Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia

Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia
Episode 8


__ADS_3

Selang beberapa menit kemudian Helen muncul dari pintu masuk Risa yang melihatnya segera menghampiri dan mengajaknya duduk.


"Maaf mengganggu mu di waktu weekend seperti ini" ujar Risa yang merasa tidak enak dengan Helen.


"Ahh tidakpapa kebetulan aku juga ingin keluar rumah" elak Helen pasalnya dia juga ingin bertemu sahabat untuk menanyakan apakah dia kekasih kakaknya atau bukan.


--------------------------------------------------


"Hmm Len maaf jika aku merepotkan mu sebenarnya aku ingin bertemu denganmu karna ingin meminjam uang" ujar Risa dengan wajah yang melas karna berharap Helen mau meminjamkan nya.


"Pinjam uang? untuk apa ris? apa kamu ada masalah?" tanya Helen yang bingung karna sahabatnya Risa tak pernah mau meminjam uang jika tidak dalam keadaan terdesak.


"umm itu sebenarnya aku harus mengganti uang seseorang" ucap Risa pelan.


"Seseorang? siapa? kamu itu yang jelas dong bikin aku penasaran saja!" ketus Helen.


"Aku harus mengganti uang Ferdo...."


"Alexander?" ujar Helen yang memotong pembicaraan Risa.


"Hah iya kamu mengenalnya?" tanya Risa.


"Ah tidak aku tidak mengenalnya" bohong Helen "Memang kenapa sampai kamu harus mengganti uangnya terus kapan kamu harus mengganti uangnya?" tanya Helen untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.


"Ceritanya panjang intinya jika besok aku tidak bisa mengganti uangnya aku harus mau dijadikan kekasih olehnya" ujar Risa yang tak bersemangat.


"Ohh ternyata benar Risa yang di sukai oleh kakak adalah sahabat ku. Memang ya kakak tak pernah salah dalam memilih pasangan, hmm sepertinya aku harus membantu kakak agar Risa bisa menjadi Kakak ipar ku" batin Helen.


Melihat sahabatnya melamun Risa menyadarkan lamunannya.


"Len hei, bagaimana kamu bisa meminjamkan uang atau tidak?" Risa yang memastikan Helen dapat meminjam kan uangnya atau tidak.

__ADS_1


"Aduh maaf ris aku belum dikasih uang oleh Dady ku jadi aku tidak bisa membantumu" bohong Helen yang ingin membantu kakaknya mendapatkan sahabatnya, ya walaupun dengan cara licik seperti ini.


"Yasudah tidakpapa sepertinya memang sudah takdir ku haru mau menjadi kekasihnya" Risa yang menghela nafas panjang karna merasa kecewa sebab Helen tak bisa meminjamkan uang kepadanya.


"Ehh iya kamu mau pesen apa sampai lupa aku" ujar Risa untuk mengalihkan pembicaraan nya.


"Aku pesan orange juice sama French fries aja" ujarnya kepada Risa.


"Oke, tunggu sebentar ya nanti ku antara pesanan mu" ujar Risa yang meninggalkan Helen dimeja cafe nya.


Melihat kepergian Risa, Helen bernafas lega karna akhirnya Risa memilih keputusan untuk menjadi kekasih kakaknya walaupun ia tak tega dengan sahabatnya yang harus mengorbankan perasaan untuk menuruti perintah kakaknya.


Risa yang tak tau jika ferdo adalah kakak dari sahabat nya karna Risa yang setiap saat diajak Helen untuk bertemu keluarga Helen tapi Risa tak pernah mau karna tidak ada waktu, Risa yang harus bekerja sambil kuliah harus membagi waktu agar tidak terlalu lelah.


Sedangkan Risa harus berfikir bagaimana caranya agar tidak menjadi kekasih ferdo besok dan seterusnya. Ia harus meminta masa tenggang waktu agar bisa mengumpulkan uang nya atau sampai ia mendapatkan kan pinjaman.


Tapi ia kembali berfikir jika ferdo tidak mau memberikan kelonggaran lagi ia pun semakin pusing dibuatnya.


Risa kembali kemeja Helen untuk mengantar pesanan yang dipesan oleh Helen.


"Ini silahkan dinikmati, maaf Len aku tidak bisa menemani mu aku harus lanjut bekerja" Ucap maaf Risa kepada Helen.


"Iya gpp, aku tidak bisa lama-lama disini karna harus segera pulang" elak Helen yang sebenarnya ingin merancang rencana agar Risa dan kakaknya segera menjadi kekasih dan kalau bisa menjadi suami istri.


Di dalam mobil Helen yang memikirkan kenapa bisa sahabatnya memiliki masalah dengan kakaknya dan malah di paksa oleh kakaknya harus menjadi Kekasih nya sungguh membuat nya pusing.


"Lebih baik aku diam saja biar semuanya berjalan sesuai rencana kakak" batin Helen.


Helen hanya berharap sahabat nya dapat menerima kakaknya sebagai kekasih walaupun dengan keterpaksaan tapi seiring berjalannya waktu pasti sahabat nya dapat membuka hati kepada kakaknya.


sedangkan Risa yang di cafe hanya bisa pasrah jika besok ia harus menerima resiko jika ia tak bisa mengembalikan uang yang di gunakan ferdo kepada nya.

__ADS_1


"Benar apa yang dikatakan Siska. seharusnya kemarin aku minta maaf kepadanya walaupun dia yang salah" batin Risa yang menyesal akan ucapannya kemarin yang menyalahkan ferdo.


Fikir Risa mungkin ferdo merasa marah maka dari itu ferdo merencanakan sesuatu untuk membalas perbuatan Risa.


*****


Ferdo yang sekarang berada di markas melihat hewan peliharaannya yang sudah lama tak ia kunjungi. Menghampiri kandang singa yang pertama ia kunjungi karna sudah lama ia tak berinteraksi dengan Jimi singa kesayangan nya itu.


"Keluarkan Jimi" titah ferdo kepada anak buahnya yang menjaga kandang singa itu.


Setelah mendapatkan perintah dari atasannya ia segera membuka kandang singa dan mengeluarkan singa kesayangan atasannya itu. Ferdo yang melihat Jimi keluar dari kandangnya segera menghampiri nya dan mengelus bulu Jimi.


"Kau semakin besar saja sudah lama aku tak mengunjungi mu" ujar ferdo kepada Jimi. Jimi yang merasakan rindu kepada ferdo hanya mengenduskan kepalanya kedalam dada ferdo.


Setelah dirasa puas bermain dengan Jimi akhirnya Jimi dimasukkan kembali kedalam kandangnya dan mulai diberi makan oleh ferdo. Saat dirasa keranjang yang berisi daging sudah kosong ia segera pindah ke tempat dimana ia memelihara buaya nya.


Markas ferdo bukan hanya tempat untuk melakukan pertemuan dengan anak buahnya tetapi ia juga menjadi tempat untuk latihan para anggotanya dan memelihara banyak hewan yang digunakan untuk membuang mayat-mayat para penghianat dan musuhnya.


Setelah puas bermain dengan para hewan peliharaannya ia kembali kedalam ruangannya untuk memantau semua yang dilakukan oleh anggotanya saat ia tak berada di markas besar tersebut.


Ferdo yang masih setia ditemani oleh Hans hanya menatap layar komputer yang sudah dihubungkan dengan cctv semua ruang yang berada di dalam markas.


Tapi tanpa disengaja ia melihat seseorang yang asing menghampiri salah satu anggotanya yang sedang melakukan latihan diatas ring.


"Hans apa kau merekrut anggota baru?" tanya ferdo kepada asistennya, karna ia hapal benar berapa jumlah anggotanya dan bagaimana bentuknya.


"Tidak master semua masih sama seperti setahun yang lalu tidak ada tambahan ataupun pengurangan anggota" jawab Hans yang masih setia dibelakang atasannya.


"Sepertinya ada yang ingin bermain-main dengan ku, kau awasi pria itu" sambil menunjuk salah satu laki-laki yang berada diatas ring "Seperti dia bukan anggota dari kita" ucap ferdo.


"Baik master, akan saya pantau dan mencari informasi yang berhubungan dengannya" ucap Hans sambil mengikuti ferdo yang keluar dari ruangannya untuk kembali kemansion nya.

__ADS_1


"Siapa lagi yang ingin mengusik ketenangan master" batin Hans.


__ADS_2