
"Oh tuhan kenapa takdir ku seperti ini" batin Risa yang merasakan sakit dihatinya jika pernikahan nya akan dibatalkan.
Melihat risa yang melamun dengan mata yang sudah berair membuat ferdo tersenyum lebar karna ia merasa jika Risa pasti sangat sedih jika pernikahan mereka dibatalkan.
--------------------------------------------------
"Kau memikirkan apa?" tanya ferdo yang memecah kan keheningan.
"Tidak, aku tidak memikirkan apa-apa" bohong Risa.
"Kalau bicara jangan membuang muka, tatap aku" ujar ferdo yang menepikan mobilnya.
"Kenapa berhenti?" ujar Risa sambil melihat kearah ferdo.
"Apa kau menangis?" tanya ferdo yang melihat mata Risa seperti berair.
"Tidak, siap juga yang menangis" ujar Risa yang kembali membuang wajahnya keluar.
"Hei tatap aku! kau tidak perlu bohong kepada ku! katakan apa kau menangis karna aku membatalkan pernikahan kita?" tanya ferdo namun tidak ada jawaban dari Risa.
"Kenapa kau diam saja?" ujar ferdo yang berusaha membalikkan badan risa untuk menghadap kearah nya.
Melihat Risa menangis membuat ferdo merasakan sakit dihatinya karna sudah membuat wanita itu menangis karna ulah jahilnya ini.
"Jangan menangis!" ujar ferdo yang berusaha menarik Risa agar masuk kedalam pelukannya namun ditolak oleh Risa.
"Menjauhlah dariku!" ujar Risa.
"Kenapa aku harus menjauh darimu?" tanya ferdo.
"Karna kau membatalkan pernikahan kita jadi mulai sekarang kita bukan siapa-siapa dan anggap saja kita tidak saling mengenal, dan masalah nenek nanti akan aku pindah kerumah sakit jadi tidak usah repot-repot untuk merawat nenekku ditempatmu" ujar Risa.
"Hei kau ini bicara apa! lihat aku! tatap mataku risss!" ujar ferdo dengan tangan yang memegang kedua bahu Risa.
Menatap dalam kearah ferdo membuat Risa semakin dibuat kacau pikirannya, bagaimana bisa cinta pertama nya akan berakhir seperti ini.
"Dengar baik-baik ucapanku!"
"Aku tidak akan membatalkan pernikahan kita sampai kapan pun! Aku tidak akan melepaskan mu untuk laki-laki lain! kau hanya anak menjadi milikku! Selamanya!" Jelas ferdo.
"Kau serius dengan Ucapan mu?" Risa yang berusaha memastikan ucapan ferdo.
"Lihat lah mataku, apa ada tanda-tanda jika aku berbohong?" ujar ferdo yang mendapat gelengan dari Risa.
"Jadi jangan pernah menangis lagi dihadapan ku!" ujar ferdo dan langsung diangguki oleh Risa.
Sekarang kau istirahat saja perjalanan kita masih cukup jauh aku tau kau lelah jadi tidurlah aku akan membangunkan mu saat kita sudah sampai di mansion.
__ADS_1
Setelah mendengar ucapan ferdo jika pernikahan nya akan tetap dijalankan membuat Risa sedikit lega dan segera istirahat karna jujur jika dirinya menang sangat lelah.
Ferdo yang mengemudi mobil nya sekali-kali melirik kearah Risa yang sudah tertidur pulas merasakan kebahagiaan yang amat besar karna kini hidupnya sudah lengkap dengan adanya Risa disisinya.
Jarak mansion dengan hotel yang cukup jauh membuat ferdo dan Dion sampai dimansion saat malam hari.
Ferdo yang tak tega membangunkan Risa segera menggendong nya untuk masuk kedalam mansion.
"Kau ternyata bisa romantis juga" ujar Dion yang melihat ferdo menggendong Risa.
"Jangan berisik!" ujar ferdo yang menatap tajam Dion.
Mereka bertiga masuk kedalam mansion dengan Risa yang berada di gendongan ferdo. Melihat putra dan calon menantu nya datang momy dan Dady nya segera menghampiri nya.
"Boy apa yang terjadi dengan Risa?" tanya momy Helena yang khawatir saat melihat Risa berada di gendongan ferdo.
"Risa tidakpapa mom, dia hanya lelah saja" ferod yang berjalan menuju kamar Risa agar bisa membaringkan tubuh Risa.
"Apa semua rencana kalian berjalan dengan mulus?" tanya Dady Felix kepada Dion.
"Yess dad" jawab Dion.
"Kau juga istirahat sana, pasti kau juga lelah" ujar momy Helena.
"Iya mom, aku keatas dulu" pamit Dion kepada helena dan Felix.
Merasakan sesuatu pada badannya membuat risa bangun dari tidurnya.
"Hah aku ketiduran, apa ferdo yang membawa ku kesini?" tanya Risa pada dirinya sendiri.
"Sebaiknya aku segera mandi dan menemui nenek" beranjak dari tempat tidur nya dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Setelah selesai Risa segera keluar dari kamar nya untuk menemui neneknya dan melihat keadaan neneknya.
Tok Tok Tok
"Masuk saja" ujar Helen dari kamar nenek ayu.
"Maaf merepotkan mu Len" ujar Risa yang berjalan mendekati Helen dan neneknya.
Memang hari ini BI Ina cuti untuk tidak bekerja karna sedang ada urusan dengan anaknya maka dari itu risa menitipkan neneknya dengan Helen.
"Tidakpapa, lagian momy juga ikut menemani nenek" ujar Helen.
"Aku sudah banyak merepotkan mu dan keluarga mu apalagi dengan kakakmu" ujar Risa yang merasa dirinya menjadi beban keluarga Ferdo.
"Kau tidak merepotkan keluarga ku, kami malah senang karna kau datang dengan nenekmu jadi jangan pernah berfikir jika kalian itu merepotkan kami" ujar Helen yang memberikan penjelasan kepada Risa.
__ADS_1
"Sekali lagi terima kasih Len, kau memang sahabatku yang paling bisa mengerti keadaan ku" Risa yang memeluk Helen.
"Ehemmm" deheman ferdo yang berdiri didepan pintu.
"Sudah ya aku keluar dulu, kau tidakpapa kan aku tinggal?" tanya Helen.
"Iya, kau istirahat saja" jawab Risa.
Melihat Helen pergi membuat ferdo segera menghampiri Risa.
"Kau sudah makan?" tanya ferdo yang mendapat gelengan dari Risa.
"Kau tunggu disini jangan kemana-mana" ujar ferdo yang berjalan keluar dari kamar.
"Nenek, cepatlah sadar apa nenek tidak mau melihat Risa menikah? Risa janji saat nenek sadar Risa akan segera menikah dengan ferdo" ujar Risa yang berusaha mengajak bicara neneknya.
"Risa sayang nenek, jangan pernah pergi Nek, jika nenek pergi siapa yang akan menjaga Risa dan menyayangi Risa lagi" ujar Risa.
"Aku akan menjaga mu dan keluarga ku akan memberikan kasih sayang kepada mu" ujar ferdo yang berjalan kearah Risa dengan membawa nampan yang berisi sepiring nasi dan minuman.
"Kau membawa makanan untuk siapa?" tanya Risa.
"Untuk mu, cepatlah makan kau dari tadi belum makan apapun" tangan ferdo yang memberikan nampan yang di bawanya.
"Terima kasih, apa kau sudah makan?" tanya Risa yang sadar jika ferdo sejak tadi bersama nya dengan begitu Ferdo juga belum makan.
"Aku akan makan setelah kau selesai makan, jadi cepatlah makan sebelum makanan mu dingin" ujar ferdo yang mendudukan bokongnya di sofa samping ranjang nenek ayu.
Risa segera melahap makanan yang sudah dibawakan oleh ferdo. Walaupun perhatian kecil yang diberikan ferdo kepada nya membuat Risa merasakan kebahagiaan karna baru kali ini dia diperhatikan oleh seorang laki-laki.
"Kau tolong tunggu disini aku akan mengembalikan piring dulu" pamit Risa namun dicegah oleh ferdo.
"Berikan padaku" ujar ferdo.
"Tidak usah, aku bisa sendiri kau tolong disini sebentar" ujar Risa yang berjalan keluar.
Menuju kedapur Risa ingin mengambil kan makanan untuk ferdo, Risa merasakan jika ferdo pasti sangat lelah karna banyak rencana yang ia jalankan hari ini.
"Nona kenapa didapur? nanti bibi akan dimarahi oleh tuan Ferdo" ujar pelayan yang melihat Risa berada didapur.
"Bibi tenang saja aku hanya mengambil kan makanan untuk ferdo, ferdo juga tidak akan marah jadi bibi tidak usah khawatir" ujar Risa sambil tersenyum kearah pelayan itu.
"Tuan Ferdo memang tidak salah dalam memilih pasangan, nona Risa sangat baik dan sopan semoga saja kebahagiaan akan selalu bersama kalian" batin pelayan itu.
"BI aku keatas dulu ya" Pamit Risa kepada pelayan.
"Iya non" jawab pelayan itu.
__ADS_1