Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia

Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia
Episode 6


__ADS_3

Wanita dan anak-anak yang masih diluar kapal melihat kapalnya meledak merasa merinding karna seandainya saja mereka tak mau keluar entah apa yang terjadi kepada mereka sedangkan Ferdo dan Hans segera menuju mobil untuk kembali kemansion, disusul oleh anak buah ferdo yang segera meninggalkan pelabuhan untuk menuju markas mereka dengan membawa wanita dan anak-anak itu.


-----------------------------------------------------


Didalam mobil ferdo segera mengganti kemejanya yang kotor akibat bersembunyi dibalik dinding kapal. Hans yang mengendarai mobilnya menuju mansion ferdo tersenyum senang karna misinya berhasil dan tidak melukai atasannya itu.


Felix yang selalu memerintahkan Hans untuk melindungi ferdo jika menjalankan misinya walaupun felix tau anaknya tidak akan mudah untuk di lukai musuhnya.


Flashback on


Saat Hans sedang menuju pelabuhan mendapatkan telfon dari Felix, Hans yang sudah tau apa yang ingin dibicarakan segera menepikan mobilnya untuk menerima telfonnya.


"Hallo dad, ada apa?" tanya Hans kepada Felix.


"Ku dengar jam 10 nanti kau dan ferdo akan menggagalkan aksi penyelundupan dipelabuhan?" tanya Felix.


"Iya dad, aku sedang menuju kesana sendiri karna ferdo sedang berkencan dengan calon kekasihnya" ujar Hans yang lupa jika setahu Felix ferdo sudah mempunyai kekasih bukan calon.


"Apa kau bilang calon kekasih sebenarnya dia sudah punya kekasih atau belum?" tanya Felix yang heran akan yang dibicarakan Hans.


"Ahh itu calon kekasih tapi hari ini sudah resmi jadi kekasih begitu dad" elaan Hans agar tak dapat semprotan dari ferdo jika Felix menanyakan hal ini kepada ferdo.


"Ohh begitu, yasudah ingat pesanku jaga ferdo jangan sampai dia terluka jika ferdo dan kau berangkat dengan keadaan utuh pulang juga harus keadaan utuh ingat itu" perintah Felix kepada Hans.


"Baik dad, akan ku jaga ferdo kau tenang saja sudah biasa kami berdua menjalankan misi ini" jawab Hans dengan santainya.


Mendapatkan jawaban Hans yang sudah membuatnya lega, Felix segera mengakhiri panggilannya kepada Hans.


Hans yang didalam mobil hanya dapat berjanji jika ia akan selalu melindungi apapun yang terjadi jika atasannya dalam masalah.


Flashback off


Mereka berdua telah sampai di mansion, ferdo segera keluar untuk menuju kedalam mansionnya melihat atasannya masuk kedalam Hans segera pergi menuju mansionnya sendiri.


Felix dan Helena yang menunggu kepulangan ferdo merasa lega kalau putranya tidak mendapatkan luka di bagian tubuhnya.


"Anak bayi momy sudah pulang, bagaimana misimu?" Tanya momy Helena kepada putra satu-satunya itu.


"Berhasil mom" jawab ferdo sambil mendudukkan bokongnya disofa.


"Boy kapan kau berhenti sebagai ketua mafia jika kamu punya istri momy takut musuhmu akan mengincar istrimu juga" ketakutan momy Helena pasalnya sudah beberapa kali musuh anaknya mengincar keluarganya untung saja ferdo dan Dady Felix sudah menyiapkan pengawasan untuk Masalah itu.

__ADS_1


"Sudahlah mom itu terus yang momy bicarakan padaku, aku keatas dulu" pamit ferdo meninggalkan momy dan Dady nya untuk ke kamarnya.


"Honey sudahlah ferdo pasti bisa menjaga semua keluarganya kau tak usah khawatir akan hal itu" Felix yang menenangkan hati pikiran istrinya ia tahu jika istrinya takut jika terjadi sesuatu pada anaknya dan keluarganya.


"Semoga saja tidak terjadi apa-apa kedepannya dan semoga saja ferdo mendapatkan wanita yang mampu membuat ferdo keluar dari dunia gelapnya" ujar Helena sambil memeluk suaminya yang berada disampingnya.


"Kau tak usah khawatir ferdo pasti akan mendapatkan wanita yang dapat mengubahnya kejalan yang benar" Ujar Felix yang masih berusaha menenangkan hati pikiran istrinya.


tanpa disangka Helen yang sehabis menongkrong dengan keponakannya dan baru tiba di mansion nya disuguhkan dengan pemandangan yang sudah sering ia lihat, bagaimana tidak Dady dan momy nya tak pernah berjauhan walaupun sedetikpun.


"Mom Dad kalian itu seperti anak muda saja" ejek Helen yang melihat momy dan Dady nya berpelukan seperti Teletubbies 😂


"Ahh ini Dady mu main nyosor saja kau kan tau Dady mu tak mau jauh-jauh dari momy mu ini" elak Helena, padahal yang memeluk lebih dulu dirinya tapi ia malah menyalahkan suaminya.


"Dady sudah tua juga main nyosor terus ingat umur dad haha" Ejek Helen yang melihat muka Dady nya seperti merah tomat.


"Siap juga yang main nyosor momy mu itu yang nyosor duluan ke Dady bukan Dady yng nyosor ke momy mu" Ketus Felix yang kesal akan tingkah istrinya yang tak pernah mau disalahkan tapi walaupun begitu Felix sangat menyayangi istrinya.


"Yaya terserah kalian lah mau menyalahkan siapa pusing aku dengernya" ujar Helen yang duduk di sofa samping momy nya.


Helen yang mencari keberadaan kakak nya tapi tidak ada mulai bertanya kepada momy nya.


"Kakakmu sedang dikamar baru saja pulang dari menjalankan misinya di pelabuhan" ujar momy nya sambil bersandar dibahu suaminya yang sedang membaca surat kabar.


"Kenapa kakak tak mau berhenti sih mom dari kerjaan itunya" geram Helen yang benci akan pekerjaan kakaknya yang didunia bawah karna Helen takut jika terjadi sesuatu terhadap kakaknya apalagi kakak nya belum merasakan menikah dan punya anak.


Helen yang membayangkan jika kakaknya pergi tanpa merasakan nikmatnya menikah dan punya anak apa iya kakak nya jadi pocong perjaka 😂


Helen yang masih membayangkan akhirnya disadarkan oleh momy nya yang menyuruhnya untuk istirahat apalagi sudah hampir tengah malam.


"Baby kau cepatlah tidur ini sudah larut malam" perintah Helena kepada Helen.


"Aku mau bergadang mom lagian besok masih hari libur ngapain juga tidur jam segini" tolak Helen yang ingin bergadang.


"kau itu masih muda jangan sampai terlihat tua nanti gara-gara bergadang terus" ketus Felix yang geram karna Helen yang hampir setiap weekend menghabiskan waktunya untuk bergadang entah kenapa hoby anak keduanya begitu aneh.


"Wooo dad jaga bicaramu umurku saja masih 22tahun masih muda dan fresss lihat saja wajahku dad" pamer Helen yang memiliki wajah glowing kepada felix.


"Wajahmu begitu karna Dady memberimu uang untuk merawat jika tidak pasti akan menjadi nenek tua yang kulitnya keriput memiliki kantung mata yang hitam hahaha" ejek Felix yang ingin melihat ekspresi gemas wajah anaknya.


"Ahh mom lihat Dady selalu saja mengejek ku" adu Helen kepada Helena. Sebenarnya Helena merasa pusing jiak meladeni anak dan suaminya itu tapi ia memiliki ide untuk ikut menjahili putrinya agar menghilangkan kebiasaan bergadangnya.

__ADS_1


"Benar yang dikatakan dadymu lihat saja momy yang tidak ikut perawatan sepertimu masih kelihatan muda karna momy jarang bergadang, sebaiknya dadymu tidak lagi memberimu jatah uang untuk perawatan" goda Helena yang melihat wajah anaknya sudah cemberut.


"Iya kau tak usah lagi perawatan" sambung Felix yang semakin ingin menggoda putrinya.


"Dad ayolah jangan begitu tak kasihan apa sama anakmu yang cantik ini" mohon Helen kepada Dady nya.


"Jika tidak mau Dady stop uang untuk perawatan kamu hilangkan kebiasaan bergadangmu" perintah Felix.


"Baiklah" jawab Helen bohong.


karena tak mungkin Helen bisa menghilangkan kebiasaan bergadangnya.


"Bohong dikit gpp lah demi kebaikan lagian aku bergadang juga dikamar momy dan Dady mana tau kalau aku bergadang hehe" batin Helen sambil senyum-senyum sendiri.


melihat tingkah anaknya yang senyum-senyum sendiri membuat Helena dan Felix saling menatap entah apa yang akan direncanakan putrinya itu lagi yang pasti mereka tau jika Helen tak mungkin bisa berhenti dari kebiasaannya itu.


Setelah selesai berbincang Helen, Helena dan Felix naik keatas untuk beristirahat karena sudah sangat mengantuk.


Ditempat lain Risa yang bangun dari tidurnya karna mimpi buruknya hanya menangis tanpa suara karna mimpi itu muncul lagi setelah lama tidak ia mimpikan.


Bermimpi tentang kejadian 10tahun yang lalu dimana kedua orang tuanya harus pergi meninggalkannya selamanya menyisakan kesedihan yang amat dalam.


Bagaimana tidak diumur Risa yang memasuki masa pubertas harus kehilangan orang yang paling ia sayang untuk selama-lamanya entah dosa apa yang ia miliki hingga harus mendapatkan beban ujian yang sungguh berat baginya.


"hiks hiks hiks mom dad hiks kee hiks Napa mimpi ini muncul lagi hiks hiks" ujar Risa dengan nada rendah yang masih mencoba menahan suara tangisannya agar tak didengar oleh neneknya.


"Ri... risaaa rindu momy dan Dady hiks hiks kenapa momy dan Dady hari pergi secepat ini, kenapa mom dad" Batin Risa yang merasakan sesak di dadanya karena kerinduan yang amat dalam kepada orang tuanya.


Tanpa sadar Risa yang menangis terlalu lama hingga terlelap tidur kembali. Tanpa Risa Sadari neneknya sedari tadi mendengar apa yang di ucapkan oleh Risa.


Mendengar semua ucapan Risa membuat hati neneknya ikut sakit saat melihat cucunya harus berusaha tegar dan tetap kuat melawan cobaan yang sudah menimpanya.


Jika waktu dapat diulang mungkin ia tak akan menyuruh kedua anaknya pergi ke tempatnya jika berakhir tragis begini. Tapi semuanya sudah terlambat nasi sudah menjadi bubur sekarang hanya tinggal penyesalan yang ada tak mungkin ia bisa membangkitkan lagi nyawa anak dan menantunya itu.


Setelah melihat Risa yang tertidur pulas ayu segera masuk kedalam kamar Risa untuk melihat keadaannya.


"Maafkan nenek nak semua gara-gara nenek, maafkan nenek" penyesalan ayu yang hanya bisa ditangisi namun ia mencoba untuk tegar dan menyembunyikan kebenaran tentang kepergian orang tuanya.


Entah apa yang terjadi jika cucu satu-satunya mengetahui apa yang ia perbuat di masa lalu, apa cucunya bisa memaafkannya atau malah meninggalkannya sendiri disini, tapi yang pasti ayu tetap berusaha menyembunyikan semua fakta yang telah terjadi di masa lalu agar cucunya tetap bersamanya.


Ayu yang sudah merasa tenang karna melihat Risa kembali terlelap dari tidur nya segera keluar dari kamarnya untuk kembali kedalam kamarnya sendiri untuk melanjutkan tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2