Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia

Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia
Episode 48


__ADS_3

"Permainan selesai" batin Dion yang akan melihat detik-detik terakhir Hendra menyusul Naufal.


Dalam hitungan menit tubuh Hendra sudah dibawah dan di rebutkan oleh buaya-buaya itu dengan kepala Hendra yang lebih dulu diterkam.


--------------------------------------------------


Ferdo dan Dion segera keluar dari markas dan menemui Hans untuk melakukan pemakaman untuk Meisya.


Mereka berdua segera menuju alamat makam yang sudah di kirimkan oleh Hans, Disana banyak anak buah ferdo yang ikut untuk mengamankan tempat.


"Apa semuanya sudah disiapkan?" tanya ferdo kepada Hans yang berdiri tak jauh dari nya.


"Sudah master" jawab Hans.


Prosesi pemakaman berjalan dengan tenang dan lancar, tidak ada satu awak media yang mengetahui nya karna Hans sudah mengatur semuanya Serapi mungkin.


Setelah pemakaman selesai ferdo dan Dion segera kembali ke mansion sedangkan Hans dan anak buah ferdo kembali ke markas untuk mengurusi anak buah yang terluka.


Ditempat lain Risa mulai khawatir karna dirinya teringat terus kepada neneknya yang berada di rumah sakit walaupun disana banyak yang menjaganya namun tetap saja dia merasakan khawatir.


Tok Tok Tok


"Nak kau belum tidur" ujar helena yang masuk kedalam kamar.


"Belum mom, aku khawatir dengan keadaan nenek" ujar Risa sambil duduk di sisi ranjang.


"Jangan khawatir! jika besok ferdo sudah menghubungi kita, kita akan kembali dan menjemput nenekmu" jelas momy helena sambil duduk di samping Risa.


"Apa ferdo dari tadi belum menghubungi Dady, mom?" tanya Risa kepada helena.


"Belum, Dady mu juga sudah tidur" ujar helena sambil menatap Risa.


Drt Drtt Drttt


"Siapa yang menghubungi mu?" tanya momy helena yang melihat ponsel Risa berdering.


"Ferdo mom" ujar Risa sambil menerima sambungan telefon nya.


"Ada apa?" ujar Risa kepada ferdo yang ada di sebrang sana.


"Kau belum tidur?" tanya ferdo.


"Aku belum mengantuk" bohong Risa kepada ferdo.


"Cepatlah tidur! besok pagi aku akan menjemputmu" ujar ferdo.


"Apa urusanmu sudah selesai?" tanya Risa.


"Sudah" ujar ferdo singkat.

__ADS_1


"Syukurlah, ya sudah aku tidur dulu" pamit Risa dan langsung mematikan sambungan telefon nya dengan ferdo.


"Ya sudah kalau begitu momy kembali ke kamar dulu, kamu cepatlah tidur!" ujar momy helena sambil berjalan keluar dari kamar Risa.


Risa mulai merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan menatap langit langit kamarnya hingga matanya mulai terpejam.


******


Keesokan harinya ferdo dan Dion sudah tiba di pulau milik keluarga nya untuk menjemput keluarga nya agar kembali di negara I.


"Sudah siap semuanya?" tanya Dion kepada Helen dan juga momy helena.


"Sudah" ujar Helen dan momy Helena secara bersamaan.


Setelah semuanya siap mereka segera masuk ke dalam pesawat pribadi yang sudah menunggu mereka untuk menuju negara I.


Di dalam pesawat Risa hanya menatap jendela luar pesawat Karna perasaan nya masih sama, khawatir tentang keadaan nenek nya.


"Jangan melamun!" ujar ferdo yang datang dan duduk di sebelah Risa.


"Aku tidak melamun" elak Risa sambil menatap wajah ferdo.


"Apa semalam kau tidak tidur nyenyak?" ujar ferdo yang melihat mata Risa memerah.


"Iya, aku khawatir dengan nenek" ujar Risa.


"Jangan khawatir, kita akan menemui nenek" ujar ferdo sambil menyandarkan tubuhnya di bangkunya.


Mereka semua segera menaiki mobil untuk menuju mansion utama karna jarak dari bandara ke mansion utama cukup jauh.


"Apa kita bisa langsung menemui nenek?" ujar Risa yang satu mobil dengan ferdo.


"Apa kau tidak lelah? lihatlah matamu" ujar ferdo.


"Aku tidakpapa" bohong Risa.


Ferdo akhirnya menuruti permintaan Risa untuk langsung menemui nenek ayu di rumah sakit pribadi keluarga Alexander.


Setibanya mereka di rumah sakit, mereka di sambut hangat oleh para perawat dan dokter yang ada di sana.


"Selamat siang tuan Ferdo" ujar dokter Bams yang merawat dan menjaga nenek ayu.


"Hmm" sahutan dari ferdo.


"Tuan, ada kabar baik untuk anda dan nona" ujar Feng yang membuat ferdo dan Risa menatap ke arah dokter Bams.


"Apa dok?" tanya Risa yang sudah ingin tau apa kabar baik yang akan di sampaikan kepada nya.


"Sebaiknya kita masuk saja ke dalam ruang rawat nenek ayu" ajak dokter Bams kepada ferdo dan Risa.

__ADS_1


Ceklek.


Saat pintu kamar nenek ayu dibuka Risa kaget karna neneknya sudah sadar dan saat ini sedang makan dengan BI Ina.


"Nenek!" Risa berlari menuju nenek ayu dan langsung memeluknya dengan erat, ternyata rasa khawatirnya semalam hanyalah bayang bayangan nya saja.


"Apa kabar mu nak?" tanya nenek ayu sambil melepaskan pelukannya dengan Risa.


"Risa baik Nek, selama Risa sama ferdo, Risa selalu dijaga oleh nya" ujar Risa sambil tersenyum ke arah nenek ayu.


"Syukurlah kalau begitu" ujar nenek ayu.


"Nenek bisa pulang ke rumah lagi kan dok?" tanya Risa Kepada dokter Bams.


"Bisa, nanti saya akan urus semuanya agar bisa pulang tapi nenek ayu masih dalam pengawasan kami karna nenek ayu belum sepenuhnya pulih dari sakitnya" jelas dokter Bams kepada Risa dan mendapat jawaban anggukan.


"Tuan aku ingin bicara sebentar dengan anda" ujar dokter Bams kepada ferdo, dengan segera ferdo keluar dari ruangan nenek ayu bersama dokter Bams.


Sedangkan di dalam ruangan nenek ayu, Risa dan bi Ina terus menerus bercanda hingga ferdo masuk kembali ke dalam ruang rawat nenek ayu.


"Ayo kau jadi bawa nenek pulang kan" ujar ferdo yang masuk kedalam ruangan.


"Iya, apa sekarang?" tanya Risa dan mendapat anggukan dari ferdo.


Dengan telaten Risa membereskan barang-barang neneknya dan mendorong kursi roda yang digunakan nenek ayu.


"Sudah tidak ada yang tertinggal?" ferdo yang memastikan jika barang barang yang di bawa sudah lengkap atau belum.


"Semuanya sudah di masukan ke dalam tas tuan" ujar Bi Ina kepada ferdo.


Mereka segera berjalan menuju lobi rumah sakit dengan di dampingi dokter Bams.


"Satu Minggu sekali saya akan mengunjungi nenek untuk memeriksa keadaan nenek, jadi nenek tolong jaga pola makan dan teruslah berfikir positif" ujar dokter Bams kepada nenek ayu.


"Iya dok, terima kasih" sahut nenek ayu dengan tersenyum ke arah dokter Bams.


"Kalau begitu saya permisi kembali ke dalam dulu tuan, nona" pamit dokter Bams kepada ferdo dan Risa.


"Iya dok, sekali lagi terima kasih sudah merawat dan menjaga nenek saya kemarin" ujar Risa.


Setelah berpamitan mereka segera masuk kedalam mobil untuk menuju mansion ferdo.


Di dalam mobil Risa tak henti-hentinya bersyukur di dalam hati karna nenek nya sudah sadar dari sakitnya dan dapat berkumpul lagi dengan nya.


*


*


*

__ADS_1


Maafin othor ya telat up nya☹️


Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen dan vote nya🥰


__ADS_2