
"Sudah puas?" tanya ferdo namun tak mendapat jawaban dari Meisya.
Karna hari sudah hampir pagi mereka bertiga memilih menyudahi urusan nya dan meninggalkan markas untuk segera kembali ke masion masing-masing.
--------------------------------------------------
Ferdo dan Dion yang sudah sampai dimansion segera masuk dan mengistirahatkan tubuhnya. Sebelum ferdo masuk kedalam kamar nya ia menyempatkan untuk melihat Risa sebentar.
"Akan aku jaga seumur hidup walaupun nyawaku terus menjadi taruhannya" ujar ferdo yang menatap kearah Risa yang sedang tertidur pulas.
Setelah melihat keadaan Risa, ferdo segera keluar untuk menuju kamarnya karna dirinya juga butuh istirahat karna tanpa beristirahat akan mengakibatkan penyakit.
Merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan menatap langit-langit atapnya membuat ferdo memejamkan mata nya.
******
"Seperti nya kemarin aku merasakan jika ferdo masuk kedalam kamar ku" ujar Risa yang baru saja bangun dari tidurnya.
"Apa mungkin hanya mimpi? namun kenapa semuanya terasa begitu nyata?" Karna tak mau lebih lama memikirkan apa yang sedang ia pikirkan, Risa memilih untuk segera membersihkan badannya agar bisa untuk membantu para pelayan yang sedang sibuk didapur.
"Pagi bi" Risa yang menyapa para pelayan yang sibuk dengan urusan dapur.
"Pagi non" jawab semua pelayan yang berada didalam dapur.
"Bibi masak apa biar aku bantu" ujar Risa yang menggulung rambut keatas agar mudah untuk diikat.
"Nona tunggu saja biar kami yang menyelesaikan masakan ini" ujar salah satu pelayan itu.
"Biarkan aku membantu mu bi, aku juga tidak mau mau ngapain jika tidak memasak" ujar Risa.
"Boleh ya bi?" mohon Risa kepada pelayan itu.
"Tapi non..."
"Biarkan dia membantu mu memasak karna aku ingin makan makanan yang dimasak olehnya" ujar ferdo yang muncul dari belakang mereka.
"Baik tuan" ujar semua pelayan yang ada di sana.
Risa yang mendapat izin dari Ferdo dengan segera saja dirinya memasak makanan yang akan dimakan oleh Ferdo.
Dengan lihai Risa memotong sayuran dan mengolahnya menjadi satu tepat dibelakang Risa ada ferdo yang sedari tadi melihat kearah Risa. Ferdo dibuat kagum oleh kemahiran risa saat berada di dapur.
"Mantu momy ternyata sudah disini ya" ujar momy Helena yang datang mendekati Risa.
__ADS_1
"Iya mom kebetulan Risa bangun terlalu pagi jadi Risa sempatkan untuk memasak" ujar Risa yang masih sibuk dengan masakan nya.
"Boleh momy icipi masakan kamu yang sudah matang?" tanya momy Helena.
"Boleh mom, kebetulan sup udang yang Risa buat sudah matang" tangan Risa yang mematikan kompor.
"Sup udang? boy ini makanan kesukaan mu bukan?" tanya momy Helena yang melihat kearah Ferdo.
"Wahhh rasanya sangat pas, tidak bau amis juga. Kau memang calon mantu yang pas buat momy Ferdo pasti akan sangat betah dirumah jika kamu memasak makanan selezat ini" pujian momy Helena yang diberikan kepada Risa.
"Mom jangan berlebihan seperti itu, masakan momy juga tak kalah lezat nya dari masakan ku" ujar Risa yang tersipu malu karna pujian dari momy Helena apalagi ferdo juga berada di sana.
"Apa makanan ku sudah siap? aku sudah sangat lapar" ujar ferdo dengan nada sedikit keras.
"Nak kau segera siapkan makanan ferdo takutnya jika dia akan memakan meja makan itu" ujar momy Helena.
Risa dengan hati-hati menyiapkan makanan nya diatas meja makan dan dengan telaten ia melayani Ferdo.
"Pagi semuanya" ujar Helen yang turun dari atas bersama dady Felix dan Dion.
"Pagi" sahut Risa dan momy Helena.
"Kak kau makan sup udang?" tanya Helen yang melihat kakak nya memakan udang.
"Iya kakak mu makan sup udang buatan Risa" jawab momy Helena.
"Makanlah yang lain karna sup ini hanya untuk ku!" dengan cepat ferdo mengambil mangkuk yang berisi sup udang itu.
"Pelit sekali kau!" ujar Helen dengan menatap tajam kearah ferdo.
"Boy bagi sedikit kepada adikmu" perintah momy Helena.
"Tidak mom ini hanya untuk ku! tanya saja pada Risa, karna Risa sendiri yang memasak kan untuk ku!" ujar ferdo dengan mulut yang masih mengunyah makanan.
"Dasar kakak pelit!!!" ujar Helen.
"Sudah kamu ini mau makan atau berdebat dengan kakak mu!" ujar Dady Felix yang merasa kesal karna anak nya yang berdebat saat berada dimeja makan.
Dengan segera mereka semua memakan masakan yang sudah tersedia diatas meja. Melahap dengan rakus itulah yang dilakukan ferdo karna entah kenapa dirinya sangat suka sekali dengan masakan Risa.
"Boy kalian berdua temui Dady di ruang kerja!" perintah Dady Felix yang meninggal meja makan.
"Apa ada masalah dengan Dady mu?" tanya momy helena kepada ferdo dan Dion.
__ADS_1
Ferdo dan Dion yang tidak tau hanya mengangkat kedua bahunya dengan malas.
"Yasudah cepat selesai kan makan kalian jangan membuat Dady kalian menunggu lama" perintah momy Helena.
Ferdo dan Dion segera menyelesaikan makannya dan segera naik keatas untuk menemui Dady nya yang seperti nya ingin mengatakan sesuatu kepada mereka.
Dibawah Risa, Helen dan momy helena sedang berada di ruang tamu dengan membicarakan tentang gaun pernikahan yang akan dikenakan oleh Risa dan ferdo.
"Lihatlah gaun ini saa, cantik kan?" tanya Helen yang menyodorkan gambar gaun itu.
"Iya ini sangat bagus nak kau pakai saja yang ini untuk pemberkatan di gereja nanti" sambung Momy helena.
"Baik mom, aku ambil yang ini saja" ujar Risa yang menerima usulan dari Helen dan momy Helena.
"Saa apa kau sudah bertemu dengan seseorang yang meneror mu?" tanya Helen.
"Sudah" jawab Risa.
"Bagaimana orangnya?" tanya Helen dan momy Helena secara bersamaan.
"Orangnya cantik" ujar Risa.
"Apa kau tau namanya siapa?" tanya Helen.
"Namanya Meisya katanya sih dia anak rekan bisnis ferdo" jawab Risa.
"Semoga saja kakak bisa menyelesaikan masalah ini dengan segera" ujar Helen.
"Semoga saja" ujar Risa dan momy Helena secara bersamaan.
"Yasudah karna sudah dapat gaun pernikahan momy tinggal dulu untuk melihat nenekmu" ujar momy Helena.
Ditempat lain Meisya yang baru saja bangun karna dirinya sangat lapar dan haus. Terus berteriak kepada penjaga yang berada disitu membuat tenaga Meisya habis.
"Sial aku sangat lapar sekali, kejam juga ferdo menyiksa ku seperti ini!" batin Meisya.
"Semoga Dady cepat membebaskan ku dari sini" batin Meisya yang berharap bisa segera bebas dari penjara yang dibuat oleh ferdo.
"Kau lapar bukan! ini makan lah makanan ini!" ujar penjaga yang berada di situ.
"Apa kau gila menyuruh ku makan makanan sisa!" bentak Meisya kepada penjaga itu.
"Jika tidak mau tidak masalah karna aku bisa membuang makanan ini didalam tong sampah!" bentak penjaga itu dengan tangan yang mengambil piring yang berisi makanan sisa.
__ADS_1
"Oke! aku makan tapi bisa tidak kalian melepaskan ikatan ini" ujar Meisya.
Dengan cepat penjaga itu melepaskan ikatan yang mengikat tangan Risa di belakang dan mengganti ikatan kedepan agar Meisya bisa memakan makanan nya.