
Mobil berbelok dari Jalan Raya ke Jalanan sepi, hanya motor dan mobil yang berlalu lalang tidak ada rumah sama sekali, aku semakin takut karena jalanan ini hanya diterangi lampu jalan saja. Mau dibawa kemana aku ya Allah, aku takut. Tolong selamatkan aku ya Allah, aku memejamkan mata, benar benar takut.
Mobil berhenti, aku membuka mataku. Terang, itu yang kulihat, sebuah danau atau laut sih, tidak tau ini dimana. Aku menegakkan tubuhku dan menajamkan penglihatanku. Banyak orang berlalu lalang, ada yang bergandengan tangan, duduk berduaan bahkan ada yang duduk melingkar memakai tikar. Mereka rame rame membawa keluarganya. Padahal ini malam hari.
Sedang asyik dengan lamunanku. Pintu disampingku terbuka dan aku menengoknya. Dr. Afandi berdiri di balik pintu.
" Ayok turun Dek.! " Tangannya terulur akupun meraihnya kemudian turun dari mobil.
" Ini dimana Dokter ? " Tanyaku. Dr. Afandi diam dan terus berjalan menuntunku. Hingga akhirnya Dr. Afandi mengajakku duduk disebuah kursi yang menghadap ke Danau buatan itu, di tengah Danau, ada jembatan yang dihiasi lampu kelip kelip. Indah sekali, walaupun malam hari suasananya sangat indah dan membuat nyaman.
Aku duduk dan tiba tiba, Dr. Afandi bersimpuh di kakiku. Apaan ini? ..
" Dokter Apa yang kamu lakukan " Aku tersentak dan ingin berdiri tapi kakiku dipegang kuat.
" Dokter, tolong lepasin..!! " Ucapku.
" Maafin aku Dek, tolong kamu jangan marah, jangan diam seperti tadi..!! " Ucapnya. Disusul dengan cairan bening yang menetas ke kakiku dan isak tangis menyertainya.
" Dokter, tolong ya, kalau tidak di lepas, aku tidak akan mau kenal Dokter lagi, tidak mau diajak kemana mana lagi." Ucapku.
" Tapi, mohon maafin aku Dek..!! "
" Ya sudah, aku sudah maafin.." Ucapku. Tapi aku masih kesal ditambah dia harus bersimpuh seperti tadi.
Dr. Afandi akhirnya bangun kemudian duduk disampingku. Dan dia terus merangkulku. Matanya memerah dan air matanya masih tergenang di pelupuk matanya.
Melihat tingkahnya, aku malah ingin ketawa. Dia terus terisak dan aku terbahak..!!!
" Cup cup cup..!! Anak manis, sudah ya nangisnya nanti kita beli gulali hahaha..!! " Aku benar benar tidak bisa menahan ketawaku. Dr. Afandi refleks mencubit lenganku.
" Udah ya, nanti gantengnya hilang loh " Aku mengusap air matanya. " Tidak apa apa, yang penting jangan kamu yang hilang.." Ucapnya. Aku tersenyum.
*****************
" Dek, maaf banget tadi aku kalut banget, ada yang sakit tidak?! " Dia membolak balikin tanganku.
" Tapi maksudnya apa, Seperti ini? " Tanyaku. Aku sebenarnya memang sangat syok dengan perlakuannya, tapi bagaimana perasaan ini tidak bisa di bohongi. Sulit untukku menjauh darinya.
" Aku cuma takut kamu ninggalin aku Dek, aku jujur Dek, keluargaku sudah tidak respek sama dia. Cuma, kalau Momy itu menganggap dia seperti anak biasa saja itu pun sangat jarang berkomunikasi, karena Momy juga kan sibuk dia juga sibuk kerja karena harus menghidupi anaknya.
" Dua hari setelah keluarganya datang menjodohkan, Ibunya kena serangan jantung dan meninggal di tempat. Karena, Berita itu tersebar ke Rekan Bisnisnya Keluarga Om Danu. Mereka mengundurkan diri jadi investornya Om Danu. Carisa telah mencoreng nama baik Perusahaan Om Danu.
" Akhirnya Om Danu mengalami kebangkrutan dan Carisa hampir Defresi karena kehilangan Ibunya dan harus menanggung malu dengan keadaannya yang sudah berbadan dua.
" Ketika ada waktu luang, Dady sama Momy selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi Om Danu, dan Carisa selalu curhat kepada Momy. Momy selalu memberi masukan yang baik, mensuportnya ketika melahirkan juga Momy yang menemani dia dan mungkin itu yang membuat dia merasa nyaman sama Momy.
" Setiap ada apa apa selalu bilang Momy, bahkan dengan keadaan ekonominya yang sekarang Momy selalu memberikan uang untuk dia dan anaknya belanja.
" Karena ketergantungan, apa apa bilang Momy dan berani minta uang sama Momy. hingga puncaknya, ketika umur anaknya satu tahun. Carisa ketahuan lagi main ke Club Malam, ada yang bilang waktu itu. Sekali dua kali Momy biarkan tapi lama lama dia melakukan hal yang patal yang membuat Om Julian marah besar kepada Kita. Om Julian ternyata sudah menyelidiki semua kegiatan dia. Momypun akhirnya merasa dimanfaatkan. Dan keputusan Keluarga kami, sudah bulat untuk tidak memberinya uang lagi. Dady dan Om Julian patungan memberi modal untuk usaha Om Danu.
" Setahun kemudian, Usaha Om Danu mengalami kemajuan dan bisa menyekolahkan Carisa di Sekolah Kebidanan sesuai dengan cita citanya.
Dr. Afandi menjelaskan dengan sedetailnya. " Percaya tidak..,? " Aku mengangguk.
" Deekkk..!! " Rengeknya.
" Apalagi? "..
" Jangan ngangguk doang dong "...
" Ya sudah, terimakasih sudah mau jujur "..
" Janji ya gak ninggalin aku dan tidakak marah lagi " ...
" Hemmm " Aku menjawab dengan deheman.
" Lama lama aku gemes juga sama kamu ya Dekk " Dr.Afandi mencubit pipiku dengan gemas.
" Aaww sakit Dokter "...
**************
__ADS_1
Suasana Danau, semakin lama semakin ramai orang orang pada duduk di bawah dengan menggelar tikar, ada juga yang duduk di kursi yang sudah di sediakan. Dr. Afandi memesan Capuccino panas dan coklat panas untukku.
" Sayang, maaf ya, aku lupa bawa jaket kesini " Dr. Afandi memakaikan jas kebanggaannya di pundakku. Cuaca memang lumayan dingin, apalagi ini dekat dengan Danau.
" Dipakai aja, sini tangannya " Lanjutnya. Kemudian dia memakaikan ke badanku.
" Terimakasih " Ucapku.
" Terus Dokter pakai apa, kedinginanlah " Lanjutku. Dia memang hanya memakai kemeja pendek.
" Sudah, aku tidak apa apa, yang penting di dekat kamu "..
" Mau beli cemilan apa Dek? " Tanyanya.
" Aku tidak paham " Jawabku. Aku memang tidak paham. Aku tidak pernah ke tempat tempat seperti ini.
" Ya sudah, aku pesanin saja ya .! " Aku mengangguk. Kita memakan cemilan dengan saling menyuapi. Sekarang aku paham, kalau dia itu selalu ingin disuapi. Hhmmm, seperti anak kecil aja, apalagi kalau sudah belepotan. Hahaha..
" Oh ya Dek , Kalau Mbak Ranti itu, kerjanya dekat dengan kamu? "..
" Lumayan jauh Dok, kemarin itu perjalanan empat jam memakai Bus"..
" Wahh, jauh juga ya "..
" Heemmm "..
" Terus kerja di tempat kamu sudah lama belum? "..
" Ini sudah yang ke dua kalinya sih, ini sudah dua tahun. Sebelumnya juga satu tahunan lebih "..
" Kerjanya, apa aja sih, katanya kerjanya berat? " Dokter ini seperti Wartawan aja sih.
" Banyak, semua aku kerjain. Jadi pela***, mela**** Orang orang pada makan di tempat, makan di bungkus, kopi, es, dan gantian : mencuci piring, memotong sayuran juga memasak, Tau tidak memasaknya berapa banyak sehari? " Dr. Afandi menggeleng.
" tujuh kali tujuh berapa Dokter? " Tanyaku.
" Empat puluh sembilan " Jawabnya cepat.
" apa hubunganya? "..
" Iya, sehari aku memasak empat puluh sembilan liter, itu rata rata. Bahkan kalau lagi ramai banget, itu sampai tujuh puluh liter "..
" Apa..!! Yang benar sajalah Dek " Dia tidak percaya. Memang susah orang untuk percaya. Kalau pekerjaanku sangat berat. Warung itu, sangat ramai, bahkan di waktu waktu jam makan akan kewalahan, oran orang pada ngantri. Empat orang khusus didepan untuk mela**** pembeli di tambah majikanku dua orang juga sepupunya, kadang Si Ibu yang masak lauk juga ikut turun tangan ".. Lelah banget, tapi aku enjoy menjalaninya.
" Dekkk..!! Sayang loh badanmu "..
" Aku bisa apa Dokter, aku merasa enjoy disitu , Aku tidak bisa jadi ART seperti Kak Ranti, sudah beberapa kali, aku tidak betah. Tapi walaupun tidak betah, aku tuntasin sampai Lebaran Idul Fitri. Kalau Kak Ranti memang dia enjoynya jadi ART mungkin, karena dia tidak pernah megang kerjaan lain "...
" Entahlah, aku bingung mau bicara apa, tapi aku salut sama kalian. Aku harus banyak banyak bersyukur, kadang aku masih suka mengeluh dengan keadaanku "..
" Mengeluh itu manusiawi Dokter, tapi kita harus tetap ikhlas dan bersyukur, agar jadi mudah untuk menjalaninya " Ucapku tersenyum.
" Kamu hebat Dekk..!! Tetap semangat ya sayang.." Dr. Afandi merangkulku.
" Semangat dong..! Semua orang itu hebat, cuma beda cara mereka untuk menuangkan kehebatannya "..
" Pintar anak cantik " Dia menjawil pipiku. " Jangan dilanjutin kalau semua orang itu pintar ya Dekk..!! "..
" Hahaha..!! "
*************
" Aku keingetan Kak Ranti loh Dokter, aku lihat ponselku dulu ya. " Ucapku. Aku merogoh saku celanaku. Kuambil ponselku dan mengklik tombol On/Off. Ada dua pesan masuk. Kubuka pesan masuk dari Kak Ranti, tiga puluh menit yang lalu
" [ Dek, kamu jangan lama lama ya, mainnya ] " Isi pesannya adalah sebuah kekhawatiran, dia melarangku pergi kelamaan.
Aku cepat cepat mengklik tanda panggil. Panggilan terubung dan Kak Ranti langsung menjawabnya.
" Assalamu'alaikum Kak, maaf ya aku tadi tidak sempat bilang " Ucapku. Sebenarnya aku merasa takut. Takut dimarahi.
" Wa'alaikumsalam, kamu dimana Dekk? " Tanyanya. Nada kekhawatirannya begitu terdengar jelas.
" Aku main di dekat danau, banyak orang kok, Nanti aku fhoto deh ya .!! "..
__ADS_1
" Ya sudah, hati hati saja ya..! "..
" Iya Kak ".. Baru saja mau bicara lagi. Dr. Afandi sudah merebut ponselku.
" Hallo, Mbak Ranti, maaf banget ya tadi tidak pamit dulu. Soalnya mendadak, tadinya mau ngajak makan doang, tapi setelah makan aku baru kepikiran untuk membawa Hana jalan."..
" Iya, tidak apa apa, tapi jangan kemalaman ya !! " Kak Ranti bicara begitu lembut.
" Iya Mbak, mohon maaf banget, tadi makan ada Bu Tini tidak? "..
" Iya ada Dokter, tadi Dr. Elvira juga sebelumnya sudah memberi tahu saya "..
" Mohon maaf ya Mbak sekali lagi, nanti kita pulang jam delapan sudah sampai ya "..
" Iya, Dokter ".. Panggilan berakhir, aku sedikit lega. Dr. Afandi meliriku dengan tersenyum dan aku membalasnya.
************
" Mau apa lagi Dek, apa kita fhoto bareng diatas jembatan itu "..
" Malulah Dokter "..
" Jangan malu terus dong Dek.." Dr. Afandi menuntunku dan berjalan ke arah jembatan. Setelah sampai dijembatan, Dr. Afandi mengeluarkan ponselnya dan Cekreekk.., Satu fhoto berhasil di simpan.
" Catik loh Dek ini " Dia melihatkan ponselnya.
" Iya, bagus banget backgroundnya " Jawabku. Dr. Afandi menuntunku ketengah jembatan, disitu dia mengambil lagi satu fhoto. " Ini lebih cantik " Ucapnya.
Setelah mengambil beberapa fhoto, akhirnya kita kembali duduk. Dr. Afandi langsung mengutak atik ponselnya .
" Siiip keren, lihatlah Dekk..! " Ucapnya. Dr. Afandi melihatkan ponselnya yang layarnya mati. Dinyalakan ponselnya terpampang benar fhoto tadi sebagai walpaper layar kunci. Kemudian dia membuka kuncinya, dan terlihat fhoto yang berbeda sebagai wallpaper layar depan. " Woow kerenn " Ucapku.
" Keren kaann " Terlihat pancar kebahagiaan dari wajahnya. Aku merasa bahagia melihatnya tersenyum seperti itu.
" Kamu itu cantik banget tau " Ucapnya dengan tatapan masih keponsel. Dia terus mesem mesem sendiri.
" Heehhh, hayo ngapain? Kok senyum senyum sendiri sih " Aku memukul lengannya.
" Abisnya kamu cantik " Dia menjawil pipiku. Wajahku sepertinya kembali seperti tomat rebus, atau kepiting di goreng ya hahaha...
*************
" Dek, mau ngapain lagi ya? Bingung nih " Ucapnya. Dia kembali merangkul pundakku. " Bingung, tapi aku masih ingin dekat seperti ini"..
" Aku menggedigkan bahuku. Dia terus merangkulku dan sekarang dia menyenderkan badannya di pundakku.
" Tangannya dingin banget sih Dokter " Ucapku saat aku pegang.
" Tidak apa apa Dek " Dia memejamkan matanya.
" Jangan tidak apa apa Dokter, takut nanti sakit loh "..
" Heemmm, aku semakin sayang loh Dek, kamu itu dewasa dan juga perhatian "..
" Bisa aja Dokter , buktinya aku tadi nangis, berarti aku masih anak kecil " Ucapku tanpa merasa bersalah.
" Yeehh, emangnya anak kecil aja yang suka nangis ".. Dia memukul pundakku.
" Lah kenapa? ". Aku benar benar benar gak menyadari. " Kan, emang anak kecil yang suka menangis "..
" Terus aku masih anak kecil? "..
" Emangnya, sudah besar ya " Ucapku sok lugu. Tapi aku tiba tiba terbahak, " Hahahah... !!
" Baru sadar ya Dek? "..
" Hehee, ampun Bang, Adek tidak sadar " Ucapku. Aku mengatupkan kedua tanganku kemudian menenggelamkan wajahku ke dada bidangnya. Terdengar jelas detak jantungnya yang seperti sedang lomba maraton, tapi kok aku nyaman sih..
**Bersambung...
Tetap dukung aku yah, yang belum follow tolong di follow yah, jangan lupa Like, komen juga, dan di Vote juga dong biar tambah semangat nulisnya...!!😊😊😊🙏🙏
Oh ya, ini menceritakan tentang Hubungan Hana Sama Dokter Gantengnya dulu ya, sambil mengisi waktu luang, menuju Kak Rantinya Oprasi. Pokoknya, Ikutin terus yaaaa, Terimakasih..!!!🙏🙏🙏❤❤❤**
__ADS_1