Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia

Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia
Episode 13


__ADS_3

Memang menjadi pemimpin mafia tak mudah bagi ferdo ia harus menerima resiko nya dan nyawa sebagai taruhannya.


Banyak rival yang mengincar nyawanya bahkan ada yang ingin untuk mengambil alih kekuasaan ferdo dengan cara liciknya.


--------------------------------------------------


Ferdo dan Hans yang baru sampai di depan markas segera masuk untuk menemui tahanan yang entah dengan tujuan apa ia berani mengusik ketenangan seorang Ferdo Alexander.


Semua anak buah yang melihat ferdo segera memberikan bow untuk tanda hormat nya kepada atasannya. Ferdo yang berjalan didepan diikuti Hans dan 2anak buahnya yang ada dibelakangnya menuju ruangan yang biasa digunakan ferdo untuk menyekap Sandra atau tahanan nya.


"Buka pintunya" perintah ferdo yang langsung dilaksanakan oleh penjaga ruangan.


Mereka berempat pun masuk kedalam ruangan dengan asisten Hans yang mengambil kursi favorit ferdo. Karna laki-laki yang menjadi tahanan ferdo tertidur akibat berteriak terus menerus hingga kehilangan banyak tenaga.


"Bangunkan dia" perintah Ferdo untuk membangun kan laki-laki yang tertidur diatas lantai.


Anak buah ferdo yang ikut bersama ferdo tadi pun menyiramkan air dingin kepada laki-laki yang tertidur dilantai ruangan itu.


"Ahh sial siapa yang berani menyiramkuuuu!!!" bentak laki-laki itu yang belum sadar akan kedatangan ferdo.


"Ehmm, Masih punya tenaga rupanya kamu" tanya ferdo dengan wajah sangar nya.


"Hahaha ternyata kau sudah datang" tawa laki-laki itu saat melihat ferdo yang ada didepannya.


"Siapa yang membayar mu untuk menyamar sebagai anggota ku!" bentak ferdo.


"Sampai matipun aku tak akan bicara" bentak laki-laki itu.


"Hmm, Kau Bram Okyzone pengguna nark**a, pnggila se*s. Sayangnya kau tak punya siapa-siapa jika saja keluargamu ada akan aku habisi semua nya tanpa sisa!" bentak ferdo dengan tangannya yang sudah mengambil pisau kecil kesayangan dari tangan Hans.


Ferdo berjalan menuju Bram yang tersungkur dilantai dengan membawa pisau nya. Bram yang belum takut dengan ferdo masih saja terlihat santai.


"Kau tak punya rasa takut ternyata" tanya ferdo.


"Hahaha aku tak pernah takut padamu baj****n!!!" teriak Bram.

__ADS_1


Ferdo yang sampai didepan Bram segera melesetkan pisau nya di depan wajah Bram.


Sretttt.


"Ahhh bre****k!!!" teriak Bram yang merasakan perih dibagian wajah nya yang mengeluarkan darah segar.


"Cepat katakan siapa yang membayar mu!!!" teriak ferdo dengan tangan yang mengangkat dagu Bram.


Bram yang tak mau menjawab pertanyaan ferdo hanya tersenyum sinis karna sampai ia mati pun tak akan memberi tau siapa yang memerintah kan nya.


Sedangkan ferdo yang geram karna Bram yang tak mau bicara menyuruh anak buahnya untuk memberi perawatan pada tangannya.


"Cepat lepaskan kuku-kuku tangannya secara paksa!" perintah ferdo yang berjalan mundur kembali duduk di kursi nya untuk menikmati pemandangan yang akan di buat oleh anak buahnya.


"Ahhhh baj****n" teriak Bram saat anak buah ferdo mulai menjabuti kuku-kuku Bram.


Setelah semua kuku Bram lepas dari jarinya anak buah ferdo mulai mundur untuk membersihkan badannya yang terkena darah kotor Bram.


Sedangkan Bram yang meringis kesakitan karna kuku tangan nya yang dilepas untuk paksa dengan darah yang terus mengalir keluar dari jari-jari nya.


"Cepat keluarkan aku dari siniiii!! Sudah puas kau membuat cacat wajahku dan tanganku haaaa!!!" bentak Bram dengan menatap tajam kearah ferdo.


"Akan ku lepaskan jika kau mau memberi tau siapa yang membayar mu!" tegas ferdo yang melangkah keluar untuk meninggalkan Bram.


"Urus pria itu jangan pernah diberi makan minum sampai dia belum mau bicara siapa yang menyuruh nya" ucap ferdo pada salah satu anak buahnya.


"Siap master" jawab anak buah ferdo yang memberikan bow pada ferdo dan menutup kembali pintu ruangan itu.


Risa yang didalam kamar hanya memasang wajah lesunya karna mau tidak mau ia sudah terikat hubungan sepasang Kekasih dengan ferdo laki-laki es batu yang ia benci itu.


Memikirkan masalah yang membuat nya pusing hingga akhirnya Risa tertidur di atas ranjang nya. Ia berharap semua ini hanya mimpi dan ketika ia bangun tidak mempunyai masalah lagi dengan ferdo.


Setelah lebih satu jam ia tertidur akhirnya bangun karna ayu yang menyuruh nya untuk segera mandi dan makan mengingat hari sudah menjelang malam.


"Nak kapan kau menikah?" tanya ayu yang membuat Risa tersedak makanan.

__ADS_1


uhukk...


Segera ia meraih air minumnya untuk diteguk.


"Risa belum berfikir sampai situ Nek, baru saja Risa menjalin hubungan dengan ferdo" ujar Risa.


"Lebih baik tidak usah lama-lama berpacaran lagian kamu sudah cukup umur untuk menikah sebentar lagi juga selesai kuliah kan?" tanya ayu yang ingin segera melihat cucunya menikah.


"Entahlah Nek Risa bingung, biar Risa fikirkan dulu" ujar Risa yang menghentikan makan nya.


"Nenek cuma mau melihat mu menikah nak agar saat nenek pergi sudah ada yang menjaga kamu" ujar ayu.


"Nek sudahlah Risa akan menikah tetapi jika Risa sudah siap untuk menikah" ujar Risa yang tak ingin membahas masalah pernikahan.


Sebenarnya Risa banyak disukai oleh junior yang ada di kampus nya namun ia enggan untuk menjalin hubungan dengan seseorang menurutnya belum waktunya untuk memikirkan itu karna yang ia fikirkan saat ini hanya untuk membuat neneknya menikmati masa tuanya.


Ayu yang paham akan sifat cucunya hanya memilih diam karna untuk mendesak cucunya agar cepat menikah hanya akan membuat cucunya semakin tertekan.


"Yasudah nenek masuk kedalam kamar dulu kamu jangan lupa untuk istirahat yang cukup" ujar ayu yang mendapat anggukan dari Risa.


Didalam kamar ayu memandangi bingkai foto yang terdapat foto semua keluarganya dimasa Risa masih balita tanpa terasa air mata ayu menetes begitu saja mengingat masa-masa kebahagiaan nya dulu.


Risa yang sudah merebahkan badannya di atas ranjang hanya menatap langit-langit kamarnya untuk mencoba menghilangkan beban fikirannya.


*****


Ferdo yang masih berada dimeja makannya menghela nafas nya karna momy nya yang meminta untuk segera membawa kekasihnya menemui momy nya.


"Boy cepatlah bawa kekasih mu kesini biar momy bisa menjadi kan nya teman kau kan tau adikmu lebih pilih tinggal di apartemen daripada dimansion ini" ujar momy Helena dengan wajah yang dimelas-melas kan.


"Besok lusa mom jika urusanku sudah selesai aku akan bawa kekasih ku kesini untuk menemui momy" ujar ferdo.


"Cepat selesaikan urusanmu agar momy bisa bertemu dengan calon mantu momy" ujar momy Helena yang tak sabar untuk bertemu kekasih anaknya.


"Dia masih muda mom jangan mendesaknya untuk segera menikah denganku" larang ferdo yang sudah paham dengan sifat Momy nya.

__ADS_1


"Ahh ta apa-apa lah lebih baik juga cepat menikah daripada harus berpacaran telalu lama nanti bisa timbul fitnah" ujar momy Helena.


__ADS_2