Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia

Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia
Episode 44


__ADS_3

"Lihatlah! karna kebodohan mu dan anakmu semuanya tidak sesuai rencana kita! bukan dia yang masuk kedalam jebakan kita tapi kita yang masuk kedalam jebakan mereka!" bentak Naufal.


"Dari awal sudah ku katakan jangan mudah percaya dengan orang baru! cari dulu seluk beluk nya tapi kau dan anakmu bertindak gegabah hingga berakibat begini!" sambung Naufal dengan menatap tajam ke arah Hendra.


--------------------------------------------------------


Malam hari sudah tiba dan keluarga Ferdo sudah berada di pulau yang sudah di jadikan tempat oleh Felix untuk melindungi keluarga nya dari serangan musuh nya.


"Dad apa kakak tidak akan kenapa Napa?" tanya Helen yang sebenarnya khawatir akan kakaknya yang sedang berjuang demi keluarga nya.


"Berdoa lah agar kakak mu baik-baik saja dan menjemput kita dalam keadaan utuh" jawab Felix yang mencoba menenangkan ke khawatiran putrinya itu.


"Dad kenapa orang jahat itu selalu saja mengusik ketenangan keluarga kita?" tanya Helen yang belum tau akan permasalahan nya.


"Baby kamu masuk kedalam kamar saja dengan Risa! kalian pasti lelah" ujar Helena yang berusaha membuat putri nya tidak menanyakan permasalahan nya.


"Ya sudah mom, dad aku keatas dulu" pamit Helen.


"Istirahat lah nak jangan sampai kalian sakit" ujar momy Helena.


"Sebentar mom apa nenek juga disini?" tanya Risa yang belum tau dimana neneknya berada sekarang.


"Tidak nak, nenek berada di rumah sakit pribadi Alexander jadi kamu tidak perlu khawatir! nenekmu akan baik-baik saja disana sekarang kamu susul saja helen dan segera istirahat" jelas momy Helena.


"Iya mom kalau begitu aku susul Helen dulu" pamit Risa langsung diangguki oleh momy helena.


"Aku harus pergi untuk membantu mereka" ujar Felix kepada helena.


"Jangan! kamu disini saja dengan ku! kita percaya kan ini semua kepada mereka, berdoa saja jika mereka dapat menjaga dirinya" cegah Helena yang tak mungkin membiarkan suami nya ikut terjun dalam penyerangan yang dilakukan Hendra.


"Tapi aku disini sebagai yang tertua jadi aku harus bisa menjaga mereka!" ujar Felix dengan nada sedikit keras.


"Tenanglah! jangan emosi bisa-bisa kamu nanti sakit!" ujar Helena dengan mengusap punggung suaminya agar merasakan ketenangan.


"Kita berdoa saja disini! jika kamu masih tetap pergi lihat saja apa yang akan terjadi denganku!" ancam Helena dengan menatap Felix.


Ditempat lain ferdo, Dion dan Hans sudah berada di markas dengan semua anggota mafia yang dipimpin oleh ferdo.


"Apa disana sudah kamu beri pengawal?" tanya ferdo kepada Hans.

__ADS_1


"Sudah master, semua nya sudah dalam penjagaan yang ketat jadi di pastikan semua nya akan aman" jawab Hans.


"Dimana wanita licik itu?" tanya Dion yang ingin melihat wajah Meisya karna mungkin ini terakhir kalinya melihat wajah itu.


"Sudah berada diatas kolam buaya" ujar ferdo dengan nada dinginnya.


"Wow aku ingin melihat ekspresi nya, aku izin sebentar" pamit Dion yang berjalan menuju tempat yang di sebut oleh ferdo.


Dari kejauhan Dion sudah mendengar kan suara teriakan wanita yang meminta untuk dikeluarkan dari suatu tempat.


"Hei tolongggggg!"


"Tolongg akuuuu!"


"Lepaskan aku! lepaskan! aku tidak mau mati disini!!!"


"Dasar kalian iblis!!!" teriak Meisya dan langsung membuat Dion tertawa seketika.


"Hahahaha iblis? kamu kalau bicara berkaca dulu!" teriak Dion dengan suara yang keras.


"Kamu itulah iblis nya! jika kamu dan tua Bangka itu tidak mencari masalah dengan keluarga Alexander pasti kamu akan hidup tenang dan damai namun jalan kehidupan yang kamu ambil seperti nya salah jadi nikmat saja semua ini!" ujar Dion yang melangkah pergi.


Dion mendengar teriakan dari Meisya segera membalikkan badannya untuk memandang Meisya.


"Yah kamu melakukan semua demi Dady mu tapi semua yang kamu lakukan ada perbuatan yang buruk dan menjijikan!" teriak Dion dan langsung pergi agar tidak dapat lagi mendengar teriakkan dari Meisya.


"Apa kau sudah puas melihat wajah wanita itu?" tanya Hans kepada Dion.


"Belum! aku ingin melihat dia memohon untuk dilepaskan dan aku juga ingin sekali melihat bagaimana wajahnya saat sudah diterkam oleh buaya-buaya peliharaan ferdo" jelas Dion kepada Hans.


Saat mereka berada didalam ruangan khusus terdengar suara tembakan dari luar markas dan dipastikan itu adalah tembakan yang di lakukan oleh Hendra dan Naufal.


Mereka bertiga memilih memantau terlebih dahulu pergerakan dari musuh nya dan mengawasi setiap titik duduk yang dipasangi cctv.


"Banyak juga nya anggota Red Black" ujar Dion.


"Mereka memiliki banyak anggota karna mengambil paksa dari setiap keluarga yang terlibat hutang dengan Naufal" jelas Hans.


Mereka bertiga sudah setangah jam memantau dari ruangan.

__ADS_1


"Kalian berdua! kita jalankan sesuai rencana kita! Dion, kamu harus membawa Hendra untuk menuju kolam buaya dan kamu Hans, bawa Naufal ke ruangan yang sudah kita siapkan" ujar ferdo dengan tangan yang sudah mengambil salah satu senjata kesayangan nya.


"Permainan dimulai!" ujar ferdo yang membuat Hans dan Dion segera keluar dari ruangan untuk memancing pemimpin dari musuhnya itu.


"Ingat hati-hati lah jangan sampai terluka!" ujar Hans kepada Dion.


"Kau tentang saja! kita Sekarang berpencar dari sini! semoga kita bertemu dengan penuh kemenangan" ujar Dion sambil melangkah pergi meninggalkan Hans.


"Lindungi lah kedua putra momy Helena tuhan" batin Hans yang mendoakan ferdo dan Dion selamat dari penyerangan ini.


Diluar markas sudah menjadi tempat adu senjata dan mengakibatkan anak buah Naufal ma*i ditempat sedangkan anggota ferdo hanya terluka.


"Heii tuan Hendra!" sapa Dion yang melihat Hendra sedang menyusup masuk kedalam markas melalui pintu samping.


"Dasar pria bre****k!!! bisa-bisa nya kamu menipu ku dan Putri ku!" tangan Hendra yang mengarah kan senjata tepat dikepala Dion.


"Tembak saja! namun kau juga akan kehilangan putri mu dalam sekejap!" ujar Dion.


"Dimana Putri ku! cepat katakan!!!" ujar Hendra dengan suara yang masih sangat keras.


"Kecilkan volume mu! suaramu membuatku ingin berak!" ujar Dion.


"Jika ingin melihat Putri mu ikuti aku!" perintah Dion.


Hendra segera berjalan mengikuti Dion karna yang ia fikirkan saat ini hanya bagaimana cara nya agar membawa putrinya keluar dari lubang buaya ini.


Disisi lain Hans yang sedang menunggu Naufal muncul dari pintu belakang hanya berdiri dan menyandarkan kepala nya didinding sebelah nya.


"Lama sekali! itu orang Mampir ke mana juga!" batin Hans yang kesal karna Naufal tak kunjung muncul dari pintu.


Brakkkkkk


"Tendangan yang kurang pas di sasaran" ujar Hans sambil berjalan mendekati Naufal.


"Kau keluar juga rupanya!" ketus Hans.


"Berisik! Sekarang dimana ferdo! apa dia sekarang menjadi seorang pengecut hingga untuk keluar dalam markas saja tidak mau hahaha" ejek Naufal kepada Hans.


"Ferdo bukan pengecut! Pengecut yang sebenarnya adalah dirimu sendiri!" bentak Hans.

__ADS_1


__ADS_2