
Keesokan harinya, aku bangun terlambat. Jam lima lewat lima belas menit aku baru terbangun. Aku gelagapan karena belum shalat subuh. Aku langsung lari ke kamar mandi tanpa menghiraukan kejadian semalam. Setelah berwudhu, aku langsung shalat. Dan setelah itu aku baru mandi pagi.
Ruangan kembali terdengar riuh dengan orang yang berbincang. Pagi dan siang berlalu, tidak terasa sudah senja. Setelah mengambil air wudhu, aku segera shalat agar tidak tertinggal jam besuk.
Ketika memasuki ruangan kaca, aku melihat aktifitas didalam sangat ramai. Dan apa itu? Aku merasa terharu ketika melihat Kak Ranti sudah bisa duduk dengan bersender di kepala ranjang. Di depannya terhidang menu makan malam.
' Ya Allah, Alhamdulillah, ' Ucapku di dalam hati. Kelopak mataku terasa panas dan tidak lama kemudian cairan bening itu keluar. Aku merasa terharu, bersyukur, Kak Ranti sudah bangun dan duduk. Juga bisa makan tanpa selang NGT.
" Keluarga Nona Ranti, " Suara panggilan dari dalam membuyarkanku.
" Iya, " Jawabku. Kemudian aku berlari keluar ruangan dan menunggu di pintu masuk.
" Keluarganya Mbak Ranti? " Tanya Susternya.
" Iya Sus, "..
" Silahkan masuk, " Ucapnya. Aku masuk ke dalam di ikuti Suster Fani. Setelah mencuci tangan dan mengganti sandal aku menghampiri Kak Ranti yang sedang duduk dengan mata melirik ke kanan dan ke kiri.
" Kakk.." Ucapku setelah di sampingnya. Aku tersenyum lebar karena merasa senang juga bahagia.
" Silahkan Mbaknya suapin Kakaknya, Mbak Ranti sudah mulai makan lewat mulut, " Ucap Susternya.
" Baik Sus, " Susternya meninggalkan kami berdua.
Aku mulai menyuapi Kak Ranti sedikit demi sedikit. Nasi lunak dengan sayur sop kacang hijau juga ada ayam di bumbu kuning. Wanginya sangat menggoda hahah...
Kak Ranti mengunyah lumayan lama jadi aku menunggunya sambil berbincang.
" Sudah selesai belum Mbak? " Tiba tiba Susternya menghampiri kami.
" Tinggal sedikit Sus, tapi Kakak ku bilang sudah kenyang, " Jawabku.
" Habiskan Mbak Ranti, agar cepat pulih, "..
" Sudah kenyang Sus, " Jawab Kak Ranti.
" Ya sudah, kalau sudah makannya, berikan obatnya, " Suster Fani memberikan satu botol obat. Aku pun mengambilnya tanpa menanyakan bagaimana cara memberikannya ke Kak Ranti.
Setelah tutupnya di buka, " Kok obatnya bubuk seperti ini Kak? " Tanya ku heran. Sebelumnya aku tidak pernah melihat obat bubuk seperti ini, karena biasanya obat yang sudah di botol bentuknya sirup.
" Tidak tahu Dek, coba tanya Susternya lagi, ".. Jawab Kak Ranti. Aku celingukan mencari Suster Fani, tapi tidak terlihat. Kemudian aku membaca aturan minumnya, dan ternyata harus di beri air terlebih dahulu.
" Sudah di minum obatnya? " Suara Suster Fani mengagetkanku.
" Belum Sus, ini cara minumnya bagaimana ya? " ..
" Oh, ini di kasih air dulu, " Ucapnya. Aku masih kebingungan, harus di kasih air apa.
" Ya sudah, saya kasih airnya dulu ya, " Ucap Susternya.
' Kenapa gak di kasih air dari tadi, ' Ucapku dalam hati.
Aku memberikan obat itu sesuai takaran yang di anjurkan Suster Fani. Setelah selesai, aku kembali di suruh keluar.
Sedikit merasa lega hatiku, berarti Kak Ranti sebentar lagi bisa pulang. Aku memang masih belum paham, intinya ketika nanti Kak Ranti keluar dari Ruang ICU, berarti Kak Ranti pulang ke rumah. Harapanku hanya ingin cepat pulang, mungkin karena aku merasa bosan.
__ADS_1
Tidak terasa, Kak Ranti dirawat di Ruang ICU sudah dua belas harian, pantas saja aku merasa bosan dan jenuh. Dan sekarang Kak Ranti sudah siuman, bahkan makan juga sudah tidak memakai selang lagi. Aku bersyukur tiada henti, semoga setelah ini Kak Ranti bisa cepat sembuh.
...****************...
Pagi harinya, baru saja aku selesai mandi. Tiba tiba Bang Ilham menghampiriku.
" Dek, sudah sarapan belum? " Tanyanya.
" Eh Bang, kapan datang? " Aku balik bertanya.
" Baru saja sampai, ini sarapan dulu, " Bang Ilham mengulurkan kantong plastik yang berisikan menu sarapan untukku.
" Terimakasih Bang, " Ucapku. Bang Ilham mengangguk dan dia kembali ke Ruang tunggu depan.
Setelah selesai menguncir rambut, aku segera sarapan dan menghabiskannya. Baru saja aku mau duduk di bangku depan, tiba tiba ada panggilan untukku.
" Keluarga Ibu Ranti, " Panggilnya.
" Iya, " Jawabku. Kemudian aku berlari menghampiri pintu ICU nya.
" Mbak, sekarang ke Gedung A, cari kamar, Ibunya sudah bisa keruangan, " Ucap Susternya tersenyum ramah. Jangan di tanya kenapa, kalau Susternya kadang memanggil Kak Ranti Ibu, atau Nona. Karena aku juga tidak tahu, mungkin karena sekilas aku ini seperti anaknya karena pernah ada yang menyangka kalau aku ini anak dari Kak Ranti. Ada juga yang memanggilnya Nona, karena memang status Kak Ranti di KTP belum kawin.
" Oh, baik Sus, " Jawabku. Aku menerima Surat Pengantar yang di berikan Susternya. Aku senyum senyum sendiri karena merasa senang.
" Mau kemana? " Tanya Bang Ilham ketika aku melewati ruang tunggu.
" Mau ke Gedung A, " Ucapku. Akupun langsung berjalan menuruni anak tangga dan tidak lama aku sampai di Gedung A.
Aku memasuki Gedung A, seperti Flashback apa yang terjadi kemarin di Gedung ini. " Dokter Afandi..!! " Jeritku dalam hati.
" Oh Mbaknya tinggal ke Resepsionis di sana, " Ucap Securitynya. Dia menunjukan di mana tempat resepsionis itu.
" Terimakasih Pak, " Ucapku. Aku menepuk jidat ketika tempatnya berada di tempat yang sama ketika waktu awal Kak Ranti masuk ICU. ' Dulu juga kan aku sudah kesini ' Gumamku.
" Permisi Mbak, "..
" Iya, silahkan Ibu. Ada yang bisa saya bantu? " Tanyanya Ramah.
" Saya mau mencari Kamar, " Ucapku. Aku memberikan Surat Pengantarnya.
Setelah mengetik beberapa menit " Pasiennya di ICU ya Mbak? "..
" Iya, "..
" Ruangan yang kosong ada di Kamar 518, Lantai 5, "..
" Berarti Kamarnya ada ya Mbak? "..
" Iya ada, "..
' Alhamdulillah, akhirnya keluar dari Ruang ICU. Tidak apa apa kembali ke ruang perawatan yang penting bisa sembuh. Daripada di Ruang ICU terus menwrus, aku tidak bisa berada di sampingnya, ' Ucapku dalam hati..
Setelah itu, aku lembali ke Ruang ICU untuk memberikan pengantarnya lagi.
" Kamarnya ada Mbak? "..
__ADS_1
" Alhamdulillah ada Sus, " Aku memberikan Surat Pengantarnya. Setelah itu aku kembali menfhampiri Bang Ilham yang sedang mengobrol bersama yang besuk juga di ruang tunggu.
" Habis dari mana Dek? " Tanyanya.
Aku duduk di kursi. " Habis mencari Kamar, Kak Ranti hari ini pindah ke Ruang Rawat, " Jawabku.
" Oh pindah hari ini, ya udah Abang juga nunggu aja, " Ucapnya.
Hari ini, Kak Ranti akan pindah ke Ruang perawatan. Akupun membereskan barang barang yang akan di bawa nanti. Baju baju Kak Ranti juga bajuku sudah aku persiapkan.
Jam besuk siang dibuka, terlihat Bed nya Kak Ranti sedang di bereskan, mulai dari dokumen hasil pemeriksaan beserta fhoto fhoto rontzen sedang di sayukan ke dalam kantongbplastik besar.
Jam besuk di tutup sudah lama tapi belum ada pemberitahuan lagi kalau Kak Ranti akan keluar.
" Mana, kok tidak ada keluar, katanya pindah hari ini? " Ucap Bang Ilham.
" Iya, " ..
Sore harinya setelah waktu ashar, ada panggilan lagi untukku.
" Keluarga Ibu Ranti, "..
" Iya, " Aku segera berlari menghampiri arah panggilan itu. Terlihat Kak Ranti di dorong menggunakan brankar keluar dari Ruang ICU.
' Alhamdulillah, ' Ucapku di dalam hati.
" Sudah pindah ni yee.. " Ucap Suster Fani tersenyum lebar. Aku pun ikut tersenyum karena merasa bahagia.
Aku segera mengambil barang barang yang sudah aku siapkan dari tadi. Karena banyak, akhirnya di bantuin sama Bang Ilham. Dan, itupun belum ke bawa semua.
" Bu, saya pamit ya. Kakak saya pindah hari ini ke Gedung A, " Ucapku.
" Sudah pindah? " Tanyanya.
" Iya Bu, semoga Elsa lekas pulih ya dan bisa menyusul ke ruang perawatan, " Ucapku.
" Iya Kak, Aamiin! Nanti kita kontekan ya, " Ucapnya.
" Siap, " Jawabku singkat. Aku brlari menyusul Kak Ranti yang sudah masuk ke dalam Lift. Aku menuruni tangga dan ketika sampai lantai bawak Kak Ranti juga keluar dari dalam Lift.
Ada tiga orang yang mendorong brankar Kak Ranti, petugas ruangan satu orang dan dua orang Suster. Aku juga tidak lupa mengabari Bang Bagas kalau Kak Ranti sudah keluar ICU. Sedangkan Bang Ilham memberitahu Kak Fitri.
Bang Bagas bilang, dia akan kesini nanti sore setelah tutup Bengkelnya.
Sesampainya di Gedung A, banyak Suster yang mengenali Kak Ranti. Suster yang dari ICU menyerahkan dokumen atau rekam medik Kak Ranti ke Suster yang berada di sini. Kemudian beberapa Suster masuk ke ruangan di mana sekarang Kak Ranti tinggal.
" Ini yang waktu kemarin di Kamar 519 ya? " Tanya Susternya.
" Iya Sus, "..
" Oh, baru keluar dari ICU? "..
" Iya, di ICU kurang lebih dua belas harian Sus, "...
" Lama juga ya, " Ucapnya.
__ADS_1
Setelah pemeriksaan dan lain lain, Kak Ranti di suruh beristirahat terlebih dahulu dan beberapa Suster itu kembali meninggalkan kami. Sekarang hanya tinggal aku, Kak Ranti dan juga Bang Ilham.