
"Jangan dibatalkan pernikahan ini mom dad, setelah ferdo menikahi Risa, ferdo janji akan mengungkapkan semuanya dan menghapus surat kontrak yang sudah ferdo buat" mohon ferdo.
"Kau bisa pegang ucapanmu itu boy?" tanya momy Helena
"Bisa mom, ferdo berjanji jika Risa sudah menjadi istri ferdo akan mengungkapkan semuanya dan menghapus surat kontrak itu" ujar ferdo...
--------------------------------------------------
"Boy ingat jika memang kau mencintai Risa dan ingin menjadikan nya istri tolong jangan buat dia kecewa tapi jika semua ini hanya omong kosong mu batalkan saja momy juga tidak akan mendesakmu lagi untuk cepat menikah" ujar momy Helena.
"Samapi aku matipun pernikahan ku akan tetap dilaksanakan mom! karna aku sangat mencintai Risa! jangan harap kalian semua bisa memisahkan ku dengan nya" bentak ferdo.
"Memang sih kakak mencintai Sahabat ku Risa tapi apa Risa juga mencintai kakak? atau malah dia benci denganmu karna kelakuan mu ini" ujar Helen dengan menghela nafas panjang.
"Masalah Risa yang tidak mencintai ku aku akan membuat dia mencintai ku seiring berjalannya waktu kalau masalah dia membenciku itu biar jadi urusanku" ujar ferdo.
"Yasudah kak aku minta maaf ya tadi membentak mu terus mengatasi mu pengecut tapi semua itu aku lakukan agar kakak bisa jujur dengan Momy dan Dady sekalian aku ingin tau apa kakak mencintai sahabat ku itu atau tidak tapi jika kakak tidak mencintai sahabat ku maka aku akan membantu sahabat ku untuk pergi dari kehidupan mu" penjelasan Helen.
"Baby kau tau semuanya kenapa tak bilang dengan Momy dari awal? Apa kau menolak untuk makan malam bersama kekasih kakak mu hanya karna ini?" tanya momy Helena.
"Iya mom maafkan aku, Sekarang tinggal aku menemui Risa untuk mengatakan jika calon suami nya itu kakak ku sendiri" ujar Helen.
"Momy takut jika kau memberi tau Risa kalau ferdo kakakmu apa Risa mau memaafkan mu karna secara tidak langsung kau membantu rencana kakak mu ini" ujar momy Helena.
"Momy tenang saja Risa tidak akan marah padaku. Aku juga akan mengatakan semuanya tentang kakak sekalian tentang perasaan kakak pada Risa" ujar Helen sambil mengedipkan mata nya kepada kakaknya.
"Heiii jangan kau beri tau dulu biar aku sendiri yang mengungkapkan nya" ujar ferdo.
"Benar baby biar kakak mu saja, itu urusan kakakmu kau hanya perlu bicara semua tentang kenyataan nya" ujar Dady Felix.
"Oke baiklah. yasudah mom dad aku mau istirahat capek aku teriak-teriak mulu tadi" Pamit Helen.
"Istirahatlah! kau juga istirahat lah kasihan matamu masih sembab begitu" kekeh momy Helena kepada ferdo.
"Benar Dady baru tau kamu memohon sesuatu kepada momy dengan menangis" tawa Dady Felix.
"Sudah lah mom dad, aku keatas dulu" pamit ferdo.
Sedangkan momy Helena dan Dady Felix masih berada di ruang tamunya untuk membicarakan kelakuan putranya.
"Lihatlah kelakuan mu menurun kepada putraku" ujar momy Helena.
"Hei kenapa aku jadi disangkut pautkan" jawab Dady Felix.
__ADS_1
"Ya memang semua kejadian ini sama persis saat dulu kau memaksa ku menikah denganmu!" ujar momy helena.
"Biarkan saja! karna aku dan putraku mempunyai prinsip yang sama, Memiliki apa yang diinginkan" ujar Dady Felix.
"Dasar kelakuan bapak dan anak sama-sama gila semuanya!" ujar momy Helena.
"Kalau aku dan anakku gila berarti kau juga gila" ujar Dady Felix
"Yah aku jadi gila karnamu" ujar momy Helena.
Kedua orang tua ferdo terus saja berdebat hingga mereka berdua memilih diam karna jika diteruskan tidak akan pernah ada ujungnya.
******
Memikirkan ucapan ferdo membuat Risa pusing. Menikah sebelum atau setelah wisuda. Memang sekarang kesehatan neneknya semakin menurun ia sebenarnya juga takut jika neneknya tidak bisa melihat nya berada di pelaminan.
Risa menghampiri kamar neneknya namun di cegah oleh Ina karna neneknya baru saja tidur. Melihat wajah Risa yang khawatir Ina menenangkan nya.
"Kau kenapa? apa ada masalah dengan urusan kuliahmu atau urusan pernikahan mu?" tanya Ina.
"Aku sedang memikirkan ucapan ferdo bi" Jawab Risa.
"Memang apa yang diucapkan ferdo?"
"Sebenarnya yang diucapkan ferdo Memeng benar sa, Kau bisa lihat sendiri keadaan nenekmu sekarang untuk bangun dari tempat tidur nya saja tidak bisa aku hanya khawatir jika nenekmu pergi sebelum kamu menikah" ujar Ina.
"Tapi bagaimana urusan kuliah ku bi? aku maunya menikah setelah aku wisuda" ujar Risa.
"Aku tau keinginan mu itu tapi kau juga harus pikirkan nenekmu jangan egois hanya karna keinginan mu itu" ujar Ina.
"Yasudah nanti coba aku bicarakan dengan nenek dan keluarga Ferdo dulu bi. Semoga saja keputusan ku benar" ujar Risa.
Risa meninggalkan Ina di ruang tamu. Masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya. Selesai mandi Risa segera membuat kan bubur untuk neneknya sudah lama ia tak pernah membuat kan bubur neneknya karna harus mengurus urusan kampus dan pernikahan nya.
Tok Tok Tok
Terdengar ketukan pintu dari luar Risa segera mematikan kompor nya untuk membuka pintu. Saat dibuka hanya ada sebuah kotak untuk Risa yang entah dari siapa pengirimnya.
"Siapa sa?" tanya Ina.
"Bukan siapa-siapa bi tapi ini ada kado buat aku" ujar Risa.
"Ohh yasudah" ujar Ina meninggalkan Risa menuju dapur untuk melanjutkan masakan Risa. Melihat kotak yang ada didepan matanya membuat Risa penasaran akan isinya. Sebenarnya ia takut untuk membuka nya karna entah dari mana kotak itu berasal.
__ADS_1
Bisa jadi ada seorang penjahat yang ingin mencelakainya atau dari ferdo. Tapi jika dari ferdo pasti dia akan mengirimkan pesan atau menelfon.
"Apa aku buka saja ya" batin Risa.
membuka perlahan tutup kotak, ternyata saat membuka kotak tersebut masih ada kotak di dalamnya lagi hingga ada sepuluh kotak Dengan ukuran yang berbeda-beda.
Akhirnya kotak terakhir dibuka Risa dan segera menjatuhkan kotak tersebut. ia begitu kaget karna isi kotak itu.
"Siapa yang mengirimkan ini padaku? dengan maksud apa dia menakutiku seperti ini?" batin Risa yang menata kembali isi dari kotak itu.
"Sebaiknya besok aku berikan ini pada ferdo biar dia mencari tau siapa orang dibalik semua ini" ujar Risa pada dirinya sendiri.
Risa segera menyimpan kotak itu didalam almari nya agar besok bisa dia bawa untuk diberikan pada ferdo.
Drt Drtt Drttt
"Halo Len ada apa?" tanya Risa yang menerima sambungan telefon dari Helen.
"Besok aku ke rumahmu ya, bolehkah?" tanya Helen.
"Bagaimana ini besok aku ingin menemui ferdo tapi sudahlah urusan ferdo bisa nanti saja" batin Risa.
"Boleh kok datang aja" jawab Risa.
"Oke besok aku akan datang pagi hari" ujar Risa.
"Iya" Mereka berdua pun berbicara cukup lama hingga Risa yang di panggil oleh neneknya.
"Len nanti lagi ya nenek ku sedang memanggilku" Pamit Risa kemudian memutuskan panggilan.
Masuk kedalam kamar nenek ayu membuat Risa ingin menangis melihat keadaan neneknya yang sudah seperti mayat hidup karna badannya yang sudah tidak bisa digerakkan hanya tangan dan kepalanya saja yang masih bisa digerakkan.
"Nenek mencariku? Bagaimana kondisi nenek? apa nenek sudah makan dan minum obat?" tanya Risa yang hanya mendapat anggukan dari nenek ayu.
"Naa... nakk" ujar ayu dengan suara lemahnya.
"Nenek kenapa? nenek ingin apa atau sedang butuh apa?" tanya Risa.
"Nee... nenek tid... dak apa-apa na... nak" ujar ayu.
"Nenek jangan memikirkan apapun agar nenek bisa sehat kembali nanti Risa akan ajak nenek jalan-jalan jika nenek sudah sembuh" ujar Risa dengan mata yang berkaca-kaca.
Selang beberapa menit nenek ayu kembali tertidur karna akibat dari obat yang diminum nya. Risa segera kembali ke kamar untuk beristirahat...
__ADS_1