
Sena membentangkan kedua tangan. Membiarkan angin laut menyapa wajah cantiknya. Gadis itu tak ada takut sama sekali untuk berdiri diujung sebuah kapal pesiar kecil yang kini mereka tumpangi.
"Jangan terlalu pinggir, bahaya!" peringat Abi menarik tangan sang istri untuk menjauh dari posisinya.
"Ishh kamu tuh gak asyik banget sih, gak akan apa-apa juga," gerutu Sena yang tak ditanggapi Abi.
Sepasang pengantin itu hanya terkekeh melihat tingkah Sena. "Ini pulau nya masih jauh ya?" tanya Chika. Kini mereka tengah duduk santai menikmati terik mentari yang disertai angin kencang dari lautan.
"Nggak! Tuh pulaunya udah kelihatan," tunjuk Deril pada sebuah daratan yang sudah nampak dari posisi mereka.
"Wow!!!" Kedua perempuan itu berdecak kagum melihat pulau mini yang terdapat ditengah lautan luas itu.
Tak berselang lama mereka sampai ditempat tujuan. Sebuah pulau yang begitu terlihat estetik. Tak banyak yang berkunjung karena terbatas kuota masuk pulau tersebut. Kedua pasang pengantin itu menjadi pasangan beruntung yang dapat honeymoon disana.
Kedua wanita itu kembali berdecak kagum kala memasuki penginapan bak hotel mewah yang tersedia disana.
"Ya ampun, Bi. Ini keren banget!" pekik Sena. Kini pasangan itu sudah memasuki kamar mereka.
Perempuan itu menggeser pintu besar menuju balkon yang mengarah langsung ke pantai. Tepat lurus kearah barat, hingga sinar jingga tampak dari ujung laut.
Greepp!!
Abi memeluk tubuh ramping itu dari belakang menyimpan dagu dibahu sang istri. "Apa kamu suka?" tanyanya.
"He'em ... Dimana pun itu, asal bersamamu," balas Sena yang kemudian dibalas pelukan erat dari pria tampan itu.
"Makasih!" ucap Abi.
Sena mengerenyit heran seraya membalikan wajah menatap wajah Abi yang masih stay dibahunya. "Buat apa?" tanyanya heran.
Lengkungan manis tiba-tiba saja muncul dari kedua sudut bibir pria tampan itu. "Buat segalanya," ucapnya yang kemudian menatap mata sang istri.
"Buat yakin, jika cinta ini tak pernah salah. Rasa itu memang nyata. Seberapa kental ikatan darah diantara kita, bukan benteng untuk kita saling merasakan hal yang sama," ucap Abi dengan sorot mata serius.
"Aku mencintaimu Sensen. Dan selamanya seperti itu," lanjutnya.
Sena ikut tersenyum tak kalah manis. Kemudian meraih pipi sang suami untuk mengecup bibir sexy dengan lengkungan langka itu.
"Aku lebih mencintaimu Abi. Disisa usiaku hanya ingin bersamamu," balas Sena.
Abi membalikan tubuh ramping itu, kemudian mengecup dalam kening kekasih halalnya tersebut. Hingga kedua insan itu memejamkan mata, menyalurkan rasa cinta yang kian hari kian bermekaran.
Ditengah keuwuan sepasang suami istri itu, suara ketukan pintu mengalihkan atensi mereka. Terdengar teriakan gadis dari luar sana.
Tok! Tok! Tok!
"Kak Sen!" pekiknya.
Sena hendak berlenggang membuka pintu, namun Abi mencekalnya. Bahkan segera mendekapnya erat.
"Kita hanya butuh waktu berdua," ucapnya.
"Tapi, Bi. Kasihan itu Chika," balas Sena khawatir.
__ADS_1
"Biarin aja! Ada suaminya,"
"Bi, ayolah! Kita juga gak bisa mengabaikannya. Lagian kita belum menjelajahi tempat ini," bujuk Sena. Namun tak ditanggapi Abi.
"Emmm janji deh, malam ini kita akan melakukannya sampai pagi. Gimana?" tawar Sena mendongakan kepala. Terlihat alisnya bergerak naik turun meminta jawaban.
Abi nampak berpikir sejenak. Hingga kemudian ia menyeringai dan disertai anggukan setuju oleh pria tampan itu. Sena melebarkan senyuman seraya mengecup sekilas bibir sexy itu. Sebelum akhirnya berlenggang membuka pintu tersebut.
Ceklek!
Nampaklah Chika yang sudah tersenyum lebar didepan sana. "Maaf ya kak Sen, mengganggu!" sesalnya tak enak hati.
Sena tersenyum menanggapi. "Gak kok. Kenapa?" tanyanya.
"Kita mau mantai, mau lihat sunset. Siapa tau kakak sama kak Abi mau pergi bersama?" tawar Chika.
Mendengar tawaran itu, tentu saja mata Sena berbinar. "Wah keknya seru tuh! Tunggu bentar ya," titahnya.
"Oke, kita tunggu diluar ya kak Sen!" balas Chika dan diiyakan Sena, sebelum kembali kedalam.
"Bi, ayo!" ajak Sena pada sang suami yang justru tengah terbaring. Perempuan itu menarik tangan sang suami untuk segera bangkit dan mengikutnya.
"Kemana?" tanya Abi seraya bangkit dari posisinya.
"Kita, lihat sunset, ayo!" balas Sena. "Udah lama kita gak nikamati itu," lanjutnya.
Abi tersenyum seraya mengusek pucuk kepala Sena. "Baiklah! Ayo," ajaknya menggenggam tangan sang istri, hingga Sena tersenyum lebar. Kemudian menggandengnya keluar dari ruangan itu.
**
Sang surya sudah siap masuk peraduannya. Kedua pasangan itu begitu menikamti momen tersebut. Apalagi Abi dan Sena, bayangan mereka kecil yang sering menikamti sunset saat liburan terputar kembali di memori otak mereka.
"Kamu tau? Satu detik bersamamu. Menjadi bertahun-tahun tersimpan dimemori dan hatiku," ucap Abi yang kini tengah mendekap sang istri dari belakang. Memandangi sang surya yang hampir saja hilang.
"Oh ya?" tanya Sena tak percaya.
"Berhentilah jadi pelupa!"
"Tapi aku beneran lupa," selak Sena dan hanya dibalas usekan rambut oleh Abi. Hingga keduanya tertawa.
"Aku lupa, lupa cara bagaimana menghilangakn ingatan itu." balas Sena, hingga keduanya kembali tertawa.
"Kak sen!" Dari kejauhan Chika berteriak. "Ayo kembali mau maghrib. Pamali," lanjutnya seraya melambaikan tangan.
"Iya!" balas Sena dengan ikut berteriak. Kemudian pasangan itu berlenggang mendahului.
Sena terkekeh mendengar celetukan perempuan itu. Sungguh gadis itu sangatlah lucu menurutnya. Hingga genggaman tangan Abi mengalihkan perhatiannya.
"Sudah siap?" tanya Abi.
"Untuk apa?" goda Sena yang mengerti arah pembicaraan itu.
Tanpa aba-aba, Abi menggendong tubuh ramping itu ala bridal style. Hingga Sena memekik kaget.
__ADS_1
"Untuk menciptakan darah serupa!"
Keduanya pun tertawa seraya berlenggang meninggalkan tempat tersebut menuju penginapannnya.
**
"Tidak ada yang mustahil selagi kau yakin pada-Nya! Maka yakinlah, dan kau akan menemukan keajaiban itu..."
...********Selesai*******...
**Alhamdulillah selesai yaa... Ethh jangan protes dulu! Ini kita lanjut dinovel si Aka yaa.. Mereka akan hamil bersama disana. Jadi tetap ikuti kelanjutannya! Sudah launching 2 bab.. InsyaAlloh mak othor up 2 bab sehari, jika ada waktu lebih bisa crazy up yaa🤭 Yuk pantengin terus!! Cek profil emak othor yaa... Terimakasih buat kalian semua yang selalu stay nemenin mak othor. Sudah bersedia membaca tulisan yang masih acakadul ini🙏 pokoknya makasih banyak-banyak untuk setiap dukungan kalian. Tanpa kalian apalah aku ini🤧 Sayang kalian semuaa❤❤❤
Visual cast** :
-Abizar Radeeya Peramana (Abi)-
-Arsena Queenara Pratama (Sensen)-
-Deril-
-Chika-
-Rizky-
-Renata-
-Arshaka Ravindra Pratama (Aka Sha)-
-**Jingga Aurilia (Jinjin)-
***
Yuk lanjut ke novel baru ya : "My Possesive Badboy"
Ini cerita Shaka❤Jingga yaa**...
__ADS_1