Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia

Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia
Episode 31


__ADS_3

Risa yang berusaha mendorong badan ferdo tidak bisa karna tenaganya tidak seberapa dengan ferdo hingga akhirnya Risa menggigit bibir ferdo.


"Akhhhh sakit kenapa kau menggigit ku!"tanya ferdo.


"Dasar kau mengambil kesempatan dalam kesempitan saja jadi rasakan itu akibatnya" ujar Risa yang berjalan meninggalkan ferdo untuk menunju kamar mandi agar bisa membersihkan badannya.


 


Melihat Risa menuju kamar mandi ferdo kembali duduk di sisi ranjang sambil memegang bibir nya dan tersenyum sendiri.


"Ingin sekali aku cepat menikah mu" ujar ferdo yang menatap pintu kamar mandi.


"Aku akan cepat selesai kan masalah kita agar aku bisa menikah mu segera" ujar ferdo dengan merebahkan badannya di atas ranjang.


Sedangkan didalam kamar mandi Risa tak henti-hentinya memaki ferdo karna telah mengambil ciuman pertamanya.


"Dasar laki-laki kurang ajar!!!"


"Walaupun kau akan jadi suami Ki tapi tetap saja kau kurang ajar!!!"


"Sudah mengambil ciuman pertama ku tanpa minta maaf lagi" maki Risa yang berada didalam kamar mandi.


Mengguyurkan badannya dibawah shower membuatnya sedikit rileks. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk segera mengakhiri mandi nya.


Keluar dari kamar mandi Risa hanya memakai handuk saja, ia mengintip apakah ferdo masih didalam kamar nya atau tidak.


"Ahh ternyata sudah pergi" ujar Risa yang tidak melihat ferdo diatas sofa. Risa segera menghampiri lemari pakaiannya untuk mengganti pakaian tanpa disadari jik ferdo masih disitu dan tertidur diatas ranjangnya.


Setelah mengganti pakaian nya Risa ingin naik ke atas ranjang nya tapi belum sempat naik keatas ranjangnya ia melihat kepala seseorang dengan cepat ia berteriak hingga membuat orang itu bangun.


"Aaaaaaaaaaa!!!!!!!!" teriak Risa.


"Aduhh heii kenapa kau berteriak!" bentak ferdo.


"Kaa... kauuu, kau masih ada disini?" tanya Risa.


"Yah kau lihat sendiri kan aku masih ada disini?" jawab ferdo.


"Apaaa!!! jangan bilang kau melihat ku ganti baju tadi!" teriak Risa.


"Hei jangan berteriak terusss! kau membuat telingaku sakit!!" bentak ferdo.


"Kau kurang ajar!!!" ujar Risa.

__ADS_1


"Why? Aku kurang ajar apanya?" tanya ferdo.


"Kau itu belum jadi suami ku sudah berani macam-macam denganku!" bentak Risa.


"Biarkan anggap saja sebagai pemanasan" ujar ferdo.


"Pemanasan palamu peyanggg!!! Cepat keluarrrrr!" teriak Risa.


Namun ferdo tak mau keluar dari kamar Risa ia malah tidur diatas ranjang Risa dengan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Akhirnya Risa yang geram akan kelakuan ferdo segera menarik selimut yang digunakan ferdo.


"Aduhh bokongkuuu!" ujar Risa yang jatuh akibat menarik selimut dari ferdo.


"Bokongmu masih utuh tenang saja" ujar ferdo.


"Sial! Sebenarnya mau apa kau kemari kenapa kau tak pergi dari kamar ku!" bentak Risa.


"Hei ini rumahku jadi aku bebas berkeliaran diruangan mana saja termasuk didalam kamar kamu" ujar ferdo.


"Sudah jangan basa-basi! katakan saja apa maumu datang kemari!" ujar Risa yang sudah berdiri dan segera duduk disofa karna bokongnya yang terasa sedikit sakit.


"Ingin menemui saja" ujar ferdo.


"Sabarrr ris sabar, anggap saja dia orang gilaaa" batin Risa dengan mengusap-usap dadanya agar tidak emosi.


Risa enggan menjawab ferdo karna dia ingin meredam emosinya namun ferdo yang sangat khawatir langsung menghampiri Risa dan ingin mengecek dadanya apa ada sesuatu. Risa yang melihat arah tangan ferdo segera menepisnya.


"Mau apa kau!" bentak Risa.


"Memeriksamu dadamu sakit iya? ayo kita kerumah sakit jangan sampai kau sakit bisa jadi nanti gagal menikah kalau kau sakit!" ujar ferdo.


"Siapa bilang dadaku sakit. Aku hanya ingin meredam emosi ku biar tidak menghajar mu sampai kau remukkkk!" ujar Risa.


"Oh kau mau menghajar Ku iya? Kau berani dengan calon suami mu ini ternyata ya!" ujar ferdo dengan melangkah mendekati badan Risa.


"Kaaa... kauu berhenti!" bentak Risa.


"Kenapa? Sekarang kau takut?" tanya ferdo.


"Iyyy... eh tidak ngapain aku takut denganmu haa!" ujar Risa dengan gaya menantang ferdo.


"Aku suka kamu yang seperti ini risss ingin rasanya aku makan dirimu" batin ferdo.


"Huh kenapa ini jantung ku berdetak kencang sekali? jangan sampai aku jantungan" batin Risa.

__ADS_1


Ferdo yang melangkah terus mendekat Risa akhirnya dapat mengunci posisi Risa karna Risa yang sudah terpojok tembok membuatnya tak dapat mundur lagi.


"Maaa.... maaf" ujar Risa yang menundukkan kepalanya.


"Maaf? tidka ada kata maaf untuk mu" ujar ferdo dengan tangannya yang mengangkat dagu Risa. Melihat sekilas wajah risa hingga akhirnya tepat menatap bibir Risa membuat nya terasa tergoda.


"Ahhh shitt, aku harus segera pergi dari sini bisa-bisa jika aku terus berada disini membuat ku semakin tidak tahan dengan semua ini" batin ferdo.


"Kau kali ini aku lepaskan tapi jika kau menantang ku lagi aku tidak akan pernah melepaskanmu!" ujar ferdo dengan penuh penekanan.


"Akan ku buat kau dibawah Kungkungan ku" bisik ferdo ditelinga Risa yang membuat bulu kuduk Risa merinding karna hembusan nafas dari ferdo.


Ferod segera melangkah keluar untuk kembali ke kamar nya lagi untuk merilekskan badannya.


"Dasar laki-laki anehh" ujar Risa.


"Siapa yang aneh nak?" tanya momy Helena yang tiba-tiba muncul di ambang pintu.


"Ahh itu mom tadi ada yang aneh ditempat duduku" bohong Risa, jika risa bicara kalau yang Anek adalah ferdo pasti ferdo juga akan mengetahui ejekan Risa dan itu dapat membuat Risa tidak bisa lepas dari ferdo.


"ohh yasudah momy hanya ingin memanggil mu cepatlah turun untuk bersiap makan malam" ujar momy Helena.


"Tapi nenek mom?" tanya Risa.


"Kau tenang saja nenek sudah ada bi Ina sendiri jadi kita tinggal turun dibawah saja untuk makan malam" ujar momy Helena.


"Iya mom, momy duluan saja Risa bentar lagi akan segera turun ke bawah" ujar Risa.


Saat ingin berjalan ke arah tangga dikagetkan dengan datangnya ferdo dibelakang nya.


"Kau itu ya suka sekali membikin aku jantungan!" ujar Risa.


"Siapa juga yang membuat mu jantungan orang aku tidak sengaja bertemu dengan mu" elakan ferdo


"Alasan saja! Emang dasarnya kamu itu suka mengagetkan ku!" ujar Risa.


"Hei enak saja kau kalau menuduh!" ujar ferdo.


"Aku tidak menuduh ya emang semuanya itu kenyataan!" ujar Risa.


Karna mereka berdua berdebat diatas tangga jadi yang dibawah bisa mendengar nya. Helena, Felix,Helen dan Dion yang mendengar nya hanya tersenyum karna mereka jarang sekali melihat ferdo yang Mau berdebat dengan seorang perempuan.


"Heii boyyy kau mau berdebat terus diatas atau turun untuk makan?" teriak Dady Felix.

__ADS_1


Mendengar teriakan dari Dady Felix membuat ferdo dan Risa memberhentikan perdebatan nya dan segera turun kebawah yang didahului oleh ferdo. Risa dibelakang ferdo hanya menatap punggung ferdo dan terus mengumpat ferdo dalam hatinya.


__ADS_2