
"Hei Hans sangat pintar jika bermain diatas ranjangnya jika kamu mau merasakannya coba saja ntar juga merengek minta udahan" bela ferdo yang tak suka adiknya memandang rendah Hans.
"Dari mana kau tau jika Hans jago saat diatas ranjang boy?" tanya Dady Felix yang heran kenapa putranya bisa tau untuk urusan ranjang.
--------------------------------------------------
"Hanya mengira saja dad" jawab ferdo karna ia sendiri juga tak tau sehebat apa asistennya saat diatas ranjang.
"Sudahlah cepat makan kalian itu jika sudah membahas masalah ranjang cepat sekali konek nya" gerut momy Helena pada suami dan anaknya.
Apalagi saat suaminya memintanya melakukan kewajiban nya seorang istri bisa ko dibuatnya karna Felix yang tak kenal lelah saat melakukan hal itu.
"ahh jadi rindu suara merdu istriku" batin Felix yang menatap mesum kepada Helena.
Mengetahui tatapan mesum suaminya Helena hanya bisa menghela nafas karna dipastikan nanti malam ia akan dibuat lelah oleh kemauan suaminya itu.
"Dad kenapa kau terus menatap momy seperti itu?" tanya Helen yang merasa aneh dengan sikap Dady nya yang berubah.
"Dady ingin membuatkan adik untukmu" ucap Felix asal yang membuat Helena, Helen dan ferdo tersentak.
uhukk uhukkk
"Apa dad? adik? No dad!!! aku tak mau!!!" bentak ferdo yang kesal akan Ucapan Dady nya.
"Dad janganlah buat adik baru biarkan kak ferdo yang membuatkan cucu untukmu dan keponakan untukku" ujar Helen yang membuat Ferdo melotot kan matanya kepada Helen.
"Benar yang dikatakan adikmu boy cepatlah menikah momy juga ingin meminang cucu, jangan sampai jika Dady mu berbuat nekat hingga membuatkan adik baru untukmu" goda momy Helena. sebenarnya ia tak mungkin hamil karna ia sudah tidak haid lagi atau sudah dimasa Menopause.
"Hah menikah lagi yang dibahas sudahlah aku mau makan jangan buat mood ku berantakan gara-gara kalian meminta yang tidak-tidak kepada ku" ucap ferdo.
Mereka pun segera melahap makanan yang sudah disiapkan dimeja makan sedari tadi namun tak kunjung dimakan oleh para tuan rumah karna sibuk dengan obrolan yang kurang enak didengar di telinga ferdo😂
Semua yang sudah selesai makan malam segera beranjak untuk pergi ke kamar nya Masing-masing karna besok Helen yang sudah kembali ke apartemen nya untuk kuliah dan ferdo yang baru berangkat ke kantor.
Memikirkan ucapan momy nya yang sudah meminta cucu padanya membuat ferdo berfikir jika sebaiknya tidak udah berpacaran tetapi langsung menikah saja. Ingin rasanya ferdo mempercepat waktunya agar bisa segera bertemu dengan wanita itu untuk mengubah kesepakatan ulang.
Keesokan harinya Risa sudah bersiap untuk berangkat menuju kampusnya ia segera sarapan dengan neneknya yang selalu menemani nya selama ini.
__ADS_1
"Pagi Nek" ucap Risa.
"Pagi cucu nenek yang paling cantik" ucap ayu.
"Cucu nenek kan cuma Risa pasti Risa lah yang paling cantik" ucap Risa yang menyombongkan dirinya sendiri.
Mereka berdua pun segera melahap makanan yang sudah disiapkan oleh ayu, dengan menu seadanya Risa menikmati setiap masakan yang dibuat oleh neneknya.
Risa yang sudah diperjalanan menuju kampusnya hanya menatap jalanan dari jendela bus yang ia tumpangi tanpa sengaja ia melihat ferdo yang berada didalam mobil dengan kaca mobil yang terbuka sedikit.
"Huh hampir saja aku lupa dengan orang itu kenapa malah muncul disamping ku" gerut Risa.
Ferdo yang merasa diawasi oleh seseorang segera mencari sumber nya benar saja jika ia melihat Risa yang didalam bisa tepat disampingnya. Ferdo hanya tersenyum sinis karna ia tak sabar ingin mengatakan persyaratan yang sudah ia rubah sepihak.
Bus yang ditumpangi Risa pun kembali melaju kearah kampus Risa berada. Didalam bus Risa berusaha untuk melupakan wajah ferdo yang terus terbenam di kepalanya.
"Ini kenapa wajahnya si laki-laki dingin teringat terusss" ujar Risa yang menepuk-nepuk jidatnya dengan jari-jarinya. Orang yang berada disamping Risa hanya melirik Risa karna merasa aneh dengan sikap Risa yang bicara sendiri sambil menepuk jidatnya.
Setelah sampai di kampus Risa segera masuk kedalam kelas untuk menemui sahabat baiknya. Risa mendapat ide untuk menjahili Helen yang sedang memainkan ponselnya sambil mendengarkan musik dengan earphone nya.
Helen yang memutar tubuhnya untuk melihat apa yang ada di belakangnya disusul oleh Risa yang sudah berpose sejelek mungkin agar dapat mengagetkan Helen.
Setannnn......
Teriak Helen disat melihat wajah jelek Risa yang tiba-tiba muncul dari bawah.
"Dasar sahabat sendiri kai bilang setan" ucap Risa.
"Abis kau itu ngagetin aku untung aja ga jantungan coba kalau jantungan udah kejang-kejang kali aku disini" ucap Helen sambil mengelus dadanya.
"hehehe maaf" ucap Risa dengan tangan yang menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Risa yang duduk disamping Helen hanya diam Hingga dosen yang mengajar nya tiba didalam kelas nya.
Setelah mata kuliahnya selesai Risa dan Helen segera kekantin untuk mengisi perutnya yang sudah berdemo didalam sana.
"Tumben kau tak berangkat kerja ris?" tanya Helen.
__ADS_1
"Aku ambil libur karna ada keperluan nanti jam 1siang" jawab Risa.
"Ohh aku kira kau sudah tak bekerja lagi" ucap Helen.
"Aku masih butuh pekerjaan itu mana mungkin aku keluar" ucap Risa sambil menatap sekeliling kantin kampusnya.
"Hehehe siapa tau kamu memang keluar dari pekerjaan mu" ucap helen dengan memainkan ponselnya.
"Nanti siang mau tidak kau temani aku bertemu dengan seseorang?" tanya Risa pada Helen.
"Hmm sepertinya dia akan bertemu dengan kakak, sebaiknya aku jangan ikut biar kakak menjadi kan Risa kekasihnya dulu" tebak Helen di dalam batin nya.
"Maaf Ris aku sudah ada janji dengan Momy dan Dady ku" bohong Helen yang berusaha untuk tidak ikut oleh Risa.
"Yasudah tidakpapa sepertinya memang aku harus menemui seseorang itu sendiri" ucap Risa dengan menghela nafas panjang.
Setelah mereka berdua menghabiskan waktu makan siangnya di kantin kampus pun segera pergi meninggalkan kampus, Risa yang harus menemu ferdo yang sudah berjanji untuk bertemu di cafe xxx.
Tanpa disangka Helen mengikuti Risa dari belakang untuk memastikan dan mencari tahu apa yang terjadi saat kakaknya bertemu dengan sahabatnya ini.
Sedangkan ferdo yang sudah menunggu Risa didalam cafe hanya memainkan ponselnya dengan ditunggu oleh Hans di sampingnya.
Risa yang baru saja turun dari bus segera masuk untuk menemui ferdo jika ia tak segera menemui laki-laki itu bisa di makan mentahan Karna membuat nya menunggu lama.
Berjalan menuju meja yang sudah diisi oleh ferdo asistennya Risa mencoba menenangkan hatinya, Hans yang mengetahui Risa berjalan menuju arahnya segera bangkit dan meninggalkan ferdo karna tak mau mengganggu urusan mereka.
"Maaf membuat anda menunggu tuan" ucap Risa yang mendudukan bokongnya di kursi cafe.
"Hmm pesanlah makanan terlebih dulu" ucap ferdo yang melihat Risa sejenak.
Setelah pesanan yang dipesan Risa datang ia segera meminumnya karna merasa tenggorokannya kering.
"Bagaimana uangnya apa kau dapat menggantinya sekarang?" tanya ferdo terus terang.
"Maaf tuan saya belum mempunyai uang segitu" jawab Risa yang menundukkan kepalanya.
"Jadi kamu siap jika harus menjadi kekasih saya?" tanya ferdo...
__ADS_1