Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia

Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia
Episode 14


__ADS_3

"Cepat selesaikan urusanmu agar momy bisa bertemu dengan calon mantu momy" ujar momy Helena yang tak sabar untuk bertemu kekasih anaknya.


"Dia masih muda mom jangan mendesaknya untuk segera menikah denganku" larang ferdo yang sudah paham dengan sifat Momy nya.


"Ahh ta apa-apa lah lebih baik juga cepat menikah daripada harus berpacaran telalu lama nanti bisa timbul fitnah" ujar momy Helena.


--------------------------------------------------


Ferdo yang sudah malas menanggapi momy nya segera naik keatas untuk istirahat karna banyak urusan yang sudah ia urus untuk hari ini.


Niatnya ingin segera membawa pulang Risa ke mansion nya tertunda karna ia harus menyelesaikan masalah nya terlebih dahulu. Ferdo harus mengetahui siapa dalang dibalik semua Masalah yang menimpanya di markas besar nya.


Banyak rival yang dimiliki ferdo tidak membuat takut untuk terus menjalankan misinya untuk menggagalkan aksi musuh nya yang ingin melakukan bisnis ilegal nya.


Semua masalah yang ia dapat gara-gara menjadi mafia bukan lah masalah besar karna dalam sekejap pasti akan ia ketahui siapa dalang dibalik semua itu entah itu semua dilakukan oleh rekan bisnis di perusahaan nya atau di dalam dunia gelapnya itu.


Untung ferdo memiliki asisten yang bisa diandalkan karna Hans merupakan hacker. Hans yang dapat dengan mudah mengetahui kelicikan rival atasannya itu segera menghentikan nya ataupun tidak segan-segan untuk menghancurkan bisnis rival atasannya yang ingin menjebak ferdo.


******


Selang beberapa hari kemudian Risa yang masih beraktivitas seperti biasa dengan menjadi mahasiswi di kampus nya dan sebagai pelayan cafe menikmati nya dengan perasaan bahagia nya.


Risa yang sudah selesai bekerja segera berkemas untuk pulang ke rumah nya. Seperti biasa ia akan pulang dengan Siska temannya.


Semenjak menjadi kekasih ferdo ia malah tak pernah bertemu kembali dengan kekasihnya itu entah pergi kemana kekasihnya yang hilang bak ditelan bumi 😂


Tapi ia merasa senang karna bisa terbebas dari si es batu nya agar tidak mendapatkan masalah lagi jika bertemu lagi dengannya. Jika pun Ferdi memintanya untuk bertemu akan ia pertimbangan kan karna neneknya yang akhir-akhir ini mulai sakit-sakitan.


Karna neneknya yang sudah sakit-sakitan ia mulai merasa khawatir jika harus meninggalkan neneknya sendiri di dalam rumahnya mengingat jika di sekitar rumahnya sepi karna para tetangganya yang sibuk bekerja.


"Sis bagaimana jika aku menyewa baby sister untuk merawat nenek ku?" tanya Risa kepada Siska yang masih fokus kedepan untuk melajukan motornya.

__ADS_1


"Sepertinya memang kamu harus menyewa baby sitter agar saat kamu bekerja nenekmu ada yang menjaganya takutnya terjadi sesuatu jik kamu tinggalkan sendiri" ujar Siska yang juga merasa khawatir kepada nenek Risa.


"Tapi aku tak sanggup jika membayar Baby sitter yang bayarannya cukup mahal" ujar Risa.


Ia juga bingung harus bagaimana jika menyewa baby sitter gajinya sebagai pelayan restoran tidak akan cukup karna kebutuhan sehari-hari belum juga sekarang neneknya yang harus memakai Pampers.


"Coba kita cari saja baby sitter yang mau dibayar murah untuk menjaga nenekmu" ujar Siska yang memberi saran kepada temannya itu yang sedang kebingungan.


"Hmm nanti aku akan coba mencari nya dulu" ujar Risa yang hanya dijawab anggukan oleh Siska.


Siska yang ingin singgah dirumah Risa untuk melihat keadaan nenek Risa segera masuk kedalam rumah Risa.


"Nenekmu sedang tidur ris sebaiknya aku pulang saja tidak enak jika kau harus membangunkan nenekmu" ujar Siska yang melihat nenek Risa sedang tertidur diatas ranjangnya.


"Iya kapan-kapan saja kau mampir nya jika nenek ku sedang tidak tidur" ujar Risa yang mengantarkan Siska kembali kedepan rumahnya.


"Aku pulang dulu jika ada apa-apa pada nenekmu kabari aku saja" ujar Siska yang sudah menghidupkan mesin motornya.


Risa yang kembali kedalam segera menyiapkan makanan untuk neneknya yang harus minum obat. Ia berdoa agar mendapatkan baby sister yang bisa ia bayar dengan harga rendah jujur saja jika ia sebenarnya sangat butuh baby sister.


Karna dengan adanya baby sister ia akan merasa tenang saat meninggalkan neneknya ke kampus ataupun bekerja.


Setelah menyiapkan bubur untuk neneknya ia segera menemui neneknya agar bisa menyuapi bubur untuk neneknya.


"Nek, nenek makan dulu ya setelah itu baru minum obat nya lagi" tangan Risa yang berusaha mengangkat kepala neneknya agar disandarkan dikepala ranjang.


Suap demi suap diberikan Risa kepada neneknya ia sendiri berharap neneknya akan segera sembuh ya walaupun akan kembali sakit-sakitan lagi mengingat kata dokter jika diumur neneknya sekarang yang mudah terkena penyakit.


Sedangkan ayu yang melihat ke arah Risa hanya berusaha menahan air matanya, dirinya sangat bersyukur diberikan cucu yang sangat menyayangi nya dan masih mau merawat nya walaupun sekarang ia sudah mulai sakit-sakitan.


"Nenek istirahat lagi ya biar cepat sembuh" ujar Risa sambil berjalan keluar untuk mengembalikan mangkok bekas buburnya itu.

__ADS_1


Melihat cucian bajunya dan baju milik neneknya yang sudah hampir satu ember segera ia cuci karna tak mau membuat tumpukan baju kotornya itu menjadi semakin banyak.


Risa yang tak lupa juga untuk membereskan semua pekerjaan rumah segera ia selesaikan karna ingin sekali untuk cepat-cepat membersihkan badannya. ia yang sudah tak nyaman dengan bajunya yang basah akibat terkena air yang sudah tercampur keringat segera untuk bergegas mandi.


"Segar sekali airnya" ujar Risa sambil berendam dengan ember yang lumayan besar jika digunakan untuk berendam, maklum rumah Risa yang sederhana jadi tak memiliki bathroom yang digunakan orang lain untuk berendam.


Melihat jam yang menunjukan sudah larut malam Risa berjalan menuju kamar neneknya untuk melihat kondisi neneknya sebelum ia tinggal untuk beristirahat.


"Nenek kau belum tidur ternyata" ujar Risa yang melihat neneknya menyandarkan kepalanya di ujung ranjangnya.


"Nenek belum mengantuk nak, jika kau ingin tidur, tidurlah duluan nenek tidak apa-apa" ujar ayu dengan suara lemahnya.


"Risa belum mengantuk Nek" ujar Risa yang merebahkan kepalanya di sisi ranjang.


"Maaf kan nenek yang merepotkan mu akhir-akhir ini" ujar ayu.


"Tidakpapa Nek, cepatlah sembuh agar bisa memasak bersama dengan Risa, Risa sudah kangen dengan masakan nenek" ujar Risa dengan menikmati tangan neneknya yang mengusap-usap ujung kepala Risa.


"Tidurlah dengan nenek jika kau mau" ujar ayu.


Risa yang ditawarkan nenek nya untuk tidur dengannya segera naik keatas ranjang dan ikut merebahkan badannya disamping neneknya.


"Kau tidur lah dulu nenek tau kau pasti lelah" ujar ayu yang masih mengusap kepala Risa.


"Tidak Nek Risa masih mau menemani nenek" ujar Risa yang berusaha membuka lebar matanya agar rasa kantuknya hilang.


Beberapa menit kemudian ayu yang melihat Risa sudah tertidur pulas karna sentuhan tangan nya hanya tersenyum dan ikut bergabung dialam mimpi Risa.


Minta dukungannya buat kakak² pembaca setia Mangatoon 🙏


Jangan lupa tinggalkan jejak like komennya🙏

__ADS_1


__ADS_2