
Ditengah keuwuan sejoli itu, tiba-tiba saja seseorang datang dengan pekikan mengagetkan mereka.
"Abi!!!"
Seorang gadis menghampiri bar bersama pria dibelakagnya dan sukses membuat Sena memutar bola matanya malas melihat siapa yang memanggil suaminya.
"Ihh, Sena .... Nagapain sih deket-deket sama Abi? Kamu 'kan udah nikah sama Deril," rengeknya.
"Ki, lu ngapain sih bawa ulet bulu kesini? Bikin gatel tau gak," omel Sena pada pria dibelakang gadis itu.
"Apa lu bilang? Siapa yang lu bilang ulet, hah?" sungut gadis itu.
"Ck! Udahlah Ren, lu udah janji 'kan sama gue, gak bakalan bikin keributan!" peringat Rizky dan dibalas cebikan bibir gadis itu.
"Ngapain sih bawa dia kesini?" tanya Sena menatap kesal pada sahabatnya itu.
"Ini anak nguntit gue terus dari pagi, gara-gara nyariin Abi. Gue udah jelasin, kalo Abi udah nikah sama lu, tapi dia gak percaya," balas Rizky menatap kesal gadis yang sedari pagi mengikuti dirinya, hingga sampai ditempat itu.
"Emang gue gak percaya. Sena 'kan nikah samanya Deril." selaknya tetap teguh pada pendiriannya.
"Lu ya, benar-benar?" Rizky sampai gereget, seolah ingin menggigit gadis itu.
Bagaimana tidak, untuk kesekian kali Rizky menjelaskan tentang pernikahan kedua sahabatnya. Bahkan pria tampan itu memperlihatkan foto Sena dan Abi, namun gadis itu justru menuding Rizky mengedit gambar tersebut untuk memisahkan dirinya dan Abi.
"Ck! Lu gak percaya, gue nikah sama Abi?" tanya Sena dengan ikut berdecak kesal.
"Nggak," balas Renata, dengan wajah mengesalkan.
"Makanya, punya otak tuh dipake. Punya otak cuma buat hiasan, heran gue," celetuk Sena dengan nada remeh.
"Enak aja, otak gue dipake lah ..." protes Renata tak terima.
"Ya udah kalo lu pake lu dengerin gue baik-baik. Pasang telinga lu bener-bener,"
"Gue nikah sama Abi bukan sama Deril. Logikanya, gue gak mungkin disini sama Abi. Pasti gue sama Deril," jelas Sena. Kemudian ia meraih tangan kiri Abi dan tangannya juga memperlihatkan jari manis mereka yang tersemat cincin pernikahan.
"Nih! Bukti juga,"
"Oh iya, satu lagi. Buku nikah, eh buku nikah dirumah ya? Ntar deh kapan-kapan gue pamerin sama lu," cerocos Sena
Kemudian Sena berjinjit dan mengecup sekilas rahang Abi dan memeluk tubuh tegap itu dari samping. Abi membalas mendekapnya dengan melabuhkan kecupan hangat dipucuk kepala istrinya itu.
Tentu saja hal itu membuat mata Renata berkaca-kaca. Ia ingin terus mengelak dan tidak mempercayai semua itu, namun kenyataan ia sepertinya harus mengakui hal tersebut.
"Jadi, gue tekankan sekali lagi. Gue, Arsena resmi menjadi istri sahnya Abizar," jelas Sena.
__ADS_1
Prangg!!!
Suara cangkir berbenturan dengan kramik terdengar memekik diruangan itu. Dipastikan serpihan dari benda pecah itu bertabuarn dilantai tak tentu arah. Semua atensi teralihkam pada suara tersebut.
Seorang perempuan mematung dengan menutup mulutnya. Dihadapan pecahan cangkir itu.
"Adel? Kamu gak apa-apa?" tanya Gilang.
Perempuan itu hanya menggelengkan kepala, lalu pergi begitu saja dari tempat itu. Keempat manusia yang tadi saling bersitegang itu hanya saling lirik, tentu mereka mengerti dengan tingkah perempuan itu kecuali Renata.
"Lu jahat, Sen! Kamu juga, Bi! Gue benci kalian ..."
"Huaa ... Mama ...." Renata berlenggang lari meninggalkan mereka dengan isak tangisnya.
"Ki, susul gih!" titah Sena.
"Kok, gue?" tanya Rizky.
"Lha, yang bawa dia kesini siapa?" tanya balik Sena.
"Ck! Iya deh, iya!" Dengan terpaksa Rizky menyusul gadis itu keluar, dan hanya menyisakan sejoli didalam sana.
"Kamu juga mau nyusul, Adel?" tanya Sena.
Abi terkekeh melihat ekspresi sang istri yang tampak cemburu, "apa boleh?" goda Abi.
Abi tersenyum, lalu mengusek pucuk kepala itu. "Buat apa? Ada yang lebih penting dari itu," paparnya.
"Apa?" tanya Sena dengan alis menukik tajam.
Abi menyeringai, lalu tanpa aba-aba menggendong sang istri ala bridal style. Sontak saja, Sena memekik kaget dan reflek memeluk leher suaminya itu erat.
"Ihh kaget tau," omelnya. "Mau kemana sih?" tanyanya.
"Keruanganku," sahut Abi seraya melangakahkan kakinya.
"Ngapain?" tanya Sena, entah kenapa pipinya tiba-tiba saja memerah mendapat perlakuan itu.
"Menurutmu, kita akan ngapain?" tanya Abi, lalu mendekatkan wajah pada telinga Sena. "Berdua, diruangan," bisiknya disertai seringai.
Tentu saja perlakuan itu membuat Sena kembali mengingat aktifitas mereka malam tadi. Ia sampai menggigit bibir bawahnya seraya menyembunyikan wajah yang semakin panas pada dada bidang sang suami. Mungkinkah suaminya itu akan membawanya ke nirwana lagi? Pikirnya.
Abi sampai disebuah sofa diruangannya, kemudian mendudukan tubuh itu disana. Sena tersenyum lebar melihat sang suami yang semakin dekat dan mengukungnya.
Sena sudah siap menutup matanya, hingga tak ada pergerakan apapun dari sang suami. Perempuan itu pun membuka matanya kembali. Ia melongo kala Abi tak melakukan apapun padanya dan hanya memperlihatkan sebuah buku note book, yang ternyata dari belakang tubuh Sena.
__ADS_1
"Penulis hebat, bisakah kau membantuku?" tanya Abi dengan nada menggoda. Hingga terdengar hembusan napas panjang dari bibir istrinya itu. Dengan pasrah Sena mengambil benda itu dari tangan suaminya.
Ia pun mulai membantu Abi yang sudah siap memangku laptop diatas pangkuannya. Sepasang suami istri itu bekerja dengan begitu kompak, hingga hampir melupakan makan siang mereka. Bahkan Sena sampai terlelap disofa, tanpa Abi ketahui. Menghabiskan malam panjang, sungguh membuat Sena tak bisa menahan kantuknya disiang hari.
"Menurutmu, ini gima-" Abi tak meneruskan ucapannya kala netranya menangkap Sena yang sudah terlelap.
Abi tersenyum melihat sang istri yang tak terusik sama sekali. Kemudian mengambil benda ditangannya untuk ia simpan. Lalu mengambil jaket yang ada dikepala sofa didekatnya dan mengenakan pada tubuh ramping itu.
Cup!
Satu kecupan dilayangkan pria itu pada kening sang istri, namun itu justru membuat Sena membuka matanya.
"Kenapa, hem?" tanya Abi membelai wajah cantik itu.
Bukan menjawab, Sena justru menarik kerah baju suaminya itu dan menyambar bibir sexy tersebut. Mendapat pancingan seperti itu, tentu membuat Abi tak menyia-nyiakannya.
Tangannya bergerak menyelusup kebelakang tengkuk sang istri untuk memperdalam ciuman mereka. Keduanya saling menyecap bertukar saliva beradu benda lunak didalam rongga mulut mereka.
Abi mengangkat tubuh Sena dan membawa tubuh itu ke atas pangkuannya. Hingga Sena terduduk sempurna tanpa melepas pagutannya.
Tangan Abi mulai membuka kancing kemeja yang dikenakan Sena, hingga dua buah favoritanya itu berhasil menyembul keluar. Bibir Abi mulai berjalan menuju ceruk dan turun hingga dibuah itu. Segera ia meraup buah itu. Hingga Sena mendesis, menggigit bibir bawahnya untuk tidak mengeluarkan suara meresahkan itu.
Namun tetap saja suara itu semakin membuat Abi liar, tanggannya dengan cepat membuka kunci kain bagian bawah istrinya. Sena yang mengerti turun sebentar untuk membuka kain bawahnya, ia yang sudah berkabut gai rah, tak mempedulikan rasa malunya lagi dihadapan suaminya. Bahkan ia tak segan membuka kain bagian bawah Abi, hingga senjata keramat itu menyembil dan sudahlah berdiri tegak.
Tanpa kata lagi, Sena segera mengarahlan nonanya agar melahap si jack benda keramat itu. Hingga sejoli itu benar-benar bersatu. Meski masih menyiskan sedikit rasa perih, namun Sena ingin mencapai lagi puncak itu.
Perempuan itu mulai bergerak, menari di atas pangkuan Abi yang sudah mendesis merasakan senjatanya tengah dimanjakan si nona yang masih saja sempit. Hingga rematan begitu terasa kuat dari dalam sana.
"Mmmhh, Sen!!"
racau Abi kala Sena semakin bergerak liar. Ia memegang bo kong padat berisi itu dan ikut menggerkaannya.
"Biihh, mmhhh!!!"
Sena semakin tak menentu kala dirinya hampir mencampai puncak. Abi mengkat tubuh Sena tanpa melepaskan penyatuan mereka. Lalu merbahkannya, hingga Abi beralih menjadi leadernya.
Abi pun mulai bergerak, berpacu diatas tubuh itu, hingga suara-suara sexy memenuhi ruangan itu.
"Biihh, ouhh Bihhh!!"
"Ouhh Sen, kau sungguh membuatku gila!"
Abi semakin mempercepat laju gerakannya, ketika sesuatu hampir meledak dari dalam dirinya. Hingga akhirnya keduanya pun tumbang diwaktu bersamaan. Disertai napas memburu silih besahutan dan peluh yang sama-sama bercucuran.
\*\*\*\*\*\*
__ADS_1
Manten baru yaa, dimana aja gaskann🙈🤣🤣 Jangan lupa itu jejaknya. Votenya atau kembangnya diisi yaa🤗