
Disebuah resto populer, sekumpulan wanita sosialita tengah asyik mengobrol ria. Ke lima wanita itu baru saja selesai menikmati makanan yang dibuat oleh koki sekaligus pemilik resto tersebut.
"Emm.. Kenyang banget ini mah, sering-sering buat menu baru ya Feb. Biar kita sering makan disini," celetuk Rilla setelah menegak minumannya.
"Sering dapat gratisan maksudnya," tambah Agel. Hingga mereka tergelak.
"Asyem kalian. Kali-kali bayar lah, masa mau gretongan mulu," ledek Feby.
"Ini kita bayar kak Feb. Bayarnya kita upload ke medsos. Ya gak kak Agel?" tanya Siska.
"Yaps betul tuh. Gak lupa 'kan, follower ku paling banyak?" balas Agel dan dibalas cebikan bibir si koki legend itu. Hingga tawa menggema dimeja yang memuat keenam wanita disana.
"Oh iya, Sa. Bang Rendi kasih berapa hari buat anak-anak nginep di hotel?" tanya Mama Ay pada besannya itu.
"Emm ... Tiga hari kek nya," balas mommy Aysa dan diangguki mama Ay.
"Kenapa? Mereka belum pulang?" tanya Siska.
"Belum Sis," balas mama Ay terlihat murung.
"Udah lah Ay, biarin aja! Lagian itu bagus, bentar lagi kalian bisa dapat cucu," celetuk Feby.
"Ck! Bukan gitu. Cuma gak terbiasa aja, gak ada Sensen dirumah. Tau sendiri lah si aka jarang dirumah. Entahlah itu anak bujang kemana aja mainnya," jelas mama Ay.
"Eh denger-denger dari Deril, Shaka sering ikutan balapan liar ya?" tanya Rilla.
"Ya kek gitu lah. Pusing aku tuh sama anak satu. Bang Ar aja udah kewalahan sama kelakuan dia. Kadang kita suka berpikir, itu anak ketuker kali ya pas dirumah sakit,"
Sektika celetukan mama Ay membuat mereka tergelak. Wanita yang masih cantik diusianya itu masih saja bisa membuat suasana diantara mereka tak pernah tegang sama sekali.
"Ya elah ada-ada aja. Masa iya ketuker. Itu mukanya aja mirip bang Ar, gimana bisa ketuker," balas Feby disela tawanya.
"Ya habis bingung sama kelakuan tuh anak. Jauh berbeda banget sama Aska. Lebih tepat tuh Aska jadi putra bang Ar, terus si Aka jadi putranya si Abang," celetuk mama Ay.
"Kalo Shaka jadi putranya abang. Kek nya aku bisa jadi ibu tiri yang kejam," celetuk Siska yang semakin membuat suasana riuh.
"Astaga kalian ini, kalo gitu Shaka jadi putraku aja," celetuk Agel.
"Aishh, bukan putra. Menantu mah iya," balas Rilla.
"Eh iya bener, bukannya Shaka pacaran ya sama Jinjin?" tanya Feby.
"Entahlah. Aku gak pernah ikut campur urusan anak-anak. Asal mereka bisa jaga diri aja," balas Agel seraya menyeruput minuman ditangannya.
"Aku sih berharap mereka berjodoh. Karena kurasa cuma Jinjin yang bisa menaklukan si Aka," ucap mama Ay.
"Yapss! Besanan ya, Ay," kekeh Agel dan dibalas senyum lebar mama Ay.
"Hadeuh, sama aku gak jadi besanan ya Ay," celetuk Rilla.
__ADS_1
"Iya, anak Devan kalah pesona tuh sama anak bang Rendi," celetuk Feby tergelak.
"Maklum, pesona pleboy nurun," celetuk Siska.
"Itulah buah gak jatuh dari pohonnya," tambah Agel. Hingga suasana pun kian riuh.
"Deril masih mending lah dia punya mantan," bela Rilla pada putra satu-satunya itu. "Lah. Tuh Iky gimana Feb? Keknya gak pernah denger dia punya pacar deh?" ledeknya.
"Lah iya, itu Feb. Harus dipastiin itu," tambah mama Ay.
"Takut-takutnya ya," tambah Agel.
"Si jacknya gak ngeuh," tambah Siska. Hingga mereka kembali tergelak.
"Asyem kalian. Ya nggaklah, putraku tuh normal. Enak aja," protes Feby tak terima.
"Cuma mastiin, Feb. Mastiin," kekeh mama Ay.
"Iya. Apalagi 'kan Iky mainnya cuma sama Jinjin dan Sensen aja dari kecil," celetuk Rilla.
"Itu 'kan dulu, sebelum Abi kembali. Setelah ada Abi. Ya dia sama Abi mainnya," balas Feby.
"Tapi gak ada niatan buat kamu jodohin Iky Feb?" tanya Agel.
"Ada sih, yang punya resto disebrang noh nanyain mulu. Tapi aku gak yakin, takut kek kasus Deril itu. Jadi ya biarin aja dulu lah. Lagian akhir-akhir ini aku sering lihat dia senyum-senyum sambil pegang hape. Siapa tau dia lagi kasmaran, iya gak?" jelas Feby dan diangguki mereka.
"Deril sendiri gimana ka Ril? Dia gak patah hati 'kan gara-gara Sensen?" tanya Siska.
"Si Sisil itu?" tanya Agel dan diangguki Rilla.
"Smoga gak balikan deh, banyak yang bilang dia gadis yang gak bener," balas mama Ay.
"Hah? Serius?" tanya Rilla.
"Serius, ya gak Sa?" tanya mama Ay.
Mommy Aysa menganggukan kepala. "He'em. Itu yang kudengar dari bu Dita," balasnya dan diangguki mengerti oleh mereka .
"Eh Sa, itu anak si Jesi gak nemuin kamu lagi 'kan?" tanya Feby.
"Nggak! Dia udah tau pernikahan Abi dan Sensen," balas momy Aysa.
"Huhh syukur deh. Keknya tuh anak agresif banget. Emaknya lagi, ngeselin emang. Gak kebayang kalo sampe besanan sama nenek lampir itu," celetuk Feby.
"Husshh! Jangan gitu! Ntar kalo berjodoh sama Iky, baru nyaho," balas mama Ay.
"Idih, kagak-kagak. Amit-amit dah!" sangkal Feby.
"Jangan gitu Feb. Jodoh gak ada yang tau!" balas Agel.
__ADS_1
"Iya tuh kak Feb bener. Aku aja dulu dibilang amit-amit sama si Abang, eh malah jadi imut-imut 'kan?" tambah Siska hingga mereka tergelak kembali.
"Eh aku balik duluan ya, sore ini ada pemotretan model buat promo," pamit Rilla seraya membereskan barang-barangnya.
"Udah dapat modelnya, Ril?" tanya Agel.
"Entahlah. Deril mau bantu cari, katanya udah dapat sih," balas Rilla.
"Sorry ya, gak bisa bantu," sesal Agel.
"Gak apa-apa, aku tau. Ini memang bukan fashion Jinjin," balasnya.
Setelah berpamitan ibu satu anak itu pergi terlebih dahulu. Disusul Agel yang juga berpamitan setelah dijemput suaminya hingga menyisakan empat wanita saja disana yang masih melanjutkan obrolan mereka.
**
Sementara itu disebuah halaman rumah seorang gadis dengan berpenampilan manis, tengah mondar mandir menunggu seseorang yang menjanjikan akan menjemputnya sore ini. Bahkan gadis itu sudah hampir satu jam menunggu diteras rumahnya.
"Ck! Kak Deril mana sih? Ini beneran mau jemput gak sih? Tau gitu aku tidur aja," gerutu Chika dengan sesekali melirik jam dipergelangan tangannya.
Tiba-tiba mobil datang, lalu terparkir dihalaman rumah itu. Seorang wanita berjas putih keluar dari mobil tersebut.
"Bunda udah pulang?" tanya Chika seraya menyalimi takzim tangan ibunya itu
"Udah. Gak banyak pasien hari ini, Bunda juga lelah hari ini jadi sengaja pulang cepat," balas sang Bunda.
"Ya udah, Bun istirahat aja," balas Chika dan diangguki sang bunda dengan usapan dirambut putrinya itu.
"Oh iya, kamu rapih bener. Mau kemana?" tanya sang bunda yang merasa aneh dengan penampilan sang putri yang terlihat berbeda.
"Oh itu, aku mau-" Belum juga ucapannya selesai, suara deruan motor mengalihkan atensi mereka.
Seorang lelaki tampan turun seraya membuka helmnya. Chika sedikit terpaku melihat wajah tampan itu.
"Sore tante?!" sapanya seraya menyalimi takzim wanita itu.
"Sore! Kamu?"
"Saya Deril tante," balasnya tanpa ragu.
"Ah," sang bunda melirik putrinya yang hanya cengengesan. "Emm, ayo silahkan masuk, Nak Deril!" ajaknya.
"Gak usah tante. Saya mau meminta izin untuk mengajak Chika pergi sebentar, apa boleh?" tanya Deril.
Sang bunda sedikit ragu. Pasalnya ini pertama kalinya Chika mengenalkan seorang pria. Namun melihat kode dari sang gadis membuat ibu satu anak itu mengizinkannya.
"Makasih tante. Saya janji, akan segera mengantar pulang Chika sebelum jam sembilan malam," balas Deril dan diiyakan sang bunda.
Setelah berpamitan, motor pun melesat membawa sejoli itu meninggalkan halaman luas tersebut.
__ADS_1
\*\*\*\*\*\*
Ada yang mau gabung sama emak-emak rempong🙈🤣🤣 Yuk jejaknya jangan lupa! Tenang malam masih up yaa😘