Terjerat Cinta Pria Dingin

Terjerat Cinta Pria Dingin
Sahabat lucknut


__ADS_3

Bugghh


"Mana malingnya, mana?"


Seseorang menabrakan diri pada pintu kaca begitu keras, diiringi pekikan yang sukses membuat mereka terkesiap. Rizky menghampiri mereka dengan wajah serius.


"Ya ampun, lu ya, ngagetin aja!" omel Sena seraya menoyor kepala sahabatnya itu.


"Ya elah kebiasaan deh lu Sen, main toyor aja. Tiap tahun ini difitrahin si Mamih," protes Rizky. Sena hanya mencebikan bibir sebagai jawaban.


"Lagian dari mana sih? Orang udah panik dari pagi juga," tanya Susan.


"Sorry gue tadi ada urusan bentar," balas Rizky.


"Urusan apa? Kek orang punya pacar aja," celetuk Andi.


"Wah jangan-jangan kak Iky bener punya pacar, ya?" selidik Santi.


"Beneran lu punya punya pacar Ki? Kok gak ngomong sama gue?" cecar Sena pada sahabatnya itu.


"Pacar apaan? Lagian kalo gue punya pacar ngapain gue laporan sama lu, emang lu emak gue?" cetus pria bermulut nyerocos itu.


"Cih! Lu lupa atau pura-pura lupa? Tapi lu tenanga aja, Jinjin punya rekaman plus coretan kita. Jadi lu bakal inget," jelas Sena dengan seringai dibibirnya.


Orang-orang disana mengerenyit heran, tentu tak tau apa yang dimaksud Sena. Jangankan mereka, para readers juga tengah kepo apa perjanjian para sahabat absurd itu. Bahkan orang-orang disana kurang tau jika mereka adalah sahabat sedekat itu.


"Ck! Lu mah tega bener," dengus Rizky tak terima, hingga Sena tergelak.


"Gue ada tugas buat lu!" Suara dingin Abi menghentikan tawa Sena yang kembali fokus.


"Buat gue?" tanya Rizky tak percaya dan diangguki Abi.


"Kok perasaan gue gak enak ya?" tanyanya mengerenyit heran, Sena menyeringai melihat wajah Rizky.


"Dah! Lu buruan, bawain pak boss sama bu boss sarapan. Entar kita ngobrol diruangan!" titah Sena menepuk bahu Rizky dengan nada ledekan.


"Ck! Sialan lu," umpat Rizky yang hendak menoyor kepala Sena dan tentu saja segera ditepis kasar oleh Abi dengan raut wajah datarnya. Sena tersenyum menang seraya menjulurkan lidah dan sembunyi dibalik punggung suaminya.


Abi meraih tangan sang istri dan berlalu begitu saja. Sena berpamitan terlebih dahulu pada orang-orang disana sebelum akhirnya mengikuti langkah suaminya itu.


"Emang ya, sahabat lucknut. Pasangan ngeselin. Gue sumpahin makin bucin lu pada," gerutu Rizky kesal, ketika pasangan itu udah hilang dibalik pintu ruangan Abi.


Kelima orang disana terkekeh mendengar gerutuan pria tampan itu. Mereka memilih untuk membubarkan diri untuk kembali bekerja.

__ADS_1


"Sabar ya kak Iky. Orang sabar disayang ayang," ledek Santi tergelak. Kemudian gadis itu secepat kilat berlari meninggalkan posisinya. Takut kena semprot pria bermulut ngasal itu.


"Ck! Anak kecil, ikut-ikutan aja lagi huh!" dengusnya lagi. Ia pun segera kedapur mengambil makanan untuk ia dan kedua sahabat lucknutnya itu sarapan.


**


Ckitt!!


Sebuah kuda besi berhenti kala lampu merah menghentikan laju kendaraannya. Ia berdiri paling depan berderet dengan sahabat disampingnya.


"Lu ada kelas pagi?" tanya Shaka.


"Nggak, gue agak siang," balas Deril.


"Mau ikut gue gak?" tanya Shaka lagi.


"Nggak ah, males. Ada materi yang belum gue pelajari," sahut Deril.


"Cih! Kutu buku," ledek Shaka dan hanya dibalas gedikan bahu sahabatnya itu.


"Ya udah gue cabut duluan," pamit Shaka kala lampu hijau menyala. Kuda besi putih itu melesat meninggalkan posisinya dengan kecepatan melebihi maksimal.


Deril hanya menggelengkan kepala melihat itu. Ingin rasanya ia mengadukan perihal itu pada papa Ar. Namun ia tengah malas untuk bermain-main dengan sahabatnya itu. Ia pun memutuskan untuk segera sampai ke kampus. Namun baru saja ia melaju beberapa meter, tiba-tiba saja ia melihat seorang gadis menuntun motor matic berwarna hijau dengan karakter kartun populer.


Gadis berseragam putih abu dengan rambut yang diikat tinggi itu, terlihat terengah-engah dengan peluh bercucuran dari dahinya. Deril tersenyum kala mengenali gadis tersebut. Ia memelankan laju kendaraannya dengan membunyikan klakson.


Seketika gadis itu menoleh dan menghentikan langkahnya, namun dengan kerutan didahi yang terlihat kentara. Sepertinya gadis itu tak mengenali sosok dibalik helm tersebut.


Kemudian Deril pun mengehentikan laju jalan kendaraannya. Ia mematikan mesin motor, lalu membuka helmnya. Hingga nampak wajah tampan dari balik benda tersebut.


"Kak Deril?!" pekik gadis itu kaget.


Karena terkejut, hampir saja gadis itu melepaskan pegangan tangan pada stang motornya. Dengan sigap Deril hendak meraih stang tersebut, namun tangan sang gadis masih stay disana. Hingga bukan stang, namun tangan itu yang tertangkap.


Deg!


Seketika keduanya saling menatap, dengan merasakan degup jantung masing-masing yang tidaklah wajar.


'Oh my god, indah sekali ciptaan-Mu' gumam sang gadis.


Brakkk!!


Suara keras benda terjatuh, membuat mereka terkesiap. Ternyata stang motor itu terlepas dari tangan sang gadis, tanpa ia sadari. Hingga motor matic itu terjatuh keatas aspal.

__ADS_1


"Yah si opi ku," pekik gadis itu segera berhambur membangunkan benda kesayangannya.


Deril tak tinggal diam, ia segera turun dari motornya, lalu membantu gadis itu untuk membangunkan benda tersebut.


"Kamu gak apa-apa, Chika?" tanya Deril.


Seketika gadis itu mendongak dengan mata membulat. Bukan menjawab, sang gadis justru balik bertanya, "Kakak inget namaku?"


Deril terkekeh dengan pertanyaan itu. "Tentu saja. Aku masih terlalu muda untuk melupakan sebuah nama," balasnya.


"Ishh siapa tau 'kan kakak lupa, kakak 'kan orang penting, sibuk dan sebagainya. Sedangkan aku, ya begitulah," selak gadis itu hingga Deril tertawa.


"Kamu ini, ada-ada aja!" ucapnya mengusek pucuk kepala sang gadis, yang mana membuat gadis itu keta ketir tak karuan.


"Euu kak Deril mau berangkat ngampus?" tanyanya mengalihkan perhatian. Mencoba menyembunyikan rona merah dan kegugupan dihatinya dan diiyakan Deril.


"Ya udah kakak berangkat aja, aku gak apa-apa kok," balas Chika.


"Terus ninggalin kamu sendiri disini?" tanya Deril balik.


"Iya gak apa-apa, 'kan-" belum selesai ucpannya, tiba-tiba saja Deril mengambil alih stang motor dari gadis tersebut.


"Bengkel didepan, kamu bisa tunggu disini atau mau ikut," tawar Deril dengan mudahnya menuntun benda serba ijo itu, tak seperti Chika yang ngos-ngosan menuntun benda kesayangannya itu,.


Akhirnya Chika pasrah dan mengikuti langkah lelaki itu dari samping motor hingga posisi mereka sejajar.


"Emm kak Deril gak ada kelas pagi?" tanya Chika. Takut nyusahin, pikirnya.


"Nggak, kelasnya agak siang," balas Deril dan dibalas 'oh ria' gadis itu.


"Kamu sendiri, bukannya harus segera masuk? Ini udah siang," tanya Deril seraya melirik jam dipergelangan tangannya.


"Aku udah bebas kak. Ujian juga udah kelar. Tinggal nunggu kelulusan aja," sahut gadis itu dan diangguki Deril.


"Mau lanjut kemana?" tanya Deril lagi.


"Ke kampus kakak. Aku ambil jurusan bahasa sastra," balas Chika dan diangguki pria tampan itu lagi.


Tak terasa mereka pun sampai disebuah bengkel yang terletak tak jauh dari tempat mereka berhenti tadi. Kedua manusia itu duduk disebuah bangku panjang yang terdapat disana.


Chika mengambil sesuatu dari saku kemejanya. Selembar kain putih dengan corak berbentuk love diambilnya, kemudian digunakannya untuk menyeka keringat didahi pria tampan itu.


Deg!

__ADS_1


\*\*\*\*\*\*


Maaf ya gaiss mak othor baru up lagi🙏🙏 Mak othor sakit, dua hari rebahan mulu. Ditambah si bujang yang ikut-ikutan sakit. Udah sakit harus ngurus yang sakit pula🤧 ya seperti itulah emak-emak, tolong dimaklumi yaa🙏 Jangan lupa jejaknya! Smoga hari ini bisa crazy up..


__ADS_2