Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia

Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia
Episode 52


__ADS_3

"Mana? kenapa aku tidak melihat satu pun anak buahmu yang datang" Dion celingukan mencari anak buah yang ferdo bilang.


"Kamu! kau kan juga anak buahku jadi kenapa aku harus repot repot membawa lagi anak buah ku lainnya" ujar ferdo yang membuat Dion sedikit kesal.


"Dasar kau ya!" ujar Dion sambil menunjuk kan jarinya ke arah ferdo.


--------------------------------------------------


Malam harinya setelah semua selesai makan malam Risa menemui ferdo yang berada di ruang kerjanya.


Tok Tok Tok


"Masuk saja tidak ku kunci" ujar ferdo dari dalam ruangan.


Risa yang di beri izin masuk ferdo dengan segera dia masuk dan menyampaikan sesuatu yang ingin dia sampaikan untuk ferdo.


"Apa aku mengganggu waktu mu?" tanya Risa yang sudah berdiri di hadapan ferdo.


"Tidak! Duduklah, kenapa menemui ku?" tanya ferdo dengan pandangan yang masih fokus pada layar laptop nya.


"Itu apa besok kamu ada waktu?" tanya Risa.


"Memang kenapa?" ferdo menghentikan aktivitas nya dan memandang Risa.


"Besok boleh tidak kau antar aku berziarah ke makam kedua orang tua ku? sekalian aku ingin minta restu kepada mereka" ujar Risa sambil menundukkan kepalanya karna takut jika dia mengganggu waktu milik ferdo.


"Jam berapa?" tanya ferdo kepada Risa.


"Sekitar jam delapan pagi" jawab Risa yang masih saja menundukkan kepalanya.


"Ya sudah besok pagi setelah kita sarapan aku akan menemani mu sekalian aku juga ingin meminta restu kepada calon mertua ku" sahut ferdo.


"Benar kau akan mengantarkan ku?" ujar Risa sambil mengangkat kepalanya untuk melihat ferdo.


"Iya! Tapi aku ada permintaan untuk mu" ujar ferdo yang membuat Risa Mengerutkan keningnya.


"Apa?" tanya Risa.


"Jika saat bicara dengan ku jangan pernah menundukkan kepala mu!" perintah ferdo yang langsung di angguki oleh Risa.


"Kalau begitu aku ke kamar dulu" pamit Risa.


"Sungguh rasanya seperti mimpi dulu aku menjebak mu untuk masuk ke dalam permainan ku dan sekarang kita benar benar memainkan permainan ini secara bersamaan" batin ferdo yang melihat Risa keluar dari ruangannya.


Risa keluar dari ruangan ferdo kemudian masuk lagi ke dalam kamar nenek ayu untuk mengobrol sebentar sebelum tidur.


"Kau belum tidur nak?" tanya nenek ayu yang melihat Risa masuk ke dalam kamarnya.


"Belum Nek" Risa berjalan mendekati ranjang neneknya.

__ADS_1


"Istirahat lah, jangan sampai kau kurang istirahat" ujar nenek ayu dan malah mendapat kan senyuman dari Risa.


"Nenek jangan khawatir! Risa pasti istirahat Nek" ujar Risa sambil membaringkan kepalanya di sisi ranjang nenek ayu.


"Apa kau ingin tidur dengan nenek?" tawar nenek ayu.


"Apa boleh?" tanya balik Risa sambil mengangkat kepalanya untuk melihat nenek ayu.


"Tentu, tidurlah di samping sini" tangan nenek ayu menepuk nepuk ranjang nya.


"Nek aku besok akan berkunjung ke makam momy dan Dady" ujar Risa sambil merebahkan tubuhnya di samping nenek ayu.


"Bagus kalau begitu, kamu harus minta restu dengan Momy dan Dady mu. Apa besok ferdo ikut dengan mu?" tanya nenek ayu sambil mengusap kepala Risa yang tidur di samping nya.


"Iya Nek, aku mengajak nya Untung saja dia bisa ikut" jawab Risa sambil memejamkan matanya.


Hingga akhirnya mereka berdua tertidur pulas setelah mengobrol cukup lama, Risa tidur dengan posisi tangan memeluk badan nenek ayu.


******


Pagi harinya Risa sedang bersiap siap untuk berziarah ke makam orang tuanya dengan di dampingi ferdo.


"Maaf nak momy tidak bisa ikut dengan mu, karna momy masih harus mengurus urusan kampus mu dan Helen" maaf momy Helena yang tak bisa ikut berziarah ke makam calon besan nya.


"Tidakpapa mom, lagi pula momy tidak bisa ikut juga karna mengurus keperluan ku jadi momy tidak usah minta maaf dengan ku! lain waktu jika momy tidak sibuk momy bisa berkunjung ke makam orang tua ku dengan ku" sahut Risa sambil tersenyum ke arah momy Helena.


Benar saja dengan perkataan momy Helena jika ferdo ternyata sudah menunggunya di dalam mobil bersama dengan Dion.


"Kakak ipar ayo masuk" ajak Dion yang duduk di bangku depan.


Risa segera masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Ferdo.


Saat di perjalanan Risa mendapat kan telfon dari sahabatnya saat dirinya bekerja di cafe. Kalian pasti tau siapa sahabat nya, siapa lagi jika bukan Siska.


Drt Drtt Drttt


"Halo sis ada apa?" tanya Risa yang menerima sambungan telefon dari Siska.


"Kau itu jahat sekali yah!" ketus Siska yang ada di sebrang sana.


"Aku jahat kenapa hmm" tanya Risa yang belum tau akan permasalahan nya.


"Kamu itu jahat, udah pindah rumah ngga ngabari aku! ngga masuk kerja juga! aku tu nungguin kamu tau!" ujar Siska dengan nada yang sedikit keras.


"Oh astaga aku lupa memberi pesan untuk mu" ujar Risa yang baru sadar jika selama dirinya tinggal dengan ferdo dia belum pernah menemui Siska ataupun mengirimkan pesan untuk sahabat nya itu.


"Lupa lupa lupa! Kau sekarang di mana aku ingin bertemunya dengan mu kebetulan aku sedang cuti ini" ujar Siska yang membuat Risa bingung untuk menjawab apa.


"Emm gimana ya, aku saat ini akan berziarah ke makam orang tua ku dulu nanti jika sudah selesai aku akan mengabari mu lewat pesan" ujar Risa sambil menatap sejenak ke arah ferdo.

__ADS_1


"Oh ya sudah, aku tunggu yah" ujar Siska lalu mematikan sambungan telefon nya.


"Siapa?" tanya ferdo yang melihat Risa memasukkan kembali ponselnya.


"Sahabat ku saat aku bekerja" jawab Risa sambil menatap jendela luar mobil.


"Kenapa menelfon mu?" tanya ferdo lagi.


"Itu anu, tadi dia bilang ingin mengajak ku untuk bertemu, sudah lama kami tidak bertemu. Apa aku boleh bertemu Dengan nya saat selesai berziarah?" tanya Risa sambil menengok ke samping.


"Boleh! asalkan dengan ku!" ujar ferdo.


"Jika kau ikut lalu aku pulang naik apa tolol!" sahut Dion.


"Jalan kaki!" ketus ferdo.


"Eh buset, kaga mikir ya lu dari makam ke rumah itu jauh bingitttttt" Dion menatap tajam ke arah ferdo.


"Kalau ngga mau jalan ya udah ikut!" ujar ferdo.


"Tapi..."


"Jangan cerewet! jika menolak ya sudah pulang lah jalan kaki atau lari maraton sekalian sampai mansion mu yanv di tengah hutan belantara" ujar ferdo yang memotong ucapan Dion.


"Dasar sialan!" desis Dion sambil menghela nafas panjang nya.


"Kamu tidak keberatan ikut dengan ku?" tanya Risa lagi kepada ferdo.


"Hmm" sahutan singkat dari ferod yang membuat Risa tak mau lagi mengeluarkan suara.


Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan nya untuk Menuju makam orang tua Risa.


Tiba di makam mereka bertiga segera masuk dan berjalan ke arah makam tempat momy dan Dady Risa di makam kan.


"Ini?" tanya Dion yang langsung di angguki oleh Risa.


Mereka bertiga segera berjongkok di samping makam dan memanjat kan doa untuk kedua orang tua Risa.


Seusai memanjatkan doa mereka bertiga langsung menaburkan bunga di atas makam.


"Mom, dad Risa datang ke sini tidak sendiri lagi" ujar Risa yang berbicara di depan makam orang tuanya.


"Mom kenalkan dia ferdo calon suami aku, yang otomatis berarti dia akan menjadi menantu momy dan Dady. Oh ya mom, dad nenek akhir akhir ini sering sakit dan bahkan sampai kritis namun kemarin nenek sudah sadar dan sehat seperti semula"


"Mom, dad Risa kemari hanya untuk menjenguk mu dan meminta restu untuk pernikahan ku dan ferdo. Risa harap momy dan Dady memberikan restu dan mendoakan kami hidup dalam kebahagiaan" ujar Risa sambil menahan air matanya agar tidak jatuh di wajah nya.


"Mom, dad dulu Risa bermimpi menikah dan kalian mendampingi Risa namun semua itu hanyalah mimpi. Tapi Risa bersyukur mom, dad Risa masih punya nenek yang selalu sayang dengan Risa, mom tenang saja yah di sana! Dady juga tolong jaga momy! Risa rindu dengan kalian mom, dad" batin Risa yang membuat air matanya jatuh di wajahnya.


Melihat Risa menangis membuat Ferdo merasakan sesak di hatinya hingga di menarik Risa ke dalam pelukannya, dia tau walaupun Risa sudah di tinggalkan oleh orang tua nya sudah lama namun Risa pasti memiliki rasa rindu kepada orang tuanya.

__ADS_1


__ADS_2