
Tidak lama kemudian, jam besuk di tutup, dan aku langsung menghampiri Pak Nana ke mejanya untuk meminta izin untuk masuk ke dalam.
" Permisi Pak, saya mau masuk dong, " Ucapku.
" Tapi Mbak,...
" Pak, aku di sini sudah lima hari, aku hanya ingin tahu keadaannya, " Aku memotong ucapannya. Mataku sudah berkaca kaca.
" Ya sudah, sebentar ya, saya izin dulu sama Susternya, " Ucapnya. Kemudian, dia beranjak dari duduknya kemudian masuk ke Ruangan ICU dan tidak lama dia keluar lagi.
" Keluarga Ibu Ranti.." Panggilnya dari depan pintu.
" Iya, " Jawabku. Aku berlari menghampirinya.
" Silahkan Mbak, " Ucapnya. Dia mempersilahkan aku untuk masuk ke dalam dan mengantarku.
" Itu di Bed empat belas, "..
" Iya, terima kasih Pak, " Ucapku. Setelah mengantarku, Pak Nana kembali ke luar. Kemudian aku mesuk melewati pintu lagi.
" Cuci tangan dulu Mbak, kemudian pakai handsanitizer, " Ucap Susternya. Aku pun mengikuti arahan Susternya.
Setelah itu, aku menghampiri Kak Ranti yang tebaring lemas di Bed empat belas. Ya Allah, sungguh aku merasa syok ketika melihat di tubuhnya di penuhi kabel kabel dan apa itu di mulutnya?
Entahlah, perasaan ini seperti apa, yang pasti aku bingung mau berkata apa, dan aku juga bingung cara membangunkannya seperti apa?.
Melihat aku kebingungan, kemudian Susternya menghampiri aku.
" Bangunin saja Mbak, " Ucapnya.
" Ini apa Sus? " Tanyaku.
" Oh, itu Ventilator, alat bantu napasnya Mbak Ranti Mbak, kan Mbak Ranti mengalami gagal nafas jadi harus menggunakan mesin ini untuk membantu bernafasnya, karena Mbak Ranti tidak bisa bernapas dengan sendirinya, " ..
mendengar penjelasannya, aku hanya mengangguk pelan.
" Mbak ini, siapanya? Keluarganya ya? " ..
" Iya Suster, aku adiknya Kak Ranti, "..
" Oh ya sudah, banguning aja, tidak apa apa kok, "..
" Bu Ranti, Bu Ranti, bangun..! Tuh ada siapa yang datang, " Susternya terus memanggil Kak Ranti dengan semangat.
Perlahan lahan, Kak Ranti membuka matanya dan sepertinya dia langsung melihatku.
" Bu Ranti, bangun sayang tuh adiknya datang, " Ucap Susternya lembut. Sungguh, Suster ini baik sekali. Kemudian Susternya meninggalkan kita.
Begitu dia melihat aku dengan jelas, Kak Ranti langsung memegang tanganku dengan erat..
__ADS_1
" Apa yang sakit, Kak? " Tqnyaku. Tapi Kak Ranti tidak bisa berbicara karena ada ventitalor di mulutnya. Kemudian dia mengisyaratkan meminta ponselnya.
" Untuk apa? Jangan dulu, takut di marahin Susternya, " Ucapku. Kemudian dia menunjukkan ada selang besar di pinggangnya, ' Astagfirullah ' Batinku.
Selanjutnya, Kak Ranti berusaha menarik selimutnya, tapi karena tangannya sangat lemas, terlihat dia kesusahan, aku pun membantunya.
Lebih syok lagi ketika melihat perban bekas Operasinya, begitu panjang dari dada atas sampai dada bagian bawah. ' Astagfirullah, kuatkanlah Kak Ranti untuk menjalaninya ya Allah, " Ucapku dalam hati. Kemudian, aku kembali menutupnya lagi.
Waktu berkunjung hanya sebentar sekali, Susternya kembali menghampiriku.
" Mbak, sudah dulu ya, biarkan Kakaknya istirahat dulu untuk mempercepat pemulihannya, " Ucap Susternya.
" Oh iya Sus, tapi bagaimana perkembangannya? " Tanyaku.
" Perkembangannya baik Mbak, jangan khawatir, cuma dia masih dalam pengaruh mesin, " Jawabnya.
" Oh gitu ya, aku mengira kenapa gitu, soalnya kan dari kemarin belum bangun bangun, aku takut saja Sus, "..
" Iya, tenang saja Mbak, " Jawab Susternya lagi. Terlihat mata Kak Ranti sudah mulai terpejam lagi dan aku berpamitan untuk keluar.
" Ya sudah, Sus, terima kasih banyak ya, sepertinya Kakak saya juga sudah mau tidur lagi, " Ucapku.
" Iya Mbak, sama sama , "..
Setelah mencuci tangan, aku langsung ke luar ruangan yang steril ini. Alhamdulillah, saat ini sangat lega sekali setelah mengetahui kondisinya.
***************
" Sudah Pak, terima kasih banyak, " Ucapku.
Aku berlalu dari hadapannya menuju ruang tunggu. Kemudian aku bersiap untuk tidur, tapi ada seorang ibu ibu yang masih muda, dia mengajak aku mengobrol.
" Namanya siapa Mbak? " Tanya nya.
" Nama aku Hana Bu, " Jawabku
" Ibu lagi menunggu siapa Bu? "..
" Saya lagi menunggu suami saya, sakit Kelenjar Getah Bening, " Ucapnya.
" Sudah lama di ICU? " Tanyaku.
" Baru dua hari, tadinya sudah di kemo satu kali, tapi dia sudah tidak kuat langsung kritis, " Jelasnya. Tapi, aku benar benar tidak paham, apa itu penyakitnya.
" Kalau si Teteh sudah berapa hari di sini? "..
" Aku sudah lima hari, "..
Perbincangan di lanjut sampai kita tertidur sendiri. Alhamdulillah, aku di pertemukan dengan satu orang yang sama sama dari daerah JB. Setidaknya dari bahasa kita saling paham.
__ADS_1
Adzan subuh berkumandang membangunkanku. Di sini, suara adzan terdengar sangat jelas, karena letak Mesjidnya masih di wilayah sini, cuma terhalang beberapa Gedung.
Aku menggeliat, meregangkan otot ototku. Kulihat di samping kananku, semua orang masih pada tidur. Kemudian, aku mengecek ponselku untuk melihat jam.
Jam lima kurang delapan belas menit, aku sugera bangun untuk mandi sebelum kamar mandinya penuh.
Segar sekali rasanya, karena posisi tidur berbarengan seperti itu membuat aku selalu merasa gerah.
***************
Aku duduk termenung, melihat orang orang yang masih tertidur pulas, aku menerawang jauh. Ini di mana, dan aku ini di mana? Seperti mimpi bisa berada disini. Tidak pernah terbayangkan, kalau semua ini terjadi. Tapi aku bisa melewatinya, walaupun banyak hambatannya.
Mentari pagi mulai menampakkan sinarnya, orang orang mulai bangun dari mimpi indahnya. Bangun memulai hari baru, memulai aktivitas sehari hari. Lalu lalang orang menimbulkan suara bising, dengan adanya obrolan obrolan pagi, dan langkah kaki yang bersahutan.
Hari ini, aku di ajak sarapan sama Ibu Lina, dia mengajakku ke Pasar. Padahal, sebelumnya aku belum pernah berjalan jauh seperti ini, tapi karena ada teman, akhirnya aku mengikutinya. Pasar pagi lumayan ramai, banyak orang menjajakan dagangannya di Gang sempit ini, Pasarnya pun tidak luas.
Ada beberapa dagangan yang menggoda mataku, tapi aku memalingkan wajahku. Takut khilaf aku tidak ingin menghamburkan uang ini yang tidak seberapa, lebih baik untuk makan. Akhirnya aku hanya membeli sarapan dan tempat makan saja, agar kalau beli makanan yang berkuah lebih gampang lagi.
Setelah sarapan, aku kembali duduk di ruang tunggu depan. Memang sangat membosankan, tapi di sini ada banyak teman jadi tidak terlalu bosan.
Hari beranjak siang, kegiatanku hanya duduk saja, itu membuat aku ngantuk. Tidak ada panggilan dari Susternya untukku. Berbanding terbalik dengan penunggu lain, ada yang mencari donor darah, ada yang mengambil darah ke Bank Darah, ada juga yang di panggil karena pasiennya keritis. Dan banyak lagi kegiatan mereka.
Ketika sedang asyik memainkan permainan di ponselku. Tiba tiba saja ada keributan di depan Lift, ternyata ada seorang pasien Jantung yang akan di Operasi. Keluarganya bergantian duduk di atas blankar untuk memompa jantungnya, sedangkan dua petugas ruangan mempercepat dorongan blankarnya agar cepat sampai ke tempat tujuan, yaitu ruang Operasi khusus Jantung.
Aku merasa kaget melihatnya, dadaku berdetak dengan kencang. ' Astagfirullah ' Hatiku terus beristigfar.
Setelah pasien itu masuk, aku segera ke belakang untuk menenangkan pikiranku. Sungguh aku merasa syok melihat itu.
" Kenapa Kak? " Tanya Mama Elsa.
" Kaget Bu, itu yang tadi mau di Operasi ya? "..
" Iya sepertinya, itu kan ruang Operasi Jantung, "..
" Banyak sekali yang di lihat ya Kak di sini, apa lagi kalau di tempat rawat jalan Kak, banyak sekali yang membuat kita syok, "..
" Kakak sudah pernah ke Rawat Jalan? "..
" Sudah dulu waktu Kak Ranti mau di pasang NGT, "..
" Di sana lebih parah Kak, tapi sebenarnya yang lebih parah ya di sini, karena di sini kan semuanya sudah termasuk yang Urgent.
" Waktu di Gedung A, aku melihat ada pasien yang di dorong di kursi roda dengan wajah yang sangat buruk. Ya Allah, aku sampai bengong melihatnya, antara takut dan kasihan sama pasiennya, "..
" Iya memang, makanya di sini tuh kita harus banyak bersyukur Kak, jangan mengeluh terus. Masih banyak orang yang tidak seberuntung kita, kita jangan serakah, sudah di kasih sehat juga ya syukur gitu Kak, "..
" Iya Bu, " Ucapku pendek. Aku jadi merenung, benar juga kata Mama Elsa, kita harus banyak bersyukur.
**Bersambung..
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen dan Vote nya ya, terimakasih**..