Terjerat Cinta Pria Dingin

Terjerat Cinta Pria Dingin
Menyogok


__ADS_3

Seorang wanita paruh baya dengan penampilan fashionable tengah menatap datar pada benda yang kini disuguhkan kehadapannya. Wanita sebaya dirinya bersama seorang gadis, membuka kotak merah yang mereka simpan diatas meja itu, hingga menampakan isi didalamnya.


"Coba lihat, Jeng! Ini limited edition loh," ucap wanita itu memperlihatkan kalung berlian yang dibawanya.


"Ini sengaja saya pilih khusus buat Jeng Aysa. Dan saya yakin ini sangat sesuai dengan gayanya, Jeng." lanjut wanita itu lagi dengan begitu antusias.


"Untuk saya?" tanya mommy Aysa dengan wajah datarnya.


"Iya, mom! Mom Sa 'kan udah baik banget sama Rena. Sudah ngijinin Rena deket sama Abi. Jadi ini sebagai tanda terima kasih dari Rena sama Mama buat mom Sa." Bukan wanita itu, tapi gadis disampingnya lah yang menjawab dan menjelaskan maksud pemberian itu.


Namun, wanita disampingnya menyenggol tangan gadis yang nyerocos saja itu tanpa filter dengan memberi kode untuk diam. Penuturan sang gadis terkesan nyablak dan kurang etika. Bahkan kalimat itu sama sekali tidak terdengar elegan. Mata wanita yang diketahui mama dari sang gadis mendelik tajam pada gadis yang terdiam dengan wajah memberenggut itu.


"Maaf ya, Jeng! Renata kalo ngomong suka gitu, sedikit kurang dipahami." ucap wanita itu untuk menyangkal kalimat Renata.


Hanya satu sudut bibir yang terangkat dari wanita dingin itu. Ia meraih cangkir dihadapannya dan sedikit meminumnya dengan gaya yang begitu elegan dan terkesan arogan.


"Jadi, maksud saya memberikan ini untuk Jeng Aysa, sebagai hadiah untuk pertemanan kita. Saya senang mempunyai teman yang begitu baik seperti, Jeng ini." ucap sang wanita dengan kalimat begitu manis yang disertai senyumnya.


Namun siapa sangka, dalam hatinya wanita itu merutuki wanita dingin yang nampak angkuh itu menurutnya.


'Kalo saja bukan karena Rena, ogah aku berhadapan sama kulkas ini. Lagian mau-maunya Rena suka sama anak kulkas kek Abi. Ya, walaupun ganteng, tapi 'kan masih banyak lelaki ganteng lainnya. Gimana mau bujuknya coba orang datar kek gini? Udah mah songong pula, hadeuh.' batin wanita itu menggerutu dengan wajah tetap menampilkan senyuman termanisnya.


"Terima kasih atas perhatian Jeng Jessi dan Renata. Tapi maaf! Saya tidak bisa menerima ini." jelas Mommy Sa.


"Loh kenapa Jeng?" tanya Jessi heran.


"Apa modelnya kurang cocok sama selera Jeng Aysa? Kalo gitu, saya bisa ganti dengan model yang Jeng mau." lanjutnya dan diangguki Renata yang sudah berwajah cemas.


"Tidak perlu. Hanya saja saya tidak bisa menerimanya!" balas mommy Sa.


Dengan cepat Renata berpindah duduk kesamping mommy Sa, yang berada di sofa sebrang Ia dan sang mama duduki. Ia menggenggam kedua tangan mommy Sa dengan wajah memelas.


"Rena mohon Mom! Biarin Rena dekat sama Abi ya!" pintanya. "Rena pengen banget jadi kekasihnya Abi. Tolong Mom, restui Rena untuk jadi calon mantunya Mom Sa, ya Mom ya!" rengek Renata mengiba pada wanita yang tak menampilkan ekspresi apapun itu.


Jessi melengos dengan hati mengumpat kesal pada sikap sang putri yang terkesan kehilangan harga diri. Wibawanya benar-benar hancur dengan sikap putrinya yang nyablak itu.


"Ren!!" desisnya memberi kode. Namun tak dihiraukan gadis itu.

__ADS_1


"Maaf Rena, saya tidak bisa mengabulkan apa yang kamu pinta!" ucap mommy Sa seraya melepaskan genggaman tangan gadis itu, hal itu sukses membuat mata Renata membelakak kaget.


"Kenapa Mom?" tanyanya.


"Itu tidak akan terjadi, karena Abi-"


"Hai, Sa!!!"


Pekikan seseorang menghentikan ucapan mommy Aysa. Begitu pula perhatian mereka yang seketika berpindah pada seorang wanita paruh baya yang menghampiri mereka.


Jessi memutar bola matanya malas, kala melihat siapa yang datang menghampiri dan tak tahu malu duduk disampingnya, dibekas duduk putrinya tadi.


"Wih ada nyonya Jessi nih," sindir wanita yang masih saja jadi musuh bebuyutannya itu. Jessi hanya mencebikan bibir dengan wajah enggan bersitatap dengan wanita itu.


"Wow, amazing!" Wanita itu berdecak kagum pada benda dalam kotak merah, yang berada di atas meja itu. Hingga Ia hendak menyentuh benda dengan gemerlap itu, namun ditepis kasar oleh Jessi.


"Jangan pegang-pegang!" peringatnya.


"Ya elah, lihat doang," balas wanita itu."Lagian ada acara apaan sih ini. Investasi? Atau pelelangan?" tanyanya.


"Bukan urusan kamu," ketus Jessi seraya menutup kotak merah berisikan benda berharga itu. Lalu, mengambilnya.


"Tapi, Ma!" rengek Renata.


"Renata!" tegas Jessi. Gadis itu berdecak kesal dan masih enggan untuk berdiri.


Jessi menghembuskan napas kasar melihat tingkah putrinya itu. "Maaf Jeng Aysa, kita lanjut pertemuan kita nanti. Saya permisi dulu!" pamitnya yang tak memedulikan lagi putrinya itu.


"Ma!!" panggil Renata kala sang mama pergi begitu saja.


"Maaf ya, mom. Aku juga pamit." sesal gadis itu yang masih belum berhasil membujuk wanita yang ia klaim calon mama mertunya itu.


"Mari onty Feby!" pamitnya sedikit menundukan kepala pada wanita dihadapannya itu dan diangguki oleh Feby.


"Ck! Ck! Ck! Anak sama induk beda amat kelakuannya," Feby mulai berkomentar kala gadis itu berlenggang meninggalkan kedua wanita itu.


Aysa hanya menarik satu sudut bibirnya mendengar itu. Jika saja sahabatnya itu tahu, niat gadis itu menemuinya. Mungkin ia akan menarik kata-katanya, saat bilang kelakuan mereka berbeda. Tentu saja anak dan ibu itu begitu memiliki kemiripan. Sama-sama penjilat.

__ADS_1


"Ada urusan apa mereka sama kamu?" tanya Feby yang mulai kepo dengan apa yang sudah terjadi.


"Menurutmu?" bukan menjawab mommy Aysa justru balik melontarkan pertanyaan singkat padanya.


"Ck! Gak usah main tebak-tebakan. Malas banget deh. Langsung aja ke intinya," gerutu Feby disertai decakan kesal. Mommy Aysa hanya terkekeh dengan ekspresi wajah sahabtanya itu, dan masih enggan menjawab.


"Eh, kek nya dapat ditebak deh!" ucap Feby setelah beberapa saat, ia terlihat berpikir.


"Pasti itu si Jessi nawarin anak perawannya 'kan? Terus nyogok kamu pake perhiasan tadi, agar kamu dukung dia," tebak Feby. "Bener gak sih?" tanyanya memastikan.


Mommy Aysa tersenyum seraya menganggukan kepalanya. Sahabatnya ini meski begitu cerewet namun kinerja otaknya tak dapat diragukan lagi. Kepekaannya terhadap sekitar, memang patut diacungi jempol.


"Wow, breaking news ini. Seorang Jessi Aneta, menyogok ibu dari lelaki yang dicintai putrinya, untuk mendukung sang putri. Bahkan mungkin meminta sebuah perjodohan," cerocos Feby dengan wajah shok sekaligus mengejek puas.


Feby menggelengkan kepala merasa tak percaya pada wanita yang menjadi musuh bebuyuatan yang begitu arogan itu. Wanita yang selalu mengklaim dirinya memiliki harkat martabat tinggi mampu melakukan hal yang membuat harga dirinya turun. Dan itu hanya demi putri tunggalnya. Sungguh menakjubkan! Pikirnya.


"Emang dia belum tahu ya, kalo Abi akan nikah sama Sensen?" tanya Feby heran.


Mommy Aysa mengedikan bahunya, "sepertinya belum. Tadi akan aku jelaskan, tapi kau menyelaknya," balas wanita itu seraya kembali menyeruput kopinya.


"Eh, iya kah? Maaf aku gak tahu," kekeh Feby dan hanya ditanggapi senyuman tipis wanita itu.


"Kata Ay besok persiapannya, ya? Aku mungkin datang telat sama Agel, soalnya ada pertemuan dulu sama pemilik resto ini." jelas Feby seraya menyomot kentang goreng yang masih utuh diatas meja. Seperti sebelumnya, mommy Aysa hanya tersenyum tipis menanggapi.


"Sekarang juga?" tanyanya singkat.


"Apanya?" tanya balik Feby, kurang mengerti dengan pertanyaan kurang jelas itu.


"Pertemuannya. Bukankah kau kesini untuk menemui pemilik resto?" tanya mommy Sa.


"Astaga! Iya, aku lupa!" pekik Feby seraya menepuk jidatnya.


"Dah lah, aku pergi dulu! Bye!" pamit Feby yang berlalu meninggalkan wanita itu sendiri.


Mommy Aysa menggelengkan kepala, sungguh sama sekali tak ada yang berubah dari persahabatan mereka. Hingga ada satu hal yang ia sesali, kenapa ia tak teringat untuk menghubungi sahabat-sahabatnya, untuk menolongnya waktu itu?


'Mungkin, karena aku terlalu takut. Takut, jika mereka tak menggapku seperti itu.'

__ADS_1


\*\*\*\*\*\*


Jangan lupa jejaknya gaisss🤗 tinggalkan like dan komennya. Hari senin ini, yang punya vote bagi buat Abi Sensen dong🙈


__ADS_2