
"Aku yakin sis, doakan saja untuk pernikahan ku yah" ujar Risa dengan memeluk sejenak Siska.
"Aku pasti akan mendoakan yang terbaik untuk mu" sahut Siska yang membalas pelukan dari Risa.
"Ayo kembali, aku takut jika ferdo akan marah jika kita disini terlalu lama" ajak Risa dengan menarik tangan Siska.
--------------------------------------------------
Mereka berdua kembali menghampiri ferdo dan Dion. Setelah mereka selesai berbincang akhirnya mereka menyudahi pertemuan nya dan segera kembali ke kediaman masing-masing.
"Aku duluan ya ris" pamit Siska Kepada Risa yang akan masuk ke dalam mobil.
"Iya hati hati!" ujar Risa sambil melambaikan tangan nya kepada Siska.
"Ayo masuk!" ujar ferdo.
Mereka bertiga masuk ke dalam mobil dan segera menuju kediaman Alexander.
"Siapa lagi kerabat mu yang ingin kau undang di acara pernikahan kita?" tanya ferdo kepada Risa saat mereka masih di dalam mobil.
"Iya kakak ipar, siapa lagi? tapi jika ada lagi namun modelnya seperti perempuan bar bar tadi lebih baik tidak usah di undang! nanti bikin pusing" sahut Dion sambil menengok ke belakang.
"Namanya Siska bukan perempuan bar bar" ujar Risa sambil tertawa kecil.
"Lebih bagus ku namai perempuan bar bar karna sifat dia seperti preman apalagi tenaga nya" ujar Dion sambil mengingat kejadian tadi saat di cafe.
"Terserah kau saja yang penting hati hati, nanti kau bisa jatuh hati sama dia" ujar Risa secara asal.
"Aku tidak mungkin jatuh hati kepada perempuan bar bar seperti dia" ujar Dion.
"Bagaimana apa kau punya kerabat lain?" tanya ferdo lagi kepada Risa.
"Sebenernya ada lagi kerabat dari Dady ku tapi tidak usah di undang lah" ujar Risa sambil menatap jendela luar mobil.
"Kenapa?" tanya ferdo yang ingin mengetahui alasan Risa.
__ADS_1
"Aku sangat membenci mereka! dulu waktu Dady dan Momy pergi mereka mengusir ku dari rumah Dady, dan dia memutuskan hubungan keluarga dengan ku dan nenek. Sejak saat itu aku sudah tidak mau lagi memiliki hubungan dengan mereka, karna saat aku mendengar nama mereka dan melihat wajah mereka membuat ku mengingat kejadian dulu" jelas Risa sambil mengingat bayangan masa lalu nya.
"Ah iya kakak ipar aku dengar dulu Dady mu juga punya perusahaan lalu kenapa kau tidak mengelola nya?" sahut Dion, Sebenernya Dion, Hans dan Ferdo Sudah mengorek masa lalu risa namun mereka tidak tau soal harta yang di tinggalkan oleh Dady Risa.
"Semua harta peninggalan Dady di ambil oleh paman dan karna itu aku hanya tinggal sendiri bersama nenek di rumah yang sederhana" ujar Risa sambil menatap Dion.
"Pasti sangat sulit untuk hidup dari kesusahan apalagi kakak ipar pernah hidup mewah dan tidak kekurangan apapun" ujar Dion dengan nada yang sedikit sedih.
"Iya, dulu sewaktu Momy dan Dady masih keluarga ku sangat lah bahagia dan hidup yang sangat berkecukupan, dulu apapun yang aku inginkan pasti akan mudah di dapatkan tidak seperti sekarang yang harus bekerja lebih keras jika sedang mempunyai harapan untuk membeli sesuatu" ujar Risa dengan senyum yang di pakasanya.
"Sabar lah kakak ipar, aku akan berjanji jika ferdo pasti akan memberikan kebahagiaan yang dulu sempat hilang dari mu, dan pasti momy Helena dan Dady Felix akan memberikan kasih sayang yang lebih untuk mu" ujar Dion sambil tersenyum ke arah Risa.
"Bukan hanya Dady dan Momy yang memberikan kasih sayang untuk mu namun aku juga! aku akan memberi kan kasih sayang, cinta dan kebahagiaan untuk mu!" batin ferdo sambil melirik sekilas ke arah Risa.
"Jadi kau yakin tidak akan mengundang paman mu untuk datang di acara pernikahan kita? bagaimana dengan nenek jika dia menginginkan paman mu datang?" ujar ferdo.
"Aku sudah yakin tidak akan mengundang nya dan untuk nenek pasti dia akan mengikuti pendapat ku" ujar Risa.
"Ya sudah kalau begitu, aku juga tidak mau memaksa mu untuk mengundang nya karna itu adalah hak mu" jelas ferdo dengan tangan yang menarik Risa bersandar di bahu nya.
"Kenapa? kau malu dengan Dion atau memang tidak mau?" ujar ferdo sambil menahan kepala Risa agar tetap bersandar di bahunya.
"Hmm aku malu dengan Dion" ujar Risa.
"Tidak usah malu kakak ipar, anggap saja aku tidak di sini hehe😂" ujar Dion sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Risa.
"Anggap saja hantu nona" sahut pak sopir yang mengemudikan mobilnya.
"Enak saja kau bilang!" ketus Dion kepada pak sopir.
"Maaf tuan" ujar pak sopir sambil menahan tawanya.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan dan dengan Risa yang tetap bersabar di bahu Ferdo.
Setibanya di mansion Risa segera masuk ke dalam sendirian karna Ferdo dan Dion harus pergi lagi untuk menuju perusahaan.
__ADS_1
"Masuklah, aku akan ke perusahaan sebentar" ujar Ferdo sambil mengantarkan Risa keluar dari mobil.
"Hati hati" ujar Risa yang melihat ferdo masuk kembali ke dalam mobil.
Ferdo di dalam mobil hanya dengan Dion karna pak sopir tidak ikut dengan mereka.
"Aku lupa" ujar Dion yang membuat Ferdo menoleh ke arahnya.
"Apa?" jawab singkat Ferdo.
"Aku lupa tidak menanyakan nama paman kakak ipar" ujar Dion yang membuat Ferdo mengerutkan keningnya.
"Otakmu kan pintar jadi ajaklah mereka untuk menyelesaikan tugas" ujar Ferdo sambil mengambil ponselnya dari saku celananya.
"Ya baiklah, Rencana apa yang ingin kau berikan kepada si tua Bangka yang membuat kakak ipar sengsara?" tanya Dion dengan mata yang masih fokus ke depan.
"Kau lacak saja keberadaan nya terlebih dahulu dan cari tau perusahaan yang di miliki, setelah itu investasi kan saham di perusahaan miliknya" ujar Ferdo.
"Kenapa kau malah menginvestasikan saham di sana?" tanya Dion yang belum tau permainan apa lagi yang akan di lakukan Ferdo.
"Kau ikut saja perintah ku dulu nanti juga akan tau" ujar Ferdo.
Mereka melanjutkan perjalanan nya untuk menuju perusahaan karna Hans sudah mengirimkan pesan jika setengah jam lagi Ferdo harus meeting dengan klien dari luar negeri.
Sampai di perusahaan Ferdo dan Dion segera naik ke atas untuk menemui Hans yang sudah menunggu di ruang meeting.
"Selamat siang tuan Ferdo, tuan Dion" sapa salah satu karyawan yang melihat ferdo dan Dion berjalan.
Seperti biasa Ferdo hanya diam saja menanggapi nya tidak seperti Dion yang menanggapi nya dengan senyuman manis yang dia tunjukkan.
"Kau masuklah ke dalam ruangan ku! lakukan perintah ku sesuai yang ku bilang tadi, aku akan meeting terlebih dahulu dengan Hans" ujar Ferdo yang berjalan menjauhi Dion untuk menuju ruang meeting nya.
Saat Ferdo masuk dia sudah di sambut oleh Hans dan beberapa karyawan nya serta klien yang akan meeting bersama dengan nya.
"Maaf membuat kalian menunggu" ferdo segera duduk di tempatnya dan memulai meeting.
__ADS_1