Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia

Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia
Episode 51


__ADS_3

"Aku tidak akan pernah bisa pergi dari mu karna aku sudah mulai membuka hati untuk mu, toh baik buruk mu dulu itu tidak lah penting karna aku juga mempunyai masa lalu yang tidaklah baik juga" batin Risa yang juga menatap wajah ferdo.


"Syukurlah jika kau tidak pergi dari ku, jika kau pergi entah apa yang akan terjadi denganku" batin ferdo dengan tangan yang menarik Risa untuk masuk kedalam pelukannya.


--------------------------------------------------


"Entah kenapa nyaman rasanya jika berada dalam pelukan nya" batin Risa yang merasakan kenyamanan saat berada di dalam pelukan Ferdo.


Mereka berdua berpelukan cukup lama hingga terpergok oleh Helen yang datang menghampiri mereka.


"Ehemm peluk peluk terus kaya Teletubbies" ujar Helen sambil berjalan ke arah Risa dan ferdo.


"Dasar kalau iri bilang aja!" ujar ferdo sambil melepaskan pelukannya dari Risa.


Sedangkan Risa hanya diam saja karna merasa malu dengan Helen yang memergoki dirinya dengan ferdo.


"Isih siapa juga yang iri dengan mu" ujar Helen sambil duduk di bangku samping Risa.


"Ris kita ke salon yuk perawatan" ajak Helen sambil menatap ke arah Risa.


"Risa tidak boleh keluar rumah!" tegas ferdo yang membuat Helen marah.


"Kakak kenapa sih orang aku cuma ngajak Risa nyalon biar kelihatan fresh besok pas nikah malah ngga di bolehin!" ujar Helen sambil memanyunkan bibirnya.


"Perawatan di rumah saja tidak usah keluar rumah!" ujar ferdo.


"Hmm gitu juga boleh" ujar Helen yang menerima tawaran dari kakaknya.


"Ya sudah aku ke dalam dulu, aku akan menyuruh orang salon datang kemari. Jadi kau cepatlah ganti pakaian" ujar Helen sambil melangkah pergi meninggalkan ferdo dan Risa yang masih berada di bangku taman.


Setelah Helen pergi ferdo dan Risa segera masuk juga ke dalam rumah karna mereka tak mau membuat Helen berteriak terus memanggil Risa yang tidak segera masuk ke dalam rumah.


"Masuk lah aku ingin keluar sebentar untuk melihat persiapan pernikahan kita" ujar ferdo sambil melangkah keluar dari rumah.


Melihat ferdo pergi Risa segera naik ke atas untuk menuju kamarnya dan mengganti pakaian nya.

__ADS_1


Sebelum turun dari kamar nya Risa menyempatkan untuk menengok neneknya yang sedang tertidur pulas.


"Apa ada perlu?" tanya bi Ina yang melihat risa masuk ke dalam kamar nenek ayu.


"Tidak! aku hanya ingin melihat nenek sebentar saja" jawab Risa sambil berjalan mendekati BI Ina.


"Sebentar lagi kau akan menikah apa kau tidak ingin berziarah terlebih dahulu di makam ibu dan ayahmu?" tanya bi Ina yang tau jika kedua orang tua Risa sudah tiada sejak lama.


"Astaga iya bi, besok aku akan mengajak ferdo untuk berziarah" ujar Risa.


Risa yang sudah puas menengok neneknya dia segera turun dan bergabung dengan Helen yang sudah melakukan perawatan terlebih dahulu.


Bukan hanya Risa dan Helen yang melakukan perawatan atau spa namun juga momy Helena yang ikut bergabung untuk perawatan tubuh nya.


Walaupun momy Helena sudah cukup umur dia juga sangat perlu perawatan agar tubuhnya terlihat bugar dan fresh.


"Enak juga yah, sudah lama momy tidak perawatan seperti ini" ujar momy Helena sambil menikmati setiap pijatan yang di berikan dari orang salon.


"Abis momy jika ku ajak perawatan selalu saja menolak nya" sahut Helen yang juga sedang menikmati pijitan di kakinya.


"Kau kan tau jika Dady mu tak mau momy perawatan seperti mu, bisa bisa jika momy perawatan setiap saat nanti momy akan lebih terlihat muda dari pada Dady mu haha" ujar momy Helena sambil tertawa kecil kearah Helen dan juga Risa.


"Dady di sini?" tanya Helen yang kaget saat Dady nya yang tiba tiba muncul dan ikut mengeluarkan suara.


"Honey pergilah! kau kenapa di sini! jangan menggangu kami yang sedang memanjakan diri" ujar momy Helena yang membuat Dady Felix sedikit kesal.


"Awas saja nanti malam kau" ketus Dady Felix sambil keluar dari ruangan yang di gunakan oleh para perempuan yang sedang memanjakan dirinya.


"Momy lihat Dady seperti nya sangat kesal dengan mu" ujar Helen yang membuat momy Helena tersenyum kecil.


"Risa kenapa tidak ikut bicara apa dia tertidur" tanya momy Helena yang sedari tadi tidak mendengar suara dari Risa.


"Nona Risa tertidur nyonya" jawab karyawan salon yang sedang memijat badan Risa.


"Oh biarkan dia tidur! seperti nya dia kelelahan karna kurang istirahat" ujar momy Helena.

__ADS_1


Karna Risa tertidur akhirnya momy Helena dan Helen juga memilih untuk tidur agar badannya saat bangun sudah terasa rileks.


Sudah hampir tiga jam mereka bertiga tertidur sambil melakukan perawatan hingga akhirnya mereka bangun karna dibangunkan oleh karyawan salon yang menyampaikan jika perawatan mereka sudah selesai.


"Maaf nyonya, nona membangunkan Anda karna kami sudah menyelesaikan tugas kami" ujar karyawan salon sambil membereskan barang barang nya.


"Ah iya tidakpapa maaf aku tertidur" ujar Risa yang sudah bangun.


"Ya sudah kalian kembali lah, biaya ini semua sudah aku transfer" sahut Helen sambil bangun dari tempat nya.


"Kalau begitu kami permisi" Pamit karyawan salon itu dan langsung di angguki oleh Risa dan Helen.


"Huammm, momy kembali ke kamar dulu, sepertinya momy harus melanjutkan tidur momy" momy Helena bangun dari tidurnya dan langsung berjalan keluar menuju kamar nya untuk membaringkan lagi tubuhnya.


Risa dan Helen yang juga masih merasa kan kantuknya memilih untuk kembali tidur di dalam kamarnya masing masing.


"Aku duluan Len" ujar Risa yang berjalan duluan dari Helen.


Sampai di dalam kamar Risa segera maasuk ke dalam dan langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


Dalam hitungan detik Risa mulai memejamkan matanya untuk kembali melanjutkan mimpi indahnya.


Di tempat lain ferdo dan Dion sedang melakukan survei tempat yang akan di gunakan untuk acara pernikahan Ferdo.


"Apa Hans akan menyusul kita?" tanya Dion kepada ferdo yang masih melihat setiap sudut tempat yang mereka datangi.


"Tidak, dia sedang mengurus yang lainnya kasihan jika dia terlalu banyak bekerja karna dia juga manusia yang memiliki rasa lelah" sahut ferdo yang membuat Dion heran.


"Tumben sekali dia berkata bijak dan berfikir sebagai sesama manusia" batin Dion dengan terus mengikuti ferdo dari belakang.


"Kenapa kau harus repot repot turun tangan untuk melihat tempat ini? biasanya juga kau menyuruh semua anak buah mu yang melakukan nya" ujar Dion yang membuat ferdo menghentikan langkahnya.


"Aku juga menyuruh anak buahku kesini" ujar ferdo dengan entengnya.


"Mana? kenapa aku tidak melihat satu pun anak buahmu yang datang" Dion celingukan mencari anak buah yang ferdo bilang.

__ADS_1


"Kamu! kau kan juga anak buahku jadi kenapa aku harus repot repot membawa lagi anak buah ku lainnya" ujar ferdo yang membuat Dion sedikit kesal.


"Dasar kau ya!" ujar Dion sambil menunjuk kan jarinya ke arah ferdo.


__ADS_2