucapan ferdo.
"Bohongan? apa maksudmu?" tanya Meisya.
"Dasar bodoh! Kau sudah masuk dalam jebakan ku!" ujar ferdo yang berjalan mendekati Meisya.
"Jebakan? Sebenarnya apa maksud mu! Dion kenapa kau diam saja!" teriak Meisya.
"Kau ingin meminta bantuan kepada Dion? hahaha dalam mimpi mu! Ingat ini! Dion adalah adik angkat ku!" ujar ferdo yang membuat Meisya kaget.
__ADS_1
"Sial ternyata aku dijebak" batin Meisya dengan mengepalkan kedua tangannya.
"Tapi dia sudah tidur dengan wanita mu! apa kau tetap akan menganggap dia sebagai adikmu dan wanita ini akan tetap menjadi istri mu?" tanya Meisya.
"Aku tidak tidur dengannya! Kau saja yang bodoh mau di kadali denganku" sambungan Dion.
Flashback on
Saat Hans menarik keluar Dion dan ferdo mereka berdua bingung karna kenapa Hans menarik nya keluar.
"Hansss! Hentikan kau mau bawa aku kemana haa!" benatk ferdo.
"Maaf master aku hanya ingin tau kenapa Dion mengubah rencana kita dan malah melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan nya dengan nona Risa" ujar Hans dengan menatap Dion.
"Karna aku tidak tahan! aku ini laki-laki normal ya wajar saja jika aku khilaf" ujar Dion dengan menghilangkan kedua tangannya didepan dadanya.
"Bre****k" tangan ferdo yang ingin memukul Dion namun segera ditahan oleh Dion.
"Heii kau ini kenapa marah sekali dengan ku?" ujar Dion dengan tangan yang menahan pukulan dari ferdo.
"Wanitaku sudah kau nodai aku berhak marah dneganmu!" bentak ferdo.
"Apa maksudmu?" tany ferdo dan Hans secara bersamaan.
"Pasti kau mengira jika aku melakukan itu dengan calon kakak ipar ku sendiri iya?" tanya Dion.
"Yahh! karna aku mendengar suara des***n dari dalam kamar mu!" bentak ferdo.
"Ohhh itu. Dengar ya aku itu tidak melakukan apa pun dengan Risa semua suara yang kau dengar itu hanya mencari dari google saja, jika kau tidak percaya coba dengar kan saja ini" tangan Dion yang membuka ponselnya dan segera memutar suara yang membuat ferdo salah faham.
"Sialll! kenapa kau merubah rencana kita menjadi seperti ini! aku tadi membentak nya dan membuat nya menangis! ini semua gara-gara dirimu! dan dia pasti akan marah denganku" ujar ferdo yang menujuk kearah Dion.
"Lagian salah sendiri kenapa kau lama sekali datang nya!" ujar Dion.
"Salahkan Hans dia yang membuat aku jadi terlambat kesini!" ujar ferdo.
"Maaf master, aku akan membantu menjelaskan kepada nona Risa jika nona marah dengan anda" sambung Hans yang merasakan bersalah jika saja dirinya tidak meminta ferdo untuk menemui tuan Hendra pasti kejadian nya tidak akan seperti ini.
"Sudah sebaiknya kita kembali saja! aku takut jika kakak ipar dipengaruhi oleh wanita iblis itu" Dion yang berjalan meninggalkan ferdo dan Hans.
__ADS_1
"Syukurlah jika semua ini hanya tipu belaka jika Dion berani melakukan ini semua pasti sudah hancur lebur dia" ujar Hans yang mengekor i Dion dan ferdo.
Flashback off
"Dionnnnnnn! ternyata kau sudah menjebak ku!" teriak Meisya.
"Bagaimana apa permainan ku sudah bagus sampai-sampai kau mudah masuk kedalam permainan ku" ujar Dion dengan tersenyum kecil kearah Meisya.
"Kalian semua bre****k" teriak Meisya.
"Hans bawa wanita ini urus dia aku harus mengantar Risa pulang" ujar ferdo yang mendapat anggukan dari Hans.
"Ayo pulang denganku,kau pasti lelah" ajak ferdo kepada Risa.
Melihat risa yang hanya bengong saja ferdo segera menarik tangan Risa untuk segera keluar dari tempat itu.
"Kau mau membawa ku kemana? tolong jangan sakiti aku, aku bersumpah tidak melakukan apapun dengan Dion" ujar risa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Aku tidak akan melukai mu dan maaf jika tadi aku membentak mu" ujar ferdo.
"Iya tidakpapa" ujar Risa.
Mereka berdua segera masuk kedalam mobil dan segera menuju mansion ferdo dengan diikuti Dion yang berada di mobil belakang.
Didalam mobil Risa menjelaskan bagaimana kejadian yang dia lakukan dengan Dion agar dapat membuat Meisya percaya.
"Jadi begitu, awalnya juga aku tidak mau tapi Meisya terus berteriak kepada Dion agar melakukan hal itu dengan ku" ujar Risa yang sudah selesai menjelaskan kejadian itu.
"Sudah tidakpapa lagian itu semua juga demi kebaikan dan ini juga salahku jika saja aku tidak terlambat datang pasti kau tidak usah repot-repot berakting seperti itu" ujar ferdo yang melihat sejenak kearah Risa.
"Apa kau tetap akan membatalkan pernikahan kita?" ujar Risa yang menatap dalam ferdo.
"Iya kenapa kau setuju kan?" ujar ferdo.
Setelah mendengar Jawa dari ferdo, dia hanya diam dan mengalihkan pandangannya ke luar jendela mobil.
"Oh tuhan kenapa takdir ku seperti ini" batin Risa yang merasakan sakit dihatinya jika pernikahan nya akan dibatalkan.
Melihat risa yang melamun dengan mata yang sudah berair membuat ferdo tersenyum lebar karna ia merasa jika Risa pasti sangat sedih jika pernikahan mereka dibatalkan.
__ADS_1