
"Ada kuman yang harus aku basmi dulu" jawab Ferdo.
"Cihh ternyata masih banyak yang ingin menyingkirkan mu hanya untuk menguasai kekuasanmu saja" ujar pria tersebut.
"Sudahlah biarkan saja" ujar ferdo dengan nada santai nya.
"Asisten Hans apa kabar kau lama tak bertemu denganmu" ujar pria tersebut...
--------------------------------------------------
"Kabarku baik bagaimana dengan kabarmu sendiri?" tanya Hans.
"Bisa kau lihat aku sangat baik bahkan bertambah tampan saja wajahku ini" ujar pria tersebut yang menyombongkan dirinya sendiri.
Ferdo dan Hans melihatnya menjadi geli sendiri akan tingkah pria itu.
"Buanglah sikap sombongmu itu! membuatku geli saja" ujar ferdo yang menatap sahabatnya.
"Ah sudahlah kita bahas yang lain saja" ujar pria tersebut sambil menekan tombol yang berada diatas meja.
Pelayan yang mendapatkan panggilan segera menunju tempat atasannya berkumpul.
"Kau mau minum apa?" tanya pria itu.
"Apa saja yang penting jangan beralkohol" ujar Hans yang tak suka akan minum-minum an alkohol.
"Kau do mau minum apa?"tanya pria itu kepada ferdo.
"Sama saja" ujar ferdo.
Setelah mendengarkan ucapan atasanya pelayan pun segera mengambilkan minuman yang diminta atasanya tadi. Semua minuman yang muncul dari bawah meja pun segera di teguk oleh Hans.
Jangan pada tanya kenapa minumannya bisa dari bawah meja, ya karna mansion itu sudah didesain seperti itu yang sudah seperti robot tapi masih berbentuk mansion mewah ya😂
"Kau kapan menikah do" tanya pria itu yang hanya mendapatkan Jawaban dengan tatapan tajam ferdo.
__ADS_1
"Awas ntar tu mata keluar dari tempatnya" goda pria tersebut kepada ferdo.
"Asisten Hans apa ferdo sudah memiliki kekasih atau istri?" tanya pria itu kepada Hans.
"Master sudah mempunyai kekasih" jawab Hans yang membuat ferdo teringat kepada wanita yang ia jadikan kekasih olehnya.
Karna ferdo yang terlalu memikirkan masalahnya membuat nya tidak bisa menemui kekasihnya itu. Padahal besok ia harus membawa Risa ke mansion nya untuk ditemukan dengan Momy nya.
"Wow ternyata kau bisa memiliki kekasih juga" ujar pria itu.
Beberapa saat kemudian Karna rasa kantuknya yang sudah mebuat mata Hans dan pria itu tak kuat untuk membuka matanya, akhirnya mereka berdua memilih untuk segera tidur dikamar yang ada di mansion pria itu.
Sedangkan ferdo yang masih memikirkan Risa hanya duduk melamun menikmati udara malamnya di balkon, Sesekali ia membaca informasi dari bawahannya yang ia tugaskan untuk mengawasi Risa disaat dirinya sedang menyelesaikan masalahnya.
"Kasihan dia haru bekerja dan merawat neneknya" ujar ferdo yang mengetahui jika Risa sudah kuliah dan bekerja tapi masih ditambah dengan mengurus neneknya yang sedang sakit.
Ferdo yang menyimpan nomor Risa segera mengirimkan pesan kepada nya yang dapat dibaca Risa ketika sudah bangun dari tidurnya esok hari.
Merebahkan badannya keatas ranjang yang cukup besar untuk dirinya sambil menatap langit-langit membuatnya lama-lama memejamkan matanya karna sudah dilanda rasa kantuknya.
******
Mata Risa dibuat melongo oleh satu pesan yang ia baca, pesna itu tak lain dari ferdo kekasihnya yang beberapa hari sudah hilang bak ditelan bumi itu.
*Datanglah untuk makan siang di cafe xxx, tidak ada penolakan ingat itu!!!* isi pesan ferdo yang kemarin malam kirim.
*Makan siang di rumahku saja aku tidak bisa keluar rumah* balas Risa kemudian membereskan tempat tidurnya.
Memang Risa sengaja memilih mengajak ferdo untuk makan siang dirumahnya karna hari ini ia cuti kuliah dan bekerja untuk mencari baby sister.
Membereskan semua pekerjaan rumah sudah menjadi hal biasa bagi Risa yang hidup mandiri sejak orang tuanya tiada walaupun terkadang neneknya melarang Risa untuk membereskan rumah tapi Risa yang tak mau membuat neneknya terlalu lelah makan ia membantu neneknya.
Karna saat ini neneknya yang masih saikt jadi semua pekerjaan rumah diselesaikan oleh dirinya sendiri. Pekerjaan rumah telah selesai semua sekarang tinggal membuat kan bubur untuk neneknya dan membuat sarapan untuk dirinya sendiri.
Seorang pria baru saja bangun dari tidurnya membuka matanya. Pria itu tak lain adalah ferdo ia mengingat jika dirinya tidak sedang di mansion nya.
__ADS_1
Beranjak dari tempat tidur nya ia segera membersihkan badannya yang terasa lengket. Mengguyurkan badannya dibawah shower membuatnya teringat jika semalam ia mengirimkan pesan kepada kekasihnya Risa.
Mengambil ponselnya setelah selesai mandi ia mulai membuka balasan pesan dari Risa. Keningnya sedikit dikerutkan karna mendapatkan balasan dari Risa.
Ketika pria itu sudah ada di depan meja makan untuk segera menikmati sarapan nya masing-masing. Keheningan dimeja makan saat mereka melahap makanannya.
"Bagaimana transaksi senjata kita, apa berjalan lancar semuanya?" tanya ferdo yang sudah menyelesaikan makan nya.
"Beres tanpa Masalah satu pun" jawab pria tersebut.
"Wow kau memang hebat tuan Dion" ujar Hans yang ikut membuka suara.
Yah sahabat ferdo bernama Dion, Dion terkenal sombongnya walaupun begitu Ferdo tak mempermasalahkan masalah itu.
"Siapa dulu Dion Pratama" Dion yang menyombongkan dirinya sendiri.
"Sudahlah terserah kau mau bicara apa" ujar ferdo yang meninggalkan meja makan menuju sofa ruang tengah nya.
Dua orang yang masih dimeja makan mengekori ferdo menuju ruang tengahnya. Mereka bertiga duduk di sofa masing-masing tanpa pembicaraan sepatah kata pun.
"Apa kau akan kembali ke mansion besok?" tanya Dion yang memecahkan keheningan.
"Nanti siang aku akan kembali" jawab ferdo yang masih sibuk memainkan ponselnya.
"Aku ikut kau ya bosan aku sendiri disini" ujar Dion yang ingin bertemu dengan keluarga ferdo pasalnya Dion yang sudah tidak memiliki siapa-siapa sering merasakan kesepian ya walaupun terkadang ia keluar untuk ke bar ataupun berkeliling dunia.
"Ikut saja tapi kau langsung saja ke mansion bersama Hans aku ada urusan" ujar ferdo.
"Oke, aku sudah rindu sekali dengan Momy Helene, rindu masakannya rindu celotehannya yang menasehati ku ahhhh tidak sabar rasanya aku bertemu dengan nya" ujar Dion dengan semangat 45.
Sedangkan ferdo dan Hans yang mendengar nya sudah biasa karna memang momy Helena juga sangat menyayangi Dion seperti anaknya sendiri.
Dulu Dion bukan lah siapa-siapa ia ditemukan Helena dan Felix saat masih berumur 5tahun berada dijalan raya. Keluarga Dion hanyalah orang biasa pada saat itu orang tuanya dan Dion yang ingin makan di cafe untuk merayakan ulang tahun Dion harus menjadi sebuah tangis haru.
Bagaimana tidak disaat menuju cafe orang tua Dion yang hanya menggunakan motor ditabrak oleh mobil yang melaju kencang dari arah berlawanan hingga mengakibatkan kedua orang tua Dion meninggal ditempat sedangkan Dion mengalami luka berat. Helena yang melihat kecelakaan itu menyuruh suaminya Felix untuk menepikan mobilnya dan melihat anak kecil yang tergeletak di pinggir jalan.
__ADS_1
Helena dan Felix membantu mengurus jenazah kedua orang tua Dion dan membawa Dion ke rumah sakit dan Sejak saat itu Helena dan Felix mengangkat Dion sebagai anaknya.
Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komennya terimakasih 🙏