Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia

Terjebak Dalam Cinta Seorang Mafia
Episode 35


__ADS_3

"Ada banyak hal yang ingin aku sampaikan tapi sebelumnya apa kau bersedia untuk membantu ku mengungkapkan siapa orang yang sudah meneror mu?" tanya ferdo.


"Membantumu? Apa yang bisa aku lakukan?" ujar Risa.


--------------------------------------------------


Diruang Kerja ferdo hanya ada keheningan karna ferdo yang belum menjawab pertanyaan dari risa, ferdo sendiri bingung apa Risa mau mengikuti alur rencana dia.


"Begini sebenarnya Dion sudah menyamar sebagai orang yang menyukai mu dan dia saat ini sedang bersama dengan orang yang aku curigai itu dan Dion sudah tau apa rencana orang itu selanjutnya tapi rencana itu sangat membutuhkan mu" ujar ferdo.


"Maksudnya? jangan membuat ku pusing cepat saja bilang apa yang harus aku bantu?" tanya Risa.


"Oke. Jika Dion mengirimkan pesan padamu untuk menemui nya di hotel kau temui saja dia tapi kau tidak perlu khawatir karna kau akan aku awasi dari kejauhan" ujar ferdo.


" Hah? Hotel? kau ini yang benar saja aku ini calon istri mu kenapa jadi aku dihotel sama Dion!" ujar Risa yang kesal karna ucapan ferdo.


"Iya aku tau tapi ini satu-satunya cara agar masalah ini cepat selesai" ujar ferdo.


"Aku juga berjanji jika kau tidak akan kenapa Napa jadi kau mau kan membantu ku?" tanya ferdo.


"Emmmya" jawab Risa.


"Jika begitu besok kita mulai rencana kita karna aku tidak mau menunggu lebih lama kasihan nenek" ujar ferdo.


"Tapi jika orang itu sudah aku ketahui pernikahan kita undur saja ya sampai nenek siuman aku ingin nenek melihat ku menikah" ujar Risa dengan suara yang bergetar.


"Iya terserah kau saja" ujar ferdo.


"Yasudah aku keluar dulu" pamit Risa.


"Mau kemana? disini saja denganku apa kau tidak mau berduaan dengan ku?" goda ferdo kepada Risa.


"Kau ini tua Bangka tidak tau diri" ujar Risa dengan wajah yang memerah seperti kepiting rebus.


"Apa kau bilang tua Bangka? hei yang benar saja aku tampan begini kau bilang tua Bangka!" ujar Ferdo dengan sedikit berteriak.


"Kau memang tua Bangka menyebalkan" ujar Risa yang berlari untuk keluar dari ruang kerja ferdo.


"Untung aja sayang kalau ngga aku gantung hidup-hidup" ujar ferdo yang melihat risa keluar dari ruangan nya.

__ADS_1


Memang karna sudah sering bertemu dengan Risa membuat ferdo yakin bahwa dirinya memang menyayangi Risa.


******


"Nak siapa orang itu?" tanya laki-laki paruh baya yang berada di meja makan untuk makan malam.


"Kenalkan dad dia Dion temanku" jawab wanita itu.


"Setelah makan temui Dady di ruang kerja" ujar laki-laki paruh baya itu.


Setelah selesai makan wanita itu segera menemui ayahnya diruang Kerja nya ia tau pasti dadynya akan menanyakan masalah Dion.


Tok Tok Tok


"Dad" ujar wanita itu.


"Masuklah tunggu Dady dulu kau duduk saja" ujar dadynya.


"Bagaimana kau bisa membawa temanmu untuk tinggal ditempat kita?" tanya dadynya.


"Karna dia umpan kita yang baru dad" Jawab wanita itu.


"Yakin dad karna dia menyukai wanita yang sedang bersama dengan laki-laki yang aku inginkan" ujar anaknya.


"Bagus kalau begitu aja dia bekerja sama dengan kita, karna kelemahan dia hanya wanita yang sekarang sedang berada disampingnya" ujar dadynya.


"Baik dad, kalau begitu aku keluar dulu" pamit anaknya.


"Sudah berkali-kali aku ingin menghabisi mu namun selalu saja gagal sekarang aku akan membalas mu dengan membuat putramu sengsara" batin Dady dari wanita itu.


Sedangkan diluar ruang kerja ada Dion yang sedari tadi menguping pembicaraan ayah dan anaknya itu sudah dipastikan jika memang orang tua wanita itu ikut terlibat.


"Ayah dan anak sama-sama liciknya" ujar Dion yang sudah berada dikamar nya.


Drt Drtt Drttt


*Cepat lakukan rencana kedua kita karna aku ingin semuanya cepat selesai!* isi pesan dari ferdo yang dikirimkan untuk Dion.


"Cihhh, tidak sabaran sekali" desis Dion yang melihat pesan dari ferdo. Dion pun segera mencari wanita itu untuk melanjutkan aksi nya.

__ADS_1


"Ahh ternyata kau disini" ujar Dion yang melihat wanita itu duduk dibelakang rumah.


"Ada apa? apa kau mencari ku?" tanya wanita itu.


"Yahh! aku ingin bicara sesuatu Dengan mu" ujar Dion.


"Bicara apa? katakan saja disini" ujar wanita itu.


"Lebih baik kita masuk saja! kita bicarakan didalam kamar ku saja karna ini mengenai rencana kita berdua" ujar Dion.


"Oke kau tunggu saja di dalam kamar mu aku akan segera kesana" ujar wanita itu.


"Oke, tapi jangan terlalu lama karna aku tidak suka yang namanya menunggu" ujar Dion yang berlalu pergi dari taman belakang untuk kembali ke dalam kamar nya.


"Hah seharusnya jangan terburu-buru seperti ini kan lumayan aku dapat membebaskan diriku dari bisnis apalagi jika aku harus kembali di rumah tengah hutan seperti aku masuk kedalam kandang singa" batin Dion yang berjalan menaiki tangga tapi baru saja melewati pintu kamar ayah wanita itu ia terhenti karna mendengar pembicaraan yang membuat ia sedikit kaget.


"Ini sebenarnya bagaimana sihhh! Kenapa Dady Felix ikut dipermasalahkan? aku harus cari tau dan bicarakan ini dengan ferdo" batin Dion yang pergi agar tidak diketahui oleh ayah dan anak yang mempunyai otak licik.


Setelah menunggu beberapa menit wanita itu akhirnya masuk kedalam kamar Dion untuk mendengarkan apa yang ingin dibicarakan oleh Dion dengan nya.


"Apa yang ingin kau katakan?" tanya wanita itu.


"Aku sudah tidak sabar untuk memiliki wanita ku itu!" ujar Dion dengan nada yang sedikit keras.


"Heiii! Sabar dulu kita harus menyusun rencana agar berjalan mulus tanpa jejak apapun!" ujar wanita itu.


"Kau tenang saja rencana ku ini akan berjalan dengan mulus dan tidak akan meninggalkan jejak dimana pun!" Dion yang berusaha memberikan kepastian kepada wanita itu agar mau untuk melakukannya.


"Katakan saja apa rencana mu? apa kau mengubah rencana ku yang ku bilang saat didalam mobil?" tanya wanita itu.


"Tidak, rencana itu akan tetap aku gunakan. Besok siang aku akan mencoba menghubungi wanitaku untuk mengajaknya bertemu disalah satu cafe atau restoran..."


"Kau gila! Apa kau ingin berkencan dengannya hingga harus membawanya kedalam cafe!" memotong pembicaraan Dion dengan nada yang sedikit keras.


"Dengar dulu ucapan ku jangan asal main potong aja!" ujar Dion yang kesal dengan wanita itu.


"Jika saja Risa tidak meminta ingin melihat siapa pelakunya akan aku habisi kau dan laki-laki tua Bangka mu itu sekarang juga dan menjadikan kalian sebagai santapan buaya milik ferdo!" batin Dion dengan melirik sekilas ke arah wanita itu.


"Yayayaya, yasudah cepat katakan! aku ingin segera istirahat" ujar wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2