Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia

Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia
Episode 46


__ADS_3

"Akhirnya aku akan keluar dan selamat tinggal Hendra" batin Naufal yang merasa jika dirinya akan keluar namun betapa kagetnya saat didepan matanya ada alat pemotong raksasa yang siap menerima tubuhnya itu.


"Aaaaaaaa" teriak Naufal dari dalam sana.


"Ambil potongan tubuhnya" ujar ferdo.


"Baik master" ujar Hans.


--------------------------------------------------


Setelah menyelesaikan urusan dengan Naufal kini saatnya ferdo menemui titik permasalahan yang di sebabkan oleh seseorang.


Tap Tap Tap


"Lama sekali kau! Aku sudah tak sabar ingin melihat mereka berdrama di depan kita" ujar Dion yang melihat ferdo berjalan mendekati nya.


"Jangan berisik!" ujar ferdo sambil duduk di kursi yang sudah disiapkan.


melihat ferdo duduk tepat di samping Dion membuat Hendra kembali berteriak.


"Hei pengecut! cepat keluarkan aku dari sini dan turunkan putriku!" teriak Hendra dari dalam perkarangan buaya.


"Dady tolong hiks hiks" Meisya yang mengeluarkan air mata buayanya.


"Kalian ingin keluar dari sini?" tanya ferdo yang melihat kebawah.


"Hans bawakan potongan daging tadi ke dalam sana!" perintah ferdo yang langsung di laksanakan oleh Hans.


"Potongan daging? apa kau membeli ayam potong lagi?" tanya Dion kepada ferdo.


"Yah aku membeli ayam potong yang sangat murah hingga penjualan nya memberi cuma cuma kepada ku" jawab ferdo dengan senyum kecil di sudut bibirnya.


"Memberi mu dengan cuma cuma?" Dion berusaha mencerna ucapan dari ferdo.


"Ohh astaga aku hampir lupa! apa itu potongan tubuh dari si ketua mafia yang bodoh itu?" tanya Dion yang sudah tau setiap ucapan yang di ucapkan oleh ferdo.


"Kau diam saja!" ujar ferdo sambil mengangkat salah satu kaki nya.


Salah satu pengawal masuk kedalam pekarangan buaya dengan membawa satu ember yang berisi daging. Pengawal itu meletakkan potongan daging tepat di samping Hendra berdiri.


Setelah meletakkan ember pengawal itu segera keluar dari tempat itu agar tidak di berikan teguran oleh ferdo.


"Apa kau lihat ember yang berisi potongan daging yang ada di samping mu itu?" ujar ferdo pelan namun di dengar oleh Hendra karna suaranya sudah terekam masuk kedalam perkarangan buaya.

__ADS_1


"Kau menyuruhku apa haaa!!!" bentak Hendra yang belum tau maksud dari ferdo.


"Lemparkan potongan daging itu kedalam buaya buaya ku!!! sekarang!!!" ujar ferdo dengan penuh penekanan.


"Cihhh aku tak Sudi menjadi budak mu!" ujar Hendra yang malah menendang ember itu.


"Berani sekali kau!!! lemparkan daging itu sekarang atau putri mu yang akan aku lemparkan!!!" bentak ferdo dengan mengepalkan kedua tangannya.


"Dasar kau!!!" mau tidak mau Hendra harus menuruti ucapan ferdo karna dirinya tak mau kehilangan Putri nya saat ini.


Byur


Byur


Byur


Setengah ember potongan daging itu sudah di lemparkan ke dalam kolam buaya, Hendra terus melakukan aksinya hingga dirinya terhenti saat memegang sesuatu yang berada didalam ember itu.


"Apa ini? kenapa seperti mata?" ujar Hendra dengan memastikan apa yang berada di tangannya.


"Cepat lemparkan!!!" teriak ferdo dari atas sana.


Karna takut akan ferdo dirinya segera melempar kan kembali potongan daging hingga dirinya dibuat kaget dan takut.


"Ini tidak mungkin! ini bukan kepala Naufal!!!" teriak Hendra dengan tangan yang melemparkan ember itu kedalam perkarangan buaya.


"Hei hei hei!!! kenapa kau melempar ember ku!! apa kau tau harga emberku sangat lah mahall!!" teriak ferdo sambil berdiri dari tempat duduk nya.


"Dimana naufall!!!" bentak Hendra kepada ferdo.


"Naufal? oh si pria bre****k yang kau ajak bekerja sama itu?"


"Apa kau tak tau potongan daging yang kau lemparkan ke arah buaya ku itu potongan daging Naufal? dan kepala yang kau lihat itu adalah kepala Naufal!" ujar ferdo yang kembali duduk di kursi nya.


"Hahaha tidak mungkin jika itu Naufal!" bantah Hendra.


"Apa kau masih belum percaya kepada ku?" tanya ferdo.


"Yah karna aku tidak percaya jika Naufal akan kalah dari mu!" jawab Hendra sambil melotot kan matanya ke arah ferdo.


"Hans tunjukkan Vidio tadi kepada tua Bangka itu!" perintah ferdo yang langsung di angguki oleh Hans.


Dengan ketenangan nya Hans mulai membuka Vidio yang berisi dimana detik detik Naufal mengakhiri hidupnya, dari diserang oleh Hans dan di siksa oleh ferdo bahkan saat Naufal masuk kedalam mesin pemotong raksasa semua terekam didalam Vidio tersebut.

__ADS_1


Saat melihat detik detik di mana tubuh Naufal terpotong habis membuat Hendra seperti ketakutan dan membuat kakinya gemetar.


"Itu tidak mungkin!" batin Hendra yang masih melihat kejadian mengenaskan yang mengenai Naufal rekan kerja nya.


Hans segera menghentikan putaran Vidio itu dan kembali berjalan mendekati ferdo.


"Apa kau sudah tau? Naufal sudah tiada dan dia sudah menjadi santapan buaya ku Bahkan kau sendiri yang memberikan tubuh Naufal kepada buaya ku secara cuma cuma" ujar ferdo.


"Itu semua tidka mungkin!!" teriak Hendra dengan tubuh yang sudah ambruk karna kakinya tak kuat untuk menopang tubuhnya.


"Hiks Dady Naufal dad!!!" Meisya menangis dirinya harus menerima kenyataan pahit sebenarnya selama ayahnya bekerja sama dengan Naufal dirinya dan Naufal menjalin hubungan bahkan sudah sampai melakukan hubungan badan yang seharusnya tidak mereka lakukan.


"Hiks hiks, kau jahat doo!!! kau jahatt!!! kau memang iblisss!!!" teriak Meisya yang menangis.


"Aku jahat? oh ya? jika aku jahat lantas aku menganggap dirimu apa? tanya ferdo.


"Bunuh saja aku sekarang!!! cepattt bunuh aku!!! aku tak mau melahirkan anak ku sendiri tanpa seseorang yang aku sayang i hiks hiks" ucapan Meisya yang membuat Hendra dan yang lainnya terkejut.


"Melahirkan? anak?" gumam ferdo yang belum tau arah pembicaraan Meisya.


"Apa maksudmu Meisya!!!" teriak Hendra kepada putrinya.


"Hiks dad aku sebenarnya tak pernah menyayangi ferdo dan tak pernah menyukai nya sama sekali!!! aku melakukan semua ini hanya karna perintahmu!!! aku memulai permainan ini hanya untuk membantu mu!!! Aku tak pernah menyayangi ferdo aku hanya ingin memiliki Naufal seutuhnya!!! hanya naufall dad tapi sekarang disaat aku mengandung anaknya, Naufal harus pergi dari ku!!!" jelas Meisya yang membuat semua orang kaget bukan main apalagi ferdo ia tak menyangka jika Meisya hanyalah korban disini dan dirinya sudah melenyapkan ayah dari seorang anak yang belum lahir.


"Aku membunuh seorang ayah dari bayi itu?" ujar ferdo kepada dirinya sendiri.


"Kenapa jadi seperti ini? apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Dion kepada ferdo.


"Master sepertinya ada yang tidak beres dengan masalah ini" sambung Hans kenapa ferdo.


"Turunkan Meisya dan letakan dia didekat ayahnya, kita tak bisa melenyapkan nya sekarang karna ada masalah lain yang harus kita selesaikan" ujar ferdo dengan fikiran yang masih bingung, apakah Meisya hanya bersandiwara atau semua ucapan nya memang lah benar apa adanya?.


"Akhhhh, kenapa seperti ini" Dion yang mulai pusing jika memikirkan masalah yang malah menjadi rumit.


*


*


*


Marhaban ya Ramadhan


Semangat buat yang menjalankan puasa ya😘💪

__ADS_1


__ADS_2