Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia

Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia
Episode 37


__ADS_3

Memang Hans yang di tugaskan untuk mengawasi wanita itu sudah standby di sekitar rumah wanita itu untuk mengamati gerak geriknya agar saat Dion berangkat dia bisa mengetahui akal busuk yang akan direncanakan, seorang ferdo tidak mudah percaya jika wanita itu dapat percaya dengan mudahnya dengan itu ferdo menyuruh Hans dan beberapa anak buahnya mengawasi gerak-gerik ayah dan anak itu.


--------------------------------------------------


"Ferdo dimana nak? apa dia belum bangun juga?" tanya momy helena yang belum melihat Ferdo turun dari kamar nya.


"Mungkin dia sedang berpakaian mom tadi dia sedang mandi" jawab Risa.


"Anak itu memang jika saat malam hari di markas pasti akan bangun kesiangan" ujar momy Helena.


"Markas apa mom?" tanya Risa yang belum tau jika ferdo adalah ketua mafia karna yang ia tau ferdo hanya seorang CEO perusahaan.


"Kau tanyakan pada ferdo saja momy tidak bisa memberi tau mu" ujar momy Helena.


"Iya mom, nanti risa akan bertanya dengan ferdo" ujar Risa.


"Boyyy lama sekali kau itu!" teriak momy Helena yang melihat putranya menuruni anak tangga.


"Mom jangan berteriak!" ujar ferdo yang berjalan menuju momy dan Risa berada.


"Dimana Dady mom?" tanya ferdo yang tak melihat Dady nya.


"Sedang bersama adikmu diruang kerja Dady mu" Jawab momy Helena.


"Apa Dion belum sampai?" tanya ferdo kepada Risa.


"Belum mungkin sebentar lagi" jawab Risa sambil melihat jam dipergelangan tangannya.


Selang berapa menit kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar.


Tok Tok Tok


"Biar Risa saja mom yang membuka nya" ujar Risa yang mencegah momy helena berdiri.


Dion yang berada didepan pintu hanya tersenyum karna ia sebenarnya juga sangat ingin kembali ke mansion ini.


"Ah kau, masuk saja ferdo dan momy sudah menunggu mu" ujar Risa yang melihat dion.


"Terimakasih kakak ipar" ujar Dion yang berjalan mendahului risa.


"Momyyyyyy!" teriak Dion.


"Hei jangan berteriak ini bukan hutan!" ujar Ferdi dengan nada keras.


"Maaf aku hanya merindukan momy ku saja" Dion yang memeluk momy helena.


"Hei boy kau ini yah tidak pernah berubah" ujar momy helena.


"Cihhh itu momy ku" desis ferdo.

__ADS_1


"Boyyy!" ujar momy Helena kepada ferdo.


"Kakak ipar apa kau sudah siap berakting dengan ku?" Dion yang melepaskan pelukannya.


"Sudah, ayo kita berangkat" ujar Risa.


"Hei tunggu dulu momy ingin bicara" cegah momy Helena.


"Apa mom?" tanya mereka bertiga secara bersamaan.


"Tolong kalian jaga diri! jangan sampai terluka sedikitpun! dan ingat kalian berdua khususnya kau ferdo jaga Risa dengan baik!" momy Helena yang memperingatkan kepada anak-anak nya.


"Momy tenang saja serahkan pada kami berdua, Risa juga agan selalu dalam pengawasan ferdo" ujar Dion.


"Iya mom, momy tenang saja Risa akan menjaga diri Risa" ujar Risa.


"Yasudah kalau begitu berangkat lah, hati-hati dijalan jika ada apa-apa segera hubungi kami" ujar momy Helena yang diangguki oleh mereka bertiga.


"Semoga kebahagiaan selalu bersama kalian nak" ujar momy Helena yang melihat anak-anak nya keluar dari mansion.


Karna di ruang tamu sudah sepi momy helena memilih naik keatas untuk keruang kerja suaminya ia ingin menengok putrinya yang sedang berusaha membobol cctv di setiap jalan yang dilalu kakak dan sahabat nya.


"Mom kakak sudah pergi?" tanya helen.


"Sudah baby, momy ingin pinjam Dady dulu sebentar boleh kan?" tanya momy Helena.


"Honey kau tunggu saja didalam kamar aku akan segera menyusul" ujar Dady Felix yang diangguki oleh momy helena.


"Dady tinggal dulu jika ada masalah segera panggil Dady" pamit Dady Felix dengan Helen.


Sedangkan didalam mobil hanya ada Dion dan Risa, Memang mereka berdua saja yang menuju cafe karna ferdo memantau rencana mereka dari cctv yang berada di markas nya saja.


"Kau tidak usah gugup Kakak ipar" ujar Dion yang melihat Risa merasa gugup.


"Aku hany khawatir saja jika semua ini gagal" ujar Risa.


"Kakak ipa tidak usah berfikir seperti itu karna disini dipastikan jika aku dan ferdo yang akan menang" ujar Dion yang menyombongkan dirinya.


"Semoga saja begitu" ujar Risa.


Drt Drtt Drttt


"Kak apa boleh kau membantu ku untuk mengangkat panggilan dari ferdo?" tanya Dion yang melihat jika ponselnya berdering.


"Berikan saja ponsel mu padamu" ujar Risa.


"Ada apa?" tanya Risa dengan tangan yang menekan tombol loud speaker.


"Kenapa kalian lama sekali didalam mobil! cepat sedikit bisa kan!" ujar ferdo dengan nada keras.

__ADS_1


"Kau itu kenapa sih teriak-teriak terus begitu!" ujar Risa yang merasa kesal.


"Kakak ipar masih tidak tau juga, dia itu cemburu Dengan ku karna kita berdua didalam mobil cukup lama haha" kekeh Dion.


"Cemburu? apa dia punya perasaan dengan ku juga?" batin Risa yang mencerna ucapan Dion.


"Sial sikutu kupret ini pake bilang aku cemburu segala lagi" batin ferdo.


"Aku tidak cemburu ya! kalian itu cepatlah sedikit buang-buang waktu saja!" ujar ferdo sambil mematikan sambungan telefon nya.


"Dasar aneh!" ujar Risa.


"Maklum i saja kakak ipar dia itu orang nya cemburuan makanya suka marah-marah ngga jelas" ujar Dion yang menambah kecepatan lajunya.


"Apa aku boleh tanya sesuatu?" tanya Risa yang melirik sekilas kearah Dion.


"Apa kak? Tanya saja tidak usah sungkan" jawab Dion yang masih fokus kedepan.


"Emm ituu, apa ferdo dulu pernah menjalani hubungan sebelum denganku?" tanya Risa yang ragu.


"Ohh itu, ferdo memang pernah dekat dengan wanita sewaktu SMA dulu namun mereka tidak berpacaran karna ferdo memang tidak mau untuk berpacaran. Aku sebenarnya kaget juga kalau ferdo bisa berpacaran dengan mu karna ferdo itu bukan dengan mudah menyukai seorang wanita" jelas Dion.


"Lalu wanita yang dulu pernah dekat dengan ferdo kemana?" tanya Risa lagi.


"Sudah menikah baru satu tahun lalu" jawab Dion.


"Apa kau pernah dekat dengan laki-laki lain sebelum kenal dengan ferdo?" tanya Dion.


"Belum, ferdo laki-laki pertama yang dekat dengan ku" jawab Risa.


"Beruntung sekali itu orang bisa mendapatkan gadis cantik seperti ini" batin Dion yang iri dengan ferdo.


"Apa kau mencintai ferdo?" tanya Dion lagi.


"Sedikit" jawab Risa yang membuat Dion tertawa.


"Apa ferdo juga mencintai mu?" tanya Dion lagi.


"Entahlah aku tidak tau" ujar Risa sambil menyandarkan kepalanya.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya mereka berdua sampai dicafe yang sudah di tentukan.


"Ayo kak, jangan sampai membuat curiga kita harus berakting sebaik mungkin" ujar Dion yang diangguki oleh Risa.


Sedangkan di markas ferdo sedang memikirkan ucapan Risa saat menjawab pertanyaan dari Dion, yah tanpa disadari Risa bahwa mobil yang dinaiki dirinya dan Dion ada alat penyadap suara yang dipasang ferdo.


"Apa benar jika aku laki-laki pertama yang dekat dengan nya? dan apa dia juga mencintai ku?"


"Tunggu sampai semuanya selesai aku akan mengatakan semua perasaan ku padamu Ris" ujar ferdo.

__ADS_1


__ADS_2