
Disebuah kamar temaran bernuansa putih hitam, seorang pria baru saja merebahkan diri diatas kasur kingsize miliknya. Ia menatap lurus keatas langit-langit kamar dengan pikiran menerawang pada kejadian siang tadi. Dimana tiba-tiba saja sang mantan datang kembali dan ingin memperbaiki semua.
"Semudah itukah kamu kembali?" tanyanya bermonolog sendiri.
"Sementara kau tidak tau, apa yang sudah kualami. Aku hampir kehilangan hidupku karenamu," lanjutnya seraya memejamkan mata. Namun tiba-tiba saja bayangan seorang gadis tersenyum manis melintas dibenaknya.
Matanya terbuka, diiringi senyum yang menghiasi wajah tampan itu. Lalu ia teringat sesuatu dalam tasnya. Segera ia bangkit dan meraih tas yang sempat ia tanggalkan begitu saja diatas meja belajar dan membawanya keatas kasur.
Ia membuka tas tersebut, lalu mengambil botol berwarna pink muda pemberian gadis yang tiba-tiba hinggap dibenaknya tadi. Senyum pun kian mengembang dari pria tampan itu mengingat kejadian siang tadi. Kemudian ia meraih benda pipih dari saku celananya yang belum ia cek lagi setelah diperpustakaan waktu itu.
Hingga nampak beberapa chat dari laman ig yang membuat ia tertarik.
Chika Aliska
[Makasih udah folback🙏]
[Udah diminum belum?]
[Pasti terlupakan😌]
Deril terkekeh melihat deretan chat tersebut. Kemudian ia mulai mengotak atik benda tersebut. Setelah selesai ia meraih botol susu itu, lalu meminumnya dengan sedikit ragu. Matanya tertutup dengan kerutan yang begitu kentara didahinya. Ia berdecap masam setelah sedikit menyecap rasa dari minuman itu.
"Umm, ini sangat masam," ucapnya. "Gimana coba minuman kek gini begitu digemari orang-orang?" protesnya.
Deril yang tak pernah minum susu, apalagi itu susu permentasi, tentu dibuat ketar ketir. Namun entah kenapa hatinya mendorong dirinya untuk meminum bahkan menghabiskan minuman tersebut. Dan alasannya hanya untuk menyenangkan hati gadis itu.
Minuman itu pun tandas tak tersisa, sesuai janjinya pada sang gadis dichat tersebut. Kemudian tak lupa ia juga mengambil gambar botol kosong itu untuk ia kirim pada sang gadis.
"Astaga, apa yang terjadi padaku. Kenapa aku begitu antusias untuk menuruti keinginan dia?" kekehnya, yang tak habis pikir akan tingkahnya sendiri.
"Bahkan aku rela meminum minuman kek gini," lanjutnya disertai gelengan kepala.
Pria itu kembali meraih benda pipihnya, kemudian melihat profil gadis itu. Ia membuka salah satu postingan yang menampilkan sang gadis berbalutkan dress baby pink tengah berdiri dipinggir sebuah jembatan. Mata berbulu lentik itu terpejam dengan senyum yang menampilkan gigi ginsulnya. Ditambah rambut yang berterbangan sungguh membuat foto tersebut terlihat estetik.
"Manis,"
Pria itu tak lekat menatap foto itu. Entah kenapa foto tersebut membuat hatinya yang sempat gelisah kembali merasakan kedamaian. Kemudian ia pun menyimpan foto tersebut. Setelah itu ia kembali melihat laman DM yang ternyata chatnya sama sekali belum dibaca sang gadis.
__ADS_1
"Apa dia sudah tertidur?" tanyanya melirik jam yang menlingkar dipergelangan tangannya. Waktu yang masih menunjukan pukul delapan, membuat Deril berpikir. Mana mungkin dia tertidur dijam segini? Pikirnya.
"Emm, mungkin dia sibuk," Ia pun menyimpan benda pipih tersebut dan botol bekas keatas nakas, sebelum akhirnya berlenggang ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
**
Ceklek!
Seorang gadis keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap. Kaos oblong dan celana hotpants menjadi pilihan gadis itu. Ia berlenggang menuju kasur dengan handuk kecil yang masih terbelit dirambutnya.
Kemudian gadis itu mengambil layar yang tergeletak begitu saja diatas selimut bagai tak bertuan, untuk melihat keadaannya yang teramat sepi. Hingga tiba-tiba saja matanya membulat dengan mulut terbuka lebar kala melihat siapa yang baru saja membalas DM nya.
"Ya ampun, ini beneran kak Deril?" tanyanya tak percaya. Segera ia membuka isi balasan tersebut.
"Oh my god! Sumpah kak Deril balas DM aku," pekiknya kegirangan. Hingga ia melepaskan sejenak ponselnya dan berdiri, lalu berloncat-loncat diatas kasur itu seperti orang kesurupan. Bahkan bibirnya tak berhenti ngoceh, berteriak kegirangan.
"Ya ampun, Chika kamu ngapain?" tanya seorang wanita paruh baya yang berhasil menghentikan pergerakan gadis itu.
Gadis itu cengengesan, seraya mendaratkan bokongnya kembali duduk diatas kasur itu. "Gak apa-apa Bun," sahutnya.
"Aisshh! Seneng banget keknya, ditembak pacar ya?" goda wanita yang ternyata ibunya itu.
"Ya udah, yuk kita makan malam. Bunda tunggu dimeja makan ya!" ajaknya dan diiyakan gadis tersebut.
Setelah kepergian sang bunda, Chika meraih kembali ponsel tersebut. Ia membaca ulang apa yang dikirim pria idolanya itu.
Deril Prasetya
[Maaf! Baru aku buka.]
[Baiklah, akan aku meminumnya.]
[Sudah habis,]
[img.]
Senyum tak luntur dari bibir ranum itu. Meski mungkin itu chat biasa saja. Dan bukan kategori pesan romantis dan sebagainya. Namun bagi gadis berusia delapan belas tahun tersebut, hal itu membuatnya teramat bahagia.
__ADS_1
Ia pun segera membalas pesan tersebut. Kemudian melihat terakhir pria tampan itu aktif, ternyata beberapa menit yang lalu.
"Yah, udah gak aktif," tuturnya sendu. "Ck! Harusnya aku gak perlu berendam tadi," gerutunya, menyesali kecerobohannya sendiri. Hembusan napas kasar terus terdengar dari bibir gadis itu.
"Tapi gak apa-apalah, yang penting dia balas," celetuknya tertawa sendiri. "Smoga aja nanti dibalas lagi," lanjutnya.
Kemudian gadis itu berlenggang keluar kamar untuk memenuhi panggilan bunda dan perutnya. Seharian sibuk dengan acara sekolah sungguh membuat gadis itu lupa untuk mengisi perutnya.
**
Sementara dikamar mandi hotel, sepasang suami istri tengah melakukan ritual berendam bersama didalam bathup. Setelah melaksanakan ritual mencari pahala sore tadi, kedua insan itu terlelap dan baru terbangun saat langit sudah menggelap.
"Sambil sedikit pijit dong, Bi! Tubuhku rasanya remuk semua," keluh Sena pada sang suami yang kini tengah menggosok punggungnya.
"Baiklah!" Abi menurut, dan mulai memijit punggung putih itu dengan gerakan lembut.
"Ahh! Enaknya ...." Mata Sena sampai terpejam meraskan otot-ototnya yang kaku dibuat nyaman dengan gerakan tangan suaminya itu.
Satu detik, dua detik Sena dibuat nyaman dengan pijatan suaminya. Bahkan semakin nyaman kala tangan nakal itu justru sampai di dua buah semangakanya.
"Uhh Bihhh ... Tanganmu nyasar," desis Sena dengan mata yang masih terpejam merasakan sentuhan yang mulai membawa ia melayang.
"Maaf! Aku kesusahan mengajaknya pulang," bisik Abi seraya memainkan daun telinga Sena dengan bibirnya. Hingga benda itu terus berjalan menyusuri ceruk favoritnya itu.
Sena semakin tak terkendali, suara sexynya sudah meggema diruangan luas itu. Lengu han itu semakin membuat Abi liar. Sena menghentikan pergerakan Abi yang tengah mengabsen setiap inci kulitnya.
Ia berdiri dan membalikan tubuhnya. Tanpa aba-aba ia mendudukan diri dipaha sang suami. Tanganya dengan nakal meraih si jack yang sudah berdiri tegak, hingga Abi mendesis dengan mata terpejam kala tangan lembut itu bermain dibagian barang berharganya.
Tak ingin menyia-nyiakan lagi waktu, Sena segera memulai aksinya. Menjadi leader permainan panas mereka, menari liar diatas tubuh suaminya. Menggerkan air yang tenang menjadi gelombang bak tsunami didalam bathup tersebut. Diiringi suara-suara yang mendayu merdu dari keduanya.
"Bihhh ... Ouhhh mmmhh!!"
"Ouhh Sen ... Ini gila!"
Abi ikut menggerakan ping gul Sena semakin cepat, hingga air yang semula dingin berubah panas dan tumpah-tumpah kelantai seiring dengan peluh yang membanjiri tubuh keduanya. Hingga entah dimenit keberapa keduanya pun menyelesaikan aktifitas candu itu.
\*\*\*\*\*\*
__ADS_1
Jangan lupa jejaknyaa yaa gaiss🤗 kasih visual jangan buat Deril Chika?