
"Ingat itu baik baik!!! jangan pernah membuat skandal apapun tentang keluarga Alexander yang tidak benar adanya!!!" tegas Hans.
"Baik tuan" ujar beberapa wartawan yang takut karna ancaman Hans, apalagi semua wartawan yang ada di situ tidak mau jika berurusan dengan keluarga Alexander.
--------------------------------------------------
Setelah Hans memberikan penjelasan kepada wartawan dirinya segera melanjutkan tugas nya untuk mencari tau siapa yang berani beraninya membuat isu itu.
Sedangkan di sisi lain ferdo masih saja menunggu Risa yang tak kunjung sadar, dirinya ingin sekali menelfon dokter Bams namun dia urungkan karna dia yakin jika Risa sebentar lagi akan sadar.
Setelah menunggu lama akhirnya Risa sadar dari pingsan nya dan langsung berteriak memanggil neneknya.
"Nenekkk!!!!!!" teriak Risa yang baru saja sadar dari pingsan nya.
"Tenanglah dirimu!" ujar ferdo dengan tangan yang menyodorkan satu gelas berisi air.
Risa yang masih ingat perbuatan Ferdo langsung menepis tangan ferdo dan membuat air yang ada di dalam gelas itu tumpah di celananya.
Karna Ferdo yang tau jika Risa sedang emosi dirinya berusaha untuk sabar dan menerima semua perlakuan dari Risa.
"Nenek jangan tinggalkan aku!!! hiks hiks hiks" ujar Risa dengan menangis dan berlari keluar dari kamar ferdo untuk mencari nenek nya.
Brakkkk
Risa masuk ke dalam kamar nenek ayu namun hasilnya nihil, dia tidak menemukan keberadaan nenek ayu.
"Nenek, hiks hiks hiks nenek di mana?" tanya Risa yang terus saja mencari keberadaan neneknya di dalam kamar.
"Nenek di bawah!" sahut ferdo kepada Risa dan membuat Risa segera berlari ke bawah.
"Hati hati Risa!!!!" teriak ferdo yang melihat Risa turun dari tangga sambil berlari namun sayang ucapan ferdo sama sekali tak di gubris oleh Risa karna yang di fikirkan nya sekarang hanya menemui neneknya.
__ADS_1
Di bawah keluar Alexandre yang melihat keadaan Risa hanya menatap dengan perasaan yang kasihan karna bagaimana pun mereka tau betapa hancur nya Risa saat di tinggalkan oleh orang yang selama ini selalu ada dengan nya apalagi orang itu sudah memberi kan kasih sayang dan kebahagiaan yang diberikan untuk mengganti kan sosok orang tua dalam hidup Risa.
Risa yang turun dari tangga berjalan sempoyongan karna melihat tubuh wanita yang di baluti dengan kain di atasnya bahkan tidak ada tanda pergerakan dari orang itu.
Dia masih saja belum percaya jika hari ini nenek yang dia sayangi melebihi siapapun kini telah tiada, nenek yang selalu ada dalam keadaan apapun sekarang sudah tak bisa lagi bersamanya. Hatinya benar-benar hancur dan yang membuat nya tambah merasakan kepedihan adalah di mana saat hari pernikahan yang harus nya hanya ada kebahagiaan kini menjadi kedukaan karna kepergian nenek nya.
"Nenek! Risa ikut dengan nenek saja yah!!! hiks hiks nenek janji kan akan membawa Risa kemana pun,jadi sekarang ajaklah Risa bersama nenek" ujar Risa sambil duduk di samping jenazah nenek ayu.
"Tenanglah nak! jangan lah seperti ini, nenek mu akan sedih jika kau seperti ini" ujar momy Helena yang menenangkan menantu nya itu.
"Nenek sudah pergi! dia pergi selamanya meninggalkan ku" ujar Risa dengan tatapan kosong nya.
"Haha dia pergi! dia pergi dari ku!!! dia tidak lagi sayang denganku!!" ujar Risa lagi dengan tatapan yang masih saja kosong dan membuat semua orang yang ada di sana sedikit khawatir.
"Nak!" panggil momy Helena namun tak ada sahutan dari Risa.
"Risss! heii!! jangan melamun seperti ini! sadarlah risss!!" ujar Helen yang ikut menyadarkan lamunan sahabat nya itu namun tetap saja tidak ada hasilnya.
"Apa!!!" ujar semua orang yang ada di sana sedang kan ferdo yang baru turun dari atas di buat kaget saat mendengar ucapan dari Dion.
"Apa maksudmu haa!!!" bentak ferdo dengan menatap tajam ke arah Dion.
"Lihatlah kakak ipar! dia hanya melamun bahkan di ajak untuk bicara saja dirinya tidak merespon nya sedikit pun, aku khawatir jika kakak ipar mengalami tekanan dan membuat nya depresi" jelas Dion yang tau akan ke adaan Risa saat ini.
Semua orang menatap ke arah Risa dan benar saja apa yang sudah di ucapkan oleh Dion, karna di saat ferdo mengajak bicara dengan Risa dirinya tak mendapat kan jawaban.
"Bagiamana ini boy? apa kita akan memakamkan nenek ayu tanpa Risa?" tanya momy Helena yang bingung dengan situasi saat ini.
"Jika menunggu Risa itu akan lama mom jadi makamkan nenek tanpa Risa" jawab ferdo dengan tangan yang memegang tangan Risa.
"Hahahaha nenek kau pergi, hahaha yah dia pergi dari ku!!!" ujar Risa dengan tatapan yang masih sama.
__ADS_1
"Hans!!! tolong hubungi dokter Bams sekarang juga!!!" ujar ferdo yang bertambah khawatir akan kondisi istrinya saat ini.
Dengan segera Hans menghubungi dokter Bams, sedangkan semua orang mulai menyiapkan acara untuk pemakaman.
"Tuhan lindungilah menantu ku! dan berikan dia ketabahan agar bisa menerima semua ini" batin momy Helena yang berdoa agar menantu nya bisa tabah akan cobaan ini.
Setelah beberapa menit menghubungi dokter Bams akhirnya dokter Bams datang dan langsung memeriksa ke adaan Risa yang masih saja menatap kosong kamar ferdo.
"Bagaimana?" tanya ferdo yang membuat dokter Bams sedikit takut jika dirinya mengatakan hasil diagnosa nya.
"Emm begini tuan, nona Risa tidak menerima kepergian nenek nya dan itu mengakibatkan nona Risa mengalami depresi berat hingga membuat nya jadi seperti ini" jelas dokter Bams dengan nada sedikit takut.
"Apa bisa sembuh?" tanya ferdo yang memastikan keadaan istri nya.
"Untuk sembuh itu mungkin bisa terjadi namun saya tidak bisa memastikan nya karna kesembuhan itu hanya akan ada di saat nona Risa sudah mau menerima semua yang sedang dia hadapi saat ini, saya hanya menyarankan untuk selalu mengajak nona Risa berkomunikasi walaupun tidak ada sahutan apapun darinya dan ya tolong berikan dia kenyamanan dan kebahagiaan dengan cara itu akan membantu nona Risa sembuh dari depresi nya ini" jelas dokter Bams yang langsung mendapat anggukan dari ferdo.
"Pulanglah! terima kasih" ujar ferdo.
"Baru kali ini tuan Ferdo mengucapkan terima kasih kepada seseorang" batin dokter Bams kepada ferdo karna dirinya tau seperti apa sifat ferdo dan dirinya bahkan tak pernah melihat ferdo mengucapkan kalimat terima kasih untuk seseorang.
"Saya permisi dulu" pamit dokter Bams namun tak ada jawaban dari ferdo karna dirinya masih saja fokus dengan Risa yang hanya duduk dengan pandangan kosong.
*
*
*
Hoho udah dulu yah😁 maapin othor jika ceritanya agak aneh dan gimana gitu, dan maap juga jika masih banyak kalimat yang typo/salah🥺
Jan lupa like,komen dan vote, itu semua gratis kok ngga bayar hehe😂❤️
__ADS_1
Bantu support dan dukung Othor Yah🥰