
Risa yang mendapat kan kelembutan dan kasih sayang dari momy Helena segera mengeratkan pelukannya dan berusaha tersenyum. Sedangkan Dion yang melihat Risa sedih ia merasa bersalah.
"Maaf kan aku Kakak ipar membuatmu sedih" maaf Dion kepada Risa.
"Tidak usah minta maaf kau tak salah" ujar Risa yang tersenyum kearah Dion.
--------------------------------------------------
Entah kenapa ferdo merasa kesal saat melihat Risa tersenyum kepada Dion. Ingin rasanya Ferdo membungkam mulut Risa anggar tak tersenyum kepada Dion.
"Kamu menginap disini saja ya!" perintah momy Helena.
"Tapi mom nenek dirumah pasti mencariku jika pagi-pagi tidak ada di rumah" ujar Risa.
"Ferdo bilang nenekmu sudah dijaga baby sister? biarkan saja besok pagi kamu bisa pulang sekalian momy mau menjenguk nenekmu" ujar Helena yang berharap Risa mau menginap di tempatnya.
"Tapi bi Ina pasti sedang menunggu ku pulang" ujar Risa.
"Urusan bi Ina biar aku yang mengabari nya" sambung ferdo.
"Sudah kamu menginap saja ya momy antara kan kedalam kamar tamu" Helena yang mengantar Risa menuju kamar. Didalam kamar Risa dibuat kagum dengan luasnya kamar tersebut.
"Didalam almari itu ada beberapa pakaian perempuan yang cocok untuk mu. besok pagi pakailah pakaian itu tidak mungkin kan jik kamu tidak mengganti pakaian mu" ujar momy Helena.
"Baik mom" ujar Risa sambil menganggukkan kepalanya.
"Yasudah segera lah istirahat! momy tinggal dulu" ujar momy Helena.
Risa yang melihat momy Helena keluar dari kamar segera ia merebahkan badannya diatas ranjang dengan merenungkan nasibnya yang tak seberuntung ferdo. Memiliki keluarga yang utuh menjadi impian Risa sejak dulu namun dengan dirinya dibawa ferdo untuk menemui keluarga Ferdo membuat Risa merasakan kehangatan yang diberikan oleh momy helena kepada nya.
"Semua keluarga Ferdo sangat baik dan ramah tapi kenapa dia bisa seperti es batu begitu" ujar Risa yang bertanya kepada dirinya sendiri.
"Siapa yang kau maksud es batu?" suara seorang pria yang baru saja masuk didalam kamar Risa.
"Kaa... kauu mau apa kau kesini?" tanya Risa yang kaget karna kedatangan ferdo yang tiba-tiba masuk didalam kamar nya tanpa mengetuk pintu.
"Ini rumah ku jadi aku bebas keluar masuk disini" ujar ferdo yang melangkah mendekati Risa yang sudah duduknya di tepi ranjang.
__ADS_1
"Kaa... kau berhenti jangan mendekati ku!!!" bentak Risa yang takut jika ferdo berbuat macam-macam kepada nya.
"Kau itu kenapa aku hanya ingin duduk disini" ujar ferdo yang mendudukan bokongnya di sisi ranjang.
"Besok kau tidak usah masuk kerja dulu aku sudah menghubungi manajer mu" ujar ferdo.
"Tapi..."
"Aku tidak menerima penolakan" ujar ferdo yang memotong ucapan Risa.
"Satu lagi besok jika aku mengatakan sesuatu saat dirumahmu kau hanya cukup menjawab iyaaa tidak usah banyak tanya! paham?" ujar ferdo lagi.
"iya paham" ujar Risa dengan nada sedikit rendah. Setelah mendengar jawaban dari Risa, ferdo segera beranjak keluar dari kamar Risa.
"Kenapa selalu saja mengambil keputusan tanpa membicarakan nya kepada ku dulu" batin Risa yang kesal karna sikap Ferdo yang semaunya sendiri.
Kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan mulai memejamkan matanya untuk segera masuk kealam mimpi tak butuh waktu lama Risa terlelap dalam tidurnya.
Disebelah kamar Risa adalah kamar ferdo, didalam ferdo yang masih mengobrol dengan Dion karena mereka memang sering menghabiskan waktu malamnya untuk membahas bisnis nya.
"Bagaimana dengan rencana kita merancang senjata baru?" tanya Dion kepada ferdo.
"Apa didalam mobil nya tidak ada jejak tentang siapa dalang dari semua ini?" tanya Dion.
"Mobil yang digunakan mereka mobil yang baru saja mereka beli namun bukan dari negara ini sedangkan anak buahku sedang mendalami kasus ini" ujar ferdo.
"Ternyata kali ini musuh mu sangat licik, hati-hatilah jangan sampai kau kecolongan dan jangan lupa kau juga harus menjaga Risa walaupun dia hanya kekasih mu namun musuh kita tak peduli akan hal itu" tegas Dion yang mewaspadai sahabatnya.
"Kau tenang saja sudah ada pengawal yang aku perintahkan untuk memantau Risa dari kejauhan" ujar ferdo.
"Sebenarnya aku ingin menanyakan sesuatu pada mu" ujar Dion.
"Apa?" ujar ferdo dengan menatap ke arah Dion.
"Dari mana kau kenal Risa? dan bagaimana bisa kau menjadi Risa sebagai kekasihmu?" tanya Dion.
"Aku bertemu dengan nya saat dia sedang bekerja di cafe untuk masalah dia menjadi kekasihku ya karna aku tertarik padanya" jawab ferdo.
__ADS_1
"Jika kau hanya main-main saja lebih baik lepaskan dia dari ikatanmu biarkan dia mencari kebahagiaan nya sendiri" ujar Dion.
"Aku tidak akan pernah melepasnya karna dia sudah menjadi milikku makan akan selalu bersamaku hingga akhir hidupku!!!" ujar ferdo dengan penuh penekanan.
"Jika kau ingin dia menjadi milikmu selamanya nikahi saja dia jangan hanya dijadikan kekasih".ujar Dion.
"Kau tunggu saja cepat atau lambat dia akan aku nikah" ujar ferdo.
Mereka berdua yang akhirnya menghentikan pembicaraan dan Dion meninggal kan kamar ferdo untuk menuju kamarnya untuk segera beristirahat.
Sedangkan ferdo memiliki rencana untuk esok hari segera menghubungi asistennya yang ditugaskan untuk melakukan sesuatu.
"Bagaimana apa semuanya sudah kau siapkan?" tanya ferdo yang melakukan panggilan telepon kepada Hans.
"Sudah master semuanya sudah saya siapkan" ujar Hans. Ferdo yang mendapat jawaban dari Hans merasa puas dengan pekerjaan Hans.
Setelah melakukan panggilan ferdo segera mengistirahatkan tubuhnya karna sudah merasa mengantuk.
******
Pagi hari dikediaman Alexander di hebohkan dengan permintaan ferdo yang menyuruh semua anggota keluarga nya memakai pakaian Sera yang sudah di pesankan oleh asisten Hans.
Sedangkan Risa bingung karna ia didatangi seorang MUA didalam kamarnya yang ditugaskan untuk merias wajah nya. Dirinya tidak bisa menolaknya karna itu semua suruhan ferdo. Entah apa yang sedang direncanakan oleh ferdo nanti yang pasti ia hanya bisa pasrah karna untuk melawan atau membantah nya akan membuat nya sengsara sendiri.
Beberapa saat kemudian Risa yang turun dari anak tangga membuat seluruh anggota keluarga Ferdo melongo karna wajah Risa yang di poles dengan make up membuat semua orang yang melihat nya akan terpanah terhadap nya.
Seorang pria menatap Risa dengan tatapan kagum dan tertarik pria itu tak lain adalah ferdo. Mendapatkan tatapan yang membuat Risa sedikit malu karna baru kali ini ia di rias wajah nya seperti ini.
"Ohh my good kau cantik sekali sayanggg" ujar momy helena yang menghampiri Risa.
"Momy juga terlihat cantik" ujar Risa.
"Sudah mom bicaranya kita harus segera menunju rumah Risa neneknya pasti sudah menunggu" ujar ferdo yang berjalan duluan keluar mansion.
"Heii boyy kau sedang merencanakan apa?" tanya Dady Felix yang menyusul putranya.
"Nanti juga Dady tau disana" ujar ferdo yang sudah masuk kedalam mobilnya dengan Dedy Felix dan Dion. Sedangkan Helen, Risa berada di mobil belakangnya.
__ADS_1
Didalam mobil ferdo membuat Dady nya dan sahabat nya terkejut bukan main karna permintaan ferdo....
Tinggalkan jejak like dan komennya terimakasih 🙏