Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia

Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia
Episode 34


__ADS_3

"Aduh, Mom dad kalian itu kenapa aku disini jadi jangan teriak-teriak begitu" Helen menutup kedua telinganya karna mendapatkan teriakan dari Dady dan momy nya.


"Kamu itu jangan bersikap kurang ajar dengan Hans bagaimana pun dia lebih tua darimu jadi jangan terus mengejeknya!" perintah Dady Felix


"Sudah! kamu keatas sana temani Risa momy dan dady menunggu dokter bams" ujar momy Helena.


--------------------------------------------------


Disisi lain Dion sedang berada di sebuah cafe tempat seseorang yang telah meneror Risa.


"Kita lihat seberapa pintarmu dalam bermain dibelakang ferdo" batin Dion dengan menatap lurus kearah seseorang itu.


Sedangkan seseorang itu yang merasakan diawasi segera menoleh kearah Dion.


"Kenapa kau menatap ku terus! apa matamu tidak bisa melihat wanita cantik seperti ku?" tanya seseorang itu menghampiri Dion yang duduk sendirian.


"Kau sunggu cantik hingga aku mengingat seseorang" ujar Dion kepada wanita itu. yah ora yang sudah meneror Risa memang seorang wanita kalian pasti sudah tau kan hehehe.


"Seseorang siapa?" tanya wanita itu yang duduk didepan Dion.


"Kau ingin tau? dia sangat lah cantik, ini lihat lah" ujar Dion dengan menunjuk foto Risa kepada wanita itu.


"Hahaha ternyata jal4*g itu" batin wanita itu.


"Apa dia kekasih mu?" tanya wanita itu.


"Hampir menjadi kekasih ku namun ada seseorang yang sudah merebut nya dariku!" ujar Dion dengan mengepalkan kedua tangannya agar akting nya berjalan dengan lancar.


"Haha apa kau mau dia menjadi milikmu? kalau kau mau aku bisa membantu" tawar wanita itu.


"Membantu ku? kenapa?" tanya Dion.


"Kau menginginkan wanita mu kan? apa kau tau wanita mu itu juga sudah merebut laki-laki ku jadi aku bisa membantu mu untuk mendapatkan wanita mu tapi kau juga harus membantu ku mendapatkan laki-laki ku! Bagaimana apa kau setuju?" tanya wanita itu.


"Dalam sekejap kau masuk dalam perangkap ku nona cantik ehh engga Ding dia ngga canti masih cantikan Risa ehh jangan-jangan ntar ferdo kalau tau aku memuji Risa bisa hilang nih mulutku" batin Dion.


"Oke deal!" ujar Dion yang tersenyum sinis.


"Siapa namamu? dan dimana kau tinggal?" tanya wanita itu yang teringat Jika dirinya belum mengenal laki-laki didepannya.


"Kenalkan aku Dion, aku belum mempunyai tempat tinggal karna aku baru saja datang dari luar negeri" ujar Dion yang berbohong.


"Bagaimana jika kau tinggal ditempat ku agar kita lebih mudah untuk merencanakan kesepakatan kita?" tawar wanita itu yang begitu mudah untuk percaya terhadap laki-laki didepannya.

__ADS_1


"Dasar bodoh haha" batin Dion.


"Baiklah jika itu tidak merepotkan mu aku oke-oke saja" jawab Dion yang merasakan kemenangan pada dirinya karna dengan mudahnya wanita itu mempercayai nya.


"Baiklah kalau begitu ayo ikut i aku" ujar wanita itu kemudian beranjak dari tempat duduknya untuk menuju parkiran cafe.


Berjalan mengekori wanita itu dengan memainkan ponselnya untuk memberikan kabar kepada ferdo.


*Rencana kita berjalan sesuai rencana* Isi pesan dari Dion untuk ferdo.


*Terus mainkan rencana kita! jangan sampai dia curiga* balasan dari ferdo.


Dion segera menghapus pesan nya dengan ferdo dan kembali memasukan ponselnya dalam saku celana.


Didalam mobil wanita itu terus saja tersenyum sendiri entah kenapa hingga membuat Dion bingung menatap wanita itu.


"Apa rencana mu untuk memiliki wanita itu?" tanya Dion yang berusaha menggali informasi lebih lanjut.


"Dulunya aku ingin menghabisi wanita itu namun karna kau membutuhkan wanita itu aku akan menjebak nya untuk tidur denganmu. Dengan begitu kau bisa memiliki dia seutuhnya dan aku bisa masuk kedalam hidup laki-laki ku" jawab wanita itu dengan senyum mengembang diwajahnya.


"Ohh benar ternyata kau orangnya. Dasar wanita iblis cepat atau lambat kau akan ku buat lenyap dibumi ini!" batin Dion yang merasa geram karna pernyataan wanita itu.


"Apa rencana mu akan berjalan dengan lancar? Aku dengar wanita ku sudah tinggal di tempat laki-laki itu karna ada yang menerornya" ujar Dion.


"Dari wanita ku lah! aku masih mempunyai kontak nya" ujar Dion yang menghilangkan kecurigaan wanita itu.


"Tidak sia-sia aku mengajak dia bekerja sama" batin wanita itu. Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan nya untuk menuju rumah wanita itu.


******


"Kami akan datang kemari untuk mengecek keadaan nenek seminggu dua kali jadi tolong jika terjadi apa-apa segera hubungi kami" ujar dokter bams yang sudah selesai memasangkan alat bantu untuk nenek ayu.


"Baik dok! Terima kasih" ujar Risa.


Dokter bams dan perawatan nya segera pergi dari mansion ferdo karna masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan.


Didalam kamar nenek ayu hanya ada Risa dan Helen yang menunggu.


"Risss kau makan dulu sana! jangan sampai kau tidak makan nanti kalau kau sakit nenekmu pasti juga sedih" bujuk Helen agar Risa mau untuk makan.


"Aku tidak lapar Len" tolak Risa.


"Kau tidak lapar atau tidak mau makan?" ujar ferdo yang muncul dari ambang pintu.

__ADS_1


"Cepat turun kutemani kamu makan jangan sampai kau sakit!" ujar ferdo.


"Tapiii akkk..."


"Tidak ada penolakan! Kau ingat surat kontrak kita?" ferdo yang memotong ucapan Risa.


"Baiklah, Len tolong jaga nenek ku sebentar ya" ujar Risa.


"Iya, kau makan saja nenekmu akan aku jaga" jawab Helen. Mendengar itu Risa dan ferdo keluar dari kamar nenek ayu untuk menuju meja makan.


"Makanlah yang banyak!" ujar ferdo yang diangguki oleh Risa


Melihat Risa yang makan sambil melamun membuat ferdo merasa kasihan bagaimana pun perasaan Risa pasti sangat kacau.


"Jika sudah selesai makan segera datang keruang kena ku ada hal yang ingin aku sampaikan" ujar ferdo yang meninggal Risa di meja makan.


Melihat ferdo pergi Risa segera menghentikan makannya karna sebenarnya dia tidak berselera untuk makan.


"Nak kau tidak makan lagi?" ujar momy Helena yang berjalan mendekati Risa.


"Tidak mom, Risa sudah kenyang" ujar Risa.


"Kau jangan sampai sakit oke! Apa Helen masih dikamar nenek?" tanya momy Helena.


"Masih mom. Mom aku keatas dulu mau menemui ferdo" pamit Risa yang mendapat anggukan dari momy Helena.


Tok Tok Tok


"Masuk" ujar ferdo dari dalam ruangan nya.


"Duduklah disini! Ada hal penting yang ingin aku sampaikan" ujar ferdo.


"Apa?" tanya Risa.


"Apa kau ingin mengetahui siapa yang meneror mu?" tanya ferdo.


"Yaa, jadi siapa yang sudah meneror ku?" tanya Risa.


"Aku belum bisa memberi tau mu karna aku masih harus memastikan apakah orang yang meneror mu itu orang yang aku curigai" jelas ferdo.


"Lalu jika kau belum sepenuhnya tau tentang orang yang sudah meneror ku untuk apa kau memanggil ku kesini dan hal penting apa yang ingin kau sampaikan?" tanya Risa.


"Ada banyak hal yang ingin aku sampaikan tapi sebelumnya apa kau bersedia untuk membantu ku mengungkapkan siapa orang yang sudah meneror mu?" tanya ferdo.

__ADS_1


"Membantumu? Apa yang bisa aku lakukan?" ujar Risa.


__ADS_2