
Setelah hari sudah menjelang malam ferdo dan Risa segera makan malam berdua karna bi Ina sedang menyuapi nenek ayu makan. selesai makan malam ferdo segera berpamitan kepada Risa untuk pulang. Melihat kepergian mobil yang dikendarai ferdo sudah tidak terlihat Risa segera masuk kedalam untuk menemui neneknya dan segera beristirahat...
--------------------------------------------------
Dimansion ferdo yang baru sampai langsung di beri sambutan momy nya dengan menarik telinga ferdo masuk.
"Ahhh mom lepaskan" ujar ferdo yang merasa sakit karna telinganya yang di tarik oleh momy nya.
"Rasakan itu rasakan!!! apa kau tidak menganggap momy lagi sampai-sampai kau tidak mau bicara tentang rencana lamaranmu!!!" bentak momy helena.
"Mom dengarkan penjelasan ku dulu" ujar ferdo yang masih berusaha melepaskan tangan momy nya dari telinganya.
"Cepat jelaskan!" ujar momy helena dengan tangan yang melepas tarikan telinga ferdo.
"Sebenarnya ini semua permintaan nenek Risa mom jadi ferdo segera memenuhi nya kemarin sebenarnya ferdo ingin bicara kepada momy tapi karna momy yang sibuk dengan Risa jadi ferdo tak jadi memberi tau momy" jelas ferdo.
"Permintaan neneknya? oh jadi kau tak menginginkan pernikahan mu!" bentak momy helena dengan mata yang melotot tajam kearah ferdo.
"Buuu... bukan begitu mom. Ferdo juga senang jika akhirnya Risa sebentar lagi menjadi istri ferdo" jawab ferdo.
"Ingat ucapan momy! Lakukan semua itu dengan ikhlas dan tulus dari hati jangan hanya untuk menuruti permintaan seseorang karna kamu dapat membuat kecewa seseorang jika seseorang itu tau akan perbuatan mu!!!" ujar momy Helena dengan penuh penekanan.
"Iya mom ferdo tau, sudahlah mom jangan marah-marah begitu momy pasti juga senang kan jika ferdo akhir nya akan menikah" ujar ferdo.
"Momy memang sangat senang sekali tapi momy juga kesal denganmu" ujar momy Helena.
"Sudahlah mom sekarang tolong beritahu Helen tentang rencana pernikahan ku dia kan belum tau apa yang terjadi disini" ujar ferdo.
"Ahh iya momy sampai lupa kepadanya" tangan Helena segera mengambil ponselnya untuk melakukan panggilan dengan putrinya.
Drt Drtt Drttt...
"Halo mom ada apa?" tanya Helen dari sebrang sana.
"Baby kau sebentar lagi akan mendapatkan kakak ipar" ujar momy Helena dengan semangat 45 nya.
"Whattt? kakak ipar mom?" tanya Helen.
"Iya kakakmu akan segera menikah dengan kekasih nya dua bulan lagi setelah kekasihnya selesai kuliah nya" ujar momy Helena.
__ADS_1
"Ahh aku jadi tidak sabar melihat kakak berada diatas pelaminan mom" ujar Helen yang juga merasa senang karna akhirnya kakaknya menikah juga dan menikahnya dengan sahabatnya sendiri.
"Makanya kau pulang saja kesini kita bisa mencari kan gaun pengantin untuk kakak iparmu nanti" pinta Helena.
"Lusa aku akan kembali mom, Helen juga ingin bicara kepada momy" ujar Helen.
"Bicara apa? apa terjadi sesuatu pada mu? apa kau terluka?" tanya momy Helena.
"Tidak mom aku tidak apa-apa hanya saja ada sesuatu yang ingin Helen bicarakan dengan Momy" ujar Helen.
"Yasudah cepatlah pulang agar bisa bicara langsung dengan Momy" printah momy helena.
"Baik mom, aku tutup telfon nya dulu ya mom Helen ingin menyelesaikan tugas kuliah dulu" pamit Helen.
"Okey baby" ujar momy Helena.
Sekarang sudah saatnya Helen bicara kepada momy nya jika calon kakak ipar nya sebenarnya adalah sahabat nya sendiri.
******
Tak terasa beberapa hari sudah berlalu. Helen yang sudah kembali ke mansionnya segera menghampiri momy nya untuk membicarakan sesuatu yang ingin dibicarakan dengan Momy nya itu.
"Baby kau sudah sampai" ujar helena yang mendekati putrinya.
"Bagaimana keadaan momy dan Dady?" tanya Helen.
"Momy dan Dady baik-baik saja bagaimana dengan kedaanmu?" tanya balik momy Helena kepada Helen.
"Aku baik-baik saja mom jangan khawatir kan aku" jawab Helen.
"Kau sebenarnya ingin bicara apa kepada momy?" tanya momy Helena.
"Nanti saja mom aku ingin ke kamar dulu untuk istirahat" ujar Helen yang ingin tidur sebentar karna ia sangat mengantuk karna semalam ia bergadang sampai pagi.
"Istirahatlah momy juga mau menemui Dady mu" ujar momy Helena. Mereka berdua pergi untuk menuju ke kamar mereka.
Didalam kamar Helen segera merebahkan badannya dan memeluk guling kesayangan nya yang ia tinggal karna ia harus tinggal di apartemen.
Sedangkan Risa yang akhirnya berhenti dari kerjanya sekarang sedang pergi dengan ferdo untuk mencari cicin nikah.
__ADS_1
"Apa nenek sudah mulai membaik?" tanya ferdo yang memecah kan keheningan didalam mobil nya.
"Semakin hari kondisi nya semakin buruk" jawab Risa dengan nada rendah.
"Apa perlu aku bawa nenek berobat negara tetangga agar mendapatkan peralatan yang lengkap?" tanya ferdo.
"Tidak usah nenek pasti tidak akan mau" jawab Risa.
"Lalu bagaimana? apa kita percepatan saja acara pernikahan kita agar nenek bisa menyaksikan kamu menikah?" tanya ferdo lagi kepada Risa.
"Jangan tapi aku sebenarnya juga takut jika nenek tidak bisa melihat ku menikah tapi aku juga ingin menyelesaikan kuliah ku dulu" jawab Risa yang bingung harus mengambil keputusan seperti apa.
"Renungkan dulu jangan terlalu egois pikiran juga keadaan nenekmu" ujar ferdo yang masih fokus mengemudikan mobilnya untuk menuju toko perhiasan.
"Nanti coba aku fikirkan lebih dulu" ujar Risa.
Sampainya di toko perhiasan mereka berdua segera memilih cincin nikah.
"Keluarkan semua cincin dengan harga yang paling mahal" perintah ferdo.
"kenapa memilih yang mahal jika yang murah saja sudah bagus" ujar Risa.
"Apa kau tak mau memakai cincin nikah yang harganya mahal?" tanya ferdo.
"Berapa pun harga cincin nya tetap saja kan fungsinya untuk apa. cincin nikah walaupun harga nya murah dan mahal tidak akan membuat kita batal menikah jadi cari saja cincin yang kita inginkan sesuai keinginan kita" jelas Risa.
"Ternyata selain kau baik dan mandiri kau tak pernah menginginkan harta walaupun hartaku tak akan habis untuk membelikan mu cincin dengan harga berapa pun" batin ferdo yang merasa beruntung bisa mendapatkan wanita seperti Risa yang tak seperti wanita-wanita diluaran sana yang mengincarnya karna ingin menguras kekayaan nya.
Disisi lain ada seseorang yang mengepalkan tangannya karna mendengar pembicaraan Risa dan ayu yang sedang mencari cicin nikah.
Orang itu adalah Meisya anak dari tuan Hendra yang ingin mencoba mendekati ferdo.
"Ferdo Alexander kau hanya milikku dan harus tetap jadi milikku!!!" batin Meisya dengan melirik sekilas kearah ferdo dan Risa.
Selesai memilih cincin nikah ferdo dan Risa segera keluar dari toko perhiasan tersebut untuk kembali pulang di rumah Risa. Tanpa disadari jika sebuah mobil mengikuti nya dari belakang, mobil itu adalah mobil milik Meisya yang ingin tahu siapa perempuan yang akan dinikahi oleh ferdo itu.
"Aku akan membuat mu hancur Dengan begitu aku bisa memilih Ferdo seutuhnya" ujar Meisya kepada dirinya sendiri.
Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komennya terimakasih 🙏
__ADS_1