
Setelah acara berakhir kedua lelaki tampan itu memutuskan untuk pulang. Kini keduanya sudah siap menumpangi kuda besi mereka. Hingga tiba-tiba saja panggilan seorang gadis menghentikan aktifitas mereka yang hendak mengenakan helm.
"Kak Deril!!"
Sontak saja, Deril menoleh untuk melihat siapa yang memanggilnya. Seorang gadis berbalutkan seragam putih abu menghampiri mereka. Gadis itu tersenyum manis, hingga menampilkan gigi ginsulnya.
Gadis itu menyodorkan botol susu berwarna pink pendek. Susu permentasi berperisa strawbery itu diberikan sang gadis dengan menyimpan paksa pada tangan Deril yang hanya menatap tak percaya gadis tersebut.
"Follow back ig aku ya @mychika," ucapnya masih dengan mengembangkan senyumnya itu, yang mana kian manis dimata siapapun.
Kemudian tanpa kata lagi, gadis itu berlenggang pergi. Hingga setelah menjauh, gadis itu kembali berbalik dan melambaikan tangannya dengan tak menyurutkan senyumnya.
"MasyaAlloh, senyumnya manis banget," celetuk Rizky yang sukses membuat Deril terkesiap.
Lelaki tampan itu tersadar dari lamunannya yang ikut terpesona dengan lengkungan indah nan manis itu. Kemudian ia melihat apa yang kini digenggamannya, senyum terukir begitu saja dari bibir sexy Deril. Bahkan senyumnya kian lebar kala mengingat ekspresi dirinya tadi yang mungkin terlihat bodoh.
Ia tak menyangka, jika sang gadis bisa melakukan itu setelah apa yang ia lakukan dengan spontan dilapangan sukses membuat gadis itu meleyot. Sekarang justru situasi terbalik, sang gadis mampu membuat dirinya salting dengan perlakuan itu.
"Wah, keknya enak nih!" Rizky hendak menyomot botol itu, namun Deril segera menepis kasar tangan sahabatnya.
"Anjirr," umpat Rizky terkekeh. "Keknya udah bisa move on nih!" ledeknya, yang sukses dapat toyoran dari Deril.
"Cih, sotoy lu," ledeknya balik.
Deril pun menyimpan botol itu kedalam tasnya, sebelum akhirnya mereka pergi meninggalkan tempat tersebut untuk kembali ke kampus.
Tak berselang lama kedua kuda besi itu sampai diparkiran kampus. Rizky mengerenyit heran kala melihat gadis berdiri dengan melipat tangan didada tengah menatapnya, seolah tengah menunggu dirinya.
"Lu ngapain disini? Nunggu kang ojeg?" tanya Rizky setelah turun dari motornya seraya menghampiri gadis itu.
"Gue duluan!" pamit Deril berlenggang meninggalkan Rizky dengan gadis tersebut.
"Iya gue nunggu kang ojeg, buruan anterin gue pulang!" sahut gadis itu dengan raut wajah tak ramah.
"Asyem, emang gue kang ojeg apa?" gerutu Rizky tak terima. Gadis itu hanya mencebikan bibir meledek pria tampan itu.
"Udah, gak usah ngeselin deh Ren!" Rizky menarik hidung gadis itu hingga mengaduh.
"A, ah, sakit!" pekik Renata seraya menepis kasar tangan Rizky dari hidungnya.
__ADS_1
"Ishh lu ngeselin banget sih, ya ampun hidung gue," omelnya hingga lelaki itu tertawa puas.
"Aisshh lebay lu!" ledek Rizky mengacak rambut sang gadis.
Deg!
Tiba-tiba saja jantung Renata berdegup mendapat perlakuan itu. Ini pertama kali ada yang memperlakukannya seperti itu, setelah sekian lama ia mencari perhatian dari Abi yang tak sedikitpun melihatnya.
'Jantung gue kenapa?' batinnya.
"Pasti dari tadi lu nyariin gue ya?" goda Rizky mendekatkan wajahnya. Dan hal itu sukses membuat Renata terkesiap dari lamunanya.
Setelah beberapa detik menatap wajah tampan itu sejenak, gadis itu pun mengusap kasar wajah yang semakin dekat itu.
"Geer! Siap juga yang nyariin lu," elak Rentata dengan melengoskan wajah yang tiba-tiba saja memerah. Gadis itu merutuki dirinya dalam hati, yang megakui jika lelaki itu tampan.
Berbeda dengan Rizky yang tak meyadari hal itu, ia hanya tertawa seraya kembali mengacak rambut gadis tersebut. Hal yang justru membuat gadis itu semakin tak karuan. Dengan cepat Renata segera menghindar dari aksi yang membuat jantungnya tak ingin berhenti bersenam.
"Ck! Udah ah, nih!" gadis itu berdecak seraya memeberikan paperbag ditangannya.
Sontak saja Rizky mengehentikan tawa dengan alis bertaut heran. "Apa ini?" tanyanya.
"Itu jaket lu. Udah gue cuci kok," sahut Renata.
"Oh ... Thanks ya!" ucapnya.
"Gue yang harusnya makasih," balas Renata menundukan kepala. "Lu udah mau nemenin gue yang lagi hancur," lanjutnya sendu.
Rizky tersenyum mendengar itu. Setidaknya gadis itu tersadar, jika cinta tidak bisa dipaksakan. Terlihat dari mata gadis itu, sepertinya ia mulai bisa menerima keadaan.
"Ck! Udah gak usah dipikirin," ucap Rizky menepuk bahu gadis itu.
"Lu mau ikut gue gak?" tanyanya. Sontak saja Renata mendongak dengan wajah terlihat heran.
"Kemana?" tanya Renata.
"Gue mau ke mall. Ada yang mau gue beli. Kalo lu mau, lu bisa ikut gue," jelas Rizky.
Renata berpikir sejenak, memang tak ada kegiatan lain hari ini. Kelasnya sudah selesai, Ia juga tak bisa stalking Abi lagi. Jadi tak ada alasan untuk ia menolak. Dari pada gabut tak ada kegiatan? Pikirnya.
__ADS_1
Gadis itu mengangguk mantap."Baiklah gue ikut!" finalnya.
Rizky tersenyum menanggapi. "Oke, lu tunggu dulu disini! Gue keloker bentar," titahnya dan diiyakan gadis itu.
Sementara Renata menunggu, Rizky masuk ke gedung itu untuk menyimpan jaket dan mengambil barang didalam lokernya.
**
Dilain tempat, tepatnya di perpustakaan. Deril tengah mencari buku yang akan dipelajarinya. Pria tampan itu berjalan mengitari deretan buku yang tersusun rapih dalam rak besar tersebut. Tiba-tiba saja terdengar notif tak henti dari layar pipihnya. Ia meraih benda itu dari saku celananya. Dilihatnya notif komentar dari laman instagramnya.
Deril sempat memposting fotonya dengan tim basket diSMA tadi. Hingga ratusan komentar membanjiri postingan itu. Namun ada satu komentar paling atas yang menggelitik dirinya.
@mychika apa susunya sudah sampai diperut?
Sontak saja Deril terkekeh melihat itu. Ia membuka profil akun tersebut, hingga nampak gadis sama, yang tadi sempat ia temui. Gadis yang tersenyum manis dengan menampilkan gigi ginsul itu, terpampang dibeberapa postingan yang dipost diakun tersebut.
Deril melihat postingan yang hanya beberapa biji itu terlebih dahulu, sebelum akhirnya mengklik 'ikuti balik'. Ia tersenyum seraya memasukan kembali benda pipih itu kedalam saku celananya.
Pria tampan itu mulai kembali mencari buku yang akan ia ambil. Namun ketika tangannya hendak sampai dibuku yang dimaksud, tiba-tiba saja tangannya sicekal seseorang.
Seketika Deril pun menoleh. Ia menautkan alisnya kala seorang gadis yang diketahui mantannya itu, tiba-tiba berada disampingnya.
"Ada apa?" tanya Deril heran.
"Aku mau bicara," tanpa mendengar jawaban, gadis itu menyeret lengan Deril keluar dari sana.
Deril yang tak ingin membuat keributan hanya pasrah mengikuti langkah gadis tersebut. Hingga keduanya sampai disebuah lorong yang sepi.
Hening!
Deril hanya diam menatap sang gadis yang juga tengah menatapnya. Tiba-tiba saja gadis itu berjinjit hendak menjangkau bibir Deril, namun segera Deril menghindar memundurkan dirinya.
Gadis itu tersenyum miris melihat sikap Deril yang benar-benar sudah berubah. "Kenapa? Bukankah kamu gak jadi nikah sama Sena?" tanyanya.
"Iya."
"Terus kenapa?"
"Karena aku dan kamu bukan lagi kita."
__ADS_1
\*\*\*\*\*\*
Jangan lupa jejaknya yaa gaiss🤗